
Kita lanjut episodenya yaa. Author akan langsung update 3 episode sekaligus sebagai ganti beberapa hari kemarin sempat off.
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya..
🎃🎃
Di saat yang bersamaan, Taehyung masuk ke dalam rumah Jimin. Ia langsung masuk saat tahu rumah itu tidak dikunci pemiliknya. Ketegangan kembali menghampiri saat ia merasakan lagi hawa keberadaan vampire di rumah itu.
“Jimin?” panggilnya sedikit panik. Tidak ada suara dan pergerakan di dalam ruangan besar ini, kemanakah chingunya itu.
Taehyung berhenti berjalan saat ia mendengar suara Jimin di kejauhan. Telinga vampire membuatnya bisa mendengar suara yang bahkan tidak bisa didengar telinga normal. Taehyung menelan ludah saat ia merasakan suara Jimin itu berasal dari bawah lantai yang ia pijak. Chingunya itu tengah berada di basement.
Tanpa berpikir panjang, Taehyung menuju dapur, ia akan memasuki pintu yang pernah ia lihat sebelumnya yang ia yakini merupakan pintu menuju basement. Dan kali ini pintu itu tidak terkunci, bahkan setengah membuka.
Perlahan Taehyung pun mulai menuruni anak tangga menuju basement tempat Jimin berada. Dirinya merinding merasakan hawa vampire yang semakin dekat. Ia bertekad akan melawan rasa takutnya. Jika chingunya tengah berada dalam bahaya, Taehyung akan menyelamatkannya, dari sesama vampire sekalipun.
Semakin ia menuruni anak tangga, Taehyung mendengar suara-suara lain. Ada semacam pergerakan suara erangan kecil.. lalu suara wanita yang Taehyung kenal sebagai suara ibu Jimin.
“Jimin-ah, Eomma harus menyuntik obat bius kembali padamu.”
Jimin sama sekali tak mengerti, apa yang berusaha ibunya lakukan padanya? Ruangan ini tidak seperti kamar rumah sakit, bahkan lebih terlihat seperti gudang. Ia tak mengerti kenapa ia berada di tempat tidur, yang artinya ia sudah pingsan di sana entah sejak kapan. Lalu kenapa ibunya harus membiusnya?
“Ke-kenapa Eomma ingin mentransfusikan darah padaku?” tanya Jimin melirik kembali kantong darah kental di meja.
“Jimin, kau harus percaya pada Eomma…” gumam wanita itu, “Eomma akan menyuntikkan obat bius padamu ya.” Wanita itu mengambil jarum suntik yang berisi cairan obat bius. Cairan itu pula yang selalu ia masukkan ke minuman anaknya tiap kali ia hendak melakukan ‘ritual’ ini.
Jimin berusaha duduk bangun namun tubuhnya menghianatinya. Dia masih terlalu lemas bahkan untuk menggerakkan anggota tubuh.
Jimin menolehkan kepalanya ke arah ruangan lain berlapis silver, menyadari kalau ada suara erangan kesakitan dari dalam.
Matanya membola, suara siapa gerangan di dalam sana, mengapa terdengar begitu menakutkan seperti bukan suara manusia. “Eo-Eomma… su-suara apa di dalam sana?”
“Jimin-ah…” ucap ibunya dengan nada cemas. Ia mendekati anaknya dengan jarum suntik di tangan. “Eomma harus membiusmu dulu.”
Jimin membuka mulutnya namun tidak ada suara karena ibunya menyuntikkan jarum itu ke lengannya. Matanya membola saat ia melihat sosok temannya di belakang tubuh ibunya. Apa dia sudah salah lihat? Taehyung berjalan di belakang ibunya dengan ekspresi sangat cemas.
“Tae?” gumam Jimin lemah.
Jimin begitu speechless saat melihat Taehyung menarik bahu ibunya, menghentikannya menyuntikkan obat bius ke dalam tubuh Jimin. Wanita itu begitu kaget melihat ada orang lain di basement. Taehyung mengambil jarum suntik dan lantas menancapkannya ke lengan wanita itu.
Taehyung sebenarnya sangat gugup dan takut. Namun segera setelah ia menyadari situasi yang tengah terjadi, Taehyung mengambil langkah untuk menyelamatkan Jimin. Wanita itu sedang berusaha mentransfusikan darah vampire pada anaknya?? Itu sangat aneh. Namun jika mengingat latar belakang ibu Jimin yang dulunya adalah dokter dan pensiun dini, Taehyung tidak akan berpikir dua kali untuk menyelamatkan temannya.
Wanita itu terbelalak menatap Taehyung yang ia tahu merupakan teman anaknya. Beberapa saat setelah lengannya disuntik obat bius, wanita itu jatuh ke lantai, pingsan tak sadarkan diri.
Jimin sampai tak bisa mengatakan apa-apa, hanya bisa terbelalak melihat apa yang terjadi. Dilihatnya Taehyung yang segera mendatangi tempat tidur dan mencemaskan keadaannya. “Jiminnie, kau baik-baik saja?”
“Tae…” Jimin merasa tubuhnya semakin lemas dan dirinya sangat mengantuk. Obat bius tadi sudah sempat tersuntikkan ke dalam darahnya walau hanya sedikit.
Suara erangan di dalam ruangan lain semakin terdengar jelas. Jimin merinding ngeri, apa gerangan makhluk yang ada di dalam sana.
Kaki Taehyung pun gemetar, ia melihat ke arah ruangan berlapis silver itu. Dia tidak mau salah ambil keputusan, apalagi kalau dilihat ruangan tempat vampire itu dikurung dilapisi silver. Taehyung takkan sanggup menyentuhnya tanpa terluka. Taehyung memutuskan pertama ia akan membawa Jimin keluar dari basement ini.
“Kajja…” ucapnya sambil menyodorkan punggungnya supaya Jimin naik ke punggungnya.
Taehyung membawa Jimin yang pingsan keluar dari basement, lalu ke lantai 2, membaringkan Jimin di kamarnya sendiri. Taehyung sungguh panik, apa yang harus ia lakukan setelah ini? Apa ia tunggu Jimin sampai sadarkan diri? Tapi bagaimana kalau ibu Jimin juga sadar? Taehyung tidak mungkin menyakiti ibu Jimin.. meski ia sendiri mempertanyakan alasan mengapa wanita itu mengurung vampire di basement dan mentransfusikan darah vampire ke dalam tubuh Jimin.
Taehyung ingin sekali menelepon Jungkook, meminta bantuan atau meminta saran. Tapi dia tidak mungkin melakukannya. Jungkook nanti akan tahu dengan keberadaan vampire di rumah Jimin… ini tidak boleh apalagi Jungkook membenci vampire. Taehyung tak sanggup harus melihat wajah kebencian Jungkook pada vampire. Ia pun tak mau identitasnya terbongkar.
Tidak punya pilihan lain, Taehyung akan menelepon hyungnya.
.
.
Seokjin dan Yoongi sudah berada di lokasi segera setelah Taehyung menelepon Seokjin dan menjelaskan apa yang terjadi. Seokjin sangat cemas dengan keselamatan sang bayi vampire. Tanpa berpikir panjang ia minta Yoongi ikut bersamanya sementara Namjoon dan Hoseok disuruh tetap di rumah.
Taehyung baru saja menceritakan semua dengan detail yang terjadi di basement. Wajah Seokjin tampak mengeras mendengar penuturan Taehyung, bagaimana ternyata ibu Jimin sedang berusaha mentransferkan darah vampire ke dalam tubuh anaknya. Baik Seokjin ataupun Yoongi juga merasakan hawa keberadaan vampire di dalam rumah semenjak mereka menginjakkan kaki di rumah.
Seokjin sangat tercengang bahwa masih ada orang-orang yang berusaha mengeksploitasi vampire demi keuntungan pribadi. Dalam kasus ini, pensiunan dokter itu berusaha mentransfusikan darah vampire ke dalam Jimin tanpa sepengatahuan anaknya.
Yoongi tersenyum tipis. Ini juga menjawab pertanyaannya selama ini, mengapa ia merasakan energi vampire di dalam tubuh Jimin, tak lain karena darah Jimin sudah bercampur dengan darah vampire.
Seokjin berdiri menatap Jimin yang masih tak sadarkan diri sementara Yoongi sedang mengecek kondisi lengan Jimin, melihat dengan jelas masih ada bekas selang infus.
“Aku tak menyangka bahwa ibunya tengah berusaha mengubah anaknya sendiri menjadi vampire.” ucap Seokjin.
Mata Taehyung membulat kaget. “Mwo?”
“Kurasa teman manusiamu ini sudah ditransfusikan darah vampire berkali-kali, Tae…” kata Yoongi, “Aku bisa merasakan ada energi vampire dalam dirinya.”
Taehyung sangat syok. “A-aku tak mengerti…”
“Aku pun sama terkejutnya,” gumam Seokjin pada Yoongi, “Mengurung vampire saja sudah ilegal apalagi memasukkan darah vampire ke orang lain. Dan seharusnya tidak banyak manusia yang tahu mengenai hal semacam ini. Kau tahu, Tae… darah vampire bisa membuat manusia awet muda dan punya kekuatan vampire. Kita para vampire berusaha menyembunyikan hal ini. Dan kalau ada manusia yang tahu, kita harus membasmi mereka atau clan akan terancam kepunahan.”
“Ki-kita tidak akan membunuh ibu Jimin kan?” tanya Taehyung tercengang.
Yoongi memberi smirk. “Alpha kita bisa mengontrol memori, remember? Dengan begitu kita tidak perlu membunuh ibu temanmu ini.”
Seokjin menghela nafas. “Aku akan ke basement dan mengecek apa yang terjadi. Seperti perkataan Yoongi, aku akan mengubah memori ibu teman manusiamu serta mengeluarkan vampire yang dikurung.”
“Hyung!” Taehyung langsung menahan lengan Seokjin saat hyungnya itu sudah berbalik badan akan pergi. “Va-vampire itu dikurung di dalam ruangan berlapis silver.”
Mata Seokjin membesar. Yoongi mendengus pelan. “Well, tentu saja… Itu juga alasan mengapa vampire itu tidak bisa lari.”
“Kita tidak bisa mengeluarkannya kalau begitu… kecuali…” Seokjin menatap Jimin yang masih tertidur di ranjang.
Mata Taehyung membola, ia berusaha mencerna maksud perkataan Alpha-nya.
.
.
🎃🎃