
Mian author baru bisa update malam.. Selamat membaca jangan lupa tinggalkan like, vote dan comment mengenai episode ini 😊
Villa yang akan menjadi tempat pertemuan dewan vampire merupakan bangunan dengan gaya America, terletak di pinggir hutan bambu. Di sekitar hutan tidak ada bangunan selain villa ini. Itulah sebabnya villa ini dipilih menjadi tempat terbaik dan diharapkan yang paling aman saat vampire mengadakan sidang.
Jarak dari gerbang ke villa mencapai 300 meter, membuat villa ini semakin terasing dari dunia luar.
Menjelang malam lampu-lampu villa sudah dinyalakan membuat tempat itu seperti di dalam dongeng. Di ruang paling tengah sudah berkumpul 16 vampire. Pertemuan dewan ini akan membahas sengketa di antara clan Cha dan clan Kim. Clan Cha mendatangkan perwakilannya sebanyak 5 orang, sudah termasuk Woobin dan Xiumin. Dewan vampire yang hadir sebanyak 10 anggota sementara dari clan Kim hanya Seokjin saja datang seorang diri. Seokjin memang memutuskan di detik-detik terakhir untuk tidak membawa Taehyung ikut ke pertemuan dewan vampire. Seokjin hanya tidak ingin Taehyung dipojokkan oleh vampire-vampire senior di pertemuan semacam ini.
Woobin mengalami patah tulang di pergelangan tangannya. Sepertinya jari-jari di tangan kanannya sudah tidak bisa digerakkan lagi karena parahnya tulang pergelangannya yang patah. Sementara Xiumin pun memakai tongkat untuk menyangga kakinya yang patah tulang.
Seokjin tidak simpati sama sekali melihat kondisi dua vampire itu. Baginya ia tidak percaya jika Taehyung yang melakukan hal itu pada mereka. Yang ada justru Taehyung merupakan korban bulan-bulanan dua vampire tersebut. Tiga clan Cha lain yang hadir merupakan senior, namun tak ada di antara mereka yang terkait dengan kasus Seokjin 6 tahun lalu. Baguslah… Seokjin pun tidak punya niat untuk membahas masalah lama. Dia hanya ingin clan Cha mendapat sanksi dan diasingkan ke pulau terpencil, jauh dari clannya berada.
Ruang tengah di villa sudah diubah seperti ruang rapat. Anggota dewan berada di baris depan, di sebelah kiri ada clan Cha sementara di sebelah kanan hanya Seokjin.
Seokjin melihat ke luar jendela, memastikan kondisi di luar aman. Angin berhembus cukup kencang bercampur dengan suara daun dan dahan yang beradu. Ia melirik salah satu dewan vampire yang berkepala botak. Kekuatannya adalah mengendalikan angin. Sepertinya vampire itu sengaja membuat angin di luar berhembus kencang, mungkin supaya tidak ada yang berani mendekati villa.
“Sidang akan segera kita mulai.” ucap Park Haejoon yang merupakan ketua dewan vampire. Matanya yang berwarna biru berkilat dan dengan kekuatannya ia menyalakan api di dalam cerobong. Kekuatannya adalah fire, bisa memunculkan api.
Gongyoo maju satu langkah dan mulai berbicara. Dia adalah moderator di sidang ini. “Berdasarkan laporan dari Mr. Kim, salah satu anggota clannya mengalami serangan dari dua anggota clan Cha yang mengakibatkan luka dan trauma. Bahkan seorang manusia yang ada di tempat itu pun hampir terbunuh oleh clan Cha. Namun dari hasil penyelidikan, dua anggota clan Cha mengalami remuk tulang di tangan dan kaki akibat perbuatan korban.”
Haejoon mendengus pelan dan menoleh pada Seokjin. “Kulihat kau sendiri? Kenapa korban tidak dibawa ke tempat ini?”
“Aku mengkhawatirkan kondisinya. Dia masih terlalu muda, aku takut itu malah memberikan trauma pada anggota clanku.” ujar Seokjin sopan.
“Itu menandakan bahwa dia tidak siap dengan sidang ini,” tukas Seunghon tiba-tiba. Dia adalah anggota clan Cha yang datang untuk membela clannya mati-matian. Belum apa-apa Seunghon sudah menunjukkan gigi taring menandakan dia sudah emosi sejak tadi. “Kalau dia datang, sidang ini bisa berjalan dengan lebih mudah, dibandingkan harus mendengar cerita versimu.”
Seokjin menggeram kesal. Ia memicingkan mata tajam pada vampire itu. Mulut clan Cha memang pedas seperti ini. “Dia dilindungi undang-undang vampire untuk tidak perlu datang karena dia masih bayi vampire.”
Seunghon tertawa mencemooh. “Bayi apanya? Dia sudah berumur 5 tahun, dia hanya anomali karena tidak punya kekuatan vampire, bukan begitu?”
Seokjin mengepalkan tangan kuat-kuat. Kalau ini bukan pertemuan dewan vampire mungkin dia sudah meninju mulut itu dengan tangannya.
“Meski dia sudah berumur 5 tahun tapi jika belum punya kekuatan, dia diperbolehkan untuk tidak hadir di sidang ini,” kata Gongyoo netral, “Berdasarkan laporan, Kim Taehyung, sang korban, sedang berjalan dengan teman manusianya… lalu Woobin dan Xiumin datang dan menyerang duluan.”
“Itu aneh karena seorang vampire berteman dengan manusia.” tukas Seunghon.
Gongyooo tidak berkomentar dan terus berkata, “Disebutkan bahwa Woobin mengeluarkan pisau dan akan membunuh manusia setelah memberikan ancaman. Dari pihak clan Cha mengklaim bahwa Kim Taehyung telah meremukkan tulang tangan dan kaki mereka.”
“Bullshit.” sahut Seokjin. “Taehyung belum punya kekuatan bagaimana mungkin dia bisa meremukkan tulang?”
“Aku melihatnya sendiri!” seru Xiumin tak tahan sejak tadi hanya diam. “Sebelah matanya berubah menjadi putih dan ia langsung meremukkan kakiku. Lihat sekarang kakiku!”
“Mata putih hanya dimiliki oleh mutan…” ucap Haejoon dengan mata menyipit, “Apa kau yakin?”
“Aku juga melihatnya,” sahut Woobin, “Dia begitu berbeda dengan sebelumnya dan mematahkan pergelangan tanganku.”
“Anggota clanku bukan mutan.” tukas Seokjin menggeram.
Haejoon mengabaikan perkataan Seokjin. Ia memegang dagu seolah berpikir. “Vampire yang memiliki kekuatan meremukkan tulang artinya kemampuannya adalah bone and flesh destruction.” Ini sangat aneh karena kemampuan vampire seperti itu langka dimiliki. Bisa dibilang satu banding seratus juta.
Haejoon akhirnya memandang Seokjin. “Apa kau yakin dia hanya bayi vampire?”
“Aku tinggal bersamanya. Aku lihat sendiri bahwa dia belum memiliki kekuatan. Lagipula mata vampirenya adalah perak bukan putih!” tukas Seokjin menggebu-gebu.
“Itu sebabnya dalam sidang ini sang bayi vampire harus hadir,” semprot Seunghon, “Kita bisa mencobanya langsung untuk melihat apa benar dia bayi vampire atau bukan.”
“Jadi menurutmu aku berbohong?” timpal Seokjin.
Mata merah Seokjin berkilat menatap Seunghon. Itulah mengapa Seokjin merasa lebih baik Taehyung tidak ikut dalam sidang ini. Clan Cha mungkin akan melakukan hal-hal ekstrim pada Taehyung untuk membuktikan alibi mereka.
“Sidang ini menjadi sulit karena dua pihak yang berbeda alibi, Tuan-Tuan.” ucap Gongyoo pada ketua dewan dan jajarannya.
“Jika ternyata memang benar mata vampire itu berwarna putih, maka perlu diinvestigasi apa benar demikian.” ucap Haejoon.
“Anggota clanku bukan mutan,” ucap Seokjin hampir habis kesabaran, “Dia bahkan belum punya kekuatan apa-apa. Matanya adalah abu-abu, bukan putih! Aku keberatan dengan kesaksian yang dibuat clan Cha karena itu tidak sesuai dengan fakta mengenai anggota clanku.”
“Aku bersumpah bahwa matanya putih sebelah!” tukas Woobin, “Dan dia tidak lemah! Pada serangan sebelumnya, dia bisa kujatuhkan dengan mudah!”
Seokjin memukul meja keras-keras. Alpha itu begitu marah sampai lampu pun dibuat kedap kedip mati nyala karena atmosfer kemarahannya. “Itu membuktikan bahwa sebelumnya kau sudah menyerang Taehyung! Kau berani-beraninya menyerang anggotaku dua kali!”
Woobin benar-benar tak sadar dengan ucapannya sendiri. Tak seharusnya ia membongkar fakta bahwa ia sudah menyerang bayi vampire itu sebelumnya. Kalau sudah begini maka keadaan akan semakin memberatkan dirinya.
Seokjin sudah ingin mencincang dua vampire itu jika tidak ada dewan vampire di tempat ini. Bagaimana mungkin Taehyung diserang dua kali? Jika clan Cha ingin balas dendam mengapa tidak melakukan langsung padanya?
“Ini sudah kelewatan!” Seokjin memandang ketua dewan, “Anggota clanku diserang dua kali tanpa sepengetahuanku. Aku menuntut supaya clan Cha diasingkan!”
Haejoon mengulum mulut. Proses sidang menjadi tak disangka-sangka. Clan Cha sudah melakukan pelanggaran fatal karena menyerang vampire lain tanpa alasan, meski entah apa benar Taehyung melakukan perlawanan dengan kekuatan vampirenya.
“Aku yakin kalau bahkan serangan itu tak sebanding dengan apa yang Woobin dan Xiumin alami.” ucap Seunghon. “Tangan dan kaki mereka patah… Tulang mereka benar-benar diremukkan dan tidak bisa dikembalikan lagi.”
“Itu hanya bualan kalian saja!” geram Seokjin.
“Jadi maksudmu mereka mematahkan tulang mereka sendiri untuk membuat alibi?” sahut Seunghon pedas. “Para dewan bisa mengecek keterangan dari dokter vampire bahwa anggota clanku ini tulangnya benar-benar remuk tidak bisa disatukan lagi.”
Kepala Seokjin ingin pecah. Bagaimana mungkin Taehyung bisa melakukannya? Taehyung bahkan terlalu lugu untuk bisa menyakiti orang lain.
Gongyoo membalik kertas berikutnya dan ia kembali membaca, seolah mengabaikan ketegangan yang kian memuncak. “Clan Cha pun dituntut karena sudah membongkar identitas diri pada manusia bahkan dengan terang-terangan mensalahgunakan kekuatan vampire untuk menyerang manusia yang tak bersalah.”
“Aku keberatan!” sahut Seunghon. “Jika demikian maka clan Kim pun perlu mendapat tuntutan yang sama karena mereka pun memberitahu identitas mereka pada manusia itu.”
“Cih. Itu tidak bisa menjadi pelanggaran karena manusia itu mempercayai kami dan menjaga rahasia kami. Bukan hal yang asing jika ada vampire yang bergaul dengan manusia.” kata Seokjin. Dirinya bahkan menjalin asmara dengan manusia.
Suasana persidangan semakin memanas dan tidak menemukan titik kesepakatan. Setiap yang hadir di sana merasakan atmotsfer kemarahan dari masing-masing pihak.
Sementara itu rombongan hunter telah tiba di pintu gerbang. Angin berhembus cukup kencang tapi mungkin ini menjadi keuntungan bagi para hunter karena suara langkah mereka bisa teredam dengan suara angin. Semua bersiap ke posisi masing-masing dan menjaga jarak 30 meter dari bangunan villa.
Jantung Soojung sejak tadi berdegup keras, darah seolah dipompa kencang di setiap pembuluh darahnya. Soojung sampai memastikan bahwa seluruh peralatannya sudah siap. Peluru yang akan mereka gunakan bukanlah peluru silver melainkan peluru biasa yang dilapisi racun yang akan langsung menumbangkan vampire sekejap mata. Meski merasa aneh vampire tidak akan dibunuh dalam buruan besar ini, Soojung tak bisa berkutik. Ia akan melakukan semuanya sesuai instruksi. Jam di tangannya akan menghitung mundur dalam waktu 1 menit bersamaan dengan jam para hunter lain, sebagai penanda countdown menembaki vampire.
Perasaan Soojung sudah tidak enak sejak kemarin dan rasanya jantung seperti melorot ke perut saat ia melihat jeep familiar di depan villa, di antara deretan mobil lain yang terparkir.
Soojung membeku. Rambutnya berkibar terkena angin dan matanya melotot, melihat jeep itu baik-baik, melihat nomor plat kendaraan tersebut. Semuanya begitu akurat. Itu adalah mobil yang biasa dikendarai Seokjin, pacarnya.
Tidak mungkin…
Wajah wanita itu berubah pucat pasi dan lidahnya terasa pahit. Jika mobil itu ada di sini… apakah itu artinya pemiliknya pun… ada di dalam villa??
Bersamaan dengan kebingungan serta syok yang menyerang Soojung, jam di tangannya mulai aktif. Counting down selama 60 detik pun dimulai.
🎃🎃
kira kira apa yang akan terjadi selanjutnya ya 😭