Vampire In The City

Vampire In The City
A Warning




kira² seperti ini ya mind map penokohan di novel ini😌 semakin semrawut karena authornya yg bikin kusut😂


Oke lanjut met membaca


🎃🎃


“Kau tahu, cara senonoh yang kau lakukan takkan membuat Jungkook jatuh ke pelukanmu,” tukas Taehyung, “Apa itu yang selalu kau bayangkan sebelum kau tidur dan berharap Jungkook menjadi milikmu? Kau sangat menyedihkan.”


Lisa tak tahan dan dia mengambil gelas yang masih berisi air sepertiganya dan menyiramkannya ke wajah Taehyung.


Taehyung cukup syok. Wanita itu punya keberanian juga untuk melawan? Tangannya ini jika tidak dia kontrol sejak tadi sudah mendarat di leher Lisa dan meremukkannya.


“Adalah urusanku bagaimana aku menginginkan Jungkook.” tukas Lisa. “Aku tidak butuh saranmu.”


Taehyung mendengus. Seandainya manusia di hadapannya tahu bahwa Taehyung adalah soulmate Jungkook, wanita itu mungkin sudah terkencing-kencing.


“Kau terlalu meremehkanku, Nona.” Taehyung mengambil tisu dan melap wajahnya yang basah. Seharusnya ia tahu kalau wanita seperti Lisa memang bisa nekat dan agresif seperti hyena.


“Padahal aku sudah berbaik hati mengingatkanmu baik-baik.”


“Aku tidak butuh rasa kasihan darimu,” tukas Lisa, “Kau pasti tidak memberitahu Jungkook mengenai perbuatanku karena kau sendiri takut Jungkook tidak mempercayaimu kan?”


Taehyung menggertakkan gigi dan menatap Lisa dengan kesal. Ucapan wanita itu menohok sampai ke hati karena memang sedikit terbersit di pikiran Taehyung kalau bisa saja Jungkook tidak akan berada di pihaknya saat menceritakan perbuatan Lisa. Wanita itu cantik dan juga pandai bersilat lidah. Dan terlebih penting Taehyung pun berusaha menghindar dari retaknya hubungannya dengan Jungkook. Saat ini ia dan Jungkook sangat bersinergi, Taehyung tidak mau semua itu rusak karena masalah Lisa.


Taehyung berusaha menguasai diri, tidak boleh kalah mental dari Lisa. “Sepertinya kau tidak diberitahu mengenai apa yang terjadi pada 3 hunter yang menangkapku?”


Lisa memicingkan mata dengan sebal.


Taehyung mengekeh sendiri. “Bagaimana mengenaskannya yang terjadi pada 3 hunter itu, apa yang sudah kulakukan pada mereka, jadi kau tidak tahu, hmm? I guess… berita itu ditutupi supaya tidak menimbulkan kepanikan di markas hunter.”


“Kau jangan membual! Aku tidak takut pada vampire busuk sepertimu. Kastamu di bawah manusia.” Lisa menunjukkan seringai mengejek. Dia ingin juga menjatuhkan mental vampire di hadapannya. “Apa kau tidak sadar?”


“Busuk?” Taehyung membalas dengan smirk, “Apa kau tidak mencium hatimu sendiri yang lebih busuk dari bangkai di dunia ini?”


Lisa mengulum mulut. Dia benar-benar ingin mengenyahkan vampire itu dari muka bumi.


“Well, let’s see.” tukas Taehyung dan kembali melap wajah dan bajunya yang basah.


Jungkook kembali setelah dari toilet. Ia begitu heran melihat wajah dan sebagian baju Taehyung yang basah sementara vampire itu pun sedang melap menggunakan tisu. “Wae? Kau kenapa basah, Tae?”


“Tadi saat minum aku tak sengaja menumpahkannya,” sahut Taehyung sambil melirik Lisa dengan senyum pahit, “Aku terlalu teledor.”


Jungkook mengerutkan kening. Ia memandang Lisa dengan bingung melihat bagaimana ekspresi wanita itu yang tajam ketika menatap Taehyung, seolah ingin mencincangnya.


“Kita pulang saja ya?” kata Taehyung dengan memelas dan aegyo pada Jungkook. Sebenarnya dia pun sudah tak berselera ada di tempat ini bersama Lisa.


“Okay…” Jungkook mengangguk. Ia pun mengucapkan salam perpisahan pada Lisa.


Baru akan pergi, tangan Lisa terulur dan dia dengan sengaja memegang tangan Taehyung. Vampire itu seperti tersengat listrik, reflek ia menjauhkan lengannya dari pegangan Lisa karena baru saja wanita itu sudah menempelkan benda berbahan silver ke telapak tangannya. Lisa memang tadi mengambil koin silver dari dalam tas dan dengan dendam kesumat langsung memegang tangan Taehyung supaya vampire itu tersakiti.


Mata Taehyung membola. Ia memegang tangan yang sakit seperti melepuh.


Jungkook bisa melihatnya. Ia tahu ada yang baru dilakukan Lisa pada tangan Taehyung sampai vampire itu bereskpresi demikian. Itu adalah ekspresi yang sama yang dulu Taehyung tunjukkan saat Jungkook memegang tangan Taehyung dengan cincin silver. Ekspresi kaget, takut dan tersakiti.


Jungkook memegang lengan Taehyung dan ia langsung menghardik Lisa. “Apa yang kau lakukan?”


Lisa kaget karena Jungkook menyentaknya begitu. “A-aku…”


Jungkook tidak tahu apa wanita itu sengaja atau tidak, tapi Jungkook yakin kalau tadi Lisa memang menyentuhkan benda berbahan silver ke tangan Taehyung. Kedua alis Jungkook masih melengkung marah. “Jika kau mencoba menyakiti Taehyung, aku tidak akan memaafkanmu.”


Lisa sangat terpukul mendengar ucapan sinis Jungkook. Dan ia tidak bisa membayangkan seperti apa amarah Jungkook jika tahu Lisa yang menjebloskan Taehyung ke para hunter.


Taehyung pun cukup kaget dengan kemarahan Jungkook. Manusia itu sendiri yang berinisiatif membelanya dari bisa ular betina yang licik itu.


“Kajja, Tae.” ucap Jungkook dan menarik lengan Taehyung untuk pergi. Jungkook sangat emosi, ia tidak mengerti mengapa Lisa melakukannya, seolah Lisa tahu Taehyung adalah vampire sampai tega menyakiti Taehyung dengan silver yang merupakan kelemahan vampire.


Mereka masuk ke dalam mobil dan Jungkook langsung mencari kotak P3K di dasboard mobil.


“Aku tidak apa-apa, Jeon…” gumam Taehyung pelan sementara Jungkook sedang mengeluarkan obat merah dan perban.


Jungkook tidak mengatakan apa-apa. Wajahnya masih sangat serius dan kesal untuk apa yang barusan terjadi. Ia memegang tangan Taehyung dan membuka telapak tangan vampire itu. Rautnya berubah ketika melihat kulit Taehyung semacam melepuh dan mengeluarkan darah.


Seperti flashback, Jungkook teringat kembali bagaimana perlakuannya dulu yang dengan sengaja menempelkan cincin perak pada tangan Taehyung. Jadi seperti inilah yang akan terjadi pada vampire jika bersentuhan dengan silver? Jungkook merasa bersalah kembali. Dulu dia sebegitu tega menyakiti Taehyung.


“I’m sorry...” gumam Jungkook penuh penyesalan. Ia mengusap perlahan tangan Taehyung yang terluka itu.


“In bukan salahmu,” sahut Taehyung, “Kenapa kau meminta maaf?”


“Karena dulu aku pernah melakukan hal yang sama pada tanganmu.”


“Jeon…”


“I’m sorry, Tae.” Jungkook hanya bisa menunduk dan pelan-pelan membalut luka di tangan Taehyung.


“It’s okay, Jeon…” bisik Taehyung. Jika Jungkook sampai merasa bersalah seperti itu Taehyung pun jadi ikut sedih. Kenangan di masa lalu ketika Jungkook berusaha menyakitinya memang kenangan yang tidak manis untuk diingat. Tapi sekarang dia dan Jungkook sudah bisa saling menerima dan percaya, tidak perlu lagi terluka dengan apa yang terjadi di masa lalu.


“Dan gomawo…”


Jungkook mengangkat wajah dan mencermati ekspresi Taehyung, seolah dia sedang berusaha membaca pikiran vampire itu. Ekspresi Jungkook pun berubah, dia memberi senyum. Ia membalut tangan Taehyung, sepertinya akan butuh beberapa hari sampai kulit tangan yang melepuh kembali sedia kala.


Faktanya Lisa memang sengaja melakukannya karena ia tahu Taehyung adalah vampire.


Taehyung memilih mengangkat bahu dan sebisa mungkin memasang wajah innocent walau sesungguhnya ia tak tahan untuk memberitahu Jungkook kalau wanita itu ada kaitannya dengan sindikat. But no, Taehyung tidak mau membuat Jungkook mencemplungkan diri semakin dalam. Taehyung akan membereskan Lisa dengan tangannya sendiri.


“Lalu bagaimana kalau memang dia sengaja melakukannya untuk menyaktiiku?” tanya Taehyung pelan. Dia harus mengecek apa Jungkook akan memihak padanya atau pada Lisa. Bukankah itu uang menjadi keraguannya beberapa hari ini?


Jungkook mengerutkan alis dan menatap Taehyung. “Aku tidak akan memaafkannya. Kalau dia sengaja artinya dia ada maksud jahat sama seperti sindikat.”


Taehyung tersenyum sumringah. Ini artinya Jungkook memang berada di pihaknya. “Gomawo, Jeon.”


Jungkook mengerucutkan hidung sambil tersenyum. “Ain’t this cute?”


Taehyung menaikkan sebelah alis, bingung.


“Sekarang kita tampak akur dan kompak.” lanjut Jungkook dengan cengiran.


Taehyung mendengus saja. “Mungkin karena aku terlalu sering meminum darahmu.”


Jungkook tertawa pelan. Tangan Taehyung sudah selesai dia perban. Jungkook membereskan kembali kotak P3K. “Akuilah kalau seperti ini lebih baik dibandingkan kita berdebat tiada henti.”


Taehyung ikut tertawa. “Yeah, I like this way, Jeon.”


****


Dua hari kemudian…


Lisa keluar dari mobil yang sudah ia parkirkan di basement gedung apartemennya. Otaknya sekarang begitu kalut semrawut. Tadi sore dia mencoba mengecek sendiri apa yang sebenarnya terjadi sampai Taehyung bisa lolos dari tangkapan hunter. Memang aneh karena Lisa tidak mendapat kabar apapun sejak kemarin mengenai vampire yang kabur atau serangan vampire. Jadi akhirnya Lisa menanyakan sendiri pada sekretaris markas hunter yang memang ia kenal dekat. Dan ia terkejut saat mendapat info rahasia bahwa tiga hunter tewas dibunuh vampire, salah satunya bahkan adalah Myunggyu! Alasan berita itu hanya diketahui sekelompok orang saja supaya tidak menarik media untuk menyebarkannya pada publik. Bisa-bisa bisnis kotor penjualan vampire akan terciduk, masalahnya bisnis ini tidak pernah membayar pajak, selalu lolos dan tidak membayar pajak apapun untuk negara.


Lisa tak percaya kalau Taehyung saat itu tidak bohong ketika mengatakan 3 hunter yang menangkapnya tewas terbunuh dengan mengenaskan. Lisa menggigit bibir, apa betul Taehyung yang melakukannya? Bagaimana mungkin 3 hunter profesional kalah dari vampire seperti Taehyung. Oke, aura yang dimiliki vampire itu memang sangat mengintimidasi tapi Lisa masih tak percaya Taehyung punya kekuatan hebat sampai bisa mengalahkan hunter?


Lisa sudah sampai di apartemennya. Ia membuka pintu dengan kunci otomatis. Ia menghela nafas keras-keras saat memasuki rumahnya yang masih gelap. Tiba-tiba wanita itu hampir memekik histeris saat melihat ada bayangan orang berdiri di ruang tamunya. Meski lampu belum dinyalakan tapi jelas ia melihat ada seseorang yang berdiri di ruang tamu akibat cahaya bulan yang masuk dari jendela dan sedikit menerangi tempat ini.


Lisa langsung menyalakan lampu, berharap tadi itu matanya hanya salah lihat. Lampu menyala dan dia makin syok saat melihat bahwa Taehyung-lah yang sedang berdiri di ruang tamunya.


“K-kau…?” ucap Lisa takut apalagi dia baru saja mendapatkan fakta kalau 3 hunter yang menangkap Taehyung memang mati dengan mengenaskan. Apalagi yang mau dilakukan vampire itu di rumahnya dan bagaimana bisa vampire itu tahu rumahnya dan masuk seperti ini???


Nafas Lisa sangat tercekat melihat bagaimana sebelah mata Taehyung yang berwarna putih. Ia tidak pernah tahu kalau vampire bisa punya mata seperti itu?? Sekujur badannya gemetar, apa vampire itu sedang berniat membinasakannya?


“Hai…” sapa Taehyung dengan smirk, “Nice place, Lisa-ssi.”


“Ba-bagaimana kau bisa masuk?”


“Gampang saja. Bukankah aku vampire?” tukas Taehyung, “Kuharap kau sudah tahu apa yang terjadi pada 3 hunter yang menangkapku. Bagaimana aku mencabik daging mereka dengan tangan kosong.” Taehyung meregangkan jari-jarinya sehingga menimbulkan suara crack tulang membuat Lisa merinding.


Lisa sungguh tak berani bergerak. Badannya membeku ketakutan seperti ini. Jantung berdegup sangat keras, ia berusaha meredam kepanikan di dalam dirinya.


Taehyung meraih pajangan kayu di atas meja. Ia meremasnya dan dengan mudahnya menghancurkannya menjadi bubuk. “Seperti ini… Kira-kira seperti ini tulangmu akan kubuat hancur.”


Badan Lisa gemetaran melihat pajangan kayu favoritnya yang sudah hancur lebur dan berhamburan di lantai.


Smirk Taehyung semakin panjang. “Well, aku sudah mencari identitasmu… Kau tinggal seorang diri, tidak punya kerabat, bergantung pada beasiswa dari departemen hunter yang kau terima untuk melanjutkan kuliahmu.” Taehyung menatap kukunya malas-malasan. “Dan kau pun sepertinya ingin menjadi peneliti di sindikat penjualan vampire?” Taehyung memicingkan mata dengan tajam. Taehyung tidak pernah menyukai orang-orang semacam itu. Betapa ia tidak punya kenangan manis dengan peneliti atau dokter manapun. Yang ada hanya kenangan pahit yang membuat Taehyung menganggap bahwa orang-orang itulah monster sesungguhnya.


Bibir Lisa kelu. Dia tidak tahu kalau Taehyung sampai mencari informasi mengenai dirinya sedetail ini. Taehyung memang menyuruh Hoseok untuk mencari tahu hal-hal yang berkaitan dengan Lisa. Seperti biasa, Hoseok sangat bisa diandalkan untuk pekerjaan semacam ini.


Taehyung mengerucutkan hidung dengan jijik. “Kau kuliah dengan ekstra tenaga di jurusan kedokteran hewan supaya bisa menjadi sampah masyarakat dengan bergabung di sindikat?”


“Tutup mulutmu!” bentak Lisa. Matanya sudah merah karena marah meski jemarinya gemetar ketakutan.


Taehyung mendengus. Semua ini kembali pada harta dan kekayaan bukan?


“Ingin meraup harta dengan cara instan ya? Dengan menjadi manusia berhati busuk?”


Taehyung menunduk dan tersenyum sendiri, kembali bayang-bayang menyakitkan masa lalu itu datang menghantui. Selang-selang yang masuk ke tubuhnya, suntikan obat bius, dan bagaimana para dokter itu memperlakukannya seperti bukan manusia, seolah Taehyung sudah menjual dirinya di sana, padahal sebaliknya, dia terjerat dengan tipu daya, hanya karena dirinya yang berasal dari panti asuhan maka orang-orang itu berhak memperlakukannya demikian?!


“Aku akan memberikan waktu 3 hari padamu …” tukas Taehyung memandang Lisa lurus-lurus tepat di manik. Ia berjalan mendekati manusia itu dengan tidak melepasnya sama sekali. Posisi Lisa sudah terpojok karena Taehyung berada di depannya sekarang. “Tiga hari waktu yang kuberikan untuk kau mengundurkan diri dari kampus dan enyah dari kehidupan Jungkook.”


Wajah Lisa pucat. Dia sangat ketakutan jika sekarang Taehyung akan menyentuh dan mencabik dagingnya seperti apa yang ia dengar mengenai yang dialami 3 hunter.


“Aku sedang memberikanmu kesempatan…” kata Taehyung. Ia memegang pergelangan tangan Lisa dan wanita itu sudah meringis kesakitan padahal Taehyung hanya memegangnya saja. “Kesempatan untuk kau memilih jalan hidup lain yang lebih baik dibandingkan masa depan yang sindikat tawarkan.”


Lisa menggigit bibir sambil memejamkan mata, menahan isak tangis karena pergelangan tangan yang begitu sakit dipegang Taehyung.


“Pikirkanlah masak-masak,” ujar Taehyung, “Karena jika dalam 3 hari kau tidak mengikuti saranku, aku akan membunuhmu. Aku tidak perlu menahan diri lagi, bukankah kau yang menjebakku duluan?”


Lisa menangis kencang saat Taehyung sudah melepaskan tangannya. Jika Taehyung terlalu lama memegang tangannya mungkin tulangnya akan patah dengan sendirinya.


Taehyung tidak mengatakan apa-apa lagi. Ia membuka pintu dan keluar meninggalkan tempat itu, meninggalkan Lisa yang terus mengisak tangis. Wanita itu benar-benar tak menyangka bahwa hidupnya akan diancam seperti ini oleh vampire. Dia disuruh meninggalkan apa yang menjadi impian dan cita-citanya, disuruh meninggalkan passionnya.


Lisa menutup wajah dengan kedua tangan. Sejak kapan hidupnya bisa kacau seperti ini?


🎃🎃



Jangan lupa berikan jejak dan dukung novel ini dengan like, vote, share dll.


Kira-kira apa yang akan dipilih Lisa? Lalu next episode kita akan lihat siasat Dongwook.