Vampire In The City

Vampire In The City
Surat Cinta?




Pagi itu Jungkook kembali menjemput Taehyung untuk mereka pergi ke kampus bersama. Jungkook bertanya-tanya apa V akan kembali bersembunyi ya.


Jungkook melihat pintu rumah yang dibuka. Taehyung keluar dan berlari kecil. Ia memakai pakaian dengan warna warni : celana cokelat, sweater hijau, syal oranye dan kupluk berwarna kuning. Gaya seperti itu adalah gaya khas yang dimiliki Taehyung yang innocent. Cuaca di musim gugur ini memang semakin dingin, para mahasiswa mulai memperlengkapi diri dengan pakaian hangat. Sedangkan Jungkook masih setia dengan warna hitam dan gelap.


Pintu dibuka dan Taehyung buru-buru masuk ke dalam mobil. “Morning, Jungkookie~” sapanya dengan boxy smile.


Jungkook masih memandanginya. Taehyung sedang berusaha memasang seat belt saat Jungkook berucap, “Kau V…”


Taehyung langsung menoleh dengan mata membola.


“Aku tahu kau adalah V.” ucap Jungkook lagi.


“M-mwo? Bagaimana kau tahu?” tanya Taehyung cukup kaget. Hari ini dia sengaja memakai pakaian yang biasa dipakai Taehyung yang innocent, memberikan senyum lebar dan ceria supaya bisa membohongi orang-orang. Para hyungnya pagi ini saja tertipu tapi kenapa Jungkook langsung bisa menebaknya?


“Aku takkan tertipu,” ucap Jungkook mendengus. Dia sendiri tidak tahu dari mana rasa percaya diri ini sampai bisa membedakan antara V dan Taehyung. “Kau tak cukup pandai berakting bagiku.”


“Whoa jinjja…” Taehyung memutar bola mata namun tertawa juga, “Para hyungku saja bisa tertipu.”


Jungkook mengekeh dan membenarkan posisi syal Taehyung yang berantakkan. “Untuk apa kau berusaha menutupi keberadaanmu? Itu tidak mempan untukku.”


Taehyung memberi senyum lebar beserta eye smile. “Jadi aku sudah tidak bisa membohongimu ya?”


“Tentu saja.” Jungkook tertawa.


Taehyung ikut tertawa dan Jungkook mulai menstarter mobil untuk mereka pergi dari sana. Taehyung masih memasang senyum manis dan melihat ke depan. Yap, dia melakukan semua ini karena ia punya rencana. Ia memang tidak akan mengadukan perbuatan Lisa pada Jungkook… karena dia sendiri yang akan menghukum wanita itu. Dia sendiri yang akan memberi wanita itu pelajaran.


“Aku excited untuk hari ini…” gumam Taehyung tersenyum sendiri.


Jungkook menoleh dan memberi senyum. Dia ikut senang karena melihat mood V yang seperti ini. Setidaknya Taehyung sudah tidak 3L lagi seperti kemarin (lemah, lesu, letoy. wahahaha waduh maaf untuk bahasanya)


.


.


Mobil sudah hampir dekat dengan kampus saat ponsel Jungkook berdering. Jungkook memasang mode loud speaker dan terdengar suara wanita menyapa membuat Taehyung mencelos. Itu adalah suara Lisa.


“Gukkie, apa kau sedang dalam perjalanan menuju kampus?” tanya Lisa di seberang dengan suara imut dan manja.


Aishh, Taehyung ingin muntah. Lagipula sejak kapan wanita itu bisa memanggil Jungkook dengan sebutan Gukkie? Demi Tuhan.


Jungkook menoleh ke sebelah melihat reaksi V. “Ne, aku sebentar lagi sampai. Kenapa, Lisa-ssi?”


“Ohh okee, aku akan menunggumu di parkiran ya, karena ada buku rekomendasi yang mau kuberikan.”


“Oh… Baiklah…” gumam Jungkook dan panggilan pun berakhir. Jungkook tak mengerti mengapa Lisa begitu percaya diri masih mendekatinya padahal selama ini Jungkook sudah memberi sinyal bahwa ia tidak bisa membalas perasaan wanita itu sama sekali. Mungkin memang kebanyakan wanita tidak akan mempan dengan cara Jungkook yang terlalu ‘baik hati’ ini.


Oh, Taehyung ingin tertawa. Wanita itu masih nekat rupanya. Harus diapakan ya supaya manusia itu benar-benar kapok dan tidak menjadi seperti lalat yang selalu mengganggunya?


Mobil sudah tiba di parkiran dan Taehyung masih tidak mengatakan apa-apa meski Jungkook tahu bahwa insiden terakhir di karaoke room merupakan kenangan yang tak menyenangkan baik untuk Taehyung maupun Lisa. Jungkook tak tahu apa V masih akan bersikap agresif saat bertemu Lisa nanti. Jungkook tak tahu saja kalau yang membuat Taehyung ditangkap hunter adalah karena perbuatan Lisa.


Keduanya keluar dari mobil. Taehyung sudah memasang wajah ceria layaknya Taehyung biasanya. Dari kejauhan sudah tampak Lisa berdiri menunggu membelakangi mereka. Tampak dari belakang saja sudah jelas wanita itu cantik dan anggun. Rambut panjangnya yang ombre pirang bergelombang, tubuhnya tinggi semampai bak model, pakaiannya pun modis dan menarik.


“Lisa…” panggil Jungkook akhirnya saat mereka sudah hampir dekat.


Lisa langsung memutar badan dan sangat excited mendengar suara Jungkook. Dia sudah tak sabar ingin berinteraksi dengan pria itu. Namun yang tak ia sangka ketika melihat siapa yang berjalan bersama Jungkook. Wajah Lisa sangat terkejut.


Taehyung tertawa dalam hati karena bagaimana Lisa melihatnya seperti melihat hantu. Wanita itu pasti tak menyangka karena bisa melihat Taehyung lagi di kampus ini dalam keadaan… utuh.


“Hai…” sapa Taehyung ramah memberi boxy smile pada Lisa seolah ia tidak pernah mengingat kalau wanita itu yang membius dan menjebaknya.


Lisa sangat syok. Dia pikir Taehyung sudah ada di markas sindikat, dikurung dan dieksploitasi. Ini bukan mimpi kan? Kenapa Taehyung masih bisa datang ke kampus bersama Jungkook?


Jungkook melirik Taehyung yang menyapa Lisa dengan ramah. Well, ia tak tahu apa V sedang berakting menjadi Taehyung atau ada maksud lain dengan keramahan yang diberikan V itu. Yang jelas adalah baik jika V tidak perlu menjambak wanita di tempat umum begini.


“Tadi kau bilang ingin memberikan buku?” kata Jungkook akhirnya karena merasa heran Lisa masih melongo melihat Taehyung seolah Taehyung adalah hantu.


“O-oh…” Lisa begitu terbata. Buku di tangannya sampai lupa mau ia berikan pada Jungkook.


“Wah buku apa ini?” ucap Taehyung dan langsung mengambil buku itu dari tangan Lisa. Taehyung masih memasang senyum dan melihat buku picisan yang berjudul Love and Fate. “Sepertinya novel romance ya?”


Jungkook meringis hanya dengan melihat judul dan cover buku itu saja. Dirinya tidak doyan membaca buku apalagi jika membaca novel romance. Jungkook tidak tertarik sama sekali.


“Aku tak tahu kalau Jungkookie penyuka novel romance?” ujar Taehyung lambat sambil memandang Jungkook dengan senyum.


“Anni…” sahut Jungkook. Ia menoleh memandang Lisa penuh maaf. “Mian, Lisa, kurasa buku seperti ini tidak cocok untukku.”


Lisa kaget dengan penolakan yang diberikan Jungkook. Hell, sebenarnya di dalam buku itu ada secarik surat cinta yang sudah ia buat untuk Jungkook. Lisa berharap Jungkook akan membacanya.


“Too bad…” kata Taehyung dengan memberi senyum prihatin pada Lisa, “Tapi, Kookie, setidaknya kau bisa mencoba membacanya di saat senggang siapa tahu buku ini cukup menarik.”


Jungkook mendengus pelan namun tersenyum mendengar ucapan Taehyung. Ia membiarkan Taehyung yang memegang novel itu. Jungkook pun pamit undur diri pada Lisa yang masih pongo. “Kami pergi dulu ya, Lisa.”


“Dadah~~” ujar Taehyung imut dan ramah lalu pergi meninggalkan wanita itu yang tampak sangat terpukul.


Raut wajah Taehyung berubah ketus saat sudah pergi meninggalkan Lisa. Cih, kalau tadi dia tidak bisa mengontrol emosinya mungkin wanita itu sudah ia jambak. Inginnya Taehyung membeberkan kedok bahwa Lisa yang membuat Taehyung kemarin diculik. Tapi ia tidak mau membuat Jungkook cemas dan bisa saja Lisa akan berusaha membujuk-bujuk dan mengatakan Taehyung yang sudah memfitnah.


“Ada apa?” tanya Jungkook mengagetkan Taehyung karena sedari tadi sudah memperhatikan vampire itu.


“Hmm, wae?” ucap Taehyung berusaha wajar.


“Gwaenchana?”


Taehyung memberi senyum lebar. “I’m totally fine~” Meski sebenarnya dalam hati Taehyung ingin mendengus karena betapa bertemu dengan Lisa tadi sangat mengesalkan hati. Taehyung melirik buku picisan di tangannya. Tadi ia sempat membuka-buka novel itu dan melihat ada secarik surat berwarna pink. Taehyung tidak tahu itu apa tapi nanti ia akan membacanya dan mencari tahu apa tujuan Lisa.


Taehyung menjilat bibir dan berpikir. Apa wanita itu berusaha merayu Jungkook?


****


Mata Taehyung tampak malas-malasan saat membuka surat berwarna pink yang ternyata memang merupakan surat cinta. Belum lagi novel yang dipinjamkan Lisa itu merupakan novel romance dengan berbagai adegan dewasa yang romance dan hot. Entah apa memang seperti itu bacaan manusia jaman kini atau Taehyung saja yang merasa risih karena bisa-bisanya seorang wanita menyuruh pria untuk membaca novel seperti itu. Tentu saja Taehyung tidak memberikan novel tersebut pada Jungkook lagipula Jungkook sendiri memang tidak berminat dari awal untuk membacanya.


Taehyung duduk bersandar ke tempat tidurnya, mata mulai tampak jengkel hanya membaca kalimat pertama di surat cinta yang ditulis Lisa.


To my favorite person these days…


Taehyung memutar bola mata, sudah siap akan merobek surat ini tapi ia urungkan karena perlu juga membaca karena penasaran.


Jungkook… kau adalah yang kupikirkan saat aku membuka mata di pagi hari dan saat aku menutup mata sebelum tidur di malam hari. Aku tidak tahu sejak kapan nama dan wajahmu terus bertengger di hatiku. Tanpa kusadari aku hanya akan semakin terpikat olehmu.


Aku tahu kita baru saja kenal, tapi aku yakin dengan debaran kencang setiap kali mataku bertemu dengan matamu. Ini rasa yang belum pernah ada. Setiap aliran darah di dalam tubuhku terus memanggil namamu, merindukanmu…


Aku seperti singa kesepian di tengah hutan… aku merindukanmu dan aku ingin menunjukkan rasa cinta yang kumiliki. Aku mungkin bukan wanita sempurna di luar sana, tapi aku bisa menjadi yang terbaik untukmu, Jeon Jungkook. Aku adalah dia yang menjadi destiny-mu. (Taehyung berekspresi wajah muntah membacanya)


Setiap kali aku melihat diriku di cermin, aku membayangkan kau merengkuh dan memelukku dari belakang, bibirmu yang lembut membisikkan cinta di telingaku. Aku ingin merasakan bagaimana kukumu yang menghujam kulitku karena betapa eratnya saat kau memelukku dan bibir lembutmu yang menciumku. Dan aku ingin merasakan hangatnya tubuhmu, bagaimana ototmu dalam sentuhan jariku. Dan bagaimana kau akan membuat sekujur tubuhku gemetar hanya karena sentuhanmu. Aku ingin kedua kakiku melingkar di–


Taehyung langsung berhenti membacanya. Sial, ini benar-benar surat vulgar. Wajah Taehyung memerah, bagaimana mungkin seorang wanita berani menuliskan hal seperti ini??? Apa itu cara instan untuk merayu manusia jaman now???


“Oh b*tch..” rutuknya dan meremas-remas surat itu dengan sangat jengkel. Dia tidak bisa membayangkan jika surat ini benar-benar sampai pada Jungkook. Taehyung ingin berteriak rasanya.


Pintu kamar mandi terbuka, Jimin keluar setelah ia menggosok gigi dan membasuh wajah. Malam ini Jimin menginap di rumah Taehyung. Manusia itu tampak heran melihat Taehyung di tempat tidur, wajah memerah namun ekspresi tampak uring-uringan.


“Kenapa?” tanya Jimin polos dan mendekati Taehyung. Tanpa ijin Jimin mengambil surat berwarna pink dari tangan Taehyung yang ia yakin penyebab Taehyung bisa seperti ini. Jimin membacanya dengan cepat dan mata terbelalak saat menangkap bahwa ini merupakan surat cinta yang ditujukan untuk Jungkook.


“Hoa…” Jimin menahan tawa saat membaca bagian-bagian yang mulai vulgar, sesekali matanya melotot lalu sesekali terbahak. Ia menggigit bibir sambil menyipit pada bagian yang membuatnya cringe. Surat ini sungguh tak pantas.


Taehyung kembali merebut surat itu dari tangan Jimin. Ia merobeknya dengan asal dan membuangnya ke tong sampah. Sungguh surat yang sangat menjengkelkan.


“Daebak!!” komentar Jimin masih syok dengan surat yang baru ia baca, “Itu surat untuk Jungkook dari Lisa?”


Jimin malah terbahak dan bertepuk tangan. “Apa Jungkook sudah membacanya? Damn, jika Jungkook membacanya kurasa ia tidak akan bisa tidur.”


“Shut up. Jungkook tak perlu membaca surat menjijikkan itu.”


Jimin mengangguk-angguk, ia setuju jika surat seperti itu sangat tidak pantas untuk dibaca, pasti akan sangat membuat lelaki tak nyaman. “Lantas kenapa surat itu ada padamu jika Jungkook bahkan belum membacanya?”


“Cih, awas saja wanita itu akan kuberi pelajaran.” tukas Taehyung menggumam sendiri sudah tidak menggubris pertanyaan Jimin.


Jimin memberi cengiran. “Wae? Kenapa kau jadi sewot?”


Jimin tak tahu saja seperti apa sepak terjang Lisa dan bagaimana wanita itu pun berusaha menjebloskan Taehyung ke sindikat penjualan vampire. Dan tak hanya itu, godaan murahan seperti ini pada Jungkook membuat Taehyung habis kesabaran.


“Jungkook adalah soulmateku, aku takkan membiarkannya terbuai oleh wanita jalang.” sahut Taehyung tanpa berpikir panjang.


Cengiran Jimin bertambah panjang. “Soulmate? Jadi sekarang kau sudah mengakuinya?”


Taehyung memutar bola mata pada temannya. Ia malas jika Jimin sudah meledeknya seperti ini. “Jungkook adalah satu-satunya kantong darah yang bisa membuatku hidup, Jimin, aku tentu takkan membiarkannya jatuh pada lubang singa betina yang licik.”


Jimin malah tertawa terpingkal-pingkal mendengar bagaimana cara Taehyung memberi perumpamaan. Jimin memeluk vampire itu sambil masih tertawa. “Oh Tae… kiyeowo… kau sangat menggemaskan…”


“Ishh, jangan sebut aku kiyeowo.” tukas Taehyung mendengus. Ia mengulum mulut dengan jengkel. Lihat saja… ia akan menyingkirkan wanita itu.


****


Sore itu Taehyung meminta Jungkook untuk mengajak Lisa bisa makan bersama. Jungkook sangat heran dengan permintaan V yang tak biasa. Ketika ditanya alasannya, Taehyung hanya mengatakan dia ingin memperbaiki ketidakenakkan yang terjadi saat di karaoke room. Jungkook menurut dan mengajak Lisa untuk makan. Betapa bahagianya Lisa saat Jungkook mengajaknya makan!! Dia menyangka bahwa mungkin Jungkook sudah membaca suratnya??


Yang tak diduga adalah karena Taehyung pun ikut. Seperti ada duri yang tersangkut di tenggorokan, tiap kali Lisa melihat Taehyung setelah terakhir yang ia lakukan untuk menjebak vampire muda itu.


Lisa sangat dongkol melihat kedatangan Jungkook dan Taehyung masuk ke dalam kafe. Jadi ini bukan kencan?


“Haiiii~~” sapa Taehyung super ramah. Seperti biasa dia memakai pakaian dengan warna cerah seperti boxy smilenya sekarang meski sesungguhnya dia adalah V. Dia memang sudah merencanakan sesuatu bagaimana membalaskan kekesalannya untuk Lisa.


“Hai, Lisa…” sapa Jungkook juga.


“Hai…” ucap Lisa dengan suara sedikit tercekat. Tak dipungkiri kalau moodnya berubah drastis yang semula excited menjadi masam.


Taehyung dan Jungkook duduk bersebelahan di hadapan Lisa. Awalnya Lisa ngeri-ngeri sedep, menyangka Taehyung bisa saja mau membeberkan bagaimana perbuatan Lisa yang sudah membuat Taehyung diculik hunter. Lisa takut kalau ini adalah akhir dimana Jungkook bisa membencinya selamanya. Tapi anehnya, Taehyung tidak membahas hal itu. Wajahnya sangat cheerful dan innocent.


Mereka memesan makanan dan mulai makan ketika hidangan datang. Taehyung memang tidak membahas apapun mengenai penculikan tapi Lisa tetap merasa tidak nyaman.


“Hmm, ini enak~” gumam Taehyung sambil memakan Dak Galbi. “Coba deh…” Taehyung menyendokkannya dan menyuapi Jungkook.


Jungkook mengangguk dan mengunyahnya. Ia menahan senyum melhat betapa anehnya tingkah Taehyung ini, tidak biasanya.


Lisa berusaha tidak terganggu meski ia merasa ada tembok penghalang antara dirinya dan dua orang di depannya ini. Dan sesekali Taehyung membisikkan sesuatu ke telinga Jungkook sambil mengekeh. Jungkook mengangguk dan ikut mengekeh saja. Lisa merasa seperti pajangan di sana. Hello, apa yang kalian bisikkan???


“Ini kafe yang sangat enak,” ucap Taehyung dengan boxy smile, “Pilihan Lisa memang tidak salah.”


Lisa hanya tersenyum hambar, dirinya sudah tidak semangat berada di tempat ini.


“Dan kau makan dengan sangat berantakan.” ucap Taehyung pada Jungkook. Taehyung mengusap ujung bibir Jungkook yang belepotan saus. Jungkook hanya tertawa pelan sementara Taehyung mulai membersihkan mulutnya dengan tisu.


Hell, drama apa yang ditonton ini? Lisa memalingkan wajah karena tak tahan. Dia ada disini bukan untuk menjadi penonton tapi dia ingin ada kemajuan antara hubungannya dan Jungkook. Tapi yang terjadi malah kebalikannya. Lisa merasa seolah Taehyung sedang menistanya dengan cara seperti ini? Membuat hati Lisa panas melihat kedekatan Taehyung dan Jungkook? Apa vampire itu mau pamer dan menunjukkan bahwa Lisa tidak bisa dekat seperti itu dengan Jungkook?


Taehyung menahan smirk melihat bagaimana Lisa membuang muka seolah menahan kejengkelan sejak tadi. Taehyung cukup puas. Dia memang ingin memberi prank pada wanita itu, dia ingin membuat wanita itu menderita perlahan-lahan, bagaimana manusia itu harus menyadari bahwa cintanya yang tak akan pernah berbalas, begitu pula dengan imajinasi liarnya.


Mereka sudah selesai makan dan jujur saja sejak tadi Lisa merasa seperti sedang makan sendirian! Taehyung dan Jungkook seolah punya dunianya sendiri. Yah memang sesekali Jungkook mengajak Lisa berbicara tapi Taehyung selalu menyambar dan membuat perhatian Jungkook kembali tertuju pada Taehyung. Oh sialan.


“Kenyangnya…” gumam Taehyung dengan pout. Ia menyenderkan kepala di bahu Jungkook. “Kenyang seperti ini membuatku mengantuk.” Taehyung melingkarkan lengannya ke lengan Jungkook. Ia memberi smirk pada Lisa yang sedang menatapnya dengan tak suka.


“Apa kau ingin pulang sekarang?” tanya Jungkook pada vampire itu. Hari ini Taehyung sangat clingy tapi Jungkook tak akan mempertanyakannya. Toh dia pun tidak keberatan.


“Anniya…” sahut Taehyung dengan suara aegyo, “Kalau kita pulang, kasihan Lisa. Setidaknya kita bisa disini beberapa saat. Kau tahu kan kalau habis makan jangan langsung banyak bergerak nanti kalikiben.” (lmao author ngakak)


Jungkook menahan tawa saja. Dia belum pernah melihat V seperti ini, entah ini akting atau apa, Jungkook tetap menikmatinya.


Lisa memicingkan mata pada Taehyung. Dia tidak mengerti kenapa ia merasa Taehyung sedang memanas-manasinya.


“Dan Jungkookie…” gumam Taehyung masih bersandar di bahu Jungkook. Matanya dengan datar membalas tatapan Lisa. “Nanti malam kau menginap di tempatku ya.”


“Hmm?” Jungkook menoleh, “Wae?”


Taehyung pun membisikkan sesuatu ke telinga Jungkook yang tak bisa didengar Lisa. “Sudah saatnya aku harus minum darah.” Dan dengan sengaja Taehyung cekikikan untuk membuat seolah yang dibicarakan ini sangat spesial.


“Aigooo..” ucap Jungkook mengekeh, “Arraseo.”


Aishh melihat semua itu rasanya tekanan darah Lisa meroket tinggi. Asap bahkan bisa keluar dari kedua telinganya karena betapa ia tak tahan dipermainkan oleh Taehyung.


Beberapa saat kemudian, Jungkook permisi pergi ke toilet. Inilah saat dimana Taehyung dan Lisa ditinggal berdua.


Taehyung menguap malas-malasan. Ia memandang wanita di depannya dengan mencemooh. “Bagaimana rasanya?”


“Mwo?” tanya Lisa.


“Bagaimana rasanya imajinasimu tidak bisa terealisasikan?”


Lisa menaikkan sebelah alis. Apalah maksud perkataan Taehyung itu, lagipula raut wajah Taehyung sekarang sangat ketus dan tak ramah, berbeda dengan segudang aegyo yang sebelumnya sudah ia pamerkan.


“Aku sudah membaca surat cintamu untuk Jungkook,” ujar Taehyung, “Kau punya imajinasi yang bagus ya?”


Wajah Lisa seketika memerah. Jadi Taehyung membacanya? Apa Jungkook pun sudah membacanya juga?


Taehyung mendengus. “Surat seperti itu sangat menjijikkan. Aku melindungimu dengan tidak membiarkan Jungkook membacanya. Jika Jungkook membacanya, percayalah dia tidak akan mau bertemu denganmu lagi.”


Lisa mengepalkan tangan dengan marah. “Apa hakmu? Itu adalah surat untuk Jungkook, kenapa kau malah membacanya?”


Taehyung menjilat bibir dan memberi smirk. “Kau lupa ya… aku sudah berbaik hati untuk tidak melaporkan perbuatanmu. Kau kira aku bisa ditangkap hunter semudah itu?”


Wajah Lisa menegang. Taehyung ternyata tidak amnesia, dia bahkan bisa kabur dengan mudah dari tangan hunter?


“Aku akan memberitahu Jungkook!” tukas Lisa sebal, “Aku akan memberitahunya bahwa kau adalah vampire menyedihkan. Dan kupastikan dia tidak mau berteman denganmu. Vampire terkutuk!”


Taehyung menyeringai mendengar nistaan itu. Ini semakin menarik. “You wrong, girl. Jungkook tahu aku adalah vampire… dia bahkan sangat memihak padaku. Apa kau tadi tidak melihatnya bagaimana dia menatapku? Atau bagaimana dia sangat perhatian padaku? Dia tahu aku adalah vampire!”


Lisa melotot. Apa-apaan ini. Jadi sejak tadi Taehyung memang berusaha mempermainkannya?


“Kau tahu, cara senonoh yang kau lakukan takkan membuat Jungkook jatuh ke pelukanmu,” tukas Taehyung, “Apa itu yang selalu kau bayangkan sebelum kau tidur dan berharap Jungkook menjadi milikmu? Kau sangat menyedihkan.”


Lisa tak tahan dan dia mengambil gelas yang masih berisi air sepertiganya dan menyiramkannya ke wajah Taehyung.


Taehyung cukup syok. Wanita itu punya keberanian juga untuk melawan? Tangannya ini jika tidak dia kontrol sejak tadi sudah mendarat di leher Lisa dan meremukkannya.


“Adalah urusanku bagaimana aku menginginkan Jungkook.” tukas Lisa. “Aku tidak butuh saranmu.”


Taehyung mendengus. Seandainya manusia di hadapannya tahu bahwa Taehyung adalah soulmate Jungkook, wanita itu mungkin sudah terkencing-kencing.


“Kau terlalu meremehkanku, Nona.”


🎃🎃 tbc 🎃🎃


😂😂 Ini macam sedang menonton drama panjang ya.. tapi author menikmatinya dan kadang cekikikan sendiri.


episode kali ini sudah lebih dari 3000 kata dan masih bersambung bagaikan sinetron. kita lihat bagaimana drama ini berlanjut 🤪