Vampire In The City

Vampire In The City
Acara Main Sabtu




🐥🐻🐰


Siapkah dengan momen persahabatan 2 manusia dan 1 vampire ini? Lets go!


Jangan lupa like dan comment.


🎃🎃


Taehyung dan Jungkook bertemu di depan mall Sabtu sore itu. Mereka akan menonton penampilan dance Jimin yang akan dimulai beberapa saat lagi. Taehyung sangat excited, akhirnya dia bisa menghabiskan waktu bersama teman-temannya.


“Whoa, es krim~!” seru Taehyung saat melihat kios es krim.


Jungkook menoleh. “Wae? Kau mau?”


Taehyung mengangguk-angguk. “Kita masih sempat kan beli es krim dulu?”


Jungkook ingin sekali memukul jidat namun akhirnya hanya setengah tertawa. “Yea, yea, Kim Taehyung, kita bisa beli es krim dulu.”


“Yeay!”


Keduanya pun mendatangi kios es krim. Mal itu lebih ramai dari biasanya, mungkin karena ada event diskon dan acara dance serta menyanyi. Jungkook memesankan es krim untuk keduanya sementara Taehyung memandang sekeliling dengan takjub. Begitu banyak manusia di tempat ini. Hell, meskipun disini banyak manusia, Taehyung bisa mengendalikan dirinya, dia tidak ada keinginan untuk menghisap darah manusia. Dia vampire yang sudah terlatih bukan? Hehe.


Taehyung mengerucutkan hidungnya saat bisa mencium kehadiran vampire di mal itu. Bukan hanya satu vampire, tapi tampaknya 2-3 vampire. Mata Taehyung mencari-cari, dimana sosok vampire yang kehadirannya bisa ia rasakan itu.


“Nah…” ucap Jungkook mengagetkan Taehyung. Jungkook memberikan es krim rasa strawberry untuknya.


“Gomawo~” ucap Taehyung memberi senyum. Untuk sejenak dia tidak akan memedulikan lagi siapa vampire yang datang ke mal ini selain dirinya. Mungkin vampire itu juga ingin bersenang-senang seperti dirinya?


“Jadi, apa kau akan menginap?” tanya Jungkook ringan sambil menjilat es krimnya.


Wajah Taehyung berubah muram. Dia belum memberitahukan pada dua temannya bahwa dia tidak jadi menginap. “Ah, itu–“


Ucapan Taehyung terpotong saat terdengar suara MC dari mikrofon yang memberitahukan bahwa acara akan dimulai dan dibuka dengan penampilan dance.


“Sudah akan dimulai!” kata Jungkook. Ia menarik lengan Taehyung dan membawanya untuk lebih dekat ke panggung. Meski dari luar Jungkook tampak ketus pada Jimin namun ternyata sebenarnya Jungkook peduli. Dia mendukung Jimin dalam dancenya sama seperti Taehyung.


Penampilan dance dimulai. Lima orang penari muncul ke atas panggung, termasuk Jimin di antaranya. Taehyung bersorak riuh sambil mengangkat tangan ke udara, menyoraki Jimin. Jimin menyadari keberadaan Taehyung dan Jungkook. Ia memberi senyum lebar lalu kembali fokus untuk siap menari.


Lagu Kpop mengalun dengan beat cepat. Kelima orang itu menari dengan lincah, begitu kompak dan berenergi. Ini bukan favoritsm, tapi Taehyung merasa Jimin yang paling bersinar di antara lima orang itu. Jimin… benar-benar mengagumkan ketika menari, tidak diragukan lagi.


Bahkan di penampilan itu ada penampilan menari solo dari Jimin. Ia melakukan salto, menari di udara sambil menendang sesuatu, membuat para penonton bersorak riuh. Penampilan Jimin itu membuat suasana meriah dan orang-orang semakin menyemut di sekitar panggung.


“Dia keren sekali!!” seru Taehyung. Jungkook memberi anggukan, untuk saat ini ia tidak akan membantah. Ia setuju kalau dance Jimin sangat memukau.


Penampilan dilanjutkan dengan menyanyi dan penampilan musik, Taehyung dan Jungkook masih disana menikmati acara, saat tiba-tiba dari belakang ada seseorang yang mengambil tempat di antara mereka sambil merangkul bahu Taehyung dan Jungkook.


Jungkook kaget sementara Taehyung menoleh ke belakang dengan boxy smile-nya. “Jiminnie~!!”


Jimin tidak tampak kelelahan sama sekali pasca menari energic tadi. Ia memberi cengiran pada kedua temannya. “Kalian suka acaranya?”


“Kami suka saat kau menari!” puji Taehyung.


Jimin memberi senyum pada Taehyung. Lalu ia melirik Jungkook yang masih diam. “Kau, Jeon?”


Jungkook memutar bola mata, sempat-sempatnya Jimin bertanya seperti ini seolah mengetesnya. “Not bad, Jimin-ssi.”


Jimin mendengus, Jungkook selalu tidak bisa menjawab dengan elegan.


“Jungkook bertepuk tangan paling keras bersamaku, Jiminnie!” ucap Taehyung mengekspos.


Jungkook melotot protes pada Taehyung sementara Jimin mengekeh. “Aku tahu, Tae. Aku melihat dari panggung dia bertepuk tangan sambil melompat-lompat seperti fans lunatic.”


“Anniya. Aku tidak melakukannya.” tukas Jungkook merasa Jimin sudah berlebihan.


“Arraseo.. arraseo… Sekarang kalian yang harus menghiburku,” gumam Jimin, “Aku masih ada waktu satu jam untuk nanti tampil kembali di acara closing. Apa yang akan kita lakukan?”


Taehyung menjilat bibir dengan semangat. “Kita photo booth bagaimana?”


“Mwo?” Jungkook menaikkan sebelah alis. Oh please, jangan bilang Taehyung mengajak mereka untuk photo box di tempat yang tadi mereka lewati sebelum datang ke panggung ini.


“Ide cemerlang~~~” sahut Jimin dengan eye smile, “Let’s go!”


“Ukh, tapi–“


Jungkook tidak sempat untuk menggerutu karena Jimin sudah menarik kedua temannya menuju photo booth yang dimaksud Taehyung.


Mereka tidak perlu menunggu lama untuk akhirnya bisa masuk ke dalam photo box. Ada aksesoris-aksesoris yang disediakan untuk membuat foto lebih ‘cute’. Taehyung sangat excited. Ia menggunakan semua aksesoris yang bisa dipakai wajahnya. Mulai kacamata aneh, rambut palsu badut warna warni ataupun kumis palsu.


Ketiganya bersiap di depan kamera. Taehyung berdiri di antara kedua temannya. Jungkook sebenarnya kurang suka saat difoto, dia tidak terbiasa. Bahkan ini pertama kalinya ia photo box, demi Tuhan. Sedangkan Jimin terlihat menikmatinya, sama seperti Tae, mulai siap dengan pose gilanya.


“Ayo lebih ekspresif, Jeon!” seru Jimin saat kamera sedang menghitung mundur untuk memotret.


Taehyung mengekeh dan mencubit pipi Jungkook, menyuruhnya untuk memasang senyum. Jungkook pun akhirnya tersenyum meski pipinya masih ditarik oleh Taehyung. Foto kedua mereka berpose gila : Jimin memberi tanda metal, Taehyung tertawa lebar dengan boxy simlenya, Jungkook memonyongkan bibirnya ke depan kamera. Foto ketiga, Jungkook mengambil rambut palsu Taehyung dan memakainya ke kepalanya. Foto keempat, Taehyung merangkul bahu kedua temannya, setengah memeluknya dan tersenyum ke depan kamera.


“Whoa, panas sekali jinjja.” tukas Jungkook saat keluar dari booth sambil mengipas-ngipas diri. Ia melepas wignya yang juga panas karena keringat.


Jimin dan Taehyung sedang menunggu foto dicetak dengan excited. Jungkook mulai menyadari kalau sifat Taehyung dan Jimin nyatanya ada kemiripan jika sekarang dilihat.


Foto sudah jadi dicetak dan ketiganya tertawa lebar melihat hasilnya, menertawakan ekspresi masing-masing. Cukup baik dan untungnya tidak ada yang blur.


“Wah, Tae… disini matamu berwarna abu-abu!” ucap Jimin sambil menunjuk pose keempat, pose terakhir saat Taehyung merangkul Jimin dan Jungkook. Di tiga foto lainnya warna mata Taehyung tidak nampak jelas karena Taehyung tersenyum dengan mata bulan sabit.


Taehyung tercengang dan melihat foto yang ditunjuk Jimin itu. Heol, itu mata vampirenya. Apa blitz kamera membuat mata aslinya kelihatan?


“Itu pasti karena blitz, pa-padahal kan mataku hitam.”


Jungkook tidak berkomentar dan ikut mencermati foto itu. Mungkin sepertinya memang efek blitz. Tapi mata Taehyung yang berwarna abu-abu itu seperti asli.


Mereka pun menyimpan masing-masing foto. Taehyung sangat gembira dan dengan hati-hati menyimpan foto itu di dompetnya. Dia sudah punya foto bersama dengan teman sejatinya! Jimin dan Jungkook pun melakukan hal yang sama, mereka menyimpan foto itu di dompet. Jimin sempat bercanda kalau dia akan men-scan dan mencetak foto ini dalam versi besar lalu menaruhnya dalam figura foto dan memajangnya di dinding kamar. lol.


Mereka bertiga duduk di foodcourt, minum sambil bersantai. Masih ada waktu setengah jam lagi sampai Jimin harus tampil di penampilan closing. Mereka mengobrol ringan, sudah tidak ada keasingan atau awkward. Ketiganya kini sudah semakin klop dan apa adanya.


Jungkook jadi teringat bahwa minggu depan sudah Halloween. Dia memang ada keinginan untuk pergi ke Itaewon, apa dia coba mengajak Taehyung dan Jimin juga ya?


“Oh ya,” ujar Jungkook memulai, “Minggu depan ada acara Halloween di Itaewon. Aku sering mendengar bahwa pesta kostum di Itaewon sangat mengesankan.”


Jimin memberi smirk. “Kau ingin ke sana dan mengajak kami?”


“Anni–“


“Woahh…” Taehyung memotong, “Pesta kostum Halloween. Aku ingin ke sana. Aku belum pernah ikut acara Halloween.”


Jungkook tampak lega mendengarnya. “Kau mau kesana? Aku juga ingin ke Itaewon.”


Jimin tersenyum. “Pasti menyenangkan. Aku juga akan ikut, kita bisa melihat kostum-kostum aneh dan horor.”


Jungkook mengangguk puas. “Berarti sudah oke ya? Kita akan ke Itaewon minggu depan?”


“Yeay!!” Taehyung sangat semangat. Bersama dua teman manusianya ini Taehyung akan terus mengalami hal-hal menyenangkan dan mengesankan.


Mereka kembali ke panggung karena tak terasa Jimin harus kembali tampil menari di penutupan acara. Jimin dan teman satu grupnya menari dengan lagu berbeda namun masih memukau. Taehyung yakin jika Jimin mendaftar di kontes idol, temannya itu pasti akan menang dan mendapat banyak dukungan dari netizen.


Setelah acara berakhir, ketiganya pun makan di food court sambil mengobrolkan rencana Halloween minggu depan. Di food court itu pun, Taehyung kembali merasakan kehadiran vampire. Taehyung berusaha mengabaikannya… mungkin vampire-vampire itu datang untuk berbaur dengan manusia sama seperti yang sekarang dilakukan Taehyung. Tidak perlu ada yang dikhawatirkan karena vampire tidak membuat huru hara di mal ini dengan menghisap darah manusia.


“Oh ya, bagaimana acara begadang malam ini?” tanya Jimin, “Jeon, apakah kau sudah siap dengan game Overwatch-mu?”


Jungkook mengangguk. “Fisik dan mentalku sudah siap untuk bermain sampai pagi. Aku akan menunjukkan pada kalian kalau aku master di Overwatch.”


Jimin mendengus. “Kau master di semua game. Jadi malam ini menginap di tempatmu kan? Aku sudah ijin pada ibuku. Bagaimana denganmu, Tae?”


Taehyung menggigit bibir. Dia belum memberitahukan pada teman-temannya bahwa ia tidak bisa ikut menginap. “Umm… mian… aku tidak bisa ikut menginap…”


“Mwo?” sahut Jimin mendramatisir, “Wae?”


Jungkook juga memandang Taehyung tercengang. Seingatnya Taehyung yang paling excited untuk acara menginap tapi kenapa Taehyung malah tidak bisa ikut?


Taehyung meringis. “Hyungku tidak mengijinkannya. Mungkin lain kali.”


“Mana nomor hyungmu? Sini biar aku telpon,” ujar Jimin, “Mungkin aku perlu menjelaskan bahwa aku dan Jungkook adalah orang baik-baik yang tidak akan menjerumuskanmu.”


Untuk saat ini Taehyung bahkan tidak bisa tertawa mendengar lelucon Jimin. Hatinya pun sangat sedih karena tidak bisa ikut menginap.


“Mungkin aku juga perlu menjelaskannya?” sahut Jungkook, “Aku tinggal dengan Paman dan kakak perempuanku. Mereka orang baik-baik, tidak akan menyakitimu, demi Tuhan.”


Jimin mengekeh sambil memukul bahu Jungkook. “Ide bagus. Itu akan meyakinkan, Jeon.”


Taehyung menatap Jimin dan Jungkook dengan rasa bersalah. Taehyung juga tidak yakin apa yang membuat Seokjin tidak mengijinkannya menginap. Mungkin karena Taehyung vampire dan dua temannya itu manusia? Seokjin belum bisa percaya begitu saja bahwa acara menginap ini tidak akan menyeret malapetaka vampire vs manusia. Itu sih pemikiran Taehyung.


Taehyung menggeleng. “Mungkin lain kali. Aku akan meyakinkan hyungku supaya selanjutnya aku diijinkan menginap.”


Jimin mempoutkan bibirnya. “Sayang sekali, Tae. Dan kurasa hyungmu itu sangat protektif ya.”


“Sangat.” sahut Taehyung menunduk.


Jungkook menghela nafas sambil memperhatikan Taehyung. Wajar jika hyungnya sangat protektif. Taehyung masih polos, lugu dan tampak lemah, seperti memang harus dilindungi dan dijagai. Jika Jungkook berada di posisi hyung tersebut, ia pun tidak akan mengijinkan Taehyung menginap.


“Tapi aku tetap menginap di tempatmu ya, Jeon.” kata Jimin pada Jungkook. “Aku sudah ijin untuk menginap.”


“Arraseo.” sahut Jungkook.


Taehyung berusaha memberi senyum pada dua temannya meski hatinya masih terasa sakit dan kecewa karena tidak dapat bergabung.”Selamat bersenang-senang ya, pasti seru bisa bermain game sampai pagi.”


“Apa yang kau katakan ini,” ujar Jungkook, “Kau pun akan ikut bermain bersama kami. Tidakkah kau tahu video call bisa digunakan?”


Mata Taehyung membesar terkejut.


“Ahhh benar!” ucap Jimin setuju, “Kau pun tetap ikut begadang bersama kami. Video call~!”


Senyum Taehyung mengembang. “Yap, tentu saja!!”


Saat sudah hampir jam setengah sembilan malam, Taehyung permisi untuk pulang duluan karena Yoongi sudah menunggu di depan mal untuk menjemputnya. Jimin dan Jungkook masih akan bersantai di mal karena Jimin masih asyik makan.


“Aku pulang duluan ya~~” kata Taehyung.


“Apa perlu kami bertemu dengan hyungmu juga?” tanya Jungkook buru-buru menahan kepergian Taehyung, “Untuk menunjukkan padanya bahwa kami orang baik-baik dan bisa dipercaya.”


Jimin tertawa dan memukul lengan Jungkook. “Jangan aneh-aneh, Jeon.”


Taehyung tersenyum. “Lain kali saja, Jungkookie. Aku tunggu video call kalian ya.”


“Oke!” Jimin memberi pose hormat pada Taehyung. Bayi vampire itu pun pergi setengah berlari meninggalkan food court untuk mendatangi Yoongi.


Yoongi sudah berada di depan mal sebenarnya lima belas menit lebih awal. Ekspresinya tampak dingin, seperti tidak menyukai berada di tempat itu. Rambut putihnya tertutupi dengan kupluk hitam. Ia menoleh saat merasakan energi kehadiran Taehyung mendekat.


“Hyung!” sapa Taehyung, “Kau sudah menunggu lama?”


Yoongi menggeleng dan memberi senyum, wajahnya yang dingin kini berubah menjadi lebih rileks. “Kau bersenang-senang dengan teman-temanmu?”


Taehyung mengangguk-angguk, “Sangat menyenangkan. Akan lebih menyenangkan jika aku bisa ikut menginap, Hyung.”


“Anniya, Tae… Kau tahu kalau Seokjin belum mengijinkannya.”


“Arraso. Aku tidak akan melawan kok, Hyung.”


Keduanya pun berjalan menuju mobil Yoongi. Mobil Yoongi merupakan porsche. Yoongi memang sangat menyukai tipe mobil elegan seperti ini. Hidup lama serta awet muda membuatnya bisa mengumpulkan banyak uang dibandingkan manusia biasa.


“Ada acara apa di mal itu?” tanya Yoongi setelah mobil sudah mulai melaju di jalanan.


“Acara musik dan dance karena ada diskon akbar.” sahut Taehyung lugas.


“Aku heran karena aku melihat kehadiran Woobin dan Xiumin di sana…” ucap Yoongi dengan ekspresi serius.


Taehyung menoleh terkejut. Oh ternyata aura kehadiran vampire yang ia rasakan itu milik Woobin dan Xiumin.


“Apa kau bertemu dengan mereka?” tanya Yoongi tampak cemas.


Taehyung menggeleng. “Anni. Aku bahkan tidak melihat mereka, Hyung. Mungkin mereka juga datang untuk menikmati acara sama seperti yang lain.”


Yoongi menghela nafas, sedikit lega karena Taehyung tidak bertemu dengan Woobin dan Xiumin. “Mungkin.”


Mungkin Yoongi tidak perlu berpikiran macam-macam mengenai kehadiran Woobin dan Xiumin itu. Pasti hanya kebetulan saja, lagipula selama Woobin dan Xiumin tidak berusaha mengganggu Taehyung, sepertinya tidak perlu ada yang dicemaskan.


🎃🎃



wkwkwk Taehyung vampire yang cute sumpah.


BONUS :



Taehyung dan Yoongi yang nyanyi new face 🤣


Jangan lupa terus dukung novel ini yaa