
Jungkook sejak tadi berkutat di depan laptopnya. Sudah tiga puluh menit ia habiskan waktu hanya untuk merangkai kalimat dalam satu email. Ketik lalu hapus lagi. Ketik, hapus lagi. Terus seperti itu berulang-ulang. Jungkook berusaha membuat pesan yang tidak terlalu mencolok namun mudah diterima.
Nafasnya tak beraturan. Badannya pun sedikit panas dingin. Terjadi peperangan batin di dalam dirinya. Ada bagian dirinya yang menyuruhnya untuk segera melakukannya, menyelesaikan masalah ini. Namun ada bagian dirinya yang melarangnya untuk melakukannya, menuduhnya sebagai pengkhianat.
Jungkook sedang mengetik pesan email ke markas hunter, melaporkan kehadiran vampire di Seoul… a.k.a Kim Taehyung. Jungkook tidak mengerti mengapa ia harus merasa bersalah dan sangat cemas hanya karena ingin melaporkan Taehyung ke markas vampire. Bukankah perbuatannya ini sudah baik? Dia bisa saja kan langsung melaporkannya pada Pamannya namun ia tak mau melakukannya. Jungkook tidak ingin menyakiti hati Taehyung lebih dari yang sudah ia lakukan sebelumnya. Mungkin dengan melaporkan ke markas hunter, ia bisa sedikit merasa netral. Jika markas hunter menggubris emailnya, maka itu adalah takdir bukan?
Jungkook menatap layar, membaca pesan final yang ia buat :
To : hunter.centre@mail.com
From : jjk_jeon@mail.com
Subject : vampire detected
Message :
Aku mencurigai ada vampire di Seoul University yang menyamar sebagai mahasiswa. Jika tertarik, silakan lakukan scanning kampus tersebut. Kecurigaan hanya karena alasan pribadi.
Jungkook menggigit bibir, dia sengaja menambahkan kalimat terakhir supaya membuat email ini diabaikan oleh markas karena sebetulnya Jungkook pun tidak sungguh-sungguh ingin menjebak Taehyung. Tapi ia tetap melakukannya sekarang supaya ia tidak terlalu mengkhianati kematian orangtuanya. Jika takdir menghendaki, maka Taehyung akan tertangkap sebagai vampire. Kalaupun tidak, Jungkook tak dapat berteman lagi dengan Taehyung.
Jungkook meniup nafas keras-keras. Dia harus meneguhkan hati dan tidak perlu bimbang. Dengan itu Jungkook menekan tombol ‘SEND’.
****
Rutinitas kembali seperti semula. Kuliah, tugas, kuliah.
Jungkook tidak berkomentar saat Taehyung masuk dalam kelas pagi itu, tidak berusaha melihat ke arahnya sama sekali, vampire itu memilih bangku kosong yang cukup jauh letaknya dari Jungkook. Jungkook sebetulnya menyangka Taehyung masih akan memohon padanya untuk menjadi temannya, meyakinkannya bahwa Taehyung bukan monster.
Jungkook tersenyum tipis. Tampaknya Taehyung sudah menyerah dan tidak akan berusaha meyakinkannya lagi?
Taehyung hanya menunduk, menunggu dosen datang untuk memulai perkuliahan. Semalam dia sudah memutuskan akan menjaga jarak dari Jungkook, karena itulah yang sepertinya dibutuhkan oleh Jungkook. Taehyung sudah tidak mempunyai tempat di hati Jungkook lagi karena kebencian manusia itu terhadap vampire.
Saat perkuliahan selesai, Taehyung pun harus terbiasa dengan 3 manusia yang sering memeras dan mengganggunya : Jaewook, Bohyun dan Geunwon. Dan seperti biasa Jungkook pun tidak menolongnya, melewatinya begitu saja.
“Kali ini duitnya lebih sedikit dibanding kemarin…” ujar Jaewook sambil menghitung uang di dompet Taehyung.
“Kenapa? Apa kau takut kehilangan uang?” tukas Bohyun sambil meninju pelan lengan Taehyung.
Taehyung tak menjawab dan berusaha menghindar kontak mata dengan orang-orang itu. Mengapa ada juga manusia yang selalu bertindak semena-mena dan menindas tanpa alasan?
“Besok bawalah duitnya lebih banyak,” ucap Geunwon sambil melempar dompet ke wajah Taehyung, “Oke?”
Jaewook memberi cengiran pada Geunwon. “Dan ingat, jangan coba-coba lapor ya. Atau kau akan kami sikat.”
“Geurre, geurre,” tukas Bohyun menepuk kepala Taehyung dimanis-maniskan, “Selesaikan masalahmu sendiri dengan gentle. Kalau kau tak suka dengan sikap kami silakan lawan kami, dengan senang hati akan kami ladeni.”
Ketiga orang itu tertawa lalu akhirnya pergi meninggalkan Taehyung seorang diri. Vampire itu masih menunduk. Uang? Dia tidak butuh uang. Hyungnya bisa memberikan banyak. Tapi bekas luka di hatinya ini masih tak kunjung sembuh.
Jungkook berdiri di luar, di balik pintu kelas, mendengar sejak tadi apa yang dilakukan orang-orang itu pada Taehyung. Tangannya terkepal kesal. Kenapa Taehyung tidak membela dirinya? Kenapa vampire itu tidak berubah saja menjadi mengerikan lalu mematahkan tulang-tulang mereka? Tiga manusia itu pantas menerima konsekuensi karena sudah memeras seorang vampire! Tapi malah Taehyung terlihat lemah begitu, tidak melawan, membiarkan dirinya terus dinistakan.
Jaewook, Bohyun dan Geunwon keluar dari kelas masih tertawa. Ketiganya mengambil jalan ke kanan kelas, tidak melihat ada Jeon Jungkook di sebelah kiri kelas yang memandang mereka dengan sebal. Jungkook berusaha menguasai dirinya untuk tidak ikut campur dalam urusan itu. Lagipula dia dan Taehyung bukan chingu lagi kan?
Jungkook pun bergegas pergi meninggalkan tempat itu.
****
Seokjin dan Soojung tengah makan malam bersama. Usai pulang kuliah, Seokjin mengajak kekasihnya untuk makan sambil menghabiskan waktu bersama. Keduanya sudah tidak awkward lagi mengenai hubungan vampire-manusia. Soojung sudah tidak peduli bahwa orang yang ia cintai itu vampire. Seokjin membuatnya selalu bahagia dan itu cukup untuk Soojung.
Soojung sedang membaca pesan di ponsel saat Seokjin tengah memilih-milih menu. Soojung mendapatkan pesan dari Jungkook yang menanyakan keberadaannya karena Jungkook mengajak kakaknya untuk makan bersama.
Wah kebetulan sekali, pikir Soojung.
“Oppa, apa kau keberatan jika adikku ikut makan bersama kita sekarang?” tanya Soojung.
Seokjin mengangkat wajahnya dan memberi senyum pada wanita itu. “Tentu saja tidak. Ini juga mungkin menjadi kesempatan untukku bertemu dengan adikmu.”
“Kebetulan dia mengajakku makan jadi kupikir apa sebaiknya dia bergabung bersama kita jika kau tidak keberatan.”
“Aku tidak keberatan sama sekali. Aku pun menanti-nanti bertemu dengannya.”
Soojung memberi cengiran panjang. “Oke kalau begitu, aku akan memberikan lokasi ini padanya.”
Seokjin mengangguk. Dia memang ingin mengenal adik semata wayang kekasihnya. Soojung adalah kekasihnya dan adik kekasihnya sudah pasti akan dia anggap menjadi adiknya juga.
“Kalau begitu aku akan pesankan 3 set untuk kita.”
“Oke.” sahut Soojung lalu sibuk mengetik pesan di ponsel.
Sepuluh menit kemudian Jeon Jungkook tiba di tempat itu. Ia cukup tercengang karena kakaknya tidak sendirian, sepertinya bersama dengan kekasih? Jika tahu begitu Jungkook pasti akan menolak untuk datang. Dia tidak mau menjadi obat nyamuk di tengah pasangan yang berkencan.
“Akhirnya adik tampanku datang…” ucap Soojung dengan senyum lebar pada Jungkook.
“Hallo..” sapa Seokjin ramah memandang Jungkook. Ternyata benar Jungkook tidak ada kemiripan dengan kakaknya, meski Jungkook pun tampan dan memikat sama seperti kakaknya.
“Kenalkan ini Jeon Jungkook, adik manisku, Oppa.” ucap Soojung mengenalkan adiknya pada sang kekasih.
Seokjin agak tercengang saat mendengar nama itu. Jeon Jungkook? Bukankah nama itu pernah ia dengar saat Taehyung menceritakan mengenai teman kuliahnya?
“Jungkook, perkenalkan ini Seokjin, kekasihku…” kata Soojung dengan senyum malu pada adiknya, “Dia dosen di kampus kita, Kook.”
“Oh?” Jungkook cukup takjub karena bahkan kakaknya memacari dosen kampus. Daebak! Kalau dilihat dosen itu tampak masih muda, biasanya dosen yang dikenal Jungkook itu sudah tua layaknya Profesor atau minimal umurnya sudah di atas 35 tahun. Tapi Seokjin sepertinya berumur jauh dari itu ya. (udah hampir 100 tahun woy!)
Seokjin memberi senyum kembali pada Jungkook yang sedang mengamatinya. Jika benar Jungkook adalah sahabat Taehyung maka seharusnya Jungkook berada di jurusan yang sama dengan dongsaengnya itu. “Jungkook kuliah di jurusan apa?”
“Teknik kimia.” sahut Jungkook.
Bingo! Ternyata benar Jungkook yang ini merupakan teman Taehyung. Senyum Seokjin semakin lebar. Dia senang sekali kalau ternyata adik Soojung merupakan sahabat dari Taehyung. Ini pertanda baik. Mereka bisa menjadi satu keluarga yang sangat harmonis. Seokjin merasa ini adalah takdir!
Seokjin ingin memberitahu Jungkook saat itu juga bahwa Taehyung adalah adiknya! Namun Seokjin mengurungkan niatnya, mungkin sebaiknya ia pura-pura tidak tahu terlebih dulu dan membiarkan Jungkook yang mengetahuinya sendiri.
“Kakakmu sudah menceritakan bahwa kau adalah murid cemerlang di kelas.” ujar Seokjin.
Jungkook mengerling ke arah kakaknya, entah sudah sebanyak apa informasi yang diberitahukan Soojung mengenai dirinya. “Aku hanya murid biasa kok.”
Seokjin memberi senyum lagi. Dia juga jadi ingat kalau Jungkook yang banyak membantu Taehyung di perkuliahan. Seokjin sangat bersyukur sekali karena ada orang seperti Jungkook di sisi Taehyung.
“Apa hobimu, Jungkook?”
“Boxing.”
Seokjin terkekeh dan Soojung hanya geleng-geleng mendengar jawaban adiknya.
“Sudah kubilang bahwa adikku ini sangat senang berolahraga. Lihat saja otot-ototnya.”
“Pastinya aku akan langsung KO jika melawanmu Jungkook.” ucap Seokjin setengah bercanda. Tentu saja tidak bukan? Vampire pasti lebih kuat dan cepat dibanding manusia biasa.
Jungkook mengedikkan bahu saja. Bersamaan dengan itu, pelayan datang membawa makanan ke meja mereka. Ketiganya terus mengobrol sambil makan. Jungkook bersyukur karena ia tidak merasa lonely di sana. Seokjin dengan ramah selalu melibatkannya dalam setiap pembicaraan. Kakaknya pun demikian. Sepertinya couple itu memilih untuk mengobrol dan menghabiskan waktu dengan Jungkook dibandingkan mengobrolkan romance ataupun hal privacy.
.
.
Jimin menggerak-gerakkan kakinya dengan resah. Dia duduk di tempat tidur, baru saja menerima panggilan masuk dari Yoongi. Jimin cukup terkejut sebenarnya karena dhampir itu meneleponnya. Dan Jimin semakin terkejut saat Yoongi mengobrolkan perihal yang menimpa Taehyung, mengatakan bahwa sepertinya Taehyung sedang ada masalah dengan teman mereka yang bernama Jeon Jungkook.
Jimin tahu bahwa ada sesuatu di antara Jungkook dan Taehyung. Jungkook sudah tidak bersama Taehyung lagi saat istirahat. Meski Taehyung selalu mengatakan Jungkook harus ke perpustakaan tapi Jimin tak semudah itu dibohongi. Aneh saja jika Jungkook ke perpustakaan sementara Taehyung tidak. Bukankah keduanya satu kelas?
Beberapa hari ini pun wajah Taehyung sangat tidak bersemangat. Senyumnya terlalu dipaksakan. Tawanya sumbang dan sering Taehyung melamun kosong. Jimin tak pernah menyangka bahwa masalah yang dihadapi dua temannya itu sangat serius. Tapi kenapa dan tentang apa?
Jimin berusaha menelepon Jungkook karena ingin menanyakannya saat ini juga. Tapi ponsel Jungkook tidak aktif. “Aish, si Jeon Jungkook itu sedang apa sih!”
Jimin harus tahu apa yang sebenarnya terjadi, karena tidak biasanya Jungkook bersikap seperti ini.
****
Taehyung membuka lokernya siang itu untuk mengambil buku kuliah. Saat hendak mengambil, ia melihat ada kartu di tumpukan buku paling atas. Ia mengambilnya dan terkejut saat melihat kartu familiar itu. Kartu ini adalah kartu vampire, kartu yang pernah ia berikan pada Jungkook. Kartu favorit nomor satunya!
Mata Taehyung membesar dan tangannya gemetar memegang kartu itu. Apa Jungkook mengembalikannya? Jadi Jungkook benar-benar ingin memutus hubungan mereka selamanya. Ini begitu menyedihkan. Taehyung menahan matanya untuk tidak berkaca-kaca.
Ada kartu lain di atas tumpukan buku. Taehyung mengambilnya dan melihat bahwa tulisan di kartu itu adalah tulisan Jungkook sendiri. Dalam kartu itu berbunyi :
Besok jam delapan malam, datang ke Gedung XX di Jalan XX.
Taehyung tidak bisa menahannya dan air matanya menetes juga. Ia tidak berpikir masalahnya akan selesai dengan pertemuan itu. Mungkin itu adalah perjumpaan terakhir mereka, mungkin Jungkook ingin mengucapkan perpisahan untuk terakhir kalinya.
Taehyung memejamkan mata dan memukulkan kepala ke pintu loker. Ini sangat menyedihkan. Dia sangat menyedihkan.
Dari kejauhan, Jungkook memperhatikan Taehyung. Ia tak menyangka kalau vampire itu kembali menangis lagi hanya karena kartu vampirenya dikembalikan. Tapi memang Jungkook pun tidak ingin menyimpan barang Taehyung lagi. Ia harus benar-benar mengakhirinya.
Sebenarnya Jungkook mendapat pesan dari markas vampire, memintanya untuk menjebak vampire yang dimaksud supaya bisa ditangkap atau dicek kebenarannya oleh hunter. Dan Jungkook pun menyebutkan tempat dan waktu yang sama seperti yang ia tuliskan untuk Taehyung.
Besok… Taehyung akan ditangkap oleh hunter.
🎃🎃
oh no.. 😥😭😭😭
Oke berikut kartu vampire curse yang dimaksud
Bagaimanakah nasib Taehyung? Jangan lupa berikan like dan comment mengenai episode ini. dan selamat merayakan hari raya Idul Fitri bagi teman teman yang merayakan🙏