
Jungkook baru tiba di kamarnya, ia pulang kuliah dengan lesu dan tak bersemangat. Teman-teman sekelas menyadarinya juga bahkan menanyakan perihal ketidakhadiran Taehyung beberapa hari ini. Menurutmu bagaimana Jungkook bisa menjawab semua itu? Hati hanya semakin sakit bila ingat kalau Taehyung berada di sindikat, ditawan dan sedang dieksploitasi.
Jungkook melempar tasnya sembarangan, baru ia akan menjatuhkan badan ke atas kasur saat ponselnya bergetar menandakan ada pesan yang masuk. Jungkook membukanya dan mata terbelalak saat melihat ada pesan masuk dari Taehyung. Atau lebih tepatnya dari Dongwook yang mengirim pesan menggunakan ponsel Taehyung.
Dongwook mengirim beberapa foto mengenai kondisi Taehyung. Foto dimana Taehyung terbaring lemas dengan wajah putih pucat, muncul pula urat nadi hitam di sekitar pipi Taehyung yang menandakan bagaimana vampire itu sedang sekarat karena belum meminum darah.
Wajah Jungkook mengeras. Kapankah semua penderitaan ini berakhir? Kapankah sindikat punya hati nurani dan melepaskan soulmatenya?
Urat nadinya berdegup sampai terasa ke lehernya, Jungkook ingin memukul sesuatu, ingin menghantam sesuatu. Kemarahan sudah tidak bisa ia bendung lagi. Ia bahkan rela pergi ke jurang maut agar bisa menyelamatkan Taehyung.
Disusul dengan pesan yang dikirimkan oleh Dongwook:
Dia sekarat. Cih, dia tidak bisa meminum darah manusia sembarangan? Kenapa tidak memberitahuku, Jeon?
Well… haruskah dia mati saja?
Bibir Jungkook gemetar. Taehyung memang tidak bisa meminum darah selain darah soulmatenya. Jika terus dibiarkan mungkin Taehyung benar-benar akan mati. Jungkook tak akan membiarkannya.
Dengan cepat dan jari yang gemetaran, Jungkook membalas pesan itu. Meski sebenarnya Jungkook ingin memberikan kata-kata umpatan dan makian untuk Dongwook, namun untuk saat ini ia terlebih mencemaskan keselamatan Taehyung.
Biarkan aku datang. Dia hanya bisa meminum darahku saja.
Lama ditunggu Dongwook tak kunjung membalas juga. Jungkook berjalan mondar mandir di kamarnya dengan cemas. Mata berkaca-kaca dan berulang kali ia memikirkan keadaan Taehyung, berusaha mengirim telepati supaya Taehyung tetap bertahan. Ia pun berharap pada langit supaya ia mendapat kesempatan bisa memberikan darahnya untuk Taehyung.
Dongwook pun mengirim pesan balasan :
Malam ini jam 11 di kampusmu.
Beberapa saat kemudian ada pesan susulan dari Dongwook :
Jika kau memberitahu orang lain atau datang bersama yang lain, kupastikan kesepakatan ini batal dan temanmu kubiarkan mati.
Jungkook menggertakan gigi. Ia mengirim ‘ok’ dengan singkat untuk Dongwook. Saat ini terlebih utama keselamatan Taehyung, Jungkook bahkan rela membawa dirinya ke dalam bahaya sindikat untuk menyelamatkan vampire itu.
Jungkook mengusap matanya yang basah. Ia akan menyelamatkan soulmatenya apapun caranya.
.
.
Setelah komunikasi terakhir itu, Jungkook menyiapkan diri sambil menunggu hingga waktu pukul 11 malam nanti. Ia berlatih tinju, memukul samsak yang menggantung di kamarnya. Ia harus memastikan tangannya ini siap memukul dan melawan semua anggota mafia sindikat. Jungkook memukul samsak dengan keras-keras. Keringat mengalir deras membasahi rambut dan punggungnya. Otot di lengannya makin kencang karena betapa Jungkook tak henti-hentinya memukul samsak, membayangkan kalau yang sekarang sedang ia pukul ini adalah para mafia di sindikat, membayangkan ia akan memukul Dongwook dengan tangannya ini.
Ia mengingat mimpinya kembali saat Taehyung mendatanginya. Mata vampire itu yang menatapnya dengan penuh luka meski mengatakan bahwa Jungkook tidak perlu mencemaskannya. Tak ada yang diinginkan Jungkook selain menghapus semua luka yang dialami Taehyung.
Gelang manik-manik biru berjuntai di pergelangan tangannya sementara tangannya terus meninju samsak kuat-kuat.
Jungkook berjanji, ia akan mati-matian untuk menyelamatkan soulmatenya.
.
.
Sebelum pukul 11 malam, Jungkook sudah tiba di kampusnya. Sesuai dugaan tempat itu sangat sepi di malam seperti ini, berbeda ketika di siang dan sore hari. Jungkook hanya mengenakan hoodie hitam, kepalanya pun ia tutup dengan tudung hoodie, kedua tangan masuk ke dalam saku. Ia menunggu dengan wajah datar seolah dia tidak akan berhadapan dengan mafia yang bisa mengancam nyawanya.
Sebuah mobil van hitam melaju dari kejauhan. Mobil itu berhenti tepat di depan Jeon Jungkook. Pria itu mengangkat wajah dan berusaha melihat ke dalam mobil. Jungkook tidak akan berpikir muluk-muluk. Ia tahu di dalam sana tidak ada Taehyung, tidak ada big bos. Dongwook pasti terlalu pengecut untuk mau muncul di hadapannya, apalagi Jungkook tidak akan bisa menahan diri jika melihat Dongwook. Jungkook mungkin akan langsung menyerang pria itu dengan brutal.
Pintu terbuka dan tiga mafia berpakaian serba hitam keluar. Jungkook tidak melawan saat tiga mafia itu langsung memeriksa badannya, apa Jungkook membawa senjata atau tidak. Jungkook tidak memberikan perlawanan karena ia memang sungguh-sungguh memberi dirinya untuk ditangkap agar bisa memberikan darah untuk Taehyung.
Jungkook tak mengatakan apa-apa saat salah satu mafia menusukkan jarum bius ke lengannya. Dalam sekejap tubuh Jungkook langsung lemas dan kehilangan kesadaran. Badannya langsung digopoh dan dibawa masuk ke dalam van.
Mafia yang lain kembali masuk ke dalam van sambil sebelumnya memantau sekeliling, melihat bahwa kondisi aman dan tidak ada orang di sekitar.
Mobil van melaju dengan kencang meninggalkan lokasi menuju markas sindikat tempat Taehyung ditawan.
.
.
.
Jungkook baru sadarkan diri saat ia merasa dirinya tengah diseret oleh dua pria berbadan besar di kiri kanannya. Kepalanya masih sakit dan tubuhnya masih seperti kesemutan, kaku belum bisa digerakkan efek obat bius yang masuk ke tubuhnya. Sindikat pastinya punya berbagai jenis ramuan obat bius yang diciptakan peneliti mereka, obat yang berbeda dengan obat bius yang biasa dipakai dokter di rumah sakit.
Jungkook berusaha memfokuskan matanya. Kepalanya pusing dan pandangan matanya masih kabur, semua seolah bergerak memusingkan. Jungkook tidak bisa berbuat apa-apa dan membiarkan tubuhnya yang diseret berdiri. Kedua mafia memegangi lengannya seolah Jungkook adalah anak kecil yang belum lancar berjalan.
Jungkook menengadahkan kepala ke atas melihat langit-langit berlapis silver. Tak salah lagi dia memang sudah berada di sindikat. Dan tempat luas ini begitu familiar, mirip seperti yang ia lihat di memori lama Kim Taehyung. Jungkook berusaha menguatkan hatinya bahwa ia sebentar lagi akan bertemu dengan Taehyung.
“Kami akan mengambil darahmu untuk ProjectV22.” ucap dokter itu tenang sementara mafia sebelumnya yang membawa Jungkook mulai mengeluarkan pistol dan mengarahkannya pada Jungkook, antisipasi jika Jungkook akan melawan maka kepalanya langsung ditembak saja, begitu perintah big bos.
“Mohon tidak melakukan perlawanan supaya proses berlangsung dengan lancar.” lanjut dokter itu sambil menyiapkan alat transfusi sementara dokter satunya sedang menyiapkan labu.
Jungkook menoleh dan menyadari ada dinding kaca. Matanya membesar saat melihat ada seseorang di ranjang lain. Dinding kaca itu merupakan batas pemisah antara ruangannya dan ruangan yang ditempati Taehyung. Vampire itu tampak lemah dan terbaring tak berdaya. Dada Jungkook sesak melihat bagaimana Taehyung seperti tawanan, kaki dan tangannya diborgol dan ada berbagai selang di tubuhnya seolah manusia-manusia bejat ini bisa mengontrol sesuka mereka pada tubuh Taehyung. Vampire itu saat ini tak sadarkan diri dan heck betapa pucatnya wajahnya Taehyung, lebih putih dari warna dinding tembok ini.
Mata Jungkook berkaca-kaca, air mata perlahan berlinang. Jebal, dia ingin Taehyung baik-baik saja dan bisa segera pulih. Ia berulang kali berujar di dalam hati kalau Taehyung akan keluar dari tempat jahanam ini, berulang kali ia mengirim telepati pada soulmatenya menyampaikan pesan bahwa ia tidak akan menyerah dengan keinginannya untuk membawa Taehyung keluar dan menghancurkan sindikat.
Darah Jungkook mulai diambil oleh dua dokter itu. Tentu hanya secukupnya sesuai prosedur pengambilan donor darah, yaitu 450 mL.
Jungkook menelan ludah merasa tubuhnya lemas. Sensasi ini berbeda ketika Taehyung menghisap darahnya langsung. Diambil manual seperti ini jauh lebih menyakitkan… tubuh Jungkook kehilangan energi. Kepalanya semakin pusing.
Dokter itu mengangguk saat proses selesai dilakukan. Dua mafia seketika menyeret Jungkook kembali, tak peduli bahwa Jungkook baru saja diambil darahnya dan bagaimana manusia itu masih terlalu lemas. Tanpa ampun dan tanpa kasihan.
Jungkook menoleh ke ruangan kaca di sebelahnya, melihat Taehyung yang masih tertidur. Ia menangis tanpa suara saat dirinya dibawa pergi. Ia bahkan baru melihat Taehyung beberapa saat saja.
Jungkook diseret oleh dua mafia, tak bisa berbuat apa-apa karena badannya yang memang lesu. Setelah beberapa lama ia merasa tubuhnya didorong masuk ke dalam sebuah ruangan kecil, tidak ada apapun selain dinding hitam gelap. Tubuh Jungkook didorong hingga terjatuh ke lantai. Ia masih belum bisa banyak menggerakkan badan. Pintu dikunci dari luar dan ia dikurung di sel gelap ini.
Badannya gemetar karena efek obat bius dan pasca darahnya diambil masih membuatnya terkejut dan lemas. Ia menggigil sampai giginya gemertakan. Meskipun demikian ia takkan menyesali apapun. Dia berada di atap yang sama dengan Taehyung… itu memberi sedikit harapan untuknya walau ia tidak tahu seperti apa nasibnya di tangan sindikat.
.
.
.
Dongwook menghisap cerutunya sambil menonton CCTV yang merekam ruangan yang dihuni Jeon Jungkook. Dia tersenyum puas karena semua berjalan dengan lancar. Darah Jungkook ditransfusikan ke tubuh Taehyung dan bagai magic Taehyung tidak menolaknya bahkan perlahan kondisi vampire itu membaik.
Dongwook belum pernah melihat yang seperti ini bahwa ada vampire yang hanya bisa menerima darah dari manusia tertentu saja. Tapi bukankah ini semakin menarik? Jadi artinya ia harus melibatkan Jungkook secara berkala untuk memelihara ziti-nya.
Dongwook menghembuskan asap cerutu ke udara, melihat Jungkook masih berbaring di lantai, tak bergerak. Ruangan itu dilengkapi dengan ventilasi gas yang dikendalikan oleh sindikat. Tahanan di dalamnya bisa dibius hanya dengan gas bius yang dikendalikan dari ventilasi di sel tersebut. Itu sebabnya Jungkook sekarang tidak bergerak sudah beberapa jam sejak tadi. Gas bius sudah dikeluarkan untuk membuat korban tak dapat menggerakkan anggota badan.
“Bos, apa yang selanjutnya kita lakukan? Apa kita melepaskannya saja?” tanya asisten yang berdiri di samping big bosnya.
“Tidak menarik kalau langsung melepaskannya,” kata Dongwook, “Aku harus sekalian memanfaatkannya.”
Dongwook mendengus tawa, kembali menghisap cerutu dalam-dalam menonton CCTV yang merekam ruangan Jungkook dan Taehyung yang terpisah.
“Kita harus mengadakan pesta sindikat, sudah lama aku tidak melakukannya.” ujar Dongwook. “Hubungi member VVIP dan katakan bahwa malam ini akan dibuat pertarungan seru.”
Asisten itu mengangguk mengerti dengan maksud Dongwook. Memang kadang ada acara khusus untuk member VVIP yang biasanya menonton pertarungan para mutan vampire yang sudah diciptakan. Sindikat akan menyediakan ring atau kandang tertutup dimana ada dua vampire yang akan bertarung sementara para member VVIP akan menonton dan memasang uang taruhan.
“Kali ini pertarungan vampire dan manusia, buat judulnya semenarik mungkin supaya banyak yang mau terlibat dan melempar uangnya untuk kita,” tukas Dongwook.
“Apa Bos akan membuat ProjectV22 bertarung dengan–“
“Tentu saja tidak, Dumb*ss!” cerca Dongwook. “Zitiku masih tidak stabil apalagi dengan kepribadian ganda yang ia miliki. Aku akan memasang Jeon Jungkook sebagai utusan Lee Dongwook dalam pertarungan malam ini.”
Seringai kejam menghiasi wajahnya karena betapa ia tak sabar dengan apa yang akan terjadi nanti.
Mata asisten itu agak membesar. “Anda akan mengirim Jungkook untuk bertarung?”
“Yeah… katakan bahwa member VVIP boleh mengutus ziti mereka untuk melawan. Pasang harga taruhan yang tinggi.” kata Dongwook. “Aku sudah rugi banyak beberapa waktu ini, saatnya aku meraup karung uangku lagi.”
“Ta-tapi bagaimana kalau Jungkook yang kalah?”
Dongwook mengekeh. Justru disinilah serunya. “Aku tak peduli, entah dia mati dalam taruhan ini. Setidaknya tontonan yang seru akan menghasilkan banyak uang.”
Asisten itu mengangguk dan segera pergi untuk menyiapkan apa yang diminta big bos sindikat. Sementara itu Dongwook memberi smirk panjang sambil menatap Jungkook yang masih terbaring di lantai di bawah pengawasan kamera CCTV.
🎃🎃
😭😭
ini asli suer author enggak psikopat kok🙂 dongwook doang yg psiko mah🙂
disediakan kolom untuk para readers yang mau melakukan aksi brutal pukul memukul pada dongwook🙂
ohya gaes author mau buat akun trakteer dimana author akan masukkan karya² author yg lain disana, dan sebagai jalan author bisa memonitesasi karya author, disini mah platform bikin gigit jari doang apalagi untuk karya fanfic. kalian bisa dukung author di sana ya 🙏👩🦲 juga kalian bisa lihat karya² lain milik author 😁
jangan lupa berikan jejak🐾🐾