
author baru bisa update, dimaklumi aja klo senin selasa mah. 😫 author juga gamau ngasih chapter asal²an maksa utk update tiap hari. author bikin cerita berusaha rapi tanpa typo dan kadang butuh mikir keras. ide memang mahal ekwkwk. kalau ada yg memplagiat karya author silakan bisa report ya 😀
kuy selamat membaca
🎃🎃
Seokjin mengendarai mobilnya dengan mengebut. Pagi ini ia mendapat telpon dari kekasihnya. Soojung setengah menangis saat menelepon dan mengatakan bahwa Jungkook tidak ada di kamarnya, ponselnya pun tidak dapat dihubungi.
Seokjin segera keluar dari mobil dan bergegas masuk ke dalam rumah. Matanya membola saat melihat Soojung berada di halaman rumah, berjongkok sambil menangis.
“Soojung-ah..” ujar Seokjin dan langsung memegang kedua bahu sang kekasih.
“Jungkook…” gumam Soojung dengan mata basah, “Jungkook tidak ada di kamarnya, Oppa.”
Seokjin menelan ludah dalam-dalam. Apalagi yang sekarang terjadi? Apa kini giliran Jungkook yang diculik sindikat?
“Ponselnya tidak bisa kuhubungi,” isak Soojung. Seokjin langsung merengkuh wanita itu ke dalam pelukannya.
“Aku tahu kalau akhir-akhir ini dia mencemaskan Taehyung,” ucap Soojung di sela tangisnya, “Dan sebagai kakak aku harusnya memberi kekuatan padanya. Bukan jadi seperti ini keadaannya.”
“Soojung-ah, Darling, ini bukan salahmu…” ucap Seokjin sambil mengelus rambut pacarnya. “Kita akan mencarinya, oke. Dia pasti baik-baik saja.”
“Kalau terjadi sesuatu padanya aku tidak akan memaafkan diriku…” isak Soojung.
“Andwae, andwae… Kita akan mencarinya sampai ketemu.”
Soojung masih menangis. Mengapa kondisi hanya semakin rumit? Semua ini karena perbuatan sindikat penjualan vampire, hidup mereka yang semula tenang dan damai berubah menjadi malapetaka.
***
Jungkook tersentak bangun saat ia merasakan air dingin yang disiram ke wajahnya. Ia membuka mata yang perih karena dia sudah mengalami tidur panjang. Jungkook melihat ada dua orang mafia masuk ke dalam sel. Salah satunya yang tadi menyiram air es ke wajahnya untuk menyadarkannya dari efek gas bius yang terlalu lama. Sementara mafia yang lain meletakkan nampan berisi makanan di lantai.
Jungkook mulai mengingat kembali kondisi yang terjadi. Dia dibawa ke dalam sindikat untuk darahnya diambil dan ditransfusikan pada Taehyung. Jadi sekarang dia masih ada di sindikat?
“Sebaiknya kau segera makan dan mengisi tenagamu,” tukas seorang mafia, “Karena sejam lagi kau harus bertarung.”
Mafia yang lain memberi kekehan seolah sedang mencemooh nasib malang yang menimpa Jungkook. “Good luck, Little Boy.”
Keduanya pun pergi meninggalkan Jungkook, kembali mengunci sel itu. Jungkook merasa matanya masih pedih, belum beradaptasi karena entah sudah berapa lama ia tertidur.
Apalah maksud perkataan orang-orang itu?
Sudah berapa lamakah ia berada di sini? Jungkook merasa kerongkongannya sangat kering. Ia mengambil gelas yang berisi air dan meneguknya banyak-banyak. Sekarang apa yang orang-orang sindikat ini inginkan darinya?
.
.
Pesta sindikat yang dimaksud oleh Dongwook berjalan sesuai dengan permintaannya. Sudah hadir 5 anggota VVIP juga “tamu-tamu kehormatan” lain yang memang menjadi penonton setia setiap sindikat membuka ‘kandang pertarungan’ seperti ini. Kau tahu bahwa di dunia ini ada banyak orang menjijikkan, yang menyukai tontonan sadis dan nyata, tanpa edit tanpa naskah drama. Orang-orang itu rela membayar mahal untuk bisa memuaskan keinginan mereka. Orang-orang itu adalah orang-orang kaya, banyak juga yang terpandang dan mempunyai status sosial tinggi di masyarakat, namun hobi mereka adalah seperti ini, mempertaruhkan sekarung uang demi tontonan tidak bermoral. Dan saat sindikat mengumumkan di web resmi mereka bahwa ada pertarungan vampire vs manusia, mereka langsung mengambil seat dan memasang taruhan. Biasanya sindikat hanya mengadakan pertarungan vampire vs vampire mutan, jika kali ini ada pertarungan melawan manusia pastinya lebih menarik lagi.
Seorang member VVIP yang bernama Li Xian yang akan mengutus ‘ziti’ miliknya untuk bertanding melawan manusia utusan Lee Dongwook. Banyak spekulasi dan uang taruhan yang dipasang semakin tinggi. Sepertinya akan menjadi tontonan menarik malam ini karena pastinya sindikat tidak mungkin mengirim manusia lemah untuk bertarung di dalam ring. Pertandingan pasti tidak akan membosankan bukan?
Ring pertarungan merupakan seperti kandang tertutup tembus pandang sehingga bisa dilihat dan ditonton langsung. Ada sofa dan tempat duduk yang dipasang mengelilingi ‘kandang’, tempat para milyarder duduk di sana, menonton sambil memasang taruhan. Ada pula layar TV sangat besar yang menayangkan lebih dekat pertandingan yang terjadi di dalam ‘kandang’. Para milyarder yang duduk masing-masing juga ditemani oleh bodyguard sendiri, jaga-jaga jika terjadi hal bahaya yang tidak diinginkan.
Dongwook duduk sendiri sambil menghisap cerutunya. Dia memakai mantel bulu rubah yang mahal, anting berlian besar di telinganya menunjukkan bahwa dialah big bos sindikat yang sangat disegani di tempat ini. Ia menghisap cerutunya sementara matanya menjelajah, melihat orang-orang yang datang. Dia cukup puas karena masih melihat wajah-wajah lama, ‘pelanggan’ setianya. Dia juga melihat ada wajah-wajah baru yang dikabarkan merupakan kaum elite yang tertarik pada hiburan baru ini.
Well, Dongwook tidak akan peduli… Baginya yang penting uang mengalir deras ke pundi-pundinya.
Sementara itu Jungkook dibawa masuk ke belakang ring. Kedua tangannya diborgol di belakang. Jungkook tidak mengerti apa yang terjadi dan tidak tahu dia sedang dibawa kemana namun ia heran mendengar ada suara musik menghentak, seolah dia sedang berada di arena pertarungan.
Salah satu mafia setengah menertawainya. “Entah anak kecil ini akan berapa lama bertahan di ring sana. Menurutmu berapa lama?” tanyanya pada rekannya.
“Five minutes?” sahut yang lain mendengus.
“Kali ini siapa yang akan maju?” tanya yang lain.
“Ziti dari Xian…”
“Ahh... Yixing? Dia cukup temperamen juga kudengar.”
Jungkook tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan orang-orang itu. Apa dia dibawa bukan untuk dipulangkan? Apa dia harus melakukan sesuatu yang diinginkan sindikat? Bertarung apa?
“Kau harus memberikan pertunjukan yang menarik, Anak kecil.” tukas salah satu mafia sambil menepuk pipi Jungkook. “Jangan cepat mati dulu.”
Yang lain malah memberi kekehan. “Yixing pastinya disuruh untuk memberikan pertunjukkan menarik. Kalau pertandingan cepat selesai begitu saja, penonton pasti kecewa.”
“Yeah. Semoga beruntung, Bocah.”
Jungkook menghempaskan lengan mafia yang mempermainkannya. Sial, ini hanya membuatnya semakin kesal. Apa dia sedang dijadikan santapan vampire mutan?
Mafia membuka kunci borgolnya lalu mendorong badan Jungkook maju ke depan. Pintu silver di depannya tiba-tiba terbuka dengan otomatis sementara mafia-mafia yang di belakangnya langsung pergi meninggalkan Jungkook, membiarkan Jungkook berada di dalam arena.
Mata Jungkook membesar ketika pintu silver terbuka dan menunjukkan apa yang ada di depan matanya. Dia seperti berada di arena pertandingan yang ditutup dengan kaca tebal. Lampu sorot mengarah padanya membuat matanya sangat silau. Ia mendengar suara musik menghentak itu berhenti.
Jungkook maju beberapa langkah dan mata membola saat ia menyadari apa yang tengah terjadi. Ia melihat ada sekitar 20 – 30 manusia yang duduk di luar arena. Orang-orang kaya dengan penampilan berkelas mereka, rambut berwarna warni, pakaian dari brand ternama, bodyguard berdiri sigap di mana-mana.
****. Ini bukan seperti pemikirannya kan?
Di ujung kandang, ada seseorang yang berdiri dengan mata kelam, bertelanjang dada, menunjukkan roti sobeknya di sana sini. Rambutnya berwarna merah menyala. Yang mengerikan adalah karena ia tidak memiliki telinga kiri. Vampire itu bernama Yixing. Dia adalah ziti milik Li Xian, sudah berkali-kali mengikuti pertarungan semacam ini. Dia bukanlah vampire mutan karena sebenarnya sudah menjadi vampire sejak lahir namun sindikat banyak memberikan obat-obat asing masuk ke dalam tubuhnya.
Yixing adalah seorang Alpha, dulu clannya dibantai hunter. Obat-obatan yang diberikan mempengaruhi pikiran dan mentalnya sehingga menjadi vampire tak berperasaan yang hanya mendengar perintah tuannya. Kekuatan Yixing adalah bisa mengeluarkan cambuk dan mengendalikannya.
Sial, Jungkook mulai mengerti apa yang tengah terjadi. Dia melihat ke belakang dan pintu yang tadi ia lewati kini tertutup, arena alias kandang ini sudah ditutup, yang berada di dalam tidak dapat keluar.
Bel tiba-tiba berdering keras membuat orang-orang di ruangan ini bersorak keras karena akhirnya pertandingan dimulai.
Jungkook menahan nafas saat vampire itu bergerak dengan cepat ke arahnya, mata begitu tajam seperti mata pembunuh berdarah dingin. Jungkook belum ada persiapan saat tiba-tiba saja pukulan menghantam perutnya. Tubuh Jungkook terpelanting cukup jauh.
Jungkook mengerang menahan sakit di ulu hatinya. Untunglah dia cukup lama bergelut di olahraga dan pertinjuan membuatnya tidak akan lemah. Jungkook bangkit berdiri saat Yixing kembali dengan cepat melesat ke arahnya. Pukulan Yixing ia tangkis. Vampire itu memang memiliki kekuatan bertarung tapi jangan remehkan Jeon Jungkook yang sangat berandal ketika berurusan dalam pukul memukul.
Sorak riuh bergema karena bagaimana Jungkook menangkis pukulan Yixing. Sepertinya pertarungan tidak akan seboring kelihatannya? Di layar TV besarmenampilkan peningkatan uang taruhan yang dipasang akibat tindakan Jungkook barusan. Dongwook memberi smirk melihatnya, ia semakin senang saat uang yang masuk semakin banyak.
Meski Jungkook berhasil menangkis Yixing namun ia tidak keburu menahan tendangan vampire itu ke pinggangnya. Jungkook pun terseret jauh ke lantai. Dia tidak lama dalam keterpurukan karena Jungkook langsung dalam posisi siap ketika Yixing kembali menyerangnya. Lama-lama Jungkook mulai terbiasa dengan kecepatan yang dimiliki oleh Yixing. Ini adalah kecepatan yang sama yang dimiliki Namjoon saat keduanya berlatih bersama di basement. Jungkook berusaha fokus dan sebisa mungkin tidak mendapat pukulan dari Yixing.
Jungkook sudah bergabung dalam boxing bertahun-tahun lamanya, sejak akhir SMP dia sudah belajar boxing. Kau tidak bisa meremehkan kemampuan anak ini. Itu juga alasan mengapa mahasiswa di kampus tidak mau berurusan dengannya karena pukulan tinju Jungkook terkenal sangat kuat.
Jungkook kena tinju di pipi namun dia bisa menguasai diri dan terus mengadakan defense. Sampai akhirnya Jungkook merasa mendapat kesempatan, dengan cepat ia meninju rahang Yixing dari bawah. Pukulannya sangat kuat membuat Yixing bahkan langsung melompat dan terpelanting ke belakang.
Sorak bergema nyaring di sana manakala melihat bahwa pukulan manusia bisa menjatuhkan vampire. Mulut Yixing sampai mengeluarkan darah karena pukulan telak yang diterimanya. Dan kau salah jika berpikir bahwa orang-orang sedang berada di pihak Jungkook. Orang-orang yang menonton bersorak karena pertarungan tidak akan monoton ketika lawan cukup kuat. Mereka sudah tidak sabar ingin melihat Yixing menggunakan kekuatan vampirenya dan menghabisi Jungkook.
Jungkook menarik nafas dan menghembuskannya kuat-kuat. Dia tidak akan membiarkan dirinya menjadi bulan-bulanan di tempat ini. Dia kembali mengingatkan dirinya mengenai tujuan utamanya. Dia harus menyelamatkan Taehyung. Dan kekuatannya saat ini sangat diperlukan. Ia akan melewati rintangan yang menghalanginya untuk mencapai tujuannya.
Yixing bangkit berdiri. Ia menyeka bibir yang mengeluarkan darah. Mata vampirenya yang berwarna oranye berkilat nyala karena marah. Tiba-tiba saja dari tangannya keluar cambuk panjang. Penonton kembali bersorak karena yang ditunggu akhirnya muncul. Cambuk itu bisa melayang dan bergerak sendiri di udara, dikendalikan langsung oleh pikiran Yixing. Itulah yang menjadi kekuatan vampire itu.
Jungkook cukup kaget melihatnya. Matanya dengan tajam kini harus mengawasi dua musuh sekaligus : vampire dan cambuk.
Cambuk itu melayang dan bergerak ke arahnya. Jungkook berlari menghindar, namun ia menjadi lalai tidak melihat Yixing yang juga melesat ke arahnya. Pipi Jungkook kena tinju Yixing. Manusia itu terpelanting beberapa meter ke lantai, dan tepat saat ia jatuh, cambuk terbang dan memukul kakinya. Jungkook mengerang kesakitan, ia bergegas bangun dan menghindar kembali sambil menahan sakit.
Yixing memberi senyum mencemooh melihat bagaimana Jungkook seperti anjing malang yang dikejar-kejar pemburu yakni cambuknya. Yixing hanya berdiri dengan matanya bergerak mengikuti kemana Jungkook berlari menghindar. Dengan mudahnya Yixing mengendalikan cambuk itu dan mengejar Jeon Jungkook di dalam ring tertutup ini.
Suara penonton pun terdengar semakin riuh dan ramai, menyoraki apa yang dilakukan Yixing dan Jungkook. Jika ada yang kena pukul, penonton begitu antusias, memang orang-orang psiko ini tidak punya perasaan sama sekali.
Jungkook sudah kena cambuk beberapa kali, kulit sudah berdarah dan menimbulkan bekas merah. Keringat pun sudah mengucur deras. Sial, kalu terus seperti ini dia akan mati konyol dipermainkan cambuk vampire.
Menghindar terus pun tak ada gunanya karena dia tetap akan kena pukul. Mau tak mau Jungkook harus mengalahkan cambuk ini supaya berhenti mengejar-ngejarnya. Akhirnya dengan berani Jungkook membalikkan badan, ketika tali cambuk itu hendak menyerangnya, Jungkook menyambut tali itu, menangkapnya dengan telapak tangannya. Telapak tangan sangat perih karena menerima cambukan namun dengan segenap tenaga ia berusaha menahan gerakan cambuk itu.
Yixing berusaha mengontrol cambuk supaya terlepas dari cengkeraman Jungkook namun begitu kuatnya pegangan manusia itu pada cambuknya. Jungkook berusaha menahan dengan kekuatannya, bahkan tubuhnya sampai ditarik maju, darah sudah menetes dari telapak tangannya namun Jungkook tetap gigih menahan, tak peduli meski tangannya akan terbelah dua sekalipun.
Orang-orang yang menonton semakin gemas karena pertarungan semakin alot. Manusia itu boleh juga.
Jungkook memegangi cambuk dengan kedua tangannya. Matanya sudah basah karena betapa rasa perih di tangan akibat cambuk yang ia cengkram. Jungkook berteriak kencang dan ia langsung mematahkan cambuk itu sekuat tenaga.
Yixing begitu kaget cambuknya telah dipatahkan seperti itu. Pertama kali baginya ada yang mematahkan cambuknya dengan nekat seperti yang dilakukan Jungkook. Darah dari tangan Jungkook menetes-netes ke lantai. Orang-orang yang menonton pun sangat tercengang sampai menahan nafas, namun sedetik kemudian mereka bersorak karena kalau begini pertandingan semakin seru. Ada manusia nekat yang mau melawan vampire sampai titik darah penghabisan.
Nafas Jungkook terengah-engah. Keramaian di tempat ini membuatnya sakit kepala, betapa memuakkannya para manusia yang melempar uang ke meja taruhan untuk melihat pertumpahan darah dan nyawa. Bastard.
Apapun itu, Jungkook sungguh tak peduli. Dia ingin keluar dari kandang ini dan membebaskan Taehyung bagaimanapun caranya.
Cambuk Yixing yang sudah terbelah dua jatuh ke lantai. Vampire itu tersenyum dingin. Matanya dengan ganas memandang Jungkook. Seperti sudah tidak terkontrol, Yixing melesat ke arah Jungkook. Ia langsung menggigit bahu Jungkook dengan taringnya yang tajam.
“Arghhhh!!!” pekik Jungkook kesakitan. Darah merembes keluar dari bahunya akibat koyakan dari taring vampire itu. Yixing juga menghisap darah Jungkook, takkan basa basi lagi. Ada darah gratis di depannya maka ia akan menghisapnya. Biasanya tidak pernah ada kejadian menghisap darah di dalam kandang karena memang pertarungan diikuti oleh vampire vs vampire.
Jungkook berusaha mengenyahkan vampire itu dari bahunya namun vampire itu makin membenamkan taringnya ke bahu Jungkook. Air mata manusia itu mengalir merasakan rasa sakit hebat di bahunya. Ia merasa lebih lemas lagi karena darahnya yang dihisap. Kali ini ia baru menyadari kalau gigitan vampire memang menyakitkan seperti ini. Taehyung yang menggigit dan menghisapnya tidak memberikan rasa sakit mungkin karena keduanya saling menerima satu sama lain.
Penonton bertempik riuh, tercengang sekaligus terhibur dengan pemandangan yang ada. Ngilu, mengerikan dan sadis, tapi itulah tontonan yang mereka inginkan di pertarungan ini.
Yixing memberi smirk. Ia menjauhkan taringnya dari bahu Jungkook. Manusia itu masih berteriak kesakitan sambil jatuh berlutut di lantai, memegangi bahunya yang mengeluarkan darah, ada bekas gigitan yang dalam di daging Jungkook sampai ia merasa gigi sepertinya vampire itu menggigit ke tulangnya juga.
Di saat yang bersamaan Taehyung di dalam ruangannya terbangun. Matanya terbuka dengan terkejut. Tiba-tiba ia tersadar dari obat bius yang mengendalikan kesadarannya. Bola mata bergerak dengan liar ke sekeliling ruangan.
“Jungkook…” ucapnya. Hatinya tiba-tiba dilanda kepanikan karena ia tahu apa yang sudah dialami manusia itu. Samar-samar suara teriakan Jungkook karena digigit vampire terdengar di dalam kepala Taehyung.
Taehyung duduk bangun. Untungnya di ruangan itu tidak ada siapa-siapa. Ia menghempaskan borgol yang terpasang di tangan dan kakinya. Ia keluar dari tempat tidur dan menyadari kalau dinding dan pintu ruangan terbuat dari silver.
“Jungkook!!!” teriaknya. Ia harus keluar dan menyelamatkan soulmatenya. Sindikat sialan ini apa sedang menjadikan Jungkook sebagai makanan vampire? Kurang ajar.
Taehyung mendorong bahunya ke pintu silver berusaha mendobrak namun ia langsung meringis kesakitan karena efek silver pada tubuhnya. Baju di bagian bahunya sedikit melepuh, begitu pun dengan kulit di bahunya. Tapi ia tidak bisa hanya ada di sini tanpa menyelamatkan Jungkook.
Taehyung sangat cemas. Lantas ia mengambil kursi yang ada di ruangan dan melemparkannya ke arah pintu silver. Mendorongnya berkali-kali untuk mendobrak pintu. Nyatanya pintu itu bukan pintu biasa, pintu otomatis yang bukan dikunci dengan kunci atau gembok, melainkan dengan kecanggihan. Kekuatan pintu itu pun bahkan tidak bisa dihancurkan oleh tank.
“Keluarkan aku!!” pekik Taehyung. Sebelah matanya sudah berubah putih, membola dengan marah. Sial, ia tidak mengerti mengapa ia merasa Jungkook ada di dalam sindikat ini, apa yang dilakukan Jungkook dan bahkan manusia itu digigit oleh vampire sindikat?
🎃🎃
Jangan lupa berikan jejak 🐾🐾
author sudah membuat akun trakteer.. disitu author memasukkan karya² author yg lain dan kemungkinan novel ini pun akan dipindah ke sana ya. silakan bisa subscribe dan melakukan dukungan utk author 😁💜
akun trakteer author : trakteer.id/minyfoxy
kalian bs baca karya author yang lain di sana🥺