Vampire In The City

Vampire In The City
V



Mian author baru bisa update. Banyak hal yg terjadi beberapa hari ini...


Tapi mudah-mudahan readers tidak lupa pada novel ini dan masih semangat menanti. Tanpa banyak bicara, selamat membaca lanjutan episodenya. Berikan komen di bawah mengenai episode ini ya! Gomawo



Seokjin, Yoongi, Namjoon dan Hoseok masih seruangan dengan Taehyung yang belum sadarkan diri. Tidak ada satu pun di antara mereka yang tidur. Semua terjaga, mengawasi siapa tahu ada sesuatu buruk menimpa adik mereka. Sementara Jimin dan Jungkook tidur di ruangan lain.


Kira-kira pukul setengah sembilan pagi, Taehyung bangun dan sadarkan diri. Yoongi mendekat dan mengecek kondisi Taehyung. Yang mencengangkan karena sebelah mata Taehyung itu berwarna putih. Mereka sungguh terkejut, baru pertama melihat mata Taehyung yang seperti itu. Jadi apakah benar Taehyung merupakan mutan?


Jantung Hoseok berdebar-debar melihat Taehyung, pria itu tampak berbeda, seperti bukan Taehyung yang mereka kenal. Meski wajah sama tapi entahkenapa memiliki aura yang jauh berbeda.


“Kau baik-baik saja?” tanya Yoongi berusaha mencairkan suasana.


Taehyung berusaha duduk lalu melihat bahunya yang diperban. Ia tidak begitu merasakan sakit. Ia memandang vampire di ruangan itu satu per satu.


“Tae, matamu…” ucap Namjoon terbata, menatap Taehyung dengan mata membesar.


Taehyung mengabaikan perkataan Namjoon. Ia menggerakkan leher ke kiri dan kanan, melakukan peregangan karena pegal berbaring terlalu lama.


“Taehyung, apa kau mengingat kami?” tanya Seokjin tenang. Sebagai Alpha ia harus tetap bersikap tenang meski kenyataan bahwa ada mutan di clan-nya. “Apa kau mengingat kejadian semalam?”


Taehyung memberi smirk dingin. “Cih, tentu saja aku ingat.”


Hoseok menelan ludah. Ia yakin bayi vampire itu bukan Taehyung yang selama ini mereka kenal. Siapa gerangan vampire itu, mengapa kepribadiannya tampak begitu berbeda dari Taehyung?


“Tidak perlu kaget melihat mataku yang seperti ini.” tukas Taehyung. Dengan sekejap ia menyembunyikan mata putihnya yang berganti menjadi mata silver. “Taehyung yang selama ini kalian kenal sedang terlelap. Dia terlalu lelah.” Taehyung mendengus pelan, “Menyedihkan.”


“La-lantas kau siapa?” tanya Namjoon dengan suara tercekat.


“Aku pun Taehyung.” Ia memberi smirk. “Aku tetaplah Taehyung… atau kalian boleh menyebutku V karena itu namaku sebelum aku menjadi vampire.”


Mata Yoongi membelalak. Seokjin pun sama terkejutnya.


“Kau mengingat kehidupanmu sebelum menjadi vampire?” tanya Yoongi karena setahu mereka selama ini Taehyung tidak pernah bisa mengingat masa lalunya.


“Well… tentu saja…” sahut Taehyung dingin.


Pintu terbuka, Jimin masuk ke dalam. Mulanya ia yang sudah bangun ingin langsung mengecek keadaan Taehyung, apakah sahabatnya sudah sadar atau belum. Jimin terkejut saat melihat Taehyung sudah sadar dan sedang duduk di tempat tidur. “Tae!!!!”


Jimin berhambur dan langsung memeluk temannya, ada kelegaan luar biasa karena Taehyung sudah sadar dan utuh di depannya.


“Jimin…” gumam Taehyung dengan suara lunak membalas memeluk. Yang lain masih tercengang karena reaksi V pada Jimin sama seperti reaksi Taehyung. Atau V sedang berakting?


“Aku senang kau sudah sadar.” ucap Jimin setelah melepas pelukan. “Apa ada yang sakit?”


“Bahuku sudah tidak sakit.” jawab Taehyung singkat. “Kau tau kan kalau aku vampire, luka mudah sembuh.”


Hoseok mengernyitkan kening. Kenapa sikap V melunak didepan Jimin? Ini masih mengherankan karena Taehyung yang sekarang pun mengingat semua kejadian yang sudah terjadi.


Jimin mengamati V baik-baik. “Kau V…” Jimin memberi kekehan.


V mengangguk. “Yea, yea…”


Yoongi begitu tercengang dengan percakapan itu. “Kau mengetahui V?”


Jimin menoleh pada vampire lain dan memberi senyum tipis. “Ada dua kepribadian dalam diri Taehyung… ada yang biasa yang bersama kita, yang kita kenal sebagai Taehyung yang innocent… dan ada kepribadian kuat dan nyentrik yaitu V.”


V memutar bola mata, tidak terkesan dengan perkataan dramatis temannya. Nyentrik apanya? Menggelikan.


“Ba-bagaimana bisa?” Namjoon begitu kaget. Ia yang tinggal dengan Taehyung selama ini tidak tahu bahwa adiknya punya dua kepribadian.


“Aku tidak mengerti,” gumam Hoseok, “Lalu selama ini apa kau berakting?”


V mendengus, setengah tertawa. Jimin melirik sahabatnya lalu menjawab pertanyaan Hoseok. “Selama ini yang kita lihat memang Taehyung yang innocent. V jarang muncul.”


“Aku tidak tertarik,” tambah V, “Itu sebabnya aku biarkan saja kepribadianku yang lain yang muncul. Tapi akhir-akhir ini aku sangat terganggu dan sekarang aku ingin mendominasi.”


Seokjin masih speechless. Jadi kenyataan selain Taehyung adalah mutan, Taehyung pun memiliki dua kepribadian yang berbeda? Sebenarnya apa yang terjadi sebelum Taehyung menjadi vampire? Kenapa Taehyung menjadi mutan? Begitu banyak pertanyaan berseliweran di benak Seokjin.


“Dia tetaplah Taehyung yang sama…” gumam Jimin, “Kalian tidak perlu kuatir.”


“Tapi kau benar-benar berbeda dengan Taehyung yang biasanya,” kata Hoseok pada V, “Auramu berbeda.”


“Begitu pun dengan energinya.” tambah Yoongi yang bisa merasakan energi di dalam tubuh V.


“Lalu apa yang terjadi dengan kepribadianmu yang satunya lagi?” tanya Seokjin akhirnya.


“Seperti yang kubilang dia tertidur.” jawab V dengan smirk.


“Sekitar seminggu yang lalu saat Taehyung menginap di tempatku, pagi hari aku menyadari ada keanehan dalam dirinya.” ujar Jimin bercerita. “Jadi aku menanyakan kepadanya siapa dia sebenarnya dan dia pun mengatakan bahwa dia adalah kepribadian lain dari Taehyung.”


V hanya angkat bahu, “Aku tak mengerti mengapa saat bangun aku langsung muncul, sepertinya Taehyung sudah tidak punya semangat hidup saat itu.”


Jimin memberi senyum tipis. Mungkin memang benar, karena malam sebelumnya Jungkook menelepon Taehyung dan membentaknya tanpa alasan. Mungkin Taehyung sangat terpukul sampai akhirnya kepribadiannya yang lain yang muncul.


“Lalu kau berubah kepribadian lagi menjadi innocent?” tanya Namjoon.


V menghela nafas, sepertinya para vampire ini belum mengerti ya… memang sulit kalau dijelaskan. “Aku memilih untuk bersembunyi lagi, perhaps?”


Seokjin memandang V dengan mata membesar. “La-lalu jangan-jangan memang benar bahwa kau yang menghancurkan tulang anggota Cha? Jadi itu adalah kau?”


V terbahak pelan. Setelah tertawa ia memicingkan matanya pada Seokjin. “Bingo!”


Jimin melirik V dengan resah. Itu benar. Saat itu yang mematahkan tulang Woobin dan Xiumin adalah V. V muncul tiba-tiba dan langsung mematahkan tulang musuh-musuhnya dengan kekuatan vampire yang dipunya.


Yoongi mengamati V, kalau begitu V dan Taehyung punya kekuatan yang berbeda? Taehyung merupakan bayi vampire, anomali yang belum mendapat kekuatan vampire, sementara V sudah memiliki kekuatan vampire?


“Kekuatanmu destruction?” tanya Seokjin pada V.


V hanya angkat bahu. Dia tidak pernah peduli apa yang menjadi kekuatan vampirenya, ia hanya melakukan apa yang bisa ia lakukan. Dan ngomong-ngomong sudah terlalu lama dia tidak bebas seperti ini. V tidak akan bermalas-malasan lagi, ia akan memulai misi pribadinya.


“Apa yang membuatmu menjadi mutan?” tanya Seokjin lagi dengan ekspresi sangat serius. Atmosfer di ruangan begitu menegangkan sampai leher seperti tercekik rasanya. Namjoon menoleh tegang pada sang Alpha, sedikit panik karena pertanyaan Seokjin itu. Vampire mutan artinya vampire yang perubahan struktur materi genetis pada tingkat gen maupun kromosom. Entah itu merupakan mutasi buatan atau mutasi alami. Namjoon tak akan dapat berkata-kata jika Taehyung merupakan hasil dari mutasi buatan.


Yoongi merasakan pergolakan emosi V, seperti ada rasa marah dan benci. Yoongi tidak mengerti sebenarnya apa yang terjadi sampai menyebabkan Taehyung memiliki dua kepribadian. Seingatnya semenjak Taehyung bergabung dalam clan, kepribadian Taehyung yang ini tidak pernah muncul. Selalu Taehyung yang innocent, bayi vampire yang tidak punya kekuatan apa-apa.


Hoseok juga memang pernah belajar mengenai mutasi. Ia tak menyangka kalau vampire pun bisa mengalami mutasi? Benar-benar mencengangkan.


“Apa yang membuatku menjadi mutan?” V mengulang pertanyaan Seokjin. Rahangnya mengeras. “Apa menurutmu aku sudah seperti ini sejak lahir? Cih, sebelumnya aku adalah manusia.”


Semua yang ada di ruangan itu terkejut.


“Jadi kau mengingat sebelum dirimu menjadi vampire?” tanya Yoongi karena Taehyung tidak pernah mengingat masa lalunya sebelum menjadi vampire… tapi V justru mengingatnya?


“Yea…” jawab V datar. Dia tidak berniat untuk menceritakan masa lalunya pada para vampirenya. Baginya itu urusannya dan clan ini tidak perlu ikut campur. V berniat untuk menyelesaikan masalah di masa lalunya oleh dirinya sendiri.


“Tapi kenapa Taehyung tidak?” tanya Hoseok heran.


Seokjin terdiam dan hanya menatap V. Vampire itu terlihat tidak berminat menjawab pertanyaan Hoseok, entah kenapa. “Lalu… kau melihat peristiwa-peristiwa yang terjadi selama ini?”


V membalas tatapan Seokjin. “Well, aku melihat semuanya… meski aku tertidur lima tahun dan membiarkan Taehyung yang polos yang muncul.”


Namjoon masih bingung. Selama ini ada kepribadian lain dari Taehyung yang begitu berbeda, seorang mutan memiliki kekuatan vampire namun tidak mau muncul dan membiarkan kepribadian lain yang polos yang mendominasi? Tapi kenapa demikian? Lalu sebenarnya kepribadian mana yang merupakan karakter asli?


“Tapi kalian tidak perlu kuatir,” lanjut V, “Aku tetaplah Taehyung.” Ia mendengus pelan. “Kami tetap sama.”


.


.


Mereka berkumpul di ruang makan untuk sarapan saat Jungkook yang sudah bangun muncul ke ruangan itu.


Jungkook melihat Jimin, Seokjin, Yoongi, Namjoon, Hoseok… dan Taehyung!! Pria itu duduk membelakanginya, sudah memakai piyama garis-garis black and white. Nafas Jungkook tertahan, syukurlah Taehyung sudah sadar.


“Oh…” ucap Hoseok menoleh pada Jungkook. Yang lain pun menoleh padanya kecuali Taehyung yang masih belum membalikkan badan.


Jungkook berjalan ke arah mereka. “Tae…”


Yang dipanggil itu membalikkan badan dan menoleh pada Jungkook. Mata mereka bertumbukan. Untuk sesaat Jungkook terperangah, ekspresi Taehyung begitu dingin padanya, tidak seperti ekspresi Taehyung biasanya, kalaupun Taehyung marah biasanya akan mempoutkan mulut. Tapi Taehyung yang sekarang berekspresi hambar, menatap Jungkook datar seolah Jungkook hanya rumput liar.


Lalu sebelah mata Taehyung itu berubah putih, menatap Jungkook dengan tajam. Langkah Jungkook sampai terhenti melihat mata Taehyung itu. Mata monster yang pernah ia lihat saat Taehyung mematahkan tulang seolah mematahkan ranting. Hanya ditatap oleh mata itu saja bulu kuduk Jungkook langsung merinding.


“T-Tae…”


Taehyung hanya memberi smirk jahat menatap Jungkook. Ia tidak berniat menyembunyikan mata putihnya di depan Jungkook. Ia justru menunjukkan siapa dirinya yang sesungguhnya.


Jungkook sangat tertohok. Siapa gerangan Taehyung yang ada di hadapannya sekarang?


Taehyung memberi senyum sinis. Ia berdiri gontai sambil melipat tangan di depan dada. “Gentleman, bisakah kalian tinggalkan aku dan Jungkook sebentar?”


Jimin memandang Taehyung dengan cemas. Apa lagi sebenarnya yang mau dilakukan V pada Jungkook?


“Ada beberapa hal yang harus kubicarakan dengan Jungkook.” tukas Taehyung.


Jungkook merasa begitu kerdil hanya dengan ditatap seperti itu oleh Taehyung. Aura yang begitu berbeda dengan Taehyung yang ia kenal. Dia sangat terintimidasi dengan aura yang dipancarkan Taehyung, membuatnya tak nyaman.


Seokjin memberi anggukan pada anggota clannya untuk meninggalkan ruangan itu dan membiarkan Jungkook dan Taehyung. Mereka bangkit berdiri dan angkat kaki dari sana. Jimin yang masih duduk langsung digaet oleh Hoseok untuk pergi.


Taehyung tersenyum tipis saat mereka sudah pergi, meski ia tahu vampire-vampire lain tetap akan bisa mendengar pembicaraan ini karena indera pendengaran vampire yang memang kuat.


“Well… kudengar kau memberikan darahmu untukku?” tanya Taehyung tanpa berbasa basi, menatap Jungkook tepat di manik.


Jungkook merasa malu hanya mendengar pertanyaan Taehyung itu. Tiba-tiba ia merasa bodoh karena memberikan darahnya untuk vampire.


“Tapi aku tidak akan berterimakasih…” tukas Taehyung membuat Jungkook tersentak. “Aku tidak pernah memintanya bukan? Lagipula…” Taehyung memelankan suaranya dan matanya kembali berubah putih, “Kejadian semalam itu merupakan jebakan…”


Seperti ada yang tersangkut di kerongkongan Jungkook. Ucapan Taehyung itu begitu menohoknya membuatnya sulit bernafas. Ya benar, dia yang sudah menjebak Taehyung semalam. Dia yang sudah merencanakan supaya Taehyung ditangkap hunter. Tapi ia sudah menyesal, oke.


“Kita anggap saja kejadian semalam tak pernah terjadi…” kata Taehyung, “Kau pun sudah tahu aku adalah vampire, itu pasti mengejutkanmu. Kau tidak mau berteman dengan vampire bukan?”


Hati Jungkook pedih mendengar ucapan Taehyung. Ia sangat ingin mengatakan ia menyesali perbuatannya tapi tak ada kata-kata yang terucapkan.


“Kita bisa seperti itu, Jeon Jungkook,” tukas Taehyung, “Tidak perlu berteman.”


“T-Taehyung…” Suara Jungkook tercekat, matanya sudah mulai berkaca-kaca karena rasa sakit dari percakapan ini.


“Mari mulai sekarang kita urus urusan masing-masing.” Mata Taehyung kembali normal. Ia memberikan senyum yang tidak pernah mencapai matanya. “Arraseo?”


Jungkook sangat terpukul, ia tidak bisa memberikan jawaban apa-apa karena Taehyung kembali memotong. “Percakapan selesai. Sekarang aku mau istirahat di kamar.” Dengan perkataan itu, Taehyung pun berjalan pergi melewati Jungkook, tidak memandangnya lagi.


Jungkook menahan nafas melihat Taehyung lewat di depannya. Ia yakin… Taehyung yang ia kenal tak pernah mengatakan hal seperti itu. Ia yakin yang berbicara padanya itu bukan Taehyung. Aura yang berbeda… karakter yang berbeda… gaya bicara yang berbeda…


Jungkook menelan ludah. Dimanakah Taehyung yang selama ini ia kenal?


🎃🎃



Jangan lupa berikan like dan comment 💛