Vampire In The City

Vampire In The City
Vampire Sulit Jatuh Cinta




Seokjin keluar dari kamarnya. Sekarang sudah lewat dari pukul 2 pagi. Soojung akhirnya sudah tertidur dengan tenang. Seokjin membiarkan Soojung tidur di tempat tidurnya. Mereka menangis semalam-malaman bersama sampai wanita itu kelelahan. Seokjin belum menceritakan bagian dimana ia menyelamatkan Soojung saat wanita itu diserang vampire beberapa tahun silam. Heart attack hari ini sudah cukup, Seokjin tidak ingin menambahkannya pada wanita itu.


Saat keluar dari kamar, ia sudah disambut oleh vampire lain yang ternyata belum tidur karena menunggunya. Seokjin memandang mereka singkat lalu berjalan ke dapur untuk membuat segelas teh hangat.


“Sebenarnya apa yang terjadi?” tanya Namjoon dengan suara pelan. Sejak tadi ia sudah bertanya-tanya mengenai peristiwa apa yang telah terjadi di pertemuan dewan vampire.


Seokjin duduk di salah satu kursi bar, menuangkan air panas ke dalam gelas, setengah sendok gula dan teh celup. “Kami diserang hunter.”


“Mwo?” ucap Namjoon dan Hoseok bersamaan.


Seokjin melamun memandang teko. Ini pun masih menjadi misteri mengenai mengapa para hunter mengetahui lokasi pertemuan. Tak tanggung-tanggung, hunter yang hadir saat itu sangat banyak membuat Seokjin berpikir bahwa itu sudah direncanakan. Dari informasi yang pernah ia dapat, hunter di Seoul tidak sebanyak itu, hanya sekitar 5 hunter saja. Tapi serangan tadi itu seperti perang dunia yang sudah direncanakan.


“Sepertinya ada yang membocorkan informasi mengenai pertemuan itu,” tutur Seokjin, “Villa kami diserbu oleh belasan hunter.”


Yoongi memegang dagu, berpikir serius. “Apa jantung vampire ada yang tertembak?”


Seokjin menggeleng. “Tidak ada yang mengincar jantung. Beberapa vampire terkena tembak di bahu atau di kaki.. dan aku sempat melihat peluru yang ditembakkan bukanlah peluru silver.”


“Cih. Mereka berniat menangkap vampire rupanya.” sahut Yoongi mengerti, “Rumor mengenai eksploitasi vampire itu ternyata benar adanya.”


Mata Namjoon membesar kaget. “I-itu mengerikan.”


Gigi Hoseok gemertakan karena kesal. Bahkan sebelum dirinya berubah menjadi vampire, Hoseok selalu menentang tindakan semacam ini. Ternyata benar adanya dalang di balik penjualan vampire. Mungkin bukan hanya sekedar dijadikan bahan penelitian oleh para ilmuwan sinting, tapi darah vampire juga dijual ke berbagai oknum yang menginginkan awet muda atau sembuh dari penyakit darah yang kronis.


“Apa ada vampire yang tertangkap?” tanya Hoseok lambat.


Seokjin menghela nafas. “Peluru yang ditembakkan sepertinya dilumuri racun. Kurasa ada beberapa vampire yang terkena tembakan.”


“Aku barusan mendapat kabar dari Jackson,” ucap Yoongi, “Ada empat vampire yang tertangkap oleh para hunter. Tiga vampire dari clan Cha dan Seungho, salah satu anggota dewan.”


“Jangan-jangan…”


Yoongi mengangguk pada sang Alpha. “Woobin dan Xiumin merupakan vampire yang tertangkap. Kurasa karena tangan dan kaki mereka yang patah membuat mereka mudah tertembak.”


“Sial!” tukas Seokjin kesal. Meski clan Cha merupakan clan yang menyebalkan tapi mendengar ada 3 anggota yang tertangkap membuat Seokjin tak bisa menerimanya. Entah apa yang akan dilakukan para manusia gila itu pada mereka.


“U-untung Taehyung tidak ikut…” gumam Namjoon sambil menggigit kuku.


“Apa dia aman?” tanya Seokjin tiba-tiba teringat pada sang bayi vampire.


“Beberapa jam yang lalu kami sudah menelepon Jimin,” kata Hoseok, “Katanya Taehyung sudah tidur meski katanya masih kesal karena tidak ikut ke pertemuan.”


“Aku sudah mengambil keputusan terbaik,” ujar Seokjin, “Jika Taehyung ikut, aku tidak tahu apa yang terjadi padanya di villa itu. Aku memang sudah merasakan firasat buruk.”


“Lalu… wanita yang di kamarmu…?” tanya Namjoon hati-hati.


Seokjin tersenyum tipis. “Dia kekasihku… mian karena aku belum pernah menceritakannya.”


“Oh man!” seru Namjoon tercengang. Yoongi menghela nafas karena sebetulnya dia sudah tahu mengenai hubungan yang dijalin oleh sang Alpha. Sementara Hoseok memandang Seokjin takjub karena vampire itu tidak keberatan berpacaran dengan manusia.


“Lalu apa yang membuatmu membawanya ke rumah ini?” tanya Yoongi sambil melipat tangan di depan dada.


Seokjin memegang kening, kepalanya sangat pening. “Dia terlibat dalam serangan tadi malam. Kurasa dia diajak ikut oleh Pamannya yang merupakan hunter.”


“Apa?!” seru Namjoon dan Hoseok lagi-lagi serentak, syok mendengar jawaban Seokjin.


Yoongi mendengus pelan. Bahkan meski Seokjin tahu bahwa paman kekasihnya adalah seorang hunter, Alpha itu masih menjalin hubungan asmara?


Yoongi mengerjap-ngerjap memandang Alpha-nya. Namjoon dan Hoseok pun sampai speechless, tak sanggup berkomentar.


“Percayalah, meski aku pun masih syok dengan serangan tiba-tiba para hunter, tapi aku bersyukur karena Soojung ada di antara para hunter. Jika dia tidak ada mungkin akan lebih banyak vampire yang tertangkap. Mungkin aku pun salah satunya.”


Namjoon mengangguk-angguk, mulai mencerna benang merah peristiwa ini. “Benar… Jadi itu sebabnya kau membawanya ke rumah ini?”


Seokjin mengangguk. “Dia sudah melihat bahwa aku vampire, aku tak punya cara lain. Aku sedang memberinya pilihan untuk tetap di sisiku atau tidak.”


“Jadi dia memilih untuk berada di sisimu ya..” kata Hoseok dengan senyum halus.


“Lalu kalau dia berkata tidak?” tanya Namjoon.


“Aku akan menerimanya,” sahut Seokjin, “Aku akan mengubah memorinya untuk tidak pernah mengingat apapun tentang diriku. Dan mungkin kita pun pindah kota.”


“Fiuh, untungnya itu tidak terjadi.” kata Hoseok lega. Dia tidak mau meninggalkan Seoul.


“Kita tidak tahu apa pikirannya akan berubah nanti pagi.” ujar Yoongi membeberkan resiko pahit yang kemungkinan terjadi.


Seokjin tersenyum lemah. “Kalaupun dia berubah pikiran, aku tidak memaksanya.”


“Hyung, kau benar-benar jatuh cinta padanya?” tanya Namjoon dengan wajah serius.


Seokjin tidak mau menjawabnya di depan para anggota clannya. Ia mengambil gelas dan menyeruput tehnya pelan-pelan. Yoongi melirik vampire itu yang sedang minum. Mereka semua tahu bahwa vampire tidak sembarangan jatuh cinta. Vampire hanya bisa jatuh cinta satu kali seumur hidup mereka. Dan setelah puluhan tahun yang dilalui Seokjin dengan hati yang hambar, takdir sedang mempermainkannya dengan menjodohkannya dengan seorang manusia?


“Vampire tidak mudah jatuh cinta…” bisik Hoseok. Dia pernah membacanya di buku supranatural yang ia pinjam dari perpustakaan. Untuk makhluk seperti vampire, jatuh cinta itu hanya bisa satu kali, dan bahkan banyak juga vampire yang tidak mengalaminya sama sekali. Vampir sangat solid di antara rekan satu clan, tapi untuk jatuh cinta itu adalah sesuatu yang langka. Itu sebabnya jumlah vampire sulit meningkat dari waktu ke waktu karena banyak vampire yang tidak berpasangan.


Seokjin hanya memberi senyum tipis pada Hoseok dan kembali menyeruput tehnya karena merasa canggung akan komentar itu. Dirinya tengah menjadi tokoh permainan takdir. Ia jatuh cinta pada seorang gadis yang membenci vampire.


Yoongi menghela nafas. “Tapi tetap kau harus prioritaskan keselamatan nyawamu.”


“Tentu saja, Yoongi..” sahut Seokjin dengan cepat, “Aku pun akan terus melindungi kalian, melindungi clan ini sebagai Alpha.”


“A-apa manusia itu nantinya akan bergabung dengan clan kita?”


Seokjin langsung tersedak dengan wajah merah padam. Astoge si Namjoon ini sudah berpikiran terlalu jauh. Seokjin saja belum pernah membayangkannya.


“Itu bisa saja…” komentar Hoseok dengan nada lebih tenang, kebalikan dengan ekspresi Seokjin sekarang. “Wanita itu tinggal digigit saja dengan venom vampire kan?”


Yoongi memutar bola mata. “Tidak bisa semudah itu. Jika perasaan menolak maka manusia itu akan mati dan tidak berubah menjadi vampire.”


“Lho? Kalau aku??” tanya Hoseok sambil menunjuk hidungnya sendiri.


Namjoon memukul kening sambil mendengus panjang. “Saat itu kau sedang sekarat.. dan aku beruntung karena kau pun pecinta vampire. Secara natural kau tidak menolaknya.”


“Huh?” Hoseok menatap Namjoon dengan bingung, “Kupikir semua manusia yang digigit bisa berubah menjadi vampire?”


“Kalau seperti itu sudah sejak lama dunia ini dipenuhi oleh vampire.” tukas Yoongi. “Vampire tidak bisa sembarangan mengubah manusia menjadi vampire. Yang ada manusia itu yang akan mati. Venom vampire itu sangat mematikan. Dan tetap ada campur tangan takdir.”


Hoseok mengangguk-angguk baru paham. “Oh begitu.”


“Untuk saat ini aku belum berpikir akan meminta Soojung bergabung dalam clan…” ujar Seokjin akhirnya, “Dia punya hak jika ingin meninggalkanku. Lagipula wanita itu punya thrauma pribadi terhadap vampire.”


🎃🎃


Silakan tinggalkan like dan comment. Author akan usahakan update episode lagi hari ini 😉