
Jungkook berjalan mondar mandir di dalam kamarnya. Ia kembali melihat jam dinding, melihat jam yang menunjukkan pukul setengah 10 malam. Ia bisa saja langsung berbaring dan istirahat namun ada hal yang mengusik pikirannya. Ponsel ada di genggaman tangannya, berulang kali ia mengecek ponselnya, menyangka ada pesan masuk dari Jimin atau Taehyung (meski mustahil vampire itu mengirim pesan padanya).
Jungkook menggigit kuku jarinya dengan bimbang. Apa yang harus ia lakukan?
Entah kenapa tadi terbersit di pikirannya kalau Taehyung akan kembali pergi ke Black Dragon. Jungkook tidak tahu, tapi itulah yang tiba-tiba terlintas di benaknya! Vampire itu apa akan pergi ke Black Dragon kembali untuk bersenang-senang???
“Aishh.” Jungkook merutuk sendiri. Tanpa berpikir panjang, Jungkook menelepon Hoseok. Dia tidak mengingat kapan ia bertukar nomor dengan Hoseok tapi ia bersyukur ia melakukannya karena dalam situasi seperti ini bisa sangat membantu.
Di dering yang ketiga Hoseok mengangkatnya. “Aku terkejut saat melihat siapa yang meneleponku~~ Aku sedang di toilet ngomong-ngomong.”
Jungkook mengerucutkan hidung. “Mian, aku mengganggu di saat genting, Hyung. Umm, aku hanya ingin menanyakan apa Taehyung ada di rumah?”
“Mwo?” Suara Hoseok terdengar heran dari seberang, “Tadi dia ijin pergi untuk menginap di tempatmu?”
Sedetik Jungkook kaget mendengarnya namun ia segera menguasai situasi dan tertawa keras meski hambar. “Ha ha ha! Ah benar sekali, kenapa aku sampai lupa, mungkin dia masih di jalan ya…”
“Tapi dia sudah pergi 40 menit yang lalu lho…”
“Ha ha ha, aku ingat kalau kami janji bertemu dulu di pasar malam untuk membeli cemilan.” Jungkook merasa bodoh sekali, ia tidak mengerti untuk apa ia membantu Taehyung dan mengelabui hyungnya seperti ini. “Baiklah kalau begitu, maaf mengganggu waktumu di toilet, Hyung. Anyyeong~!!”
Buru-buru Jungkook langsung end call, tidak menunggu perkataan apapun lagi dari Hoseok. Alasan yang tadi dibuat Jungkook saja sudah cukup tak meyakinkan.
Jungkook langsung mengambil jaket dan dompet. Ia semakin yakin kalau Taehyung pergi ke Black Dragon. Dan lihatlah bahkan Taehyung membawa namanya sebagai alasan? Menginap apanya, Taehyung mungkin takkan pernah mau lagi ke rumahnya karena pamannya yang merupakan seorang hunter.
Jungkook pun segera pergi dari rumah menuju club Black Dragon sekarang juga.
.
.
Taehyung memang pergi ke Black Dragon. Dia tidak tahan dengan rasa penasarannya, dia tidak bisa menundanya terlalu lama. Bukankah itu tujuannya muncul?
Taehyung belum meminum darah manusia lagi sejak terakhir kali ia meminum darah busuk dari kulkas di rumahnya. Ia tidak mengerti mengapa Yoongi menyimpan darah busuk seperti itu yang tidak enak. Sekarang Taehyung merasa haus… bukan haus seperti manusia pada umumnya.. melainkan rasa haus yang biasa dimiliki vampire. Jika dia tidak segera minum darah manusia, tubuhnya akan semakin lemas dan mungkin emosinya pun ikut tidak stabil.
Sebelum ke club ini, Taehyung berniat mencari mangsa. Dan tahukah kau kalau tadi saat di jalan dia melihat ada korban kecelakaan motor. Sang korban berlumuran darah dan dilarikan diri ke rumah sakit namun Taehyung tidak merasakan terpikat sama sekali. Ia justru ingin muntah mencium darah manusia itu. Dengan rasa mualnya semakin membuat Taehyung tak sanggup untuk sekedar mencicipi darah manusia.
Well… jadi disinilah dia duduk di bar meminum tequillanya, terus berpikir bagaimana caranya supaya ia tidak haus lagi. Haruskah ia menggigit seseorang di club ini? Tapi dirinya sendiri tidak yakin dengan kondisi dirinya yang tadi hampir muntah. Ada apa dengan dirinya? Apa tubuhnya sakit? Apa pencernaannya terganggu ya? Dia haus akan darah tapi mual saat tadi mencoba meminum darah.
Taehyung pun ke pool dance dan menari saja, berharap dia bisa mendapat informasi lebih lanjut mengenai cara bergabung dalam kelompok VIP club ini. Karena hanya itu satu-satunya cara untuk tergabung dalam komunitas Gurkha Black Dragon.
Vampire itu menari, sesekali ada wanita yang meliriknya dan mengedip padanya padahal wanita itu pun sedang menari dengan partnernya sendiri.
Sedang menari seperti itu tiba-tiba ada yang menarik lengannya dari belakang. Ia menoleh dan heran melihat pria yang tidak dikenalnya. Pria yang memakai setelan jes, seperti semacam bodyguard atau pengawal pribadi orang berkelas.
“Ada yang ingin bertemu denganmu.” ucap pria itu singkat lalu memberi tanda supaya Taehyung mengikutinya.
Taehyung agak heran dengan situasi tiba-tiba ini. Setahunya dia tidak mengenali siapapun di club Black Dragon. Pria yang tadi memberitahunya itu membawanya ke bar sisi lain, disitu ada seorang pria tampan berkelas sedang duduk dan memainkan gelas whiskey-nya. Matanya sejak tadi memandang Taehyung dengan ekspresi sulit ditebak.
Taehyung menaikkan sebelah alis, dia sudah berada di hadapan pria itu, memandangnya. Dia tidak mengenalinya sama sekali, kenapa dia dipanggil?
“Duduklah…” ucap pria itu menunjukkan senyum ramah. “Aku akan mentraktirmu minum. Whiskey?”
Taehyung masih berdiri dan tak bergeming. Tentu saja Taehyung tidak mau membuang waktunya untuk dirayu di club malam. Tujuan kedatangannya adalah mencari si pemilik club untuk bergabung di dalam kelompok VIP.
“Relax…” ujar pria itu lagi. Ia memiringkan wajahnya dan mengamati wajah Taehyung baik-baik, melihat matanya yang silver itu. “Perkenalkan aku Lee Dongwook, pemilik Black Dragon.”
Mata Taehyung membesar. Hell. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Taehyung bahkan tak menyangka kalau orang yang ia cari malah menemuinya seperti ini.
Taehyung pun mengambil duduk di sebelah Dongwook. “Kau seharusnya mengatakannya dari awal.”
Dongwook memberi cengiran. “Wae? Kau mencariku juga?”
“Hmm…” Taehyung memberi senyum riang, “Anggap saja ini merupakan takdir.”
“Takdir…” bisik Dongwook dengan senyum. Ia pun memesan minuman ke bartender untuk tamunya itu. “Aku melihatmu di pool dance,” ujar Dongwook, “Dan aku merasa ini pertama kali aku melihatmu di sini. No offense, tapi aku mengenali setiap wajah di tempat ini.”
Taehyung menerima minum yang diberikan bartender. Ia memberi smirk pada Dongwook. “Katakanlah aku anak baru disini.”
“Yeah?” Dongwook tersenyum kembali. “Ada tujuan khusus?”
“Keinginanku adalah bersenang-senang, Tuan Lee…” sahut Taehyung sambil mencondongkan badannya. “Ini tempat bagus. Dan tak kusangka pemilik tempat ini sangat-sangat muda dan tampan.”
Dongwook tertawa renyah. “Aku tidak semuda yang kau bayangkan, tapi well terimakasih… umm… kau belum memperkenalkan dirimu…”
“Namaku Taehyung.” ujar vampire itu lugas.
“Okey, Taehyung-ssi, apa pria setampan dan secharming dirimu datang sendiri ke tempat ini?”
Taehyung mengangkat bahu cuek dan memberi smirk. “Begitulah yang terjadi.”
Dongwook mengekeh. Ia bertopang dagu dan menatap Taehyung. “Aku tidak akan melewatkanmu jika aku merupakan partnermu.”
Taehyung mendengus dan tertawa pelan. Sebenarnya dia agak cringe dengan situasi ini tapi bukan Taehyung jika dia tidak pandai berpura-pura. “Hal yang sama akan kukatakan untukmu, Dongwook-ssi.”
Pemilik club itu tertawa pelan, cukup tertarik dengan lawan bicaranya yang lugas seperti ini, tidak ada malu, tidak ada sungkan.
Sementara itu Taehyung sedang berpikir ia tidak akan langsung meminta dirinya untuk bergabung di kelompok VIP karena itu pasti hal yang aneh dan mencurigakan. Sepertinya kelompok VIP hanya bagi mereka yang merupakan kenalan dan rekan bisnis dari Dongwook.
“Tergantung…” kata Taehyung, “Entah kita akan bertemu lagi setelah ini atau tidak.”
“Kupastikan, Taehyung-ssi.” Dongwook memegang lutut vampire itu dan menatap Taehyung sungguh-sungguh. “Aku selalu menyukai seseorang dengan mata indah dan wajah yang memikat.”
Taehyung berusaha menyelami perkataan itu, entah pria ini sedang flirting padanya, atau entah ada maksud tersembunyi lainnya. “Then you must take an effort for me.” bisik Taehyung membuat Dongwook kembali tersenyum.
Taehyung melihat jauh ke belakang pemilik club itu. Ia melihat Jungkook berdiri di sana, entah sejak kapan, melihatnya dengan mata membesar. Taehyung tidak menyangka kalau Jungkook akan datang ke tempat ini, untuk mengawasinya?
“But not tonight…” lanjut Taehyung akhirnya dan menatap Dongwook.
“Wae? Sudah ada partner lain?” tanya Dongwook tenang.
“Agaknya.” ucap Taehyung pelan sambil melirik ke arah Jungkook kembali, seolah ada bom yang siap meledak di dalam Jungkook.
“Aku bisa menawarkan banyak hal untukmu, Taehyung-ssi,” ujar Dongwook, “Kau akan terkejut seperti apa diriku sebenarnya.”
“Aku tidak ragu,” Taehyung memberi smirk, “Kau terlihat hebat dan berkelas.”
“Well, kau belum melihat semua.” Dongwook mengeluarkan kartu namanya dan memberikannya pada Taehyung. “Weekend nanti ada event khusus hanya untuk kolega dan kenalanku. Kau bisa datang dan bawa saja kartu namaku ini.”
Taehyung menaikkan sebelah alis dan menerima kartu nama itu. Kartu nama yang bahkan terlihat sangat expensive dan berkelas.
“Weekend ini di lantai 2 club ini, hanya untuk VIP class.” lanjut Dongwook.
“Cool.” ucap Taehyung dengan senyum puas. Mungkin di event nanti Taehyung bisa mendapatkan banyak klu yang mengarah ke Big Boss sindikat penjualan vampire. Ini bagaikan keuntungan besar untuk Taehyung. Pria di depannya ini menunjukkan jalan lebih cepat dibandingkan perkiraannya.
“Sure, aku pasti datang.” Taehyung mengecup kartu nama itu dan memberi wink pada Dongwook.
Dongwook mengangguk dan tersenyum lirih. Taehyung pun berdiri dan pergi dari situ meninggalkan Dongwook yang sedang menghabiskan minumannya. Vampire itu segera pergi dan berjalan menuju Jungkook yang sudah memandangnya sejak tadi. Rahang Jungkook mengeras seolah marah dan ekspresinya sangat tidak baik.
Taehyung meniup poni keras-keras. Dia sedang tidak ada mood untuk berdebat dengan Jungkook apalagi rasa haus akan darah membuat Taehyung lebih sensitif dan emosional. Semoga Jungkook bisa diajak bekerja sama.
“Hai…” sapa Taehyung setelah berada di hadapan Jungkook. “Menjemputku atau kau kesini ingin bersenang-senang juga?”
Jungkook memutar bola mata dengan kesal. Ia tidak mengatakan apa-apa dan berbalik pergi dari tempat itu. Kejengkelan sudah sampai ubun-ubun. Taehyung mengikuti Jungkook yang berjalan keluar club. Vampire itu sudah tidak ada keinginan lagi untuk berada di tempat semacam diskotik, membuatnya muak jika terlalu lama di sana. Lagipula tidak ada hal lagi yang bisa dilakukan, Taehyung sudah mendapatkan apa yang ia mau malam ini.
“Jungkook…” panggil Taehyung karena manusia itu terus berjalan tanpa mengatakan apapun.
Jungkook mengepalkan tangan kuat-kuat. Ia berbalik dan menghadap vampire itu sudah tidak dapat menahan kekesalan. Sekarang ketika mereka sudah di luar club, Jungkook bisa meluapkannya. “Apa kau benar-benar serendah itu, Taehyung?”
“Mwo?” Taehyung mengernyit, terkejut dengan tudingan yang baru diberikan Jungkook.
“Apa seperti itu caramu untuk bersenang-senang?” tukas Jungkook, “Tidak bisakah kau menjaga image dirimu sendiri?”
Taehyung mendengus. “Jadi kedatanganmu ke sini hanya untuk mengataiku?”
“Kau bahkan membohongi hyungmu dengan mengatakan kau menginap di rumahku!”
“Kau menelepon mereka?” Mata Taehyung membulat menatap Jungkook. “Apa kau mengatakan kalau aku pergi ke club ini?”
Jungkook mengacak rambutnya sendiri dengan frustasi. “Aku tidak mengatakannya. Aku datang ke sini untuk memastikan kau tidak melukai orang lain.”
Taehyung tertawa pahit. Jadi Jungkook datang ke sini untuk berusaha menjadi superhero, antisipasi jika Taehyung akan menyerang manusia lain?
”Apa aku tampak seperti monster bagimu, Jeon? Bagimu aku selalu monster kan? Ah anni…” tukas Taehyung dengan mata berkilat marah pada Jungkook. Emosinya yang tidak stabil karena rasa lapar hanya membuat situasi semakin memburuk. “Kau pun menganggapku sebagai vampire rendahan yang hanya tahu bersenang-senang di club malam. Kau memang selalu berpikir serendah itu mengenaiku bukan?”
“Aku tidak–“
“Drop it.” potong Taehyung. “Kau tidak perlu menyia-nyiakan waktu dan tenagamu untuk menemuiku disini.”
Jungkook terhenyak menatap Taehyung. Wajah Taehyung itu semakin pucat seolah sedang sakit. Lampu diskotik menutupinya tapi lampu jalanan ini membuat Jungkook bisa melihat kalau wajah Taehyung terlalu pucat, tidak seperti biasanya.
“Ada apa denganmu? Wajahmu sangat pucat.” ucap Jungkook.
Taehyung hanya mendengus. “Wae? Kau mau mengatakan bahwa aku seperti dracula di malam hari yang ingin menghisap darah manusia?”
“Apa maksudmu–“
“Aku sedang tidak ingin berdebat, Jeon.” tukas Taehyung memotong. “Dan aku tidak akan membahayakan umat manusia seperti pemikiranmu.” Taehyung pun langsung pergi namun Jungkook menarik lengannya, mencegahnya untuk pergi.
“Kau mau kemana?”
Vampire itu menghempaskan lengan Jungkook. “Aku akan pulang, aku sudah tidak berselera berada di tempat ini berdebat denganmu!”
Taehyung langsung pergi meninggalkan Jungkook. Manusia itu menghela nafas keras-keras. Keduanya kembali berada dalam perdebatan sengit yang tidak ada jalan tengah. Jungkook sama sekali tidak bermaksud untuk mengatai Taehyung. Kedatangannya ke sini adalah untuk mengawasi Taehyung, jangan sampai ada hunter yang menemukan Taehyung di club seperti ini. Yang membuat Jungkook marah sebenarnya adalah karena ia masih belum bisa mengerti jalan pikiran vampire itu. Tadi saja Taehyung duduk bersama seorang pria asing, entah mengobrolkan tentang apa. Itu sangat mengganggunya. Jungkook punya firasat buruk mengenai pria itu dan Taehyung yang entah kenapa tampak begitu innocent, tersenyum manis meladeni setiap perkataan yang diucapkan pria tersebut.
Sebenarnya apa tujuan Taehyung ke tempat ini?
🎃🎃
shout out to Lee Dongwook, pemeran baru di novel ini😊 pemain tampan lainnya yeorobun
jangan lupa tinggalkan jejak 🐾🐾