
Jungkook melihat kedatangan Taehyung masuk ke dalam kelas. Penampilannya masih sama : menggunakan headband (menunjukkan alis mata dan dahinya yang memukau), pakaian trendy serta ekspresi dingin. Aura yang dipancarkan Taehyung selalu membuat siapapun merinding. Termasuk Jungkook. Ini hanya membuat Jungkook yakin kalau kepribadiannya itu adalah kepribadian yang jahat, semacam roh jahat merasuki Taehyung-nya dan membuat hidup Taehyung berubah 180 derajat.
Taehyung mengambil duduk sendirian, agak di belakang. Ia mengacuhkan orang-orang dan mulai sibuk dengan ponselnya, entah melakukan apa.
Jungkook mengulum mulut. Lantas ia bangkit berdiri, mengambil tas dan berjalan menuju sebelah bangku Taehyung yang masih kosong. Tanpa berkata apa-apa, Jungkook langsung duduk di sana.
Taehyung sendiri tidak mengucapkan apapun, tidak protes juga, meski tentu saja ia sadar apa yang baru dilakukan Jeon Jungkook. Ia masih sibuk dengan ponselnya, mencari sesuatu di mesin pencarian. Terkadang kesal sendiri karena Naver tidak memberikan apa yang ia cari.
Jungkook berusaha merendahkan hatinya. Ia akan membuat Taehyung yang innocent kembali padanya. Apabila ternyata kemunculan kepribadian jahat ini dikarenakan traumatis yang dialami Taehyung saat ditembak oleh hunter, Jungkook mau bertanggung jawab. Bagaimanapun itu adalah kesalahannya… dia yang membuat kepribadian Taehyung berubah seperti ini. Pasti karena trauma. Jungkook akan membuat suasana kembali seperti dulu lagi sehingga Taehyung bisa kembali.
“Tae, pulang kuliah bagaimana kalau bermain di arcade?” ucap Jungkook memulai pembicaraan meski Taehyung tampak tak tertarik memandangnya. “Kita bisa ajak juga Jimin.” tambah Jungkook berharap Taehyung tak menolak.
“Mian, aku sibuk.” tukas Taehyung pelan dengan mata masih mengarah ke ponsel.
“Sibuk apa? Kurasa tidak ada ujian dan tugas kuliah.”
Taehyung hanya mengangkat bahu, tidak berminat untuk menjawab pertanyaan manusia itu.
“Atau kita bisa makan bersama, tteopokki kesukaanmu.” kata Jungkook tak menyerah.
“Aku sibuk, Jeon.”
“Kau hanya sedang menghindar dariku.” sahut Jungkook mengulum mulut.
Taehyung mengangkat wajah dan akhirnya menatap Jungkook. “Aku? Menghindar? Kurasa kau lupa bahwa kita bukan teman lagi.”
Mata Jungkook membesar. Perkataan itu tidak dapat ia terima.
Taehyung memberi smirk. “Aku hanya beralasan dengan mengatakan aku sibuk, tapi kau tahu alasanku sesungguhnya.”
Kepala Jungkook sudah ingin pecah, rasanya ingin menghapus smirk jahanam itu dari wajah Taehyung. “Bisakah kau membiarkan Taehyung yang asli muncul? Apa ini tidak terlalu lama bagimu terus mengacaukan kehidupan seseorang?”
Ucapan Jungkook itu membuat Taehyung menggertakkan gigi. Ia memandang Jungkook seolah Jungkook adalah mangsanya. “Kata-katamu sama sekali tak berubah, Jeon. Kau hanya akan terus membuatku speechless.”
Taehyung langsung bangkit berdiri dan malah pergi keluar dari kelas padahal kuliah sebentar lagi akan dimulai.
Jungkook tercengang melihat kepergian Taehyung. Apa vampire itu akan membolos kuliah? Karenanya?
Taehyung pergi ke arah perpustakaan. Dia sudah tidak berminat mengikuti perkuliahan lagi dengan harus terus berdebat dengan Jeon Jungkook. Taehyung tidak mengerti mengapa manusia itu tidak pernah bisa menerimanya.
Taehyung berusaha mengenyahkan pikiran mengenai Jungkook jauh-jauh. Dia seharusnya tidak perlu peduli lagi. Taehyung kembali mencari jenis cerutu lain di ponselnya. Ia pun sudah membeli cerutu impor dari situs online. Bagaimanapun langkah awal ini harus berhasil dia lakukan, tak peduli di dunia ini ada beratus-ratus jenis cerutu sekalipun.
Ponselnya bergetar menandakan ada pesan masuk. Taehyung tersenyum pelan saat melihat pesan masuk dari Hoseok :
Aku berikan link yang kau mau. Aku mendapatkan ini sangat sulit, karena admin komunitas online yang tak mudah percaya pada orang apalagi berkaitan dengan vampire.
Kuharap ini membantu.
Dengan segera Taehyung pun mengklik link yang dimaksud. Dan ia masuk ke dalam sebuah situs dengan judul besar di headboardnya : DELICIOUS PASTA
Taehyung mendengus membacanya, apa ini prank? Apa Hoseok tidak salah mengirimkan link??? Taehyung sudah akan menutup link itu saat pesan dari Hoseok kembali pop up di layar. Taehyung mengernyit, jika Hoseok sedang mempermainkannya maka Taehyung akan memberi pelajaran pada bayi vampire itu.
Taehyung membaca pesan kedua dari Hoseok :
Sebelum kau uring-uringan dan menuduhku telah menipumu, percayalah itu link yang kudapat. Awalnya aku pun tak mengerti. Tapi silakan kau amati setiap nama makanan yang ada di situs itu dan selebihnya kau bisa menghubungkannya sendiri. Peace.
Jika Hoseok memang tidak sedang bercanda, Taehyung pun harus mengecek situs yang ia buka. Situs itu sangat simple, tidak banyak warna, dominan berwarna abu-abu, tidak kontras design-nya jika situs itu menjual Pasta.
Taehyung mengambil duduk di bangku taman dan mulai membaca nama-nama pasta yang diperjualbelikan di situs tersebut.
1. Linguine
2. Fettuccine
3. Capellini
4. Ziti
Vampire itu menaikkan sebelah alis saat membacanya. Itu nama jenis pasta yang cukup familiar, lalu apa hubungannya ini semua dengan apa yang ia minta untuk Hoseok cari? Taehyung mengernyit saat melihat harga-harga untuk pasta tersebut sangat bombastis dan bahkan tak masuk akal. Orang awam yang melihatnya pasti akan menyangka situs ini merupakan situs penipuan. Tapi jika Taehyung menghubungkannya dengan apa yang ia cari… sepertinya bisa dikaitkan. Setiap nama pasta disertai dengan harga serta keterangan mengenai pasta tersebut.
1. Linguine
a.k.a “little tongues”. Pasta favorit kami dengan cita rasa tinggi membuatmu seperti hidup kembali hanya dari suapan pertama. Disajikan ‘langsung’ oleh Chef terpercaya kami.
Harga : $37,500
2. Fettuccine
a.k.a “little ribbons”. Untuk mereka yang ingin mengolah sendiri pastanya. Kami sediakan fresh dan pelanggan bisa memilih langsung yang diinginkan. Hanya untuk member VIP.
Harga : $25,250
3. Capellini
a.k.a “little hairs”. Disediakan dengan porsi medium yang bisa dipesan secara berkala. Dapatkan potongan harga jika memesan selama setahun.
Harga : $3,000
4. Ziti
a.k.a “little bride”. Hanya untuk kalangan sendiri dan member VVIP.
Harga : $250,575
Taehyung mendengus membaca semua omong kosong itu. Bagaimana mungkin seporsi pasta Linguine setara dengan harga mobil? Dan Ziti pun sangat tak masuk akal sampai bisa lebih dari 3 Milyar.
Taehyung menggertakkan gigi, tangannya yang menggenggam ponsel bergetar. Jika link ini memang link yang akurat maka harga-harga tersebut tampaknya wajar. Ini membuktikan sindikat penjualan vampire sudah mencapai taraf internasional karena pembayaran pun dilakukan dengan mata uang Dollar.
Untuk melakukan pemesanan perlu menjadi member terlebih dahulu. Dan untuk log in member tidak menggunakan email melainkan verifikasi kornea mata dan sidik jari. Damn, ini benar-benar gila.
Taehyung harus mencari tahu bagaimana ia menjadi member. Itu langkah selanjutnya yang bisa membawanya untuk tahu dimana sindikat perdagangan vampire itu berada.
Beberapa hari yang lalu Taehyung memang meminta bantuan Hoseok tanpa sepengetahuan anggota clan lain. Hoseok yang dulunya merupakan manusia dan tergabung dalam komunitas online bisa membantunya mencari info-info yang beredar di antara manusia terutama mengenai perdagangan vampire yang sangat sulit sekali dilacak. Hoseok sempat menanyakan mengapa Taehyung ingin mencari tahu tentang hal itu dan Taehyung hanya bilang dia tertarik mengenai kebenaran tentang keberadaan sindikat perdagangan vampire. Ketika Hoseok menanyakan apa kaitan Taehyung dengan menghisap cerutu, Taehyung menjawab bahwa dia hanya iseng dan ingin bersenang-senang. Taehyung tidak mengatakan pada Hoseok bahwa dirinya pun tengah mencari seseorang… yang sepertinya ada kaitannya dengan perdagangan vampire, seseorang yang berada di balik semua itu.
Taehyung akan mencarinya sampai dapat, tak peduli bagaimana pun caranya, ia akan menghancurkan sindikat itu.
****
Sore itu Jungkook datang ke kediaman Kim Brothers. Wajahnya tampak uring-uringan dan dia sudah tak punya pilihan selain mendatangi rumah itu, mendatangi Taehyung secara langsung. Bagaimana ia tidak syok saat tadi ia makan bersama Jimin dan temannya itu mengatakan bahwa Taehyung menghisap rokok. Ya memang Jimin mengatakan dengan tertawa bahwa Taehyung sepertinya puber tapi Jungkook sangat tak bisa menerimanya. Ia merasa kepribadian jahat yang ada di dalam diri Taehyung itu akan terus merusak dan menggerus image Taehyung yang ia kenal.
Jungkook membuka pintu rumah dan masuk ke dalam. Hoseok keluar dari kamarnya dan memandang Jungkook dengan heran. “Oh? Kau datang? Ingin bertemu Taehyung?”
Namjoon yang duduk di sofa pun menolehkan kepala, mata memicing tajam pada Jungkook. Tapi Namjoon sudah tidak semarah dulu lagi apalagi Taehyung yang ada di rumah ini memang membuat siapapun sakit kepala.
“Dimanakah Taehyung?” tanya Jungkook tidak berbasa basi.
“Di kamarnya,” sahut Hoseok, “Di lantai 2. Kamar paling ujung.”
“Aku harus menemuinya, aku permisi…” ucap Jungkook dan langsung bergegas menuju tangga spiral.
“Dia kenapa terburu-buru sekali?” tanya Hoseok pelan lebih pada dirinya sendiri.
“Itu hanya mengingatkanku dengan kedatangan Jimin dua hari lalu,” tukas Namjoon, “Kali ini Jungkook mungkin datang dengan alasan yang sama.”
“Oh…” kata Hoseok mengerjap-ngerjap sambil berjalan menuju sofa.
“Kuharap kali ini Taehyung bisa disadarkan.” gumam Namjoon sambil menghela nafas panjang.
Jungkook menuju kamar Taehyung yang tadi diberitahukan Hoseok. Tanpa mengetuk terlebih dulu ia langsung membuka pintu. Kamar itu cukup besar dengan balkon luas. Hidung Jungkook langsung disambut bau rokok saat ia menginjakkan kaki di kamar itu. Ia menahan nafas saat melihat Taehyung di balkon, sudah menatapnya dengan smirk, seolah memang menunggunya.
Untuk sesaat Jungkook benar-benar terpukul. Ia kira ucapan Jimin hanya bercanda dan kedatangan Jungkook sekarang hanya untuk memastikan bahwa Jimin hanya membual. Namun tak disangka kalau Taehyung memang sedang merokok, terapit cerutu tebal di antara jemarinya.
Jungkook tidak mengerti… Ia tidak menyukai Taehyung yang seperti ini. Dulu temannya sangat innocent, lugu dan baik hati… Taehyung yang sekarang hanyalah kepribadian evil yang dibenci oleh Jungkook.
“Kau…” bisik Jungkook menahan marah. Lantas ia mendatangi Taehyung di balkon. “Sampai kapan kau akan merusak Taehyung terus seperti ini?” tukasnya marah. Kedua tangannya mencengkram kedua lengan Taehyung. “Sampai kapan kau akan menghancurkan hidupnya?”
Taehyung menghembuskan asap cerutu dari mulutnya ke wajah Jungkook. Ia memberi tawa pelan seolah Jungkook sedang melakukan sesuatu yang lucu di depannya.
Mata Jungkook membulat, merah karena marah. Dia selalu berharap bahwa temannya yang dulu kembali lagi, Jungkook berharap dia bisa mengucapkan beribu-ribu maaf pada Taehyung akan perbuatannya. Dia ingin memperbaiki sikapnya yang dulu sudah menyakiti hati Taehyung… dan menunjukkan penyesalannya. Tapi Taehyung yang di depannya sekarang telah merusak harapannya, telah merusak hidup Taehyung juga.
“Pergilah, tinggalkan Taehyung, damnit!” tukas Jungkook mencengkram Taehyung semakin kencang.
Sebelah mata Taehyung berubah menjadi putih. Ia menunjukkan seringai jahatnya pada Jungkook. “Sebegitu rindunya pada Taehyung yang lama, hm? Sampai kau buta bahwa aku yang di hadapanmu adalah Taehyung, Jeon.”
Pegangan Jungkook mengendur. Ia berusaha tetap teguh mencari jawaban di balik mata Taehyung meski sebetulnya mata putih Taehyung itu menakutkan seperti hantu. “Kau… bukan… Taehyung…”
Taehyung sangat lelah memperdebatkan hal yang sama dengan Jungkook tiap kali mereka bertemu. Keduanya tidak akan pernah menemukan kata sepakat. Keduanya hanya akan terus saling menyakiti dan menuduh.
Vampire itu melepaskan diri dari pegangan Jungkook yang sudah mengendur. “Kita lihat apa kau masih akan bersikeras mengatakannya.”
“Kau tidak punya hak apapun atas hidup Taehyung, pergilah dan biarkan Taehyung kembali!”
Taehyung memicingkan matanya pada Jungkook. Seperti ada yang menyayat di dalam hatinya saat ia mendengar kata-kata itu keluar dari mulut Jungkook. Jika Taehyung mau ia bisa mematahkan tulang-tulang Jungkook sekarang, tapi ia tidak melakukannya dan hanya mengepalkan tangan kuat-kuat.
“Hentikan, Jungkook-ssi!” Seokjin datang dan berusaha melerai keduanya. Percakapan mereka terdengar oleh Seokjin, Namjoon dan Hoseok yang berada di lantai 1. Dan ketika keadaan semakin memanas mereka memutuskan untuk menghentikannya.
Namjoon menatap Taehyung dan Jungkook yang masih saling pandang dengan ekspresi serius dan marah. Atmosfer di keduanya sungguh saling menolak. Namjoon memang tidak menyukai kepribadian Taehyung yang sekarang tapi ia masih bisa mengabaikannya… tak disangka bahwa Jungkook tampak sangat keberatan dan mengharapkan Taehyung yang lama bisa muncul kembali. Entah apa alasannya.
Hoseok hanya berdiri tegang dengan mata membesar. Ia tidak mengerti mengapa Taehyung tidak pernah membela diri dan menjelaskan semuanya pada Jungkook mengenai kesalahpahaman ini, dengan demikian Jungkook tidak akan men-judge dan menudingnya begini.
“Aku ingin bicara denganmu, Jungkook-ssi.” ucap Seokjin dengan nada tegas, “Ikut aku sekarang.”
“Tapi–“
“Sekarang!” potong Seokjin dengan nada semakin tidak mau dibantah. Alpha itu pun langsung berbalik pergi dan Jungkook hanya bisa memutar bola mata, mau tak mau harus mengikuti kemauan vampire yang merupakan kekasih kakaknya itu.
Jungkook tak mengatakan apapun lagi pada Taehyung, dilihatnya mata Taehyung sudah kembali normal menjadi abu-abu namun masih memandang Jungkook dengan kesal. Jungkook pun pergi dari sana mengikuti Seokjin.
Namjoon mendengus dengan kesal. Seharusnya ia tahu kalau tipikal Jungkook dan Taehyung akan sama-sama keras kepala. Selamanya keduanya tidak akan menemui titik tengah dan perdamaian selama tidak ada yang mau mengalah.
Namjoon pun pergi dari kamar itu menyisakan Hoseok dan Taehyung. Hoseok sudah akan mengatakan sesuatu namun Taehyung langsung menggeleng tegas. “Jangan katakan apapun. Jika tidak keberatan tolong biarkan aku sendiri.”
Hoseok memasang wajah memelas namun tak dapat melakukan apa-apa untuk membantah. Padahal Hoseok ingin memberikan masukannya supaya Jungkook tidak perlu salah paham.
Hoseok pun akhirnya pergi keluar dari kamar itu.
Setelah dirinya sudah sendiri di kamar, Taehyung melempar cerutu di tangannya ke lantai, rasanya ingin berteriak marah. Kata-kata Jungkook itu terlalu menyakitkan meski berulang kali Taehyung mengingatkan dirinya bahwa ia tak akan pernah peduli.
🎃🎃
Author lihat dari ke hari yang baca dan like makin dikit ☹️ apakah bisa mencapai like lebih dari 10 untuk episode ini? supaya authornya bisa semangat gitu ;-;
tolong berikan like dan commentnya untuk episode Pasta ini.