
Taehyung memberitahukan mengenai pesan yang diterimanya pada Jungkook dan Seokjin, bahwa sebenarnya semua ini perbuatan Dongwook. Mereka sangat tercengang. Mereka sampai pergi ke rumah Jimin untuk mengecek dan ternyata benar rumah Jimin juga kosong.
Ketiganya pulang dengan suasana hati tegang dan campur aduk. Selama di perjalanan Jungkook diam tidak mengatakan apa-apa, tapi wajahnya sudah merah karena menahan marah. Siapakah yang tidak akan marah ketika kakak yang kau sayangi diculik oleh orang jahat, apalagi Dongwook. Kebencian Jungkook pada pria itu hanya semakin menjadi-jadi.
Taehyung melirik manusia di sebelahnya. Ini sungguh complicated, sebenarnya apa mau Dongwook? Kenapa pria itu harus melakukan sampai sejauh ini dan menyakiti orang-orang yang tak ada hubungannya dengan sindikat? Taehyung meremas kedua tangannya sendiri dengan kuatir. Ini pasti cara yang dilakukan Dongwook supaya Taehyung kembali ke sindikat?
Mereka tiba di kediaman Kim sudah tidak peduli dengan perkuliahan lagi, Seokjin juga tidak ke kampus untuk mengajar. Kepalanya hampir pecah. Namjoon dan Hoseok sudah diberitahu dan mereka pun segera meninggalkan perkuliahan dan pulang.
Atmosfer begitu menegangkan, aura yang dipancarkan Seokjin begitu pekat memenuhi udara, aura yang ingin membunuh. Yoongi bahkan tidak berani menatap Alpha-nya karena betapa mengerikan suasana hati Alpha mereka. Yoongi pun memahami bagaimana perasaan Seokjin sekarang, siapakah yang tidak marah ketika kekasihmu ditangkap bahkan saat baru saja Seokjin melamar Soojung dengan romantis?
Hoseok menelan ludah melihat Seokjin yang matanya merah menyala, urat-urat hitam di wajah pucatnya nampak. Hoseok belum pernah melihat Alpha seperti itu.
Jungkook hanya bisa duduk, kedua tangan sejak tadi sudah terkepal. Dia pun sangat diliputi marah, dia bisa memecahkan kepala musuhnya dengan tangannya ini.
Di sampingnya Taehyung berusaha menenangkan, memegang bahu Jungkook. Taehyung pun sama cemasnya. Ada Jimin yang juga ia kuatirkan. Bagaimanapun 3 orang yang diculik Dongwook adalah manusia biasa yang takkan bisa menyelamatkan diri dengan mudah dari tangan mafia, apalagi ketiganya tidak ada kaitannya sama sekali dengan tujuan Dongwook.
“Apa yang harus kita lakukan…” ucap Namjoon menggigit bibir keras-keras. Apa jangan-jangan ini adalah aksi balas dendam yang dilakukan Dongwook karena Black Dragon yang terbakar? Tapi bagaimana ia bisa tahu? Akhh, ini sungguh membuat siapapun gila.
“Aku sudah memberitahu Jackson,” ucap Yoongi, “Aku minta ini dirahasiakan dari dewan. Aku memintanya mencari info lokasi perusahaan yang menaungi Black Dragon, kantor Lee Dongwook.”
“Sebaiknya dia cepat memberikannya,” tukas Seokjin. Suaranya begitu lain seperti suara monster, “Karena aku akan segera memporakporandakan perusahaan itu dan menghancurkan kepala Dongwook dengan tangan ini.”
Gigi Jungkook pun gemertak. Oh God, dia berharap kakaknya baik-baik saja, begitu pun dengan Jimin dan ibunya.
Seokjin langsung bergegas ke kamarnya, ia harus menenangkan diri. Emosinya terlalu berkecamuk sampai ia tak bisa berpikir tenang. Emosinya ini bisa saja mempengaruhi sesisi clan. Seokjin pastikan ia akan menghancurkan sindikat sampai tak bersisa.
“Sebaiknya Jungkook pun tinggal disini dulu,” kata Yoongi, “Kita tidak tahu apa lagi yang bisa dilakukan sindikat.”
“Aku berharap mereka menemukanku supaya aku bisa meremukkan kepala dan wajah mereka.” tukas Jungkook.
Hoseok menggigit bibir dengan cemas. Ia melihat bagaimana ekspresi Taehyung sekarang tampak terpukul dengan kejadian yang ada. Vampire itu tidak berpikir bahwa semua ini salahnya kan??
****
Di ruangan tidak berjendela, tidak ada apapun selain dinding dingin gelap, dengan tangan dan kaki terikat, disitulah Soojung dikurung. Mata sudah sembab karena menangis. Ia duduk di lantai yang dingin dan keras, berusaha mencari cara bagaimana melepaskan tangannya yang diikat. Jimin pun ada di sana, mengalami nasib yang sama. Ibu Jimin beberapa jam yang lalu dipindahkan dengan alasan mendapat perlakuan spesial karena sebelumnya pernah berkontribusi pada sindikat. Ibu Jimin dikurung di ruangan yang lebih baik, tidak diikat dan tidak disakiti.
Pintu sel tiba-tiba dibuka. Seorang mafia berbadan besar masuk. Ia langsung mendekati Soojung. Ia merasa Soojung sangat cantik dan rupawan, mungkin tidak apa jika ia mempermainkan gadis itu beberapa saat. Sejak kemarin ia memang ingin menyentuh wanita itu.
Mafia itu memegang dagu Soojung dengan merayu. “Kau akan bersenang-senang dulu denganku, Sayang.”
Mata Soojung membesar. Ia menjauhkan wajahnya dengan jijik. “Apa yang mau kau lakukan?”
“Mari langsung ke intinya.” sahut pria itu dan mulai membuka sabuk celananya sendiri.
Jimin yang sudah mengawasi sejak tadi merasakan tanda bahaya. Apa pria itu mau melecehkan Soojung? Jimin takkan membiarkannya. Soojung adalah kakak Jungkook dan merupakan calon istri dari Seokjin. Jimin takkan diam saja melihat pria itu berusaha menyakiti Soojung.
Soojung sangat panik dan berusaha mundur sejauh-jauhnya meski sulit karena tangan dan kakinya yang terikat. Air mata berderai karena betapa ia takut akan apa yang dilakukan mafia itu.
“Apa yang mau kau lakukan, Bastard!!!” pekik Jimin. Ia berdiri dengan sekuat tenaga yang ia miliki lalu melompat, menyerang mafia itu dengan kepalanya. Ia memukulkan kepalanya sendiri pada kepala mafia itu membuat mafia tersebut memekik keras.
“Arghh!!!” tukasnya. “Dasar son of b*tch.” Pria itu menjambak rambut Jimin dan meninju perutnya kuat-kuat. Jimin jatuh ke lantai dengan darah keluar dari mulutnya. Mafia itu menendang ulu hati Jimin, memukul punggung dan badannya, menginjak badan Jimin di sana-sini, melampiaskan rasa marah karena sudah diganggu.
“Hentikan!!” teriak Soojung, “Hentikan!” Ia tak tahan melihat kondisi Jimin, wajah dan badan sudah berdarah di sana sini, penuh dengan bilur. Soojung menangis terisak-isak.
Pintu sel terbuka. Mafia itu menoleh dan melihat kedatangan tiba-tiba dari bos sindikat. Oh ****, dia tidak tahu kalau Dongwook akan datang.
Mata Dongwook dengan tajam melihat apa yang terjadi, melihat bagaimana Jimin yang sudah terbaring di lantai penuh luka dan Soojung yang sedang menangis tersedu-sedu, tidak dapat melakukan apa-apa untuk menyelamatkan Jimin.
“Err… bos…” ucap mafia itu.
“Apa yang terjadi?” tanya Dongwook dingin.
“Bocah ini menyerangku tiba-tiba jadi aku membela diri dan menghabisinya.” ucap mafia itu. Sepertinya tidak akan apa-apa bukan sedikit memukul tawanan? Toh tidak ada perlakuan spesial untuk dua tawanan ini.
Dongwook memberi smirk dingin. “Kau kira aku tidak tahu apa yang berusaha kau lakukan?” Dia tentu saja sudah melihat bagaimana ikat pinggang pria itu yang sudah terlepas setengah.
Dongwook mendatangi anak buahnya itu lantas menamparnya begitu saja. Ia juga menendang perut pria itu membuat sang mafia terpelanting dan jatuh ke lantai.
“Aku tahu bagaimana otak bodohmu itu bekerja.” tukas Dongwook kini sepatu pentofelnya menginjak dada mafia itu. “Tak tahu malu. Kau ingin mencari keuntungan dari para tawananku tanpa seijinku?!”
Jimin masih mengerang kesakitan di lantai tapi ia cukup bisa bernafas lega setidaknya Soojung tidak disentuh oleh bajingan itu.
Dongwook menginjak dengan keras telapak tangan mafia itu. “Sekali lagi kau bertindak tanpa seijinku kau akan kuhabisi!!”
Mafia itu menahan kesakitan namun mengangguk takut.
“Pergi!!” ketus Dongwook dan mafia itu segera bangkit berdiri pergi dari sana.
Dongwook berpaling dan melihat Jimin dan Soojung. Ia tentu saja tidak perlu peduli dengan nasib dua manusia itu tapi ia tidak ingin membuat Taehyung kecewa dan marah, sudah sepantasnya dua tamu ini diperlakukan dengan baik.
“Aku minta maaf untuk apa yang terjadi,” gumam Dongwook, “Aku tentunya tidak akan menyakiti kalian, kalian tentu tahu hal itu… karena kalian hanya sebagai pemancing disini untuk mendapatkan vampire yang memang milikku.”
Gigi Jimin gemertakkan. Ia tidak akan merasa ditolong sama sekali oleh Dongwook, bukankah semua ini sejak semula adalah perbuatan keji bos sindikat itu?
“Kau tidak akan mendapat apa yang kau mau! Taehyung tidak akan terjebak dengan rencanamu.”
Dongwook mendengus. “Well, we will see, Jimin-ssi.” Pria itu melirik pada Soojung, “Apalagi aku pun menawan kakak perempuan Jungkook…”
****
Taehyung duduk di pinggir tempat tidur. Ia menatap ke arah balkon melihat Jungkook yang berdiri di sana malam ini melamun. Suasana rumah sudah tak karuan membuat Taehyung tak nyaman. Seokjin tentu saja masih belum bisa menenangkan diri karena kekasih yang paling ia cintai tidak ada kabar dan entah berada di mana. Taehyung berharap Soojung baik-baik saja. Dan tentu itu juga yang mengganggu pikiran Jungkook, memikirkan bagaimana nasib kakaknya di tangan sindikat.
Taehyung mengepalkan kedua tangan. Dia pun tidak pernah ingin melibatkan Jimin, sahabatnya. Dia tidak pernah ingin melibatkan siapapun. Kejahatan Dongwook itu pasti karena bos sindikat ingin memancingnya. Dongwook ingin Taehyung kembali ke sindikat. Taehyung merasa sangat bersalah untuk kondisi yang dialami Jimin dan ibunya.
Taehyung bangkit berdiri dan berjalan menghampiri Jungkook, berdiri di sebelah pria itu. Ia bisa melihat bagaimana seluruh urat dalam tubuh manusia itu sedang menegang, tidak rileks. Memang siapa yang bisa rileks saat saudara dan temanmu berada di tangan sindikat?
“Aku tidak akan pernah memaafkan sindikat jika terjadi sesuatu pada kakakku.” gumam Jungkook penuh dendam.
Taehyung mengangguk pelan. “Aku pun demikian. Aku tidak pernah ingin orang-orang di sekitarku berada dalam bahaya karena diriku.”
Jungkook membalikkan badan menghadap Taehyung. Ia menatap vampire itu, menyadari bagaimana Taehyung saat ini sedang menyalahkan diri sendiri.
“Hey… Tae, kita sudah pernah membicarakan ini sebelumnya.”
Taehyung menggigit bibir sedikit menunduk. Bagaimana tidak ia memikirkan lagi kalau perbuatan Dongwook ini adalah karena dirinya? Dipikirkan seribu kali pun jawabannya akan tetap sama.
“Kau tidak membahayakan siapapun, oke?” ucap Jungkook berusaha mengingatkan, memegang bahu vampire itu. “Kita akan menemukan solusi dan menyelamatkan mereka.”
Taehyung berusaha mengangguk, menahan kesesakan di dalam dadanya. Dia harus kuat dan mendengar kata-kata Jungkook ini meski ia tahu Jungkook pun pasti berat mengatakannya di saat kakak perempuannya disekap oleh sindikat.
“Dongwook tidak akan mendapat apa yang ia mau…” ucap Jungkook mengusap pipi Taehyung, “Dialah yang akan dihancurkan.”
Taehyung menatap Jungkook. Itu tidak semudah kelihatannya, menghancurkan sindikat sampai ke akar-akarnya tidak mudah. Berapa korban lagi yang harus jatuh akibat perbuatan Dongwook?
Taehyung berusaha menahannya, tidak mengeskpresikan kecemasan dan ketakutan pada soulmatenya.
****
Sudah dua hari semenjak Soojung, Jimin dan ibunya diculik sindikat. Belum ada kepastian berarti. Akhirnya siang ini Seokjin mendapat telpon dari Jackson bahwa Jackson sudah mengetahui dimana biasa Lee Dongwook bekerja dan mengurus bisnisnya. Jackson sudah diceritakan oleh Seokjin mengenai perbuatan Dongwook dan bagaimana big bos sindikat itu yang menculik kekasihnya dan orang yang tak bersalah. Jackson sebagai teman terdekat tentu saja akan membantu. Semua ini dirahasiakan dari dewan vampire yang lain karena pastinya mereka akan melarang jika Seokjin ingin menghancurkan dan membunuh semua yang hidup di tempat Dongwook.
Jadi siang itu Seokjin sudah bersiap-siap. Ia mengantongi dua pistol di dalam coatnya. Ia sudah tidak akan berpikir jernih, dia akan menghabisi apapun yang ada di sana dan menyelamatkan kekasihnya.
“Aku ingin kalian semua di rumah.” ucap Alpha dengan nada tegas setelah memberitahukan bahwa ia akan pergi.
“Tapi aku bisa ikut dan membantumu.” ucap Namjoon memelas. Dia tidak ingin ketinggalan untuk membantu. Dia tidak mau membiarkan Alpha berjuang sendiri.
“Biarkan aku ikut, Hyung.” kata Taehyung dan bangkit berdiri. Dia yakin dengan kekuatannya ia bisa menolong sang Alpha. Lagipula semua ini ada kaitannya dengan Taehyung tentu saja ia ingin ikut juga.
Jungkook menengadah melihat bagaimana Taehyung yang berdiri. Ia pun ikut berdiri. “Aku juga akan pergi.” Kapok dengan pengalaman sebelumnya, Jungkook tidak akan membiarkan Taehyung pergi dalam bahaya sendirian lagi.
Seokjin menggeleng tegas pada keduanya. Sebagai Alpha ia tidak akan membiarkan siapapun untuk ikut, dia tidak mau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Dia tidak mau Taehyung sampai tertangkap oleh sindikat.
“Aku tidak ingin siapapun ada yang keluar dari rumah ini.” ujar Seokjin.
“Tapi–“
“Aku tidak ingin ada bantahan, Tae.” potong Seokjin dengan lebih tegas. Mata merahnya berkilat menandakan dia memakai otoritasnya sebagai Alpha di rumah ini. Bagaimanapun Seokjin tidak ingin melihat ada lagi yang diculik atau ditangkap oleh sindikat.
“Kalian semua tinggal di rumah, aku yang akan pergi bersama Jackson.”
Yoongi mengangguk setuju. “Kami percayakan padamu, Alpha, tetaplah berhati-hati.”
Namjoon pun akhirnya mengikuti rencana Seokjin, setidaknya sang Alpha akan ditemani oleh Jackson. Kekuatan vampire itu adalah metal control bisa mengendalikan benda besi di sekitarnya, itu cukup powerful yang pastinya bisa membantu Seokjin dalam misi ini.
Seokjin keluar dari rumah, Jackson sudah menunggunya di dalam mobil. Dari dalam mobil saja Jackson bisa merasakan bagaimana aura membunuh yang dimiliki Seokjin akibat dendam membara pada sindikat.
Setelah Seokjin sudah masuk ke dalam mobil, Jackson pun mulai menstarter mobilnya.
“Are you ready?” tanya Jackson.
Seokjin berusaha mengatur emosionalnya. Berperang dengan emosi tak menentu selalu memberikan dampak yang buruk.
“Aku siap untuk menghancurkan sindikat.”
Jackson tersenyum tipis. Ia mulai menyetir mobil dengan kecepatan normal.
“Aku kan sudah memberitahumu yang akan kita datangi itu kawasan perkantoran, bukan markas sindikat. Perusahaan pria itu menaungi beragam bisnis dan iklan. Banyak manusia biasa yang tidak tahu apa-apa dengan sindikat yang tidak perlu kau habisi, Jin.”
Seokjin mendengus dan melihat ke luar jendela.
“Lantai paling atas adalah kantor Dongwook,” lanjut Jackson, “Disitulah kita bisa mulai menyerang, pasti ada beberapa mafia yang ditempatkan disana sebagai penjaga.”
Seokjin mengeraskan rahang. Dia sudah tidak sabar bertemu dengan big bos sindikat. Ia akan menunjukkan siapa dirinya sesungguhnya, vampire yang akan membunuh manusia kotor seperti orang-orang di sindikat.
🎃🎃
Apakah Seokjin dan Jackson akan berhasil menghancurkan Dongwook? 🤷♀
sakit kepala ya makin complicated aja 💆♀
Jangan lupa berikan jejak🐾🐾