
Pagi itu Jungkook terbangun. Ia menguap lebar-lebar dan membuka mata. Ia melihat bagaimana langit-langit ini bukan di kamarnya. Selimut dan bantal ini pun bukan miliknya…
Sedetik kemudian Jungkook langsung teringat dengan apa yang terjadi. Semalam ia menemani Taehyung di sini… dan sepertinya dia ketiduran namun ada yang membantunya bisa berbaring dengan nyaman dan diselimuti. Jungkook melihat ke samping, kosong, tidak ada Taehyung. Jungkook segera duduk bangun, setengah kaget karena menyangka terjadi sesuatu yang buruk lagi menimpa vampire itu.
Jungkook menyibak selimut dan keluar dari tempat tidur. Ia tersentak melihat Taehyung sedang berdiri melamun di balkon, melihat langit.
Jungkook segera mendekatinya. Jadi sepertinya semalam Taehyung memindahkannya supaya Jungkook bisa tidur dengan nyaman dan nyenyak. Jungkook bertanya-tanya apa Taehyung pun sudah baik-baik saja.
“Tae?”
Taehyung menoleh dan memberi senyum lembut pada Jungkook yang sudah berdiri di sebelahnya. “Morning, Jeon. Kuharap tidurmu nyenyak.”
Jungkook mengamati Taehyung. “Bagaimana denganmu? Apa tidurmu nyenyak?”
“Sangat.” Taehyung memberikan eye smile yang mengejutkan Jungkook. Begitu drastisnya perubahan V pagi ini. Dia tampak sangat berbeda tapi Jungkook merasa lega karena ia melihat V yang seperti ini.
“Tidak ada yang sakit?” tanya Jungkook lagi. Ia menyadari kalau Taehyung bahkan sudah berganti pakaian, tidak ada lagi noda darah di wajah menandakan Taehyung sudah membersihkan diri, entah vampire itu sudah bangun sejak kapan.
Taehyung menggeleng.
“So…” ucap Jungkook lambat. Dia sudah ingin mendengar penuturan Taehyung mengenai apa yang terjadi kemarin, bagaimana Taehyung bisa dibawa pergi ke tempat yang begitu jauh.
“Kau belum menceritakan padaku mengenai apa yang terjadi kemarin siang.”
Taehyung tahu kalau saat ini Jungkook sedang meminta penjelasan. Ia tidak ingin membuat Jungkook cemas dan penasaran jadi dia akan menceritakannya.
“Kemarin saat aku–atau bisa dibilang diriku yang innocent–menunggumu di depan perpustakaan… aku dibawa oleh orang yang tak kukenal dan dibius. Lalu sepertinya aku dibawa ke tempat yang jauh.”
Mata Jungkook membesar terkejut. “Siapa yang sudah melakukannya? Kenapa kau biarkan dirimu dibawa oleh orang yang tak dikenal?”
Taehyung menunduk dan tersenyum tipis. Ia akan melewat bagian dimana yang melakukan semua itu adalah Lisa. Taehyung tidak akan menceritakan hal itu, dia tidak ingin membuat Jungkook panik dan bingung. Taehyung akan mencari cara sendiri untuk membereskan Lisa, bagaimana wanita itu ada kaitannya dengan sindikat. Well, sesuai dengan firasat Taehyung selama ini bukan.
“Aku terlalu innocent… Kau tahu kan seperti apa Taehyung yang innocent.”
Jungkook memegang lengan Taehyung. “Lalu? Kau dibawa kemana?”
“Bisa dibilang tempat itu semacam tempat transit vampire yang ditangkap untuk nantinya akan diserahkan pada markas sindikat,” ujar Taehyung, “Aku harus mengatakan ini namun kuharap kau bisa menerimanya dengan baik.”
Jungkook menatap Taehyung dengan tegang.
“Jungkook, yang menangkapku adalah hunter. Jumlah mereka tiga orang dan mereka dalam proses menukarkanku ke sindikat penjualan vampire.”
Jungkook membeku, sangat tercengang. “Hunter?”
Taehyung membalas tatapan Jungkook lekat-lekat. Ini mungkin masih mengejutkan karena paman Jungkook yang merupakan hunter dan sepertinya dulu Jungkook sempat bercita-cita ingin menjadi hunter. Taehyung tidak ingin membuat hati Jungkook hancur dengan berita ini tapi dia tidak punya pilihan selain membeberkan fakta apa yang dilakukan hunter selama ini.
“Aku terbangun saat aku akan ditukar dan dikirim ke sindikat. Apa yang kuceritakan ini akan membuatmu terkejut, Jungkook. Tapi apa kau mau mendengarnya?”
Jungkook menelan ludah, tegang. Ia mengangguk lambat. Ia percaya pada Taehyung, tidak ada alasan baginya untuk meragukan apa yang akan diceritakan vampire itu.
Tadi saat Taehyung sudah bangun, ia ke bawah dan melihat Seokjin yang duduk sendiri sedang meminum kopinya. Sepertinya Alpha tidak tidur semalaman. Taehyung kemudian menceritakan apa yang terjadi kemarin dan Seokjin pun memberitahukan mengenai kepala vampire di dalam box. Seokjin menceritakan bahwa kepala vampire itu adalah Vernon, salah satu anggota dewan vampire, memiliki soulmate yang saat ini sedang histeris karena sebelumnya sudah mendapat mimpi mengenai apa yang menimpa soulmatenya. Begitu tragis sampai Taehyung merasa perutnya sangat mual. Bisa-bisanya apa yang dilakuan oleh sindikat itu. Taehyung merinding sendiri apabila membayangkan kondisi soulmate Vernon sekarang, pasti masih terpukul dan sangat traumatis. Taehyung jadi mengingat kalau para hyungnya mengatakan bahwa dirinya dan Jungkook pun adalah soulmate. Jika kondisi yang dialami Vernon pun dialami Jungkook…. tidak, tidak, Taehyung bahkan tak mau membayangkannya.
“Yang ada di dalam kotak yang kubawa adalah kepala seorang vampire.” gumam Taehyung.
Jungkook terbelalak horor.
“Kepala itu akan ditukarkan denganku. Aku diculik supaya salah satu hunter bisa mendapatkan kepala vampire itu, kurasa karena ada dendam dan masalah pribadi. Tapi sebelum mereka membawaku ke sindikat, aku sudah terbangun. Aku menyelamatkan diri dan membunuh mereka semua.” Taehyung menatap Jungkook lurus-lurus, menanti kalau Jungkook akan menganggapnya sebagai vampire pembunuh dan sudah berlaku sadis. Tapi tidak ada, Jungkook sama sekali tidak men-judge-nya.
Jungkook seperti sedang memikirkan sesuatu. Sama sekali tidak terbersit di pikirannya menganggap Taehyung adalah monster karena sudah membunuh. Justru Jungkook pun akan melakukan hal yang sama jika dia berada di tempat kejadian untuk menyelamatkan Taehyung dari tangan para oknum jahat. Yang Jungkook pikirkan adalah bahwa hunter pun ada andil menjadi pelaku di balik penjualan vampire. Jangan-jangan selama ini hunter bekerja menangkap vampire adalah untuk menyerahkannya pada sindikat supaya dieksploitasi dan darahnya diperjualbelikan?
Taehyung menatap Jungkook. Baginya manusia di hadapannya ini sangat berarti dan menjadi bagian dari hidupnya akhir-akhir ini. Dan Taehyung tak bisa untuk tidak menanyakan keraguannya: “Apa kau takut bersamaku, Jungkook?” tanya Taehyung memecah keheningan.
Jungkook langsung mengangkat kepala dan menggeleng tegas. “Apa maksudmu, tentu saja tidak.”
“Karena aku sudah banyak membunuh.” lanjut Taehyung dengan nada getir.
Jungkook memegang lengan vampire itu, berusaha meyakinkannya bahwa Taehyung bukanlah pembunuh. “Orang-orang bejat itu… mereka pantas menerimanya. Semua yang terjadi padamu adalah karena kesalahan mereka. Aku pun akan menghabisi mereka. Aku akan menghabisi Dongwook jika bertemu dengannya. Sindikat itu akan kuhancurkan.”
Taehyung memberi senyum tipis. “Itu berbahaya, Jeon. Aku takkan membiarkan dirimu terlibat lebih jauh lagi.”
“Aku tak peduli. Karena aku sudah bertekad, aku akan menghancurkan sindikat itu, orang-orang yang sudah menghancurkan hidupmu dan menjadikanmu vampire.”
Taehyung cukup terkejut dengan perkataan Jungkook. Manusia itu mau menjadi pendukungnya dan membantunya?
Mereka berpandang-pandangan dan Taehyung merasa mendapat kekuatan dan semangat baru.
.
.
.
Lee Dongwook di kantornya sedang sangat frustasi karena ia mendapat dua kabar tak sedap sekaligus. Pertama, salah satu lokasi titik transaksi kepunyaan sindikat luluh lantak akibat angin tornado, tiga mafianya tewas disana. Kedua, terjadi pembunuhan pada tiga hunter bahkan salah satu di antaranya merupakan ketua hunter! Kejadian itu terjadi saat salah satu anak buahnya mengantarkan kepala Vernon sebagai penukaran.
Kepala Dongwook hampir pecah karena dua peristiwa ini yang begitu merugikannya. Selain ia kehilangan property sindikat, dia juga harus menanggung kerugian. Ia harus mengeluarkan banyak biaya untuk menyembunyikan kasus kematian tiga hunter, membayar pengacara dan membayar biaya tutup mulut. Damn it. Dongwook rasanya ingin mengamuk dan mencakar seseorang. Dia masih belum tahu siapa yang sudah membunuh dan menghabisi para hunter dengan cara yang begitu mengerikan. Ia memang belum sempat mendapatkan info atau foto mengenai vampire yang akan ditukar itu.
Ini mengesalkannya karena betapa permainannya akhir-akhir ini tidak berjalan sesuai harapannya. Jungkook dan Taehyung lepas dari genggamannya dan bagaimana sekarang seolah-olah semacam ada serangan vampire pada dunia bisnisnya. Sial.
Dongwook mengepalkan tangan kuat-kuat. Dia tidak akan menyerah, dia takkan berhenti sampai disini. Dia akan melakukan segala cara untuk mempertahankan sindikat ini. Lihat saja, Dongwook akan melakukan sesuatu sebagai serangan balasan.
***
“Tiga hunter tewas dengan cara mengenaskan!” tukas Donghyuk marah, “Aku sempat melihat kondisi mereka. Aku yakin mereka dibunuh oleh vampire dengan cara yang mengerikan!”
Soojung yang duduk di sofa tidak mengatakan apa-apa. Ia tetap berusaha fokus pada tugas kuliahnya di laptop, berusaha mengendalikan ekspresinya saat mendengar penuturan pamannya. Donghyuk mungkin tak tahu kalau Soojung sudah tidak akan memedulikan urusan itu. Soojung bahkan sudah berada di pihak vampire dan menentang perbuatan hunter.
Jungkook berjalan mendekati pamannya yang terus berbicara itu. Sepertinya para hunter yang sedang dibicarakan merupakan hunter yang sama yang dibunuh Taehyung kemarin.
“Vampire memang psikopat dan pembunuh!” ucap pria paruh baya itu, “Kalian bayangkan ketua hunter yang selama ini aku hormati tewas dengan cara yang sangat tragis.”
Jungkook berekspresi datar dan meminum colanya. Jadi salah satu hunter yang tewas adalah ketua hunter? Jungkook sangat tak peduli yang tewas itu adalah ketua sekalipun, yang jelas dia berpihak pada Taehyung. Rahangnya mulai mengeras karena kesal mengingat kembali apa yang berusaha dilakukan para hunter itu pada Taehyung.
“Markas hunter akan mencari pelakunya sampai dapat.” ucap Donghyuk masih uring-uringan. “Vampire sialan! Aku akan memburunya!”
Tangan Jungkook yang memegang kaleng softdrink mengepal kuat. Giginya gemertakan karena berusaha menahan kemarahan.
“Jika aku tahu siapa vampire yang menjadi pelakunya, aku akan mencincang kulitnya dengan pisau silver,” gerutu Donghyuk, “Lalu aku akan berikan bangkainya untuk dimakan oleh burung-burung gagak.”
Jungkook sudah tak tahan lagi mendengar ucapan pamannya bagaimana pamannya sedang mengatai Taehyung, sedang membayangkan bagaimana menghabisi vampire itu. Tanpa sadar Jungkook meremas kaleng soft drinknya sampai remuk dan airnya bertumpahan keluar. Jungkook ingin sekali protes dan mengatakan kalau para hunter itu yang terlebih dahulu menyakiti Taehyung dan bahkan akan membawanya ke sindikat penjualan vampire!!
Donghyuk menoleh bingung pada Jungkook, melihat bagaimana soft drink yang bertumpahan ke lantai, apalagi ekspresi keponakannya itu yang tampak tak suka.
“Kook, kenapa?”
Soojung mengangkat wajah dan melihat adiknya, melihat ekspresi Jungkook itu Soojung yakin jika kejadian yang menimpa hunter ada kaitannya dengan clan Kim. Dan bisa saja Taehyung menjadi korban lagi dalam peristiwa itu sampai Jungkook sekarang tampak begitu marah.
Jungkook mengepalkan tangan dengan kuat. Marah begitu menguasainya sampai ia yakin ia bisa melemparkan kaleng softdrink ini ke mulut pamannya supaya pamannya itu berhenti bicara. Untungnya Soojung segera berdiri. Ia seolah tahu apa yang sedang dipikirkan Jungkook.
Soojung memegang lengan Jungkook, berusaha menenangkan emosi adiknya sementara Paman mereka memandang keduanya dengan tak mengerti.
“Kook, bukannya kau ada banyak tugas yang harus dikerjakan?” ucap Soojung berusaha mengalihkan perhatian. Jungkook menoleh dan menatap kakaknya, matanya sudah merah dan hampir berkaca-kaca karena menahan amarah. “Pergilah ke kamarmu, Kook.”
Jungkook masih menatap Soojung. Perlahan-lahan nafasnya kembali normal. Soojung mengambil kaleng softdrink yang sudah remuk dari pegangan Jungkook dan memberi tanda supaya Jungkook segera pergi.
Akhirnya Jungkook pun pergi dan tidak mengatakan apa-apa, meski ia ingin sekali mengumpat pada pamannya sendiri.
“Ada apa dengannya?” tanya Donghyuk heran melihat kepergian Jungkook, “Dia tampak marah.”
“Dia hanya stres karena banyak tugas kuliah,” sahut Soojung datar. Ia mengambil tisu dan mulai membersihkan tumpahan softdrink di lantai, “Itu wajar.”
“Dia aneh sekali…” gumam Donghyuk namun berusaha percaya pada perkataan Soojung.
Soojung tersenyum tipis. Di rumah ini baik dirinya dan Jungkook sudah tidak percaya lagi pada pekerjaan hunter. Nyatanya hunter bekerja mencari vampire adalah untuk menjualnya pada sindikat. Mungkin itu sebabnya kebanyakan para hunter bergelimangan harta karena betapa besarnya uang yang diberikan sindikat pada setiap vampire yang bisa ditangkap.
****
Pagi itu Jungkook kembali menjemput Taehyung untuk mereka pergi ke kampus bersama. Jungkook bertanya-tanya apa V akan kembali bersembunyi ya.
Jungkook melihat pintu rumah yang dibuka. Taehyung keluar dan berlari kecil. Ia memakai pakaian dengan warna warni : celana cokelat, sweater hijau, syal oranye dan kupluk berwarna kuning. Gaya seperti itu adalah gaya khas yang dimiliki Taehyung yang innocent. Cuaca di musim gugur ini memang semakin dingin, para mahasiswa mulai memperlengkapi diri dengan pakaian hangat. Sedangkan Jungkook masih setia dengan warna hitam dan gelap.
Pintu dibuka dan Taehyung buru-buru masuk ke dalam mobil. “Morning, Jungkookie~” sapanya dengan boxy smile.
Jungkook masih memandanginya. Taehyung sedang berusaha memasang seat belt saat Jungkook berucap, “Kau V…”
Taehyung langsung menoleh dengan mata membola.
“Aku tahu kau adalah V.” ucap Jungkook lagi.
“M-mwo? Bagaimana kau tahu?” tanya Taehyung cukup kaget. Hari ini dia sengaja memakai pakaian yang biasa dipakai Taehyung yang innocent, memberikan senyum lebar dan ceria supaya bisa membohongi orang-orang. Para hyungnya pagi ini saja tertipu tapi kenapa Jungkook langsung bisa menebaknya?
“Aku takkan tertipu,” ucap Jungkook mendengus. Dia sendiri tidak tahu dari mana rasa percaya diri ini sampai bisa membedakan antara V dan Taehyung. “Kau tak cukup pandai berakting bagiku.”
“Whoa jinjja…” Taehyung memutar bola mata namun tertawa juga, “Para hyungku saja bisa tertipu.”
Jungkook mengekeh dan membenarkan posisi syal Taehyung yang berantakkan. “Untuk apa kau berusaha menutupi keberadaanmu? Itu tidak mempan untukku.”
Taehyung memberi senyum lebar beserta eye smile. “Jadi aku sudah tidak bisa membohongimu ya?”
“Tentu saja.” Jungkook tertawa.
Taehyung ikut tertawa dan Jungkook mulai menstarter mobil untuk mereka pergi dari sana. Taehyung masih memasang senyum manis dan melihat ke depan. Yap, dia melakukan semua ini karena ia punya rencana. Ia memang tidak akan mengadukan perbuatan Lisa pada Jungkook… karena dia sendiri yang akan menghukum wanita itu. Dia sendiri yang akan memberi wanita itu pelajaran.
“Aku excited untuk hari ini…” gumam Taehyung tersenyum sendiri.
Jungkook menoleh dan memberi senyum. Dia ikut senang karena melihat mood V yang seperti ini. Setidaknya Taehyung sudah tidak 3L lagi seperti kemarin (lemah, lesu, letoy. wahahaha waduh maaf untuk bahasanya)
"Hari ini hari yang baik?" tanya Jungkook memberi cengiran.
"Tentu saja, Jungkookie.." Taehyung memberikan senyum gigi kelincinya, "Live like you only live once."
Jungkook tersenyum lebar dan menganggguk setuju. Well, hidup hanya sekali.. dan sekali itu cukup jika dilakukan dengan tepat.
🎃🎃
Jangan lupa berikan jejak 💜
next episode kita lihat apa yang terjadi pada lisa dan bagaimana siasat Dongwook