Vampire In The City

Vampire In The City
Vive Vitam Tuam



Hai sorry author baru bisa update, langsung saja ya. selamat membaca



.


.


“Kau masih tidak mengakui kalau aku adalah Taehyung ya? Kami sama, Jeon.”


“Kau bukan Taehyung untukku.”


Taehyung hanya memandang Jungkook, tidak mengatakan apa-apa, seolah kepalanya dipenuhi pikiran-pikiran.


“Pergilah dan biarkan Taehyung yang asli kembali lagi…” gumam Jungkook sambil mengepalkan tangan.


Mata Taehyung yang berwarna abu-abu itu masih memandang Jungkook. Tak ada ekspresi dan emosi sama sekali, membuat Jungkook tak bisa membaca apa yang ada di dalam hatinya.


“Kau mengusirku?” bisik Taehyung mengernyitkan alis. Ia memegang kerah kemeja Jungkook dengan dua tangan. Awalnya Jungkook mengira ia akan dicekik oleh vampire itu namun Taehyung hanya seperti sedang merapikan debu di kerah bajunya.


“Kau kira aku tidak asli??”


“Jika kau memberitahukanku cara mengusirmu, aku akan melakukannya.”


Taehyung melepaskan Jungkook dan mengalihkan matanya, seolah perkataan Jungkook sangat menyinggungnya. Manusia di depannya ini memang belum berubah.


“Itulah mengapa aku tidak bisa berteman denganmu, Jeon. Cara pandang kita berbeda.”


Jungkook sedang duduk sendiri melamun di taman kampus. Angin musim semi sepoi-sepoi yang berhembus memainkan rambutnya entah kenapa membawanya teringat dengan percakapannya dulu dengan Taehyung. Atau lebih tepatnya V.


Jungkook merasa malu pada dirinya sendiri bisa mengucapkan kata-kata jahat seperti itu pada seseorang yang sebenarnya membutuhkan pertolongan. Dirinya terlalu egois saat itu, hanya memikirkan kepentingan dan perasaannya sendiri sampai ia buta dan tidak dapat memahami kalau sebenarnya V sudah beberapa kali memberitahunya. Jika V mencekiknya saat itu pun sepertinya pantas karena ucapan Jungkook benar-benar tajam seperti pedang tapi vampire itu tidak pernah melukainya sama sekali.


Jungkook memegang keningnya, air mata sudah terbendung dan siap menetes.


Apakah ini karma? Karena dulu ia menolak dan berusaha mengusir V namun sekarang Jungkook merasa begitu menderita karena ingin V muncul kembali. Ada dorongan besar di dalam hati Jungkook ingin membantu V. Ada ikatan batin yang membuat Jungkook semakin merasakan bagaimana pahitnya penderitaan yang dulu vampire itu alami.


“Jungkook?”


Taehyung memegang bahu Jungkook dengan sangat terkejut. Ia pergi beberapa saat untuk mengembalikan buku ke perpustakaan sementara Jungkook menunggunya disini. Dan betapa terkejutnya saat Taehyung melihat Jungkook tengah menangis…?


“Oh God… Jungkook, wae?” tanya Taehyng sangat cemas, duduk di sebelah temannya, memegang kedua bahu pria itu berusaha menenangkan.


Jungkook hanya menggeleng namun terus menangis parau.


V… I want you back…


Taehyung sangat bingung sekaligus sedih melihat Jungkook seperti ini, seolah semua yang ditahan Jungkook selama ini akhirnya runtuh juga. Taehyung merengkuh Jungkook dalam pelukannya. Orang-orang yang melihat mereka pasti merasa aneh ada dua mahasiswa menangis di taman. Tapi Taehyung tidak peduli sama sekali.


But I don’t want to, Jeon…


Jungkook mendengarnya. Ia bisa mendengar suara V itu di dalam kepalanya.


Dan Jungkook pun semakin menangis, menyesali kebodohan dirinya.


**


Taehyung berdiri di dalam kamarnya. Ia baru saja pulang dari kampus namun masih terguncang setelah ia melihat Jungkook menangis seperti tadi. Meski setelah menangis beberapa lama Jungkook mengatakan dia sudah lega, sudah baik-baik saja, tapi Taehyung yakin kalau tangisan itu bukan tangisan kelegaan. Terlalu banyak rasa sakit yang tersampaikan dari air mata Jungkook.


Mata Taehyung mengedar ke sekeliling kamarnya, seolah ia sedang mencari sesuatu yang tak dapat ia lihat.


“V?” tanyanya pelan.


Taehyung menelan ludah. Apa dirinya bahkan bisa berkomunikasi dengan V, kepribadian lain di dalam dirinya dan bahkan bisa dibilang pemilik tubuhnya ini?


“Vi-Vincent?” panggil Taehyung lagi. Jujur saja Taehyung ragu dia bisa berkomunikasi dengan V karena kalau bisa sudah dari dulu mereka bisa berkomunikasi bukan?


Taehyung merinding. Ia merasa seperti sedang berusaha berkomunikasi dengan hantu saja. Ini terasa sangat aneh dan tak wajar. Dia tidak gila bukan?


Taehyung berusaha menguatkan dirinya. Untuk saat ini dialah yang memegang kendali tubuh ini bukan? Taehyung tidak boleh takut.


Akhirnya bayi vampire itu menaruh tasnya dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Ia membutuhkan rehat sejenak dari kepenatan pikiran beberapa hari ini. Taehyung menyiapkan bathtub dan mengisinya dengan air hangat serta shower gel. Berendam adalah pilihan yang baik.


Taehyung membaringkan dirinya di bathtub. Ia mendesah rileks saat merasakan kehangatan air dan harum sabun aromatherapy. Taehyung memejamkan matanya sejenak berusaha membuat tubuhnya serileks mungkin.


Tapi saat memejamkan mata seperti itu terbayang kembali wajah Jungkook yang menangis tadi sore. Temannya yang malang….


Perlahan Taehyung membuka mata dan menghela nafas. “Ini sangat menyedihkan…” Taehyung menyenderkan kepala ke bathtub dan melihat langit-langit kamar mandi. Sangat hopeless.


Ini adalah happy ending yang kalian harapkan.


Taehyung tersentak saat mendengar ada suara di dalam kepalanya yang berbicara padanya. Ini begitu menegangkan karena tiba-tiba bisa mendengar suara lain di dalam dirinya. “V?”


“Aku tidak mengerti kenapa kau bersembunyi. Bukankah kau ingin menyelesaikan balas dendammu?”


Aku lelah.


Kedua alis Taehyung melengkung cemas. “Wae?”


Entah…


Ini adalah pertama kalinya Taehyung berkomunikasi dengan V. Ia berharap ia bisa terbiasa dan siapa tahu V bisa terbuka padanya bukan?


“Mungkin kau hanya sedang bersembunyi karena teringat kembali dengan trauma lamamu?”


Aku tidak bersembunyi.


Taehyung tahu itu adalah kebohongan. V bersembunyi dan membiarkan kepribadian barunya yang muncul pasti memang karena V tidak mau teringat kembali dengan trauma masa lalu. Jika dipikir menggunakan logika, dengan adanya kepribadian baru maka seolah V memasuki babak baru dan hidup baru, bisa melupakan luka lama yang tidak ingin dikorek lagi. Tapi mungkin dendam itu masih membekas begitu dalam di diri V.


“Jungkook, Jimin dan para hyung mencemaskanmu…”


Aku ataupun dirimu bukankah kita sama?


“Tapi aku tidak tahu apa-apa mengenai masa lalumu,” ucap Taehyung lemah, “Hanya kau yang tahu. Aku… aku hanya kepribadian tambahan yang baru muncul 5 tahun.”


Bayangkan… jika aku yang muncul kau seolah tertidur dan tidak bisa melihat lagi orang-orang yang kau sayangi.


Taehyung menelan ludah.


Sementara… meski kau yang muncul, aku masih bisa melihat dan merasakan apa yang kau lakukan.


Apa kau mau seperti itu?


Aku melakukan ini karena aku tahu yang lain menantikan kemunculanmu. Aku bukan siapa-siapa… yang mereka tahu adalah Taehyung, bukan V.


“Apa yang kau katakan ini…” bisik Taehyung tertekan, “Kau adalah yang asli disini.”


Well… tapi mereka mengenal Taehyung terlebih dulu, bukan V.


Taehyung memandang dinding dengan tatapan kosong. Sejak kapan semua ini menjadi semakin runyam?


“Jungkook ingin membantumu. Kau melihatnya menangis kan?” bisik Taehyung dengan nada gemetar.


Tidak ada jawaban dari V.


“Setidaknya kau bisa muncul sesekali dan switch denganku,” lanjut Taehyung, “Untuk kau menyelesaikan juga apa yang masih mengganjal.”


Kau mau tahu sesuatu? Jika kita switch, aku mungkin tidak mau bersembunyi lagi…


Mata Taehyung membesar. Ia mengubah posisi badannya yang berbaring menjadi duduk di bathtub.


Kau beruntung kau memiliki orang-orang yang sangat menyayangimu. Aku iri padamu. Huh, ini aneh, aku iri pada diriku sendiri.


Aku… aku kadang merasa terlalu nyaman dengan kehadiran mereka… dan sempat melupakan dendamku. Apa kau yakin kau rela jika aku melakukannya?


Badan Taehyung menggigil, entah karena ia terlalu lama di dalam air atau entah karena perkataan V.


Nikmatilah hidupmu, Taehyung…


“Tapi bagaimana dengan dendammu?”


Aku menyadari aku seharusnya tak perlu melakukannya sejak semula. Aku hanya menyeret orang-orang yang menyayangimu ke dalam bahaya.


“A-apa maksudmu?”


Aku menyesal melakukannya… aku takut aku malah akan menyeret Jungkook ke dalam masalah ini.


“Ja-jadi itu sebabnya kau bersembunyi? Karena kau tidak mau membahayakan Jungkook?”


Taehyung menggigit bibir karena tidak mendengar jawaban apapun. Ini sangat membingungkannya. Ia belum bisa memahami seperti apa jalan pikiran dari kepribadian asli di dalam dirinya.


“Setidaknya kau bisa menceritakan padaku seperti apa perbuatan orang-orang jahat itu kepadamu di masa lalu…” ucap Taehyung. Dia juga ingin membantu V. Jika V tidak mau muncul lagi setidaknya Taehyung bisa menenangkan hati Jungkook dengan menceritakan permasalahan yang dialami V tersebut.


Tidak ada jawaban. V sudah tidak mengatakan apa-apa lagi sejak saat itu…


🎃🎃


vive vitam tuam -- live your life



Jangan lupa tinggalkan jejak. jangan bosan nungguin chapternya 😅