
“Pertemuan dewan vampire ya…” ucap Hoseok sambil memakan bulgoginya. Sudah menjadi rutinitas, Hoseok selalu bersama dengan Namjoon, tak terpisahkan. Bahkan banyak mahasiswa yang mengatakan aneh karena keduanya bisa tiba-tiba menjadi dekat. Orang-orang itu tidak tahu saja bahwa keduanya kini sudah menjadi satu clan dan Namjoon menjadi Master dari Hoseok.
“Kau mungkin baru mengetahuinya, para vampire juga dibatasi dan dilindungi oleh yang namanya dewan vampire,” ujar Namjoon, “Para dewan vampire yang terpilih biasanya vampire-vampire senior dan terpandang dan clan-nya memiliki citra yang baik.”
“Huh, semacam pemerintahan kan maksudmu?”
Namjoon mengangguk-angguk. “Benar. Jika ada pertikaian antar vampire, dewan akan turun tangan. Dan biasanya dewan vampire juga memberi informasi penting mengenai hunter yang memburu vampire.”
“Keren juga ya, jadi itu salah satu cara vampire untuk tetap bertahan hidup karena ada aturan dan perlindungan juga. Apa yang dewan itu lakukan terhadap para hunter?”
Namjoon menyesap kopi dalam-dalam lalu berkata, “Mencari tahu kapan hunter bergerak untuk menyerang dan menginformasikannya pada para vampire. Hunter kadang bisa menyerbu rumah atau sarang vampire, dan jika vampire itu kurang beruntung maka satu clan-nya akan terbunuh.”
Hoseok menelan ludah dalam-dalam. “Itu sangat mengerikan, semoga tidak menimpa clan kita.”
“Itu sebabnya jika ada hal mencurigakan, dewan akan memberitahu clan vampire untuk berpindah kota. Aku dan yang lainnya sudah berkali-kali pindah kota, salah satu alasannya adalah untuk menghindari para hunter.”
“Apa hunter sebegitu hebatnya?”
Namjoon tertawa dan mendengus. “Tentu saja vampire jauh lebih cepat dan kuat dibandingkan manusia, apalagi setiap vampire diperlengkapi dengan kekuatan khusus. Yang ditakuti adalah karena kebanyakan hunter punya skill menembak dengan jitu. Mereka dilatih untuk bisa memanah atau menembak tepat sasaran yaitu mengenai jantung vampire. Ah, aku belum memberitahumu ya? Jika jantung kita tertusuk atau tertembak dengan bahan yang terbuat dari silver maka nyawa kita tamat.”
Mata Hoseok membesar. “Ya, ya, aku sudah pernah mendengarnya dari komunitas. Tapi aku tak menyangka bahwa vampire benar-benar tidak akan hidup lagi ketika jantungnya tertembak silver.”
“Untuk hal lainnya vampire lebih cepat pulih dan sembuh asal jantung tidak terkena apa-apa. Tapi kau tidak perlu kuatir, para vampire di masa sekarang sudah lebih pintar menyembunyikan diri, menyamar dan berbaur dengan manusia untuk mengurangi kecurigaan. Vampire pun sudah tidak menghisap darah manusia dengan terang-terangan. Kurasa hunter cukup sulit menemukan vampire.”
“Dan kita pun sebenarnya membeli darah manusia secara online.” tambah Hoseok meringis. Situs ilegal yang memperjualbelikan darah manusia untuk vampire sepertinya merupakan kumpulan pendonor yang mendonorkan darahnya demi uang. Hoseok dengar harga per kantungnya (500 mL) bisa mencapai jutaan. Tapi tentunya semua ini berlangsung tanpa bertemu tatap muka, semua dilakukan dengan prosedur yang sangat rahasia dan berlapis.
Namjoon mengangguk. “Bingo. Dengan demikian kurasa para vampire akan aman dari hunter, semakin bisa menyembunyikan diri bukan?”
“Hmm, lalu bagaimana dengan pertemuan dewan itu? Apa kita juga harus datang?”
Namjoon terlihat berpikir. “Aku pernah ikut pertemuan dewan saat kasus yang menimpa Seokjin 6 tahun lalu.”
“Oh? Kasus apa?”
“Alpha kita saat itu menyaksikan seorang manusia diserang dan dihisap darahnya oleh dua vampire. Itu ilegal apalagi manusia tersebut dibuat tak bisa bergerak dan melawan. Seokjin berusaha menyelamatkan manusia itu dan menyerang vampire. Dua vampire itu berasal dari clan Cha, clan yang sama yang menyerang Taehyung.”
“Oh jadi ternyata begitu… Sepertinya anggota clan Cha masih menyimpan dendam dan malah mengincar Taehyung yang mereka anggap lemah?”
Namjoon menggertakkan gigi dengan kesal. “Tetap saja itu terlewat batas. Saat itu Taehyung bahkan belum bergabung dalam clan. Dia tidak seharusnya diseret dalam balas dendam yang direncanakan clan Cha.”
Hoseok mengangguk. Ia pun tak setuju dan sangat menentang hal itu. “Jadi Taehyung akan datang ke pertemuan dewan ya?”
“Sepertinya begitu, karena ia bisa menjadi saksi. Aku tidak tahu apa Jimin pun akan diminta ikut atau tidak.”
“Aigoo tapi dia manusia…”
“Yeah, aku pun tidak ingin Jimin terlibat sebenarnya. Biasanya pertemuan dewan seperti kasus ini menjadi semacam sidang tertutup untuk menentukan sanksi pada clan Cha.”
Hoseok semakin banyak mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan vampire. Meski dia sudah menjadi vampire sekalipun namun sepertinya masih banyak yang belum ia tahu. “Lalu kapan aku bisa mendapatkan kekuatan spesiaku?”
Namjoon mengangkat wajahnya dan mendengus. “Kurasa masih lama untukmu. Biasanya memasuki tahun kedua vampire, baru kau mendapat kekuatan spesial.”
“Oh? Tapi Taehyung…?”
Namjoon terlihat tidak nyaman dengan pembicaraan ini. “Taehyung memang belum memiliki kekuatannya… itu sebabnya kami sangat menjaganya.”
Mata Hoseok membesar. “A-apa yang terjadi padanya sampai ia belum bisa memiliki kekuatan?”
Namjoon menggeleng sedih. “Entahlah, banyak yang bilang dia anomali. Tapi Yoongi pernah mengatakan bahwa kekuatan Taehyung semacam tertidur saja selama ini.”
Hoseok menghela nafas. “Baiklah kalau begini aku harus banyak olahraga dan melatih diri. Setidaknya meski aku belum mempunyai kekuatan spesialku, aku tetap bisa berkelahi jika kelak bertemu dengan hunter nanti.”
“Itu benar. Itulah yang seharusnya dilakukan bayi vampire.” Namjoon mengekeh.
“Kau harus melatihku ya… Ya semacam training untuk menjadi kuat.”
Namjoon memutar bola mata. Aigoo, dia lagi yang harus direpotkan. “Geurre, geurre. Untuk clan aku akan melakukan apapun.”
Hoseok tersenyum dan menunjukkan barisan giginya yang rapi. “Kau memang Masterku~”
.
.
Hari itu pulang kuliah, Jungkook mengajak Taehyung untuk memakan es krim. Taehyung sangat senang sekali karena akhirnya semenjak pagi Jungkook banyak diam, sore ini Jungkook mulai kembali seperti biasa, bahkan mengajaknya makan es krim.
Mereka keluar dari kelas dan menuruni tangga.Taehyung terus berceloteh bahwa ia ingin memakan es krim dengan 3 rasa sekaligus. Jimin akan menyusul karena perkuliahannya masih ada 15 menit lagi.
Sementara Taehyung terus berceloteh, Jungkook gugup sekali. Berulang kali ia melirik cincin perak yang ia pakai di jari tengahnya. Hati kecilnya sebenarnya menolak untuk melakukannya namun lebih besar rasa penasaran dan dendam di dalam dirinya bukan?
Semacam setruman listrik sekaligus api yang melelehkan kulit, Taehyung terkejut saat merasa telapak tangannya sakit, padahal Jungkook hanya menggenggam tangannya saja.
Tak tahan dengan rasa sakit itu, Taehyung menjauhkan tangannya dari pegangan Jungkook. Ia memegang telapak tangannya yang sudah sedikit melepuh dan berdarah. Mata Taehyung membola dan ia memandang Jungkook.
Jungkook pun berhenti berjalan. Ia menoleh pada Taehyung dan memasang wajah innocent. “Wae?” Jungkook melihat telapak tangan Taehyung yang ditutupi itu. “Kenapa tanganmu?”
Taehyung berusaha menyembunyikan rasa sakit yang timbul di telapak tangannya. Ia merasa telapak tangannya terbakar, ini adalah rasa sama yang ia alami ketika Woobin mempermainkan lempengan perak ke kulitnya.
Jungkook mengerjap-ngerjap. “Wae?” Jungkook melihat telapak tangannya sendiri. “Aahhh… apa karena cincin perak yang kupakai ini? Apa benda ini mengganggumu saat aku memegang tanganmu, Tae?”
Taehyung sangat tercengang. Jungkook memakai cincin perak? Jadi karena cincin itukah maka telapak tangannya seperti ini? Tapi Taehyung tidak mungkin mengutarakannya. Itu sama saja membongkar identitas dirinya.
“A-anni, Kook…” Taehyung menyembunyikan telapak tangannya yang luka.
Jungkook terdiam. Ia sedikit tak menyangka karena Taehyung tidak mengatakan apa-apa, tidak memprotes cincin perak yang sudah ia pakai. Dan kejadian ini membuat Jungkook semakin yakin bahwa Taehyung memang vampire. Bahan perak menjadi kelemahan terbesar para vampire. Tapi ia tidak pernah berpikir bahwa Taehyung masih innocent seperti ini. Dimanakah monster vampire yang sebelumnya Jungkook lihat ada dalam diri Taehyung?
“Kookie?” ucap Taehyung kuatir karena Jungkook terdiam dengan wajah yang sangat serius.
“A-aku baru ingat, aku harus mengurus sesuatu di kantor jurusan…” ucap Jungkook tiba-tiba, “Kau duluan saja, Tae, ke kafe, nanti aku menyusul.”
Jungkook tidak menunggu Taehyung mengatakan sesuatu karena Jungkook langsung berbalik pergi meninggalkan Taehyung. Panggilan Taehyung tidak ia hiraukan.
Jungkook bergegas pergi dengan perasaan berkecamuk. Ia masih belum sepenuhnya bisa melakukan semua ini?
Jungkook memandang cincin peraknya. Ia melihat ada bekas darah di sana. Darah Taehyung. Mata Jungkook membesar, dia hanya memegang tangan Taehyung beberapa saat saja sudah memberi efek seperti itu pada vampire?
Sementara itu Taehyung duduk sendiri di dalam kafe, tempat mereka akan membeli es krim. Taehyung masih cukup syok dengan apa yang terjadi. Jungkook memakai cincin silver? Sejak kapan? Dan tadi saat Jungkook memegang tangannya spontan saja cincin silver itu menyakiti kulit Taehyung, membuat kulitnya melepuh seperti terbakar. Dan Taehyung tadi sampai mampir ke minimarket membeli plester untuk menutupi luka di telapak tangannya. Ia pun tidak ingin para hyungnya atau Jimin tahu apa yang terjadi pada tangannya ini.
Alis mata Taehyung melengkung sejak tadi. Betapa menakutkannya efek silver bagi tubuhnya. Jika sekujur tubuhnya dilapisi silver mungkin tubuhnya akan langsung melepuh hanya dalam waktu singkat.
Taehyung menggigit bibir. Sudah 20 menit, Jungkook pun belum datang juga. Taehyung menatap ponselnya, apa ada sesuatu yang harus Jungkook bereskan ya di kantor jurusan?
Taehyung berharap identitas dirinya tidak ketahuan oleh Jungkook. Ia harap Jungkook tidak perlu berpikiran aneh-aneh mengenai efek cincin silver yang menyakiti Taehyung ini. Taehyung tidak bisa membayangkan apa yang terjadi kalau Jungkook sampai tahu bahwa dirinya adalah vampire. Temannya itu pernah mengatakan bahwa ia membenci vampire. Taehyung tidak ingin Jungkook membencinya. Ia tidak ingin kehilangan teman sejatinya. Taehyung berharap pada langit supaya identitas dirinya tidak pernah terbongkar.
“Tae!” panggil Jimin yang masuk ke kafe dan mendatangi meja Taehyung.
Taehyung mengangkat wajah dan berusaha memberi senyum pada temannya. “Jiminnie..”
“Kau sendiri?” tanya Jimin sambil mengernyit, “Mana Jungkook?”
“Di-dia…” Bersamaan dengan itu ponsel Taehyung berbunyi, tanda ada notifikasi pesan. Taehyung langsung mengeceknya karena ia yakin itu pasti dari Jungkook atau mungkin hyungnya.
Taehyung mengecek pesan yang ternyata benar dari Jungkook. Betapa kecewanya Taehyung saat membaca bahwa Jungkook tidak bisa datang ke kafe karena ada urusan yang harus diselesaikan, membuatnya harus cepat pulang.
Jimin bisa membaca ekspresi Taehyung itu. “Jungkook ya?”
Taehyung mempoutkan bibir dengan cemberut. “Dia tidak bisa datang karena ada urusan.”
“Huh, si Jeon itu ada-ada saja.” tukas Jimin, “Ya sudah, tak apa, Tae. Kita tetap makan es krim kan?”
Taehyung berusaha memberi senyum selebar mungkin. “Oke.”
Diam-diam Taehyung sedikit cemas dengan keadaan Jungkook. Semoga… ia sangat berharap… Jungkook tidak mengetahui identitasnya yang merupakan vampire.
.
.
Dengan marah Jungkook melempar cincin peraknya ke sungai Han. Hatinya sungguh campur aduk dan dia tidak bisa membendungnya lagi. Ia lempar cincin perak itu, cincin perak yang bertuliskan huruf latin : Memento Mori.
Memento mori dalam bahasa latin yang berarti : “Remember, you must die.”
Di ulangtahunnya yang kelima belas, Pamannya memberikan cincin perak itu sebagai hadiah, memberitahunya arti bahasa latin pada cincin tersebut. Pamannya saat itu menantang Jungkook, jika suatu saat nanti dapat bertemu dengan vampire maka kalimat ini adalah yang pas diucapkan pada vampire, terutama karena latar belakang dendam akan kematian orangtua yang ia kasihi.
Mata Jungkook berkaca-kaca mengingat memori itu. Sekarang mungkin dia pengecut tidak bisa mengucapkannya secara langsung pada Taehyung, mengutarakan dendamnya terhadap vampire, memberitahu bahwa orangtuanya tewas disebabkan serangan vampire. Hati nuraninya bahkan sedikit tak tega dengan apa yang ia lakukan tadi, memegang tangan Taehyung hanya untuk menyakitinya dengan cincin silver.
Tapi bukan berarti Jungkook tidak membenci vampire lagi.
Jungkook mengepalkan tangan kuat-kuat. Dendam terhadap vampire… ia akan lakukan dengan caranya sendiri.
🎃🎃
Makin hot masalahnya 🥵
kira kira seperti apa ya pertemuan dewan vampire nanti? Lalu apa yang akan dilakukan Jungkook untuk membalaskan dendamnya?
Beri komentar di bawah ya. jangan lupa beri like ya. Thanks