
Dongwook mendapat informasi dari anak buahnya mengenai kasus yang menimpa Myunggyu dan dua hunter lain beserta satu orang anak buahnya yang terbunuh. Dongwook memang meminta anak buahnya untuk menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi.
Saat itu Myunggyu mendapatkan vampire yang akan ditukar dengan kepala Vernon. Selidik punya selidik Myunggyu mendapatkan vampire itu dari seorang wanita yang kuliah di Seoul University. Wanita bernama Lisa yang mendapat beasiswa departemen hunter dan berniat akan mengabdikan diri pada serikat hunter dan sindikat.
Tapi anehnya sekarang status Lisa bukan mahasiswa lagi karena sudah mengundurkan diri…
Dongwook menaikkan sebelah alis, merasa ada yang aneh. Yang jelas Dongwook ingin membereskan masalahnya satu per satu. Dia mungkin bisa mendapat informasi dari Lisa mengenai vampire yang sudah membunuh tiga hunter. Dengan demikian Dongwook bisa melancarkan balas dendamnya pada vampire yang sudah membuatnya merugi. Dia pun harus mendapatkan vampire itu untuk dieksploitasi sebagai pengganti Vernon.
Itulah yang menjadi awal Dongwook mendatangi Lisa di club malam hari ini…
“Aku sudah mendengar banyak mengenai dirimu…” ucap Dongwook, “Kudengar kau ingin bergabung dalam kelompok peneliti di markasku?”
Lisa menahan nafas. Yes, tentu saja itu yang dia kejar selama ini.
“Meski itu masih terlalu dini untukmu karena mungkin kau kurang pengalaman.” ujar Dongwook. “Tapi aku sangat ingin membantumu, Lisa…”
Wajah Lisa memerah saat pria itu mencium pipinya dan berbisik, “Aku akan hilangkan kesedihanmu…”
Jantung Lisa berdegup kencang. Apa saat ini ada malaikat pelindung yang diutus padanya ketika dirinya mengalami stres dan depresi berat? Bahkan pria level tinggi seperti Dongwook ini? Pria pemilik sindikat penjualan vampire yang selama ini selalu menjadi cita-cita Lisa bagaimana ia ingin bisa bergabung menjadi peneliti di sana?
Dan apa ini artinya ia bisa membalikkan keadaan dan membalaskan dendam pada vampire yang sudah menghancurkan hidupnya?
“A-apa yang bisa kulakukan?” tanya Lisa. Pemilik sindikat ada di hadapannya, Lisa bahkan bersedia memberikan segala miliknya asalkan pria itu menerimanya.
“Apa ya…” Dongwook memberikan seringai dan membelai lengan wanita itu. “Kau tahu kan mengenai apa yang terjadi pada Myunggyu?”
Mata Lisa membesar. Dia seharusnya tidak kaget jika Big Boss mengetahui apa yang terjadi.
“Dia mati dalam proses menukarkan vampire kepadaku,” ujar Dongwook, “Secara teknis dia masih berhutang padaku karena aku belum menerima vampire yang seharusnya menjadi milikku.”
Rahang Lisa mengeras manakala kembali mengingat vampire yang dimaksud adalah Kim Taehyung.
“Dan kudengar kaulah yang memberikan vampire itu pada Myunggyu, hmm?” Dongwook menatap wanita itu, bertanya-tanya entah apa yang dilakukan wanita itu sampai bisa menjebak seorang vampire. “Apa yang terjadi?”
“Vampire yang kuberikan adalah salah satu mahasiswa di kampusku.” ucap Lisa dengan nada pahit.
“Oh wow. Vampire mahasiswa? Sangat menarik.” Dongwook mengekeh sambil memegang bibirnya sendiri, ingin melihat seperti apa vampire yang kuliah itu. Tidak pernah terlintas di benaknya jika vampire pun melakukan aktivitas manusia normal. Tapi kalau dipikir-pikir memang seperti itulah yang dilakukan para vampire modern untuk menutupi identitasnya.
“Kau menjebaknya?”
Lisa tersenyum tipis. Dia memang menjebak Taehyung tapi kini malah berakhir dirinya yang mendapat hukuman dari vampire itu. Dia terpaksa berhenti kuliah karena Taehyung mengancam akan membunuhnya.
“Aku memang menjebaknya tapi selebihnya kau tahu apa yang terjadi pada Myunggyu.”
Dongwook mengangguk. “Well.. tapi kau sudah mengundurkan diri dari perkuliahan?”
Nafas Lisa tertahan. Itulah yang membuatnya depresi.
“Aku sudah bilang, aku akan membantumu, Pretty…” gumam Dongwook mengusap dagu wanita itu dengan sayang. “Aku akan menguliahkanmu kembali di universitas lain, how?”
Mata Lisa membulat sempurna. Itu berita yang sangat mengejutkan, dia tak menyangka dia akan mendapat bantuan seperti ini langsung dari pemilik sindikat.
“Kau perlu belajar banyak dulu sebelum nantinya bergabung di sindikat milikku.” Dongwook memberi senyum ceria. “Aku pastinya sangat senang membawa wanita cantik sepertimu bergabung denganku.”
Wajah Lisa memerah. Dia belum pernah tersanjung seperti ini ketika dirayu pria. And for your information, pria di depannya ini adalah pria kaya nan tampan yang merupakan Big Boss dari proyek penelitian yang dikejar Lisa selama ini.
“I’m yours..” bisik Lisa akhirnya dengan mata sayu, siap memberikan dirinya.
“Yeah?” Dongwook tersenyum penuh kemenangan, “Lalu bisakah kau mengabulkan permintaanku?”
“Anything.”
“Aku harus mendapatkan vampire itu kembali, bisakah kau mencari informasi detail untukku mengenai vampire itu?”
Lisa langsung memberikan senyum panjang. Itu bukan permintaan sulit. “Tentu saja. Aku akan menyiapkannya untukmu.”
“Well done,” sahut Dongwook manis, “Aku pun akan menyiapkan segala sesuatunya untuk kau melanjutkan kuliahmu yang tertunda, Pretty.”
Lisa menyerahkan dirinya saat pria itu mencium bibirnya dalam-dalam. Ada rasa pahit rokok dan alkohol yang bercampur. Tapi semua itu hanya membuat Lisa semakin dikuasai lust.
Ternyata tidak sulit baginya untuk melupakan pria yang ia sukai. Lisa sudah tidak akan patah hati lagi karena penolakan Jungkook. Wanita itu bahkan sudah mendapat pengganti yang lebih baik. Ia senang karena ia bisa bertemu Dongwook seperti ini. Dan permintaan Dongwook untuk meminta informasi mengenai Taehyung… sepertinya mudah.
****
Kepala Vernon sudah diserahkan kepada clannya. Seokjin, Yoongi dan Taehyung yang menyerahkannya langsung. Sebenarnya Taehyung tidak diajak, tapi vampire itu bersikeras ingin ikut. Ia merasa sebagai seseorang yang menemukan kepala itu, dia ingin menyampaikan belasungkawa secara langsung.
Suasana histeris memenuhi rumah membuat siapapun merinding. Betapa mencekamnya saat melihat salah satu anggota clanmu tewas mengenaskan seperti itu di tangan manusia jahat.
Tangisan keras seorang wanita memilukan di ruangan. Ia menangis meratap di depan peti. Dialah soulmate Vernon. Nayeon menangis sejadi-jadinya, wajah sudah pucat putih dan mata sembab akibat rasa kehilangan yang tak terbendungi lagi.
Taehyung menatap wanita itu. Hatinya ikut terluka, ia bisa membayangkan seperti apa sakit yang dialami wanita itu. Ketika dalam perjalanan menuju tempat ini, Yoongi mengatakan bahwa jika salah satu soulmate mati maka akan membuat yang lain sangat terpukul, seperti ada sebagian jiwanya yang direnggut. Itulah mengapa Nayeon sangat histeris semenjak ia mendapat mimpi bahwa soulmatenya mati terpenggal. Vampire itu harus dihipnotis oleh vampire lain karena betapa terganggunya jiwanya.
Taehyung menunduk, tidak kuat terus melihat air mata wanita itu. Ia jadi berpikir jika soulmatenya pun mati….
Taehyung mengepalkan tangan kuat-kuat. Anni, dia tidak akan membiarkan Jungkook mati. Dia tidak akan membiarkan sindikat menyakiti atau bahkan menyentuh Jungkook. Dia akan menghancurkan sindikat itu terlebih dulu.
“Yep, kita harus menemukannya.” sahut Jackson yang berdiri di sebelah Seokjin. “Kami sudah menginterogasi Seunghoon namun dia sendiri bersumpah tidak tahu dimana para vampire ditawan.”
Seokjin tersenyum tipis, dia sudah menduga hal itu. Sepertinya markas sindikat penjualan vampire benar-benar tersembunyi dan dirahasiakan. “Jadi apa motifnya sampai mengkhianati dewan vampire?”
“Mereka melakukan perjanjian. Beberapa anggota clan Seunghoon, termasuk istrinya, ditawan di sindikat. Seunghoon melakukannya supaya ia mendapat kembali anggota clannya.” tutur Jackson.
“Lalu apa dia sudah mendapatnya?”
Jackson tersenyum tipis. “Baru dikembalikan dua vampire saja karena serangan hunter yang lalu gagal. Sindikat tidak puas dengan hasil tangkapan jadi masih menawan istrinya di markas.”
“Mereka manusia kotor dan licik.” tukas Seokjin.
Yoongi menghela nafas mendengar pembicaraan keduanya. Semua ini semakin rumit dan pelik, kapankah akan berakhir? Kalau dipikir-pikir selama ini vampire tidak begitu tahu mengenai perbuatan sindikat yang sudah berjalan jika bukan karena Taehyung yang menunjukkannya.
Yoongi melirik Taehyung yang masih menunduk. Dia yakin vampire itu pun kelelahan dengan kejadian-kejadian yang terjadi akhir-akhir ini. Tapi mereka tidak punya pilihan lain bukan? Bersembunyi pun sudah tidak bisa lagi. Memang sudah saatnya terjadi peperangan antara manusia dan vampire.
****
Lisa duduk di dalam mobil. Ia sengaja memparkirkan mobilnya jauh-jauh supaya tidak ada yang melihatnya. Sudah dua hari ini ia mengumpulkan informasi mengenai Taehyung. Dia memang sudah cukup tahu banyak mengenai vampire itu karena dulu Lisa yang menyelidiki Jungkook.
Sejauh ini Lisa sudah mengumpulkan beberapa foto, deskripsi fisik dan karakter vampire itu.
Nah untuk poin terakhir itu memang cukup membingungkan. Dia tidak mengerti karena seolah Taehyung punya dua karakter yang berbeda?
Seperti saat ini, dia melihat dari dalam mobilnya, Taehyung, Jungkook dan Jimin yang sedang berjalan bersama. Wajah Taehyung begitu comical, ceria dan memakai jump suit dengan warna mencolok. Lisa menyipit, dia merasa seperti melihat kepribadian yang berbeda. Bukankah wajah itu sangat berbeda jauh dengan wajah vampire yang pernah mengancamnya di apartemennya? Saat itu Taehyung memiliki mata menyeramkan dan ekspresi tidak bersahabat. Cara mereka berpakaian pun seperti langit dan bumi. Lisa tidak mengerti sama sekali, dan anehnya sepertinya baik Jungkook dan Jimin sudah terbiasa dengan hal itu?
Lisa memandang Taehyung yang sedang memasang senyum kotak pada dua temannya. Tampak Jimin merangkulnya dan ikut tertawa serta mengatakan sesuatu yang tak dapat didengar Lisa.
Apa vampire bisa kepribadian ganda?
Mata Lisa seketika membesar saat menyadari apa yang baru saja melintas di benaknya. Ini sangat menarik jika vampire memang bisa berkepribadian ganda. Lisa begitu tertantang dan tak sabar untuk bisa melakukan eksperimen setelah ia lulus kuliah nanti. Betapa ia ingin langsung mencari tahu hal itu dengan membedah otak vampire di dalam tangannya. Betapa ia ingin melakukan percobaan pada tubuh vampire.
Lisa menambahkan beberapa informasi itu di Ipadnya. Ia pun menambahkan informasi mengenai Jungkook dan Jimin yang merupakan teman terdekat Taehyung. Nantinya semua informasi ini akan ia berikan pada Dongwook. Lisa sudah tidak sabar, dia ingin membuat Dongwook terpukau dengan kinerjanya ini.
****
Seokjin dan Soojung berlatih kembali sore itu di basement kediaman Kim. Semakin lama Seokjin semakin terbiasa menggunakan pistol mungkin karena kekasihnya ini yang mengajarkan. Namun selalu jika hanya berduaan seperti ini, mereka selalu berakhir tidak bisa fokus berlatih.
Pistol sudah tergeletak di lantai karena Seokjin dan Soojung sedang berciuman di tengah basement. Tidak perlu menunggu lama sampai bibir Seokjin turun ke leher wanita itu.
Soojung memiringkan kepala supaya memberi akses pada Seokjin. Wanita itu sudah siap jika Seokjin akan menghisap darahnya.
“Are you sure?” bisik Seokjin berusaha dengan nada setenang mungkin meski sebenarnya dia sedang berusaha mengontrol diri.
Soojung mengangguk. Bukankah dia sudah sering mengatakannya? Cintanya pada Seokjin membuatnya tidak akan keberatan kalaupun darahnya dihisap!
Taring Seokjin muncul. Ia mengecup beberapa kali leher wanita itu sampai akhirnya ia menggigit leher Soojung dan menghisap darah wanita itu dalam-dalam. Mata Seokjin seperti terbuka karena betapa manisnya darah sang kekasih. Seokjin menghisap semakin dalam karena darah yang menyegarkan itu mengalir di kerongkongannya. Ini adalah darah terenak yang pernah Seokjin minum.
Soojung menggigit bibir, awalnya ia mengira akan merasakan sakit. Ia membayangkan mungkin akan seperti binatang buas yang menggigit tapi nyatanya tidak. Soojung memejamkan mata karena ia merasa dirinya fly. Dia seperti mendapat sensasi bahwa racun dalam tubuhnya sedang dihisap keluar, membuat wanita itu rileks dan perasaannya sangat ringan. Apa seperti ini ketika vampire menggigitmu? Namun seingatnya ia tidak merasakan hal yang sama saat SMP ketika dua vampire menggigitnya, dia justru merasakan sakit dan berontak. Dan berakhir dengan trauma. Tapi begitu berbedanya ketika kekasihmu sendiri yang menghisap darah.
Seokjin selesai menghisap darah. Ia mencium bekas gigitan di leher Soojung, mengecupnya berkali-kali tanda terimakasih dan betapa ia belum pernah merasakan seperti ini sebelumnya.
“Apa sakit?” tanya Seokjin dengan mata sayu menatap Soojung yang masih memejamkan mata.
“Tidak sama sekali.” ucap Soojung dan membuka mata. Justru semacam ada sensasi baru… membuat jantungnya berdegup lebih cepat karena apa yang sudah dilakukan Seokjin.
“Mungkin karena cinta…” bisik Seokjin dengan senyum dan mengecup mata kekasihnya.
“Hmm… Saranghae…” bisik Soojung dan mencium bibir Seokjin kembali.
🎃🎃
short update 😅
btw kalo readers paling nunggu momen siapa di novel ini?
- seokjin/soojung
- V vs Taehyung
- clan Kim
- Jungkook/V/Lisa
- V vs Dongwook
Sedikit sharing aja, author ga nyangka novelnya makin panjang, padahal awalnya cuma terinspirasi dari lagu... tapi malah konflik semakin banyak dan memang author cukup menikmatinya ketika menulis.
wkwkw.
Moga readers juga ya. Jangan lupa slalu berikan jejak🐾🐾