
Dongwook mendekati Taehyung yang sudah tak sadarkan diri itu. Dongwook memang sudah menaruh obat bius di minuman Taehyung, obat bius khusus untuk vampire yang biasa dipakai hunter yang akan menangkap vampire.
Lagu jazz terdengar sebagai background, lagu yang berjudul ‘My One and Only Love’.
~ the shadows fall and spread their mystic charms
in the hush of night
while you’re in my arms ~
Dongwook tersenyum puas. Ia mengelus pipi vampire yang mulus seperti porselain itu. Sebenarnya Dongwook tidak pernah menangkap vampire dengan tangannya sendiri… Dongwook biasa menggunakan hunter untuk mendapat vampire yang ditawan.
Tapi Taehyung… rasanya vampire itu memberi kesan yang berbeda untuk Dongwook yang membuatnya ingin menangkap Taehyung dengan tangannya sendiri, menjebak Taehyung dengan caranya sendiri. Dalam proses itu Dongwook merasa sangat puas, ia merasa seperti baru mendapatkan binatang peliharaan baru.
~ the touch of your hand is like heaven
tell me that you are my own ~
Dongwook mengamati wajah Taehyung baik-baik. Ia yakin, ia memang pernah melihat vampire ini sebelumnya. Tapi dimana Dongwook belum mengingatnya.
Dongwook harus memastikannya. Dan ia pun ingin mengecap seperti apa rasa darah vampire muda ini.
****
Jungkook…
Help!
Jungkook langsung terbangun dan duduk tegak di tempat tidurnya. Matanya terbuka dengan membesar, ia melihat sekeliling, ruangan yang merupakan kamarnya sendiri. Jungkook memegang kepala dan berusaha mengingat mimpi yang barusan ia alami. Tadi itu… rasanya ada suara Taehyung berteriak minta tolong padanya? Pasti ia baru saja bermimpi.
Semalam ia menunggu sampai jam 2 pagi di Black Dragon, berulang kali menelepon Taehyung namun ponselnya tidak aktif. Karena sudah kesal menunggu tanpa hasil, Jungkook pun memutuskan untuk pulang.
Dia pasti terlalu kesal sampai terbawa mimpi mendengar suara Taehyung meminta tolong padanya.
Jungkook mendengus dan membaringkan badannya kembali. Ia mengambil ponsel dari night stand dan mengecek apa Taehyung ada membalas pesannya atau tidak. Dan nihil. Tidak ada kabar apapun dari vampire itu.
Jungkook melihat jam yang menunjukkan pukul 11 siang. Dia akan langsung ke rumah Kim Brothers. Bagaimanapun Jungkook tak dapat menundanya. Ia merasa harus meminta maaf secepatnya pada Taehyung. Jungkook ingin menyelesaikan sengketa di antara keduanya. Memang tidak seharusnya ia mengatakan bahwa Taehyung memiliki kepribadian jahat. Perkataannya itu tentu saja hanya akan menambah luka di dalam diri Taehyung.
Jungkook tidak mandi, tidak makan. Ia hanya mengganti bajunya dan langsung meluncur ke rumah Kim Brothers.
Ia masuk ke dalam rumah melihat penghuni rumah yang sedang beraktivitas di ruang tengah.
“Oh?” Namjoon melihat kedatangan Jungkook dengan heran. Saat ini Namjoon memakai pakaian olahraga, sepertinya vampire itu akan gym di ruang basement.
“Hah?” Hoseok menatap Jungkook dengan tercengang. Sama seperti Namjoon, Hoseok juga memakai baju olahraga dan baru bersiap akan ke basement.
“Mana Taehyung?” tanya Jungkook tanpa basa basi.
Hoseok memandang Jungkook dengan terkejut. ”Kami kira dia menginap di tempatmu? Itu yang ia bilang semalam bahwa pulang dari club dia akan menginap di tempat Jungkook.”
Rasanya Jungkook ingin berteriak kencang-kencang, dirinya dan Taehyung bahkan bertengkar kemarin. Taehyung pun tak ada menghubunginya sama sekali.
“Aku bahkan tidak bertemu dengannya semalam. Aku menunggu di Black Dragon tapi dia tidak muncul.”
Yoongi menghampiri Jungkook dan menaikkan sebelah alis. “Kalian tidak bersama?”
Ingin rasanya Jungkook mengatakan kalau dirinya dan Taehyung bertengkar hebat kemarin dan kedatangan Jungkook sekarang ini adalah untuk meminta maaf. Tapi bahkan Taehyung pun tidak pulang semalam?
Yoongi bisa merasakan emosi di dalam diri Jungkook. Ia merasa ada yang tidak beres karena manusia itu sekarang dilanda panik dan cemas. Yoongi pun mengeluarkan ponselnya dan menelepon Jimin, hendak memastikan apa Taehyung menginap di tempat Jimin.
“Mungkin Taehyung menginap di tempat Jimin.” ujar Seokjin sambil melirik Yoongi yang sedang menelepon dan berjalan menjauh.
“Ponsel Taehyung tak aktif.” kata Hoseok menggigit bibir memandang handphonenya.
“Dan sepertinya Taehyung pun tidak berada di tempat Jimin.” gumam Namjoon sambil melirik Yoongi yang sedang berbicara di telepon. Dengan telinga vampirenya ia bisa mendengar apa yang menjadi pembicaraan Yoongi itu. Taehyung tidak menginap di tempat Jimin.
Hal itu dikonfirmasi saat Yoongi kembali dan memberitahukan bahwa Taehyung tidak bersama Jimin.
Jungkook memegang kepala setengah stress. Dia merasakan firasat buruk, entah kenapa ia merasa Taehyung berada dalam bahaya.
“Sebenarnya ada apa?” tanya Yoongi pada Jungkook.
“A-aku tak tahu.. tapi aku merasa Taehyung sedang dalam bahaya dan butuh pertolongan,” gumam Jungkook, “Aku memimpikannya meminta tolong padaku.”
Yoongi menatap Jungkook dengan serius. Jika Jungkook mengatakan demikian maka Yoongi merasa bahwa Jungkook baru saja mendapat telepati dari Taehyung. Ini hanya membuktikan kalau keduanya benar-benar soulmate.
Seokjin mondar mandir dengan resah. “Taehyung pasti bisa menjaga dirinya dengan baik. Dia punya kekuatan untuk bisa menjaga dirinya.”
Hoseok menggigit kuku, ikut cemas. Ia berharap tidak terjadi apa-apa pada Taehyung.
Jungkook memandang para vampire satu per satu. Melihat setiap vampire begitu mencemaskan Taehyung, Jungkook menduga kalau Taehyung sedang melakukan misi berbahaya. “Sebenarnya ada apa? Untuk apa dia ke Black Dragon?” tanya Jungkook akhirnya.
Namjoon menghela nafas dan memegang bahu Jungkook, berusaha menenangkan manusia itu. Memang disini hanya Jungkook saja yang belum tahu.
“Dia pergi ke Black Dragon karena ada tujuan khusus. Kau mungkin tidak ingin mendengarnya, tapi kami sedang berusaha mencari informasi tentang sindikat penjualan vampire.”
“Mwo?” Mata Jungkook langsung terbelalak. Dia tidak pernah mendengar mengenai hal itu. Vampire diperdagangkan?
“Taehyung berusaha mendekati pemilik club untuk mendapatkan informasi penjualan darah vampire secara ilegal,” ucap Hoseok bisa membaca ekspresi Jungkook sekarang, “Bisa dibilang dia yang sangat mengusahakan hal ini. Sejak awal Taehyung yang menemukan bahwa Black Dragon mungkin ada kaitannya dengan sindikat. Dia menghisap cerutu pun sebenarnya untuk mendapatkan informasi yang berkaitan dengan penjualan vampire.”
Jungkook sangat syok mendengarnya. Jadi Taehyung punya maksud tertentu yang membuatnya menghisap cerutu, pergi ke club, atau mendekati Dongwook? Tak lain karena ingin menguak sindikat penjualan vampire? Dan selama ini Jungkook malah menghakimi Taehyung, mengatakannya vampire murahan, tak bisa menjaga image. Ia bahkan berulang kali menyuruh kepribadian Taehyung itu untuk lenyap dari muka bumi.
Jungkook sangat sangat terpukul. Dia semakin melihat bahwa dirinya sudah sangat bersalah pada Taehyung.
“Aku berharap dia bisa menjaga dirinya…” ucap Seokjin sambil menghela nafas.
“Kami akan mengabarimu jika Taehyung sudah pulang,” kata Yoongi dan menepuk punggung Jungkook, “Sekarang sebaiknya kau pulang saja.”
.
.
.
“Dia terlalu lemas,” ucap salah satu dokter sambil mengecek tekanan darah vampire itu, “Kita tidak bisa mengambil banyak darah. Mungkin hanya bisa 1 labu saja.”
Dokter lain mengangguk. “Mr. Dongwook juga menyuruh kita mengecek DNA-nya dan mencocokkannya dengan file-file yang ada.”
Dokter yang lain pun memasang jalur infus pada pembuluh darah vena di lengan Taehyung. Darah merah pekat mengalir keluar dari dalam tubuh Taehyung, masuk ke dalam labu kantung darah berukuran 1 L.
Taehyung mengerang pelan. Kondisi tubuhnya semakin melemah karena darahnya yang sudah diambil itu.
“Sepertinya dia vampire kuat,” ucap dokter yang sedang memegang selang transfusi, “Darahnya sangat sehat untuk menu Linguine.”
Dokter yang lain mengekeh. “Dia harta karun kalau begitu. Kita tidak perlu capek-capek menyaring darah jika darahnya sudah cukup baik dan kental.”
“Habis ini dia langsung dibawa ke markas?” tanya yang lain.
“Mr. Dongwook ingin vampire ini diperlakukan khusus bukan seperti tahanan lain.”
“Wae?”
“Mungkin karena Mr. Dongwook sendiri yang menangkapnya tanpa bantuan hunter.”
“Dia melakukannya sendiri? Daebak!”
“Yep. Atau mungkin vampire ini saja yang terlalu bodoh sampai bisa tertangkap. Setelah ini kita tinggal mengecek DNA-nya saja.”
“Oke.”
***
Taehyung…
Tae…!!!
Taehyung terkejut bangun. Ia membuka mata karena terbangun ada yang memanggil namanya di dalam kepalanya. Tubuhnya masih terasa lemas namun ia langsung teringat apa yang terjadi kemarin. Dongwook sudah membius dan menangkapnya.
Mata Taehyung menjelajah ke ruangan. Dia tidak tahu berada di mana namun ia menebak sepertinya ia berada di ruangan semacam ruang medis. Dia juga bisa mencium aroma anestesi yang pekat di dalam ruangan ini. Entah sudah berapa jam dirinya ada di sini.
Taehyung melihat kedua tangannya yang terborgol ke tempat tidur. Dia harus keluar dari tempat ini dan menyelamatkan diri sebelum ia kembali menjadi kelinci percobaan orang-orang tak beradat ini.
Taehyung mengumpulkan segenap kekuatannya, memaksa tubuhnya yang masih lemas ini untuk bergerak. Dengan kekuatannya ia menghempaskan borgol terlepas dari tempat tidur. Rasanya ingin pingsan, di dalam tubuhnya masih ada efek obat bius, seharusnya ia bisa tidur beberapa jam lagi namun Taehyung terbangun karena ada suara-suara di dalam kepalanya yang menyuruhnya untuk bangun.
Taehyung keluar dari tempat tidur bersamaan dengan seorang dokter yang masuk ke ruangan itu dan kaget melihat vampire yang terbangun.
Dokter itu mundur takut dengan mata terbelalak horor. Taehyung berjalan mendekatinya. Entah apa yang sudah dilakukan orang-orang ini pada tubuhnya! Apa tubuhnya kembali dianggap sebagai bahan percobaan, bahan penelitian?
Dengan tangannya Taehyung mendorong tubuh dokter itu ke samping hingga mengenai tembok dengan suara yang cukup keras. Seketika tenaga medis itu langsung tak sadarkan diri.
“Arghh…” Taehyung mengerang lemah. Tubuhnya kehilangan energi karena dirinya yang memang belum meminum darah manusia. Dengan kondisinya yang seperti ini Taehyung sanksi apa dia bisa kabur dari tempat laknat ini.
Dokter kedua masuk ke dalam ruangan setelah mendengar suara ribut-ribut. Matanya membola saat melihat sang pasien yang sudah bisa berdiri terlepas dari obat bius kuat yang sudah disuntikkan. Di tangan dokter itu ada kantung darah. Itu adalah darah Taehyung yang sudah diambil yang akan dikirimkan ke markas khusus untuk Dongwook.
“Jangan mendekat…” tukas dokter itu ketakutan.
Taehyung menatap manusia itu dengan nanar, melihat kantong darah yang dipegang. Ia sudah bisa menebak sendiri bahwa itu adalah darahnya.
Taehyung tidak pernah mengerti… saat dia menjadi manusia, orang-orang yang tak dikenalnya menjadikannya kelinci percobaan. Tubuhnya dimasukkan obat-obat asing, venom vampire dan hal lainnya yang tidak diketahuinya. Sekarang… saat tubuhnya sudah hancur, bukan tubuh manusia lagi pun, dirinya masih diperlakukan seperti ini. Darahnya diambil… seolah dia ini adalah hewan ternak!
“Argghhhh!!!” seru Taehyung marah dan memukul kepala dokter itu. Manusia itu langsung terhempas ke lantai dan tak sadarkan diri karena kuatnya Taehyung yang memukul wajahnya. Kantung darah terjatuh ke lantai dan pecah. Darah Taehyung mengalir di lantai.
Taehyung memegang kepala dengan dua tangannya. Kepalanya sangat sakit. Ia jatuh berlutut di lantai di antara genangan darahnya sendiri.
Suasana ini…
Darah ini…
Semua hanya semakin mengingatkannya dengan trauma lama, memori pahit yang ingin ia kubur dalam-dalam.
“Akhhh…!!” jeritnya sambil menangis, berharap untuk sesaat ia bisa melupakan kejadian-kejadian mengenaskan yang pernah ia alami di masa lalu.
Taehyung mendorong meja, membalikkan botol-botol obat yang ada di sana membuatnya pecah ke lantai. Taehyung masih menjerit sambil merangkak di lantai, dia sudah kehilangan kontrol. Dia sendiri tidak tahu lagi apa yang terjadi.
Vampire itu menangis dengan sisa energinya yang masih ada. Sepertinya belum sampai pintu ruangan ini pun dia sudah akan jatuh pingsan.
Dirinya ini sebenarnya apa…
untuk apa dia dilahirkan jika akan berakhir seperti ini…
“Aku monster…” isaknya pedih di lantai. Tangannya sudah berlumuran darah, bekas darahnya sendiri yang tertumpah yang sudah diambil orang-orang itu. “Untuk apa aku hidup…”
Kau bukan monster…
.
.
.
🎃🎃
Jangan lupa berikan jejak 😞🐾🐾