Vampire In The City

Vampire In The City
Halloween (1)



🎃 Jangan lupa like dan comment 🎃



Acara Halloween yang ditunggu-tunggu tiba. Taehyung diijinkan ke Itaewon untuk melihat perayaan Halloween bersama Jungkook dan Jimin. Seokjin, Yoongi dan Namjoon pun akan datang ke Itaewon untuk melihat pesta kostum sekaligus mengawasi Taehyung dari jauh.


Taehyung didandani oleh hyungnya menjadi Mickey Mouse versi menyeramkan. Taehyung sangat excited dengan pesta kostum karena ia belum pernah mengikuti acara seperti ini. Seokjin berkostum seperti Detektif Conan : baju dan kacamata serta style rambut. Taehyung merasa Alpha itu mirip sekali dengan Detektif Conan bahkan jika menjadi Shinichi Kudo pun akan semakin mirip. Yoongi berdandan menjadi professor. Dhampir itu malas bersiap-siap, berhubung rambutnya yang putih, ia menata saja rambutnya sedikit berantakan seperti professor lalu memakai kacamata serta jas lab, LOL. Untuk Namjoon dia membiarkan diri apa adanya, membiarkan mata vampirenya nampak lalu menambah warna darah yang menetes di ujung bibirnya serta pakaian hitam dan tidak lupa rambut yang di mohawk.


Taehyung janjian bertemu dengan Jungkook dan Jimin di stasiun kereta. Taehyung tersenyum sangat lebar saat sudah melihat dua chingunya dari kejauhan. Jungkook berdandan ala vampire, wajah putih pucat dan aksen darah di ujung bibir, lalu memakai jubah seperti dracula. Sementara Jimin berdandan ala zombie, pakaian sobek-sobek seperti bekas dicakar, mata memakai lensa kontak merah serta dandanan wajah yang mirip mayat hidup zombie!


“Kalian keren sekali!!” puji Taehyung semangat.


“Kau tetap lucu, Tae, tidak menyeramkan sama sekali.” gumam Jimin melihat penampilan Taehyung.


“Tapi ini mickey versi Halloween!!” ucap Taehyung.


Jungkook mengekeh. “Ya, ya, untuk anak kecil itu menyeramkan kok, Tae.”


Taehyung memonyongkan mulutnya pada Jungkook.


“Oh ya, aku bawa kamera…” ujar Jungkook.


“Yeay, kita bisa berfoto-foto bersama…” kata Jimin dengan eye smile.


“Anni. Aku ingin memoto pemandangan Itaewon.” sahut Jungkook dengan wajah datar.


Taehyung memberi tawa. “Ayo kita berfoto dulu sebelum pergi ke Itaewon~!!”


Ketiganya pun berusaha selfie menggunakan kamera Jungkook. Namun karena sulit menggunakan SLR untuk selfie maka hasil yang didapat terpotong. Akhirnya perlu ada orang lain yang memotokannya. Jimin mengusulkan supaya mereka foto masing-masing saja.


“Sini biar aku fotokan. Taehyung, kau difoto dulu sendiri ya.” kata Jimin.


Taehyung menggigit bibir, awkward, jika disuruh berpose sendirian. Hyung di rumahnya tidak pernah tertarik dengan seni fotografi, begitu pula Taehyung. Jadi Taehyung menarik Jungkook untuk berfoto dengannya.


Keduanya pun difoto oleh Jimin. Jimin mengecek foto itu di layar dan mengernyit melihat mata Taehyung yang berwarna silver, apa lagi-lagi ini pengaruh blitz? Tapi mata Jungkook tampak normal.


“Lagi ya…” ucap Jimin akhirnya karena mungkin saja itu efek blitz.


Taehyung merangkul bahu Jungkook dan membuat V-sign dengan jarinya. Jungkook menirukan hal yang sama, berusaha menahan tawa. Di foto itu pun mata Taehyung masih berwarna silver abu-abu. Jadi Jimin berusaha memastikannya lagi dan menyuruh mereka difoto sekali lagi. Taehyung dan Jungkook berpose ala seram meski sebenarnya masih tampak cute. Jimin memiringkan kepala melihat hasil foto, mata Taehyung di layar yang masih berwarna abu-abu. Ah mungkin mata Taehyung sangat sensitif dengan blitz.


Kini giliran Jimin yang minta difoto. Jimin nyatanya sangat percaya diri ketika difoto, berpose macam-macam ke kamera. Taehyung terkagum, wahh seperti itu toh harusnya berpose. Jungkook yang memang tahu tentang cara memoto yang baik, dia membuat foto Jimin sangat luar biasa memukau.


“Jeon, kau mau kufoto?” tanya Jimin setelah ia sudah puas bergaya.


Jungkook menggeleng. “I’m good.” Jungkook memang lebih menyukai memoto dibandingkan difoto. Bersamaan dengan itu kereta pun datang. Ketiganya langsung bersiap-siap mengambil tas dan segera masuk ke dalam kereta.


Sekitar 20 menit naik kereta mereka tiba di Itaewon. Suasana sudah sangat ramai dengan orang-orang yang memakai kostum Halloween. Dekorasi setiap kafe dan restoran pun menunjukkan perayaan Halloween.



“Hwoaaa…” Taehyung bergumam riang melihat pemandangan jalan yang sungguh berbeda dibandingkan tempat tinggalnya.


“Ini baru Halloween.” kata Jimin mengekeh.


Jungkook tersenyum. Inilah yang ia nanti-nantikan, melihat parade dan pesta kostum Halloween. Tangannya sudah siap akan memotret banyak hal. Di Itaewon orang-orang berkostum sangat totalitas. Ada yang berdandan seperti hulk, ada yang menjadi hantu-hantu menyeramkan, ataupun berdandan menyerupai anime atau artis.


“Let’s go~” seru Jimin, “Kita berkeliling dan mungkin kita juga bisa sambil makan jajanan pinggir jalan.”


Ketiganya pun mulai mengitari jalanan Itaewon. Taehyung asyik memandangi sekeliling, Jimin tertarik pada jajanan pinggir jalan, sementara Jungkook banyak memotret.


Sementara itu di sisi Itaewon lain, Seokjin, Yoongi dan Namjoon sudah tiba sejak beberapa menit yang lalu. Mereka sudah biasa dengan pesta Halloween. Biasanya para vampire akan keluar dengan wujud asli mereka di acara semacam ini, seperti Namjoon yang menunjukkan mata serta taring aslinya. Tadi mereka juga sudah melihat clan lain yang datang ke Itaewon. Bisa dibilang moment Halloween adalah yang paling ditunggu vampire karena mereka bisa menunjukkan dan menampilkan diri mereka apa adanya tanpa perlu ada manusia yang berteriak ketakutan.


“Untuk apa Woobin dan Xiumin ada disini?” tanya Seokjin setengah kesal.


Yoongi melihat ke arah yang dilihat Seokjin. Dua vampire yang dimaksud sedang melihat parade, mereka tidak memakai kostum khusus, hanya saja mata mereka menunjukkan mata asli vampire. Yoongi juga heran mengapa lagi-lagi ia melihat kehadiran Woobin dan Xiumin.


“Tidak perlu heran,” sahut Namjoon, “Ini kan Halloween. Vampire menyukai acara semacam ini untuk menunjukkan penampilan mereka yang sesungguhnya.”


Seokjin mencium sesuatu di udara. Ini adalah aroma seseorang yang ia sukai akhir-akhir ini. Dia tidak tahu kalau ternyata Soojung juga datang ke Itaewon. Seokjin menimang apa sebaiknya ia menemui wanita itu ya? Tapi bagaimana kalau ternyata Soojung datang dengan ‘orang’ lain?


Yoongi melirik Seokjin, lagi-lagi ia merasakan emosi tak biasa dalam diri Seokjin. Emosi seperti merindukan seseorang.


Seokjin menggigit bibir. Akhirnya ia menyerah, ia memandang Yoongi dan Namjoon. “Aku harus ke suatu tempat dulu.”


“Kemana?” tanya Namjoon ingin tahu.


“Sepertinya ada seseorang yang kukenal yang juga datang ke tempat ini.”


Yoongi menaikkan sebelah alis, begitukah?


Seokjin tidak menunggu ijin dari dua vampire itu. Ia pun bergegas pergi ke arah lain, ke arah dimana ia mencium aroma Soojung.


“Sebenarnya dia ingin menemui siapa?” tanya Namjoon lebih pada dirinya sendiri.


Yoongi hanya angkat bahu. “Bagaimana kalau kita cari minum?”


“Ide bagus!”


Kedua vampire itu pun mencari kafe untuk bersantai dan minum bir.


Sementara itu Taehyung, Jungkook dan Jimin tengah bersenang-senang. Mereka melihat banyak hal unik dan menarik di tempat ini. Ada juga turis asing yang datang memeriahkan parade di Itaewon. Di Itaewon semua orang tampak sangat akrab, seperti saling mengenal padahal sebenarnya tidak.


Jungkook memotret orang-orang berkostum aneh. Ia juga mengarahkan kameranya pada Jimin yang sedang makan odeng. Jungkook tertawa kecil, ini akan selamanya menjadi foto nyentrik : zombie makan odeng?


Jungkook juga memotret Taehyung yang sedang tertawa riang menunjuk dan membicarakan apapun yang dilihatnya. Jungkook tersenyum melihat hasil foto Taehyung di layar, namun ia mengernyit saat melihat warna mata Taehyung yang berwarna abu-abu. Lagi-lagi mata Taehyung sensitif karena blitz?


Jungkook meng-off-kan blitz kamera dan kembali memoto Taehyung. Kali ini foto tersebut tidak menunjukkan mata Taehyung yang berwarna abu-abu.


Jungkook kembali menyalakan blitznya. Ia memotret Taehyung. Mata orang lain yang dia foto tidak seperti Taehyung saat kena blitz. Mungkin memang benar mata Taehyung sensitif dengan blitz?


Bagaimanapun ia merasa mata Taehyung yang terkena efek blitz lebih bagus, berwarna silver albu-abu seperti itu sangat cocok untuk Taehyung.


“Tae..” panggil Jungkook sambil mengarahkan kameranya dekat ke Taehyung.


Taehyung menoleh dan Jungkook langsung memotonya. Foto upclose Taehyung yang berwajah lugu, melihat ke arah kamera. Jungkook memberi smirk melihat hasilnya. Upclose seperti ini pun mata Taehyung masih silver.


“Mwo?” tanya Taehyung bingung dan ingin melihat layar kamera. Tapi Jungkook menjauhkan kameranya lalu pura-pura memotret orang-orang yang lewat.


Jimin mengangguk-angguk sendiri sambil meneruskan memakan odengnya. Sepertinya Jungkook juga melihat mata Taehyung yang silver saat kena blitz ya, hanya saja reaksi Jungkook berbeda jauh dengan reaksi Jimin. Jungkook sepertinya akan menyimpan foto-foto itu dengan sengaja.


Dari kejauhan Woobin dan Xiumin mengintai Taehyung, namun juga memastikan Taehyung tidak melihat mereka. Di tempat yang ramai ini inginnya mereka menculik bayi vampire itu, atau melakukan sesuatu yang menyebabkan kesakitan. Tapi bayi vampire itu terus bersama dua manusia.


“Kita tidak bisa melakukan apa-apa disini.” bisik Xiumin.


“Yeah, tapi lihatlah bayi vampire itu… selama kita mengamatinya beberapa hari ini, tampaknya dia tidak punya kekuatan sama sekali.” tukas Woobin.


“Dia sangat lemah, sekali serang sepertinya dia akan langsung roboh.”


“Meski bayi vampire seharusnya kekuatannya sudah nampak kan? Kita saja dulu sudah mengetahui kekuatan kita semenjak umur 2 tahun vampire.”


Xiumin mengangguk. “Sepertinya dia anomali?”


“Seokjin sangat bodoh jika mengambilnya sebagai anggota clan.”


“Kau tahu kan kalau Seokjin punya sisi kemanusiaan. Dia mungkin kasihan makanya mengambil anak bodoh itu.”


Woobin memberi smirk. “Kita bisa serang dia saat di kampus, saat dia terpisah dari teman-temannya.”


🎃🎃



Author akan publish part 2 nya di hari yg sama yahh. Jangan lupa berikan dukungan dengan like, comment dan vote🙏