
1. Linguine
a.k.a “little tongues”. Pasta favorit kami dengan cita rasa tinggi membuatmu seperti hidup kembali hanya dari suapan pertama. Disajikan ‘langsung’ oleh Chef terpercaya kami.
Harga : $37,500
🎃🎃
Jungkook yang keluar dari toilet tak sengaja berpapasan dengan Lisa yang keluar dari toilet wanita. Lisa langsung memberikan senyum mengembang dan menyapa, “Oh, hai…”
“Aku tidak tahu kalau kau akan ada di ke fakultas Teknik?” tanya Jungkook namun tak bermaksud untuk menyinggung. Ia membalas wanita itu dengan senyum.
“Oh yah.. Aku janjian bertemu dengan temanku dan ke toilet ini dulu.” Lisa mengibaskan rambut panjangnya dan tersenyum manis pada Jungkook, “Apa sekarang kau sibuk? Kita bisa ke kafe dan mengobrol jika kau tidak sibuk, Jungkook-ssi.”
“Umm…” Jungkook memang tidak biasa langsung pergi bersama orang yang belum terlalu ia kenal apalagi ini wanita. Namun ia tahu kalau Lisa hanya bermaksud untuk ramah dan friendly. Lagipula sore ini dia dan Taehyung akan pergi ke hotel untuk mengambil hadiah spesial yang diterima Jungkook dari Black Dragon. “Mian, aku tak bisa, aku sudah ada janji dengan temanku untuk pergi ke tempat lain.”
“Ah jinjja? Sayang sekali…” gumam Lisa sedikit kecewa, “It’s ok, sampai ketemu lagi Jungkook-ssi~”
Mereka berpisah jalan saat sudah di luar gedung fakultas teknik. Jungkook hanya mengangguk sopan dan membiarkan wanita itu pergi. Ah ya dia jadi ingat belum mengembalikan SDXC milik Lisa. Kalau begini mungkin di saat kuliah tambahan saja dia kembalikan.
Jungkook berlari kecil mendekati Taehyung yang sudah menunggunya sedari tadi. Taehyung sedang melipat tangan di depan dada, alisnya mengernyit seperti memikirkan sesuatu. “Aku tak tahu kau punya teman wanita, Jeon.”
Jungkook mengangkat wajah dan angkat bahu cuek saja. Dia juga baru berkenalan dengan Lisa, nothing special.
“Dan dia bukan teman sekelas kita.” tambah Taehyung.
“Kami berkenalan di mata kuliah tambahan,” sahut Jungkook simple, “Kajja. Kita jadi kan pergi ke lokasi pengambilan hadiah spesial?”
Taehyung hanya memutar bola mata dan berjalan duluan. Jungkook tersenyum dan menyamai langkahnya dengan Taehyung.
Sebetulnya Taehyung cukup penasaran dengan makanan spesial yang diberikan di acara VIP weekend lalu. Ia berpikir jika ternyata ia bisa bertemu dengan salah satu staf yang berkaitan dengan sindikat mungkin Taehyung akan langsung membunuhnya saja. Atau ditangkap dulu untuk mengorek informasi? Tapi Taehyung agak tak yakin karena mereka akan pergi ke hotel bintang lima, hotel yang familiar di mata publik. Tidak mungkin di situ menjadi markas penahanan para vampire.
Keduanya sudah berada di dalam mobil, perjalanan menuju lokasi hotel yang tertera di kartu gold. Jungkook menoleh ke sebelahnya, melihat Taehyung yang semenjak tadi terdiam dan hanya menggigit kuku jari, seolah mencemaskan sesuatu.
“Wae?” tanya Jungkook lalu kembali fokus menyetir. “Sepertinya kau memikirkan sesuatu.”
Taehyung mengulum mulut dan akhirnya menjawab Jungkook. “Jungkook, sebaiknya nanti kau tunggu di mobil saja, biar aku yang ambil hadiahnya untukmu.”
“Mwo?” Jungkook heran mendengarnya.
“Kau seharusnya senang karena aku membantumu, Jeon.”
Jungkook terkekeh pelan. “Anni, aku akan ikut ke dalam mengambil hadiahnya. Siapa tahu kau ingin menghabiskan pasta itu tanpa menyisakannya untukku sama sekali.”
Taehyung mendengus, oh dia rasanya ingin tertawa. “Maksudku… bagaimana kalau ada penipu di dalam hotel itu, jadi sebaiknya kau serahkan padaku.”
Jungkook menggeleng. “Aku tetap akan ikut masuk.”
“Aishh. Kau tidak takut kalau ternyata nanti ditipu atau diculik?”
Jungkook mendengus, tak menyangka pemikiran vampire itu bisa juga kekanakkan. “Apa yang kutakuti jika aku pergi bersama seorang vampire sepertimu?”
Taehyung sempat speechless namun segera menguasai dirinya. Ia memalingkan wajahnya ke jendela. “Terserahmu, Jeon.”
Keduanya pun tiba di hotel yang dimaksud. Mereka mendatangi meja resepsionis di lobi, dan sesuai seperti yang dikatakan MC malam itu pada Jungkook, mereka menunjukkan kartu gold itu. Staf di resepsionis itu mengangguk dan segera mengetik sesuatu di komputernya. Ia lalu mengatakan, “Kamar nomor 505, nanti Anda akan diantar oleh bellboy.”
Jungkook mengangguk namun sebelum pergi, staf itu langsung menambahkan, “Maaf, ini hanya bisa satu orang. Mohon yang lain menunggu saja di sini sampai prosesnya selesai.”
Jungkook menoleh pada Taehyung. Wow bagaimana ini, ia tidak menduga kalau akan seketat ini dan yang diijinkan masuk hanya satu orang saja. Dia bahkan tidak bisa membawa Taehyung bersamanya?
Taehyung menggertakkan gigi dengan kesal. “Tidak bisa, aku harus ikut,” ujarnya pada staf.
“Maaf, tidak bisa, itu akan menyalahi syarat dan ketentuannya.”
Taehyung memutar bola mata kesal. Tentu saja ia tidak akan menyerah begitu saja, bagaimanapun ia harus menemani Jungkook. Taehyung mengeluarkan sesuatu dari dompetnya dan menunjukkan kartu nama Dongwook yang pernah diberikan beberapa waktu lalu. “Aku bisa menggunakan ini kan? For your information, aku orang cukup dekat dengan Tuan Dongwook.” Taehyung harus ekstra mengatakannya supaya ia dianggap orang penting.
Jungkook mengernyit kesal mendengar penuturan Taehyung itu.
“Oh…” ucap staf saat melihat kartu nama yang ditunjukkan Taehyung, “Maafkan saya kalau begitu. Anda bisa ikut masuk ke ruangan.”
Taehyung memberi smirk puas. Ia tak menyangka kalau kartu nama Dongwook ini memiliki khasiat yang sangat menakjubkan. Sepertinya tidak banyak yang bisa mendapat kartu nama ini ya? Ulala.
Keduanya pun diantar oleh bellboy menuju kamar bernomor 505. Pintu dibukakan dan Jungkook langsung tahu kalau kamar itu bahkan merupakan kamar suite. Lihatlah kamarnya yang sangat luas, ada living room, tempat tidur besar, TV besar, bahkan Jungkook menebak di kamar mandinya pun ada jacuzzi.
“Silakan tunggu…” kata pelayan itu dengan sopan, “Pesanan akan diantarkan beberapa saat lagi.”
Taehyung mengangguk saja dan membiarkan pelayan itu pergi. Ia duduk di pinggir tempat tidur sementara Jungkook sedang terpukau melihat pemandangan luar dari jendela besar. Tak ayal jika kamar ini merupakan kamar suite, semuanya tampak expensive.
“Untuk makan spaghetti sampai dipesankan kamar semewah ini,” kata Jungkook lalu membalikkan badannya pada Taehyung, “Bukankah lebih mahal sewa menginapnya dibandingkan makanannya?”
Taehyung tersenyum tipis, “Aku tak berpikiran seperti itu, Jeon. Mungkin makanannya juga memang sangat mewah dan dibuat oleh chef ternama?”
“Makanannya akan diantar ya?” gumam Jungkook dan duduk di sofa berhadapan dengan posisi Taehyung. “Kita harus membaginya dengan sama rata apalagi ini merupakan pasta spesial.”
“Pasta spesial…” ulang Taehyung dingin. Dia tidak yakin jika itu hanya sekedar pasta. Taehyung sudah tak sabar melihatnya.
Pintu diketuk sekali dan pelayan sebelumnya kembali masuk dengan mendorong sebuah troli makanan. Taehyung memicingkan mata melihat ada penutup makanan yang terbuat dari stainless steel. Ini mendebarkan, apa kira-kira yang nantinya akan ia lihat di balik penutup itu?
“Bukankah harusnya ada Chef yang menyajikannya secara langsung?” tanya Taehyung tiba-tiba pada sang pelayan, mengetes apa benar seperti yang dituliskan di web Delicious Pasta bahwa Linguine ‘disajikan langsung oleh Chef terpercaya’.
Pelayan itu menggeleng, “Saya hanya diminta untuk mengantarnya saja. Saya tidak tahu mengenai yang lain.”
Taehyung mengulum mulut. Mungkinkah karena ini merupakan door prize jadi tidak ada chef yang didatangkan?
Pelayan itu mengambil remote TV dan menyalakannya membuat Jungkook bingung. Di layar muncul seseorang menyapa namun wajahnya tidak nampak, hanya wajah animasi chef saja. Pelayan itu memberikan remote pada Jungkook lalu permisi pergi dan menutup pintu.
Taehyung menaikkan sebelah alis menonton layar TV. Dia dan Jungkook duduk bersebelahan dengan troli makanan ada di hadapan mereka.
“We gladly show you our best seller pasta… Linguine~!! Anda akan ketagihan setelah merasakan gigitan pertama dari makanan signature kami. So, pertama-tama, silakan buka tray di depan Anda.”
Ekspresi Taehyung mengeras, jika di dalamnya benar-benar darah vampire… Taehyung sudah tidak tahu lagi apa ia bisa mengendalikan emosinya. Namun dia sangat berdebar-debar dan menantikannya.
Jungkook membuka penutup dengan slow motion. Taehyung memejamkan mata karena belum siap melihat apa yang ada di dalam sana…….
“Wah menggiurkan…” komentar Jungkook dan terdengar suara garpu yang beradu ke piring.
Perlahan Taehyung membuka mata dan terkejut karena melihat ada pasta–literally pasta–di dalam sebuah piring. Tepatnya pasta Linguine. Mata Taehyung terbelalak tak menyangka kalau ternyata memang pasta sungguhan yang disuguhkan sebagai doorprize. Pasta yang dicampur dengan pasta tomat, ada kerang dan taburan parseli di atasnya. Benar-benar Linguine pada umumnya.
Jungkook menyendokkan pasta ke dalam mulut lalu bergumam-gumam. “Hmm… ini sangat lezat.”
Taehyung rasanya ingin tertawa. Pasta sungguhan? Dia pikir dia akan mendapat darah vampire atau apa sebagai hadiah spesial.
“Ini enak.” gumam Jungkook lagi. Ia menyendokkan pasta dan memberikannya ke depan mulut Taehyung. “Nah… buka mulutmu, ini enak.”
Taehyung menggeleng pelan. Ini bukan Linguine sesuai ekspektasi yang ia inginkan. Untuk apa ia memakan pasta itu.
“Come on,” kata Jungkook dan masih menunggu sampai Taehyung membuka mulutnya, “Kau ingin ikut denganku karena menyukai pasta ini kan?”
Ukh.. of course no.
Akhirnya Taehyung pun membuka mulutnya dan menerima pasta itu. Ini sangat konyol sekali, apa ia terlalu berpikiran negatif sampai menyangka jika Black Dragon ada hubungan langsung dengan sindikat???
“Bagaimana? Rasanya enak kan?” tanya Jungkook dan memakan kembali pastanya.
Taehyung memberi senyum hambar. “Rasanya seperti pasta.”
Jungkook mengekeh. Dan ia menyuapkan kembali pasta untuk Taehyung. “Tapi ini pasta next level. Setidaknya ini disajikan di sebuah kamar hotel mewah.”
Taehyung menghela nafas pelan dan mengunyah pasta di dalam mulutnya. Ia akui pastanya memang enak tapi sekali lagi, ini bukanlah yang ia harapkan.
Pasta linguine itu akhirnya habis bersih karena memang rasanya yang enak dan memuaskan. Tapi disini sepertinya hanya Taehyung yang kecewa karena sia-sia sudah semua perjuangannya beberapa minggu ini di club Black Dragon… hanya untuk makan pasta? Sial.
Jungkook melihat layar TV yang masih menyala. Di layar ada tampilan tulisan : “Press next button if you have finished your pasta.” Jadi Jungkook pun memencet tombol next di remotenya.
Suara animasi chef kembali terdengar di layar. “Nah, bagaimana rasanya? Enak bukan? Untuk pencuci mulut yang spesial, silakan lihat di troli bagian bawah, buka kain penutup yang ada untuk melihat pencuci mulut yang Anda tunggu-tunggu.”
Taehyung menatap layar dengan mengernyit. Sementara Jungkook sudah melakukan persis seperti apa yang dikatakan oleh TV. Ia membuka kain penutup di bawah troli dan melihat ada botol kaca berwarna hitam, botol itu berisi sekitar 500mL. Jungkook mengambilnya dan menaruhnya di tray atas, di samping piring kosong.
“Apa ini semacam minuman?” tanya Jungkook lebih pada dirinya sendiri. Mata Taehyung membola melihatnya, tercengang karena ada ‘pencuci mulut selain hidangan pasta Linguine. “Let’s see…” Jungkook pun membuka penutup botol kaca tersebut yang ternyata di dalamnya ada sejenis minuman dengan cairan merah gelap nyaris hitam. Sesaat setelah penutupnya terbuka, aroma bau semerbak ke hidung Taehyung yang memang sensitif dengan bau. Indra vampire lebih tajam dari indra manusia, Taehyung bisa langsung tahu apa cairan yang ada di dalam situ.
Mata Taehyung membelalak horor. Ia langsung memegang mulutnya dan berlari ke kamar mandi.
“Taehyung!!” seru Jungkook kaget dan mendengar Taehyung muntah di westafel. Jungkook bergegas mendatangi temannya dan melihat Taehyung sedang muntah, meski yang dimuntahkan memang air saja. Jungkook memijat leher vampire itu dengan sangat cemas. “Gwaenchana?”
Taehyung menggeleng jujur dan kembali muntah. Bau itu masih semerbak ke hidungnya. Bau darah vampire. “To-tolong tutup botol minuman itu.”
“Hah?” Jungkook tak mengerti namun langsung segera melakukan seperti yang diminta. Ia berpikir mungkin minuman itu yang membuat Taehyung mual. Setelah menutup botol, Jungkook kembali ke kamar mandi dan melihat Taehyung sedang terengah-engah dan membersihkan mulutnya dengan air mengalir.
Jungkook bisa melihatnya… Ia melihat bagaimana kedua tangan Taehyung itu sedang gemetaran berpegangan pada westafel. Ia sangat tahu kalau saat ini Taehyung tidak berpura-pura. Ia bisa merasakannya. Ia merasakan ketakutan dan rasa jijik yang ada dalam diri vampire itu sekarang.
“You ok?” tanya Jungkook kuatir dan memijat leher Taehyung lagi. Apa dia perlu memberikan kembali darahnya untuk Taehyung supaya vampire itu kembali baik-baik saja?
“J-Jungkook…” ucap Taehyung lemas. Dia membalikkan badannya menghadap Jungkook, mata masih membola dan berkaca-kaca membuat Jungkook tercengang. “Jangan minum cairan itu. D-dan… berikan itu padaku.”
Tidak perlu banyak waktu bagi Jungkook untuk setuju. Dia langsung mengangguk dan tidak adu argumen seperti biasanya. Dia sendiri masih melihat bagaimana jemari Taehyung itu gemetaran. “Aku percaya padamu. Tapi berjanjilah, suatu saat kau harus menceritakan semuanya.”
Taehyung menelan ludah. Ia menatap Jungkook lama dan akhirnya mengangguk.
Ini sangat mengerikan. Pasta Linguine ini memang pasta yang ada di dalam web Delicious Pasta, web perdagangan vampire.
Akhirnya… akhirnya Taehyung menemukan jawabannya.
🎃🎃
Jangan lupa tinggalkan jejak 🐾🐾