Vampire In The City

Vampire In The City
Choose Your Fighter (2)




“Arghhhh!!!” pekik Jungkook kesakitan. Darah merembes keluar dari bahunya akibat koyakan dari taring vampire itu. Yixing juga menghisap darah Jungkook, takkan basa basi lagi. Ada darah gratis di depannya maka ia akan menghisapnya. Biasanya tidak pernah ada kejadian menghisap darah di dalam kandang karena memang pertarungan diikuti oleh vampire vs vampire.


Jungkook berusaha mengenyahkan vampire itu dari bahunya namun vampire itu makin membenamkan taringnya ke bahu Jungkook. Air mata manusia itu mengalir merasakan rasa sakit hebat di bahunya. Ia merasa lebih lemas lagi karena darahnya yang dihisap. Kali ini ia baru menyadari kalau gigitan vampire memang menyakitkan seperti ini. Taehyung yang menggigit dan menghisapnya tidak memberikan rasa sakit mungkin karena keduanya saling menerima satu sama lain.


Penonton bertempik riuh, tercengang sekaligus terhibur dengan pemandangan yang ada. Ngilu, mengerikan dan sadis, tapi itulah tontonan yang mereka inginkan di pertarungan ini.


Yixing memberi smirk. Ia menjauhkan taringnya dari bahu Jungkook. Manusia itu masih berteriak kesakitan sambil jatuh berlutut di lantai, memegangi bahunya yang mengeluarkan darah, ada bekas gigitan yang dalam di daging Jungkook sampai ia merasa gigi sepertinya vampire itu menggigit ke tulangnya juga.


Di saat yang bersamaan Taehyung di dalam ruangannya terbangun. Matanya terbuka dengan terkejut. Tiba-tiba ia tersadar dari obat bius yang mengendalikan kesadarannya. Bola mata bergerak dengan liar ke sekeliling ruangan.


“Jungkook…” ucapnya. Hatinya tiba-tiba dilanda kepanikan karena ia tahu apa yang sudah dialami manusia itu. Samar-samar suara teriakan Jungkook karena digigit vampire terdengar di dalam kepala Taehyung.


Taehyung duduk bangun. Untungnya di ruangan itu tidak ada siapa-siapa. Ia menghempaskan borgol yang terpasang di tangan dan kakinya. Ia keluar dari tempat tidur dan menyadari kalau dinding dan pintu ruangan terbuat dari silver.


“Jungkook!!!” teriaknya. Ia harus keluar dan menyelamatkan soulmatenya. Sindikat sialan ini apa sedang menjadikan Jungkook sebagai makanan vampire? Kurang ajar.


Taehyung mendorong bahunya ke pintu silver berusaha mendobrak namun ia langsung meringis kesakitan karena efek silver pada tubuhnya. Baju di bagian bahunya sedikit melepuh, begitu pun dengan kulit di bahunya. Tapi ia tidak bisa hanya ada di sini tanpa menyelamatkan Jungkook.


Taehyung sangat cemas. Lantas ia mengambil kursi yang ada di ruangan dan melemparkannya ke arah pintu silver. Mendorongnya berkali-kali untuk mendobrak pintu. Nyatanya pintu itu bukan pintu biasa, pintu otomatis yang bukan dikunci dengan kunci atau gembok, melainkan dengan kecanggihan. Kekuatan pintu itu pun bahkan tidak bisa dihancurkan oleh tank.


“Keluarkan aku!!” pekik Taehyung. Sebelah matanya sudah berubah putih, membola dengan marah. Sial, ia tidak mengerti mengapa ia merasa Jungkook ada di dalam sindikat ini, apa yang dilakukan Jungkook dan bahkan manusia itu digigit oleh vampire sindikat?


Taehyung sampai mengangkat tempat tidur dan mendorongnya ke arah pintu. Begitu brutalnya ketika vampire itu marah. Ia berjanji jika dia sudah keluar dari ruangan ini, ia akan membunuh siapapun yang dilihatnya. Berani-beraninya sindikat melibatkan Jungkook ke dalam bahaya.


Keributan itu tentu saja diketahui oleh staf yang mengawasi kamera CCTV. Mereka begitu kaget melihat agresifnya projectV22 sekarang. Sangat menakutkan dan mereka pun tak mau masuk ke dalam ruangan vampire itu karena pastinya akan langsung mati sia-sia.


Jadi salah satu staf melaporkannya pada Dongwook yang sedang menonton pertarungan Yixing dan Jungkook. Dengan tergopoh-gopoh, staf itu memberitahukan perihal yang terjadi.


Mata Dongwook membesar terkejut. Bagaimana bisa ziti-nya sudah sadar secepat ini? Bukankah seharusnya Taehyung masih dalam pengaruh obat bius. Dongwook mengeraskan rahang saat melihat ke dalam kandang, Jungkook yang masih mengerang kesakitan karena bahunya yang digigit dan sepertinya Yixing pun mau melakukan hal yang sama pada bahu lain Jungkook.


Dongwook memberi tanda pada wasit pertarungan, tanda meminta time out. Bel tiba-tiba berbunyi dan tiba-tiba saja muncul tembok bening pemisah ditengah-tengah kandang, memisahkan Yixing dan Jungkook. Yixing sangat sebal karena di saat ia menikmati penderitaan Jungkook, bel time out malah berbunyi.


“Aktifkan gas bius di ruangan ProjectV22,” ucap Dongwook pada stafnya, “Kalau dia tidak bisa dikendalikan, tambah saja dosisnya sampai dia tak sadarkan diri.”


Staf itu mengangguk lalu lekas pergi. Dongwook memberitahukan asistennya yang selama ini menemaninya di pertarungan. “Berikan Jungkook obat sindikat. Aku ingin dia yang menang di taruhan ini.”


Asisten itu memberi anggukan lalu pergi untuk melaksanakan perintah Dongwook. Big bos itu mengerutkan kening sambil melihat Jungkook masih di lantai, memegangi bahunya yang terus mengeluarkan darah. Lantai kandang sudah tidak seperti sedia kala, darah Jungkook ada dimana-mana, manusia awam pasti akan merasa ngeri dan mual ketika melihatnya, tapi tidak untuk sindikat.


Jungkook meringis kesakitan. Kepalanya sangat pusing dan wajahnya sudah pucat. Dia tidak akan menyerah… dia tidak akan membiarkan dirinya terbunuh seperti ini tanpa menyelamatkan Taehyung.


Tae… Hhh… aku harus menyelamatkanmu.


Seolah mereka saling telepati saat ini, Jungkook merasakan bagaimana kemarahan Taehyung di sana, menghantam pintu dan tembok berusaha keluar dari ruangan yang mengkungkungnya dan betapa keinginannya begitu besar untuk menemui Jungkook.


Seorang mafia mendekati Jungkook yang kesakitan. Ia mengangkat dagu Jungkook dan memaksanya meminum cairan obat sindikat. Obat itu merupakan obat penahan sakit sekaligus juga akan membuat seseorang bertenaga untuk beberapa saat. Dongwook yang memerintahkan supaya Jungkook diberi obat khusus. Obat itu memang akan membuat Jungkook bertenaga hanya sekitar 10-15 menit namun efek setelahnya akan sangat menyakitkan dan membuat tubuh berkali-kali lipat lebih lemas.


Jungkook tak bisa melakukan apa-apa saat mulutnya dipaksa untuk menenggak cairan itu. Mafia yang lain datang dan melap bahunya menggunakan kain yang sudah dilumuri alkohol. Jungkook langsung memekik kesakitan. Alkohol itu akan mencegah darah Jungkook untuk terus keluar namun rasa sakitnya sangat mematikan, pedih terasa sampai ke tulang-tulangnya.


Jungkook tersungkur di lantai, kedua tangan mengepal keras karena betapa bahunya yang panas terbakar. Ia menggertakan gigi kuat-kuat, menahan rasa sakit dan penderitaan yang dialami. Tapi bukan Jungkook jika ia menyerah. Ia akan melawan rasa sakitnya ini. Ia tidak boleh mati dipermainkan sindikat.


Bel kembali berbunyi menandakan time out telah habis. Kaca pembatas perlahan-lahan turun, tidak ada lagi batas pemisah antara Jungkook dan Yixing. Kandang dikosongkan dan disisakan Yixing dan Jungkook di sana. Jungkook masih di lantai, masih kesakitan akibat cairan alkohol di bahunya.


Yixing memberi seringai dan berjalan lambat-lambat mendekati manusia itu. Cambuknya memang sudah dipatahkan oleh Jungkook tapi bukan berarti Yixing tidak dapat melawan lagi. Ia adalah vampire dan kekuatan fisik vampire lebih hebat dibandingkan manusia bukan?


Yixing menendang perut Jungkook dengan semena-mena hingga manusia itu terdorong beberapa meter di lantai. Jungkook menggeram, memaksa tubuhnya untuk bisa kuat dan menahan sakit. Obat yang diberikan sindikat perlahan memberikan efek padanya. Jungkook merasa tubuhnya tiba-tiba sangat berenergi, kepalanya panas karena betapa ia bisa agresif dan ingin meremukkan lawannya.


Yixing akan menyerang Jungkook kembali namun Jungkook terlebih dulu menghindar. Dengan lincahnya ia meninju perut Yixing. Luka di bahunya untuk sesaat terlupakan akibat dorongan kuat di dalam diri Jungkook, semacam denyut nadinya sangat bergetar kencang. Jungkook meninju wajah Yixing. Pukulannya sangat keras dan telak membuat darah keluar dari hidung vampire itu.


Sorakan bergema di arena, pertandingan semakin menarik. Kali ini entah siapa yang akan unggul.


Yixing membalas dengan memukul dada Jungkook. Pukulan itu keras tapi Jungkook seolah tidak merasakannya akibat obat sindikat. Dengan cepat Jungkook memberikan tinju bertubi-tubi pada tubuh Yixing. Gerakannya sangat cepat dan apalagi Jungkook yang menguasai teknik boxing.


Yixing akhirnya terjatuh ke lantai, mengerang kesakitan akibat pukulan manusia itu. Darah mengalir dari hidung dan pipi vampire itu. Ia meludahkan darah ke lantai lalu melompat bangun. Badannya yang berotot itu tampak mengkilat karena keringat di pertandingan ini.


Yixing melesat ke ujung ring. Ia memegang pipa besi yang menancap di setiap sisi ring. Ia berteriak kencang dengan kekuatannya dan menarik pipa besi yang tertanam dalam itu lalu mencabutnya begitu saja. Astaga… apa kini vampire itu akan menjadikan besi tersebut sebagai senjata untuk menyerang Jungkook?


Jungkook memicingkan mata melihat bagaimana aksi vampire tersebut. Keadaan semakin gawat saja, Jungkook harus bisa ekstra hati-hati atau nyawanya yang akan melayang. Bahunya yang digigit vampire masih sakit, juga luka-luka lain di sekujur badannya. Entah sampai berapa lama ia bisa bertahan. Obat yang diberikan sindikat bisa membuatnya bertahan sampai sekarang, tapi pasti akan memberikan efek buruk setelahnya.


Yixing memukulkan besi itu ke arah wajah Jungkook namun Jungkook segera menahan dengan lengannya. Damn it, itu sangat menyakitkan, tulangnya seperti akan patah saja akibat pukulan itu. Namun Jungkook menahannya. Urat di lehernya sampai mencuat ke permukaan karena betapa Jungkook berusaha mengeluarkan segenap kekuatannya. Dia tidak mau mati sia-sia di tempat ini karena dia masih harus menyelamatkan Taehyung dari tangan sindikat.


Jungkook menendang perut Yixing sehingga pipa besi terpelanting dan jatuh ke lantai. Melihat kesempatan itu, Jungkook segera mengambilnya. Ia memukulkannya ke leher Yixing membuat vampire itu terjatuh ke lantai.


Mata Jungkook melotot, darah mendidih karena betapa ia sudah bertekad akan melakukan apapun untuk menyelamatkan soulmatenya. Pertarungan sialan ini harus dia akhiri.


Jungkook menghujamkan pipa besi itu ke dada Yixing, tepat ke jantungnya. Darah muncrat keluar dari mulut vampire itu karena bagaimana pipa besi yang sudah masuk menembus dagingnya.


“Arghh!!!!” teriak Jungkook dan dengan sisa kekuatannya ia menghujamkan pipa besi semakin dalam ke jantung vampire itu.


Yixing tersedak mengeluarkan semakin banyak darah. Pipa besi menancap tembus hingga ke punggungnya. Vampire itu berusaha bergerak untuk melawan namun tak bisa. Nyawanya pun putus karena jantung yang sudah dihancurkan oleh Jeon Jungkook.


Semua penonton di arena begitu tegang melihat apa yang terjadi. Tak ada yang menyangka akan terjadi seperti ini. Tadi itu begitu cepat terjadi, gerakan keduanya memang menakjubkan… namun tak disangka-sangka pipa besi yang awalnya digunakan Yixing untuk menyerang Jungkook, kini malah berbalik menjadi senjata membunuh vampire itu sendiri.


TEEETTT..!!!


Terdengar suara bel tanda pertandingan sudah berakhir. Sedetik kemudian diikuti dengan gemuruh penonton menyoraki kemenangan Jeon Jungkook dari pihak Dongwook, big bos sindikat. Orang-orang itu tak peduli sekalipun sudah kalah bertaruh, setidaknya pertandingan sangat memukau, sadis dan menghibur. Li Xian, pemilik Yixing, tampak menggerutu sambil memukulkan tinju di udara. Ia mengumpat dalam bahasa negara asalnya, zitinya sudah tewas dalam petarungan ini. Sial sekali.


Dongwook memberi smirk puas, tak menyangka kalau Jeon Jungkook boleh juga. Sepertinya bocah itu tak boleh diremehkan.


Badan Jungkook gemetar, nafasnya terengah-engah karena kelelahan. Ia melihat vampire di bawahnya yang sudah tak bernyawa. Dia sudah membunuh vampire. Dia sudah membunuh!!


Jungkook merasa tubuhnya sangat panas, darah seperti mengalir dengan cepat. Stamina yang tadinya begitu tinggi kini drop, seperti stall… jatuh bebas. Kekuatannya hilang dari dalam tubuhnya, bahkan untuk menyangga tubuhnya sendiri dia tidak sanggup.


Jungkook rebah ke lantai. Tangan gemetaran hebat berusaha duduk bangun pun tak bisa. Ini aneh… dia merasa sangat sangat sekarat.


Tae…


.


.


Ruangan tempat Taehyung dikurung penuh dengan gas bius. Vampire itu tersungkur di lantai dekat pintu, berusaha dengan segenap tenaga untuk keluar dari ruangan ini. Gas bius yang kuat dan pekat meliputinya membuat vampire itu hampir kehilangan kesadaran.


“Jungkook…” isaknya serak. Dalam hati ada penyesalan besar. Jungkook sampai terlibat dalam bahaya sindikat pasti tak lain karena dirinya. Jika saja dulu Taehyung tidak berusaha mencari informasi mengenai sindikat dan Big Bos, kejadiannya tidak akan panjang seperti ini.


Air mata vampire itu mengalir sampai akhirnya ia tertidur dan kehilangan kesadaran.


****


Pagi itu Soojung memekik histeris saat melihat ada tubuh Jungkook di halaman rumah. Kondisi adiknya begitu memprihatinkan, tak sadarkan diri dan banyak bercak darah di bajunya, ada pula luka dalam di bahu Jungkook.


Dengan menangis, Soojung langsung menelepon Seokjin. Dia tidak punya keberanian untuk menelepon ambulance ataupun dokter. Dirinya terlalu terpukul dan syok, Soojung bahkan terlalu takut untuk menelepon orang lain.


Akhirnya Seokjin dan Yoongi segera datang ke rumah Soojung. Mereka juga ikut syok melihat kondisi Jungkook. Soojung terus-terusan menangis dan mengatakan ia tidak mau adiknya sampai mati. Jungkook segera dibawa ke kediaman Kim Brothers untuk diobati dan dirawat oleh Yoongi. Manusia itu belum mati namun kondisinya sangat sangat kritis.


Bahu Jungkook dijahit oleh Yoongi, juga beberapa luka patah tulang di tangan Jungkook yang harus dirawat. Yoongi meringis melihat kondisi Jungkook, yakin bahwa luka di bahu manusia itu merupakan gigitan brutal dari vampire. Tapi bukan sekedar gigitan untuk menghisap darah melainkan gigitan menyerang. Luka-luka lain yang dialami Jungkook pun menunjukan sepertinya Jungkook bertarung dengan vampire.


Soojung masih terus menangis di luar ruangan tempat Yoongi sedang mengoperasi Jungkook. Seokjin memeluk kekasihnya dan berusaha menenangkan. Wanita itu sangat syok karena betapa adiknya sudah mengalami bahaya seperti itu karena sindikat. Soojung sangat marah pada orang-orang bejat yang memperlakukan Jungkook demikian, namun di sisi lain Soojung pun sangat takut karena betapa berbahayanya organisasi itu.


Hoseok menggigit kuku dengan cemas. Ia merinding membayangkan apa yang dilakukan sindikat pada Jungkook. Dan walau Jungkook ‘dikembalikan’ ke rumahnya meski dalam keadaan setengah hidup, Taehyung sama sekali belum dilepaskan. Taehyung masih berada di tangan sindikat, entah mengalami hal yang sama pula seperti Jungkook.


Otot-otot Namjoon begitu tegang. Tangannya ini sudah ingin menghantam dan menghancurkan sindikat. Adik malangnya belum ditemukan dan Namjoon hanya berharap Taehyung baik-baik saja.


🎃🎃



ini akan menjadi chapter terakhir yg author posting disini. chapter lanjutannya akan dimasukkan di platform lain yaitu trakteer. disana author bisa dengan cepat dan bebas memasukkan karya author tanpa perlu masukkan chapter 1-100.. wkwkw


akun trakteer author : trakteer.id/minyfoxy


penjelasan mengenai hal ini akan author taruh terpisah di episode Pengumuman. beserta curhatan author 💆‍♀


Jangan lupa berikan jejaknya🐾🐾 gomawo💜😊