
Lisa diundang datang ke kediaman Dongwook. Ini sangat mendebarkan karena pertama kalinya bagi wanita itu untuk datang ke rumah Big Boss sindikat penjualan vampire!! Penthouse mewah milik Dongwook berada di Gangnam, kawasan elite di Seoul. Untuk ke penthouse Dongwook itu bahkan ada private lift sehingga privasi penghuni sangat terjaga juga guna mencegah tidak ada tamu asing yang tak diundang untuk masuk. Dan bisa jadi Dongwook memiliki beberapa penthouse seperti ini yang tersebar di Korea Selatan.
Pintu terbuka dengan otomatis saat wajah Lisa terdeteksi di depan kamera pengawas. Lisa merapikan rambut dan pakaiannya. Bagaimanapun ia harus tampil cantik dan memesona, tak boleh mengecewakan. Adalah baik jika ia punya hubungan dekat dengan Dongwook sang pemilik sindikat bukan?
Pintu terbuka dan Lisa masuk ke dalam kediaman sangat mewah itu. Mata berbinar melihat keindahan di depan matanya. Rumah itu sangat luas dengan furniture elegan dan classy. Jendelanya sangat besar sampai Lisa bisa melihat keindahan kota Seoul di malam hari dari sini. Memang penthouse biasanya berada di lantai teratas sebuah gedung apartemen mewah, sangat eksklusif dan memiliki rooftop terbaik disertai dengan teras vertikal. Seperti penthouse milik Dongwook ini berada di lantai 40. Lisa yakin bahkan ada kolam renang di teras luar karena ia mendengar suara gemericik kolam serta ada pantulan air di jendela.
Lisa sangat mendambakan bisa tinggal di tempat seperti ini… hidup bagaikan ratu.
Terdengar suara langkah kaki. Dongwook muncul masih menggunakan bathrobe putih dan rambutnya setengah kering, sepertinya pria itu baru saja selesai mandi.
Lisa menelan ludah. Oh my God…
Wajahnya seketika memerah melihat pria itu, dada Dongwook sedikit terekspos karena bathrobe yang terbuka.
“Kau sudah datang…” ucap Dongwook pelan. Ia mendekati Lisa dan mencium pipinya begitu saja seolah keduanya sepasang kekasih. Lisa merasa seperti disambut oleh suami jika seperti ini cara Dongwook memperlakukannya.
Wajah Lisa sudah merah seperti kepiting rebus sementara Dongwook menarik tangannya dan membawanya ke mini bar. Dongwook mengundang Lisa datang ke rumahnya karena pria itu sudah tak sabar menerima informasi dari Lisa terkait vampire yang sudah membunuh Myunggyu.
“Scotch?” tawar Dongwook sambil mengambil botol yang tampak expensive dari deretan botol alkohol bermerk di mini bar.
Lisa mengangguk dan duduk di salah satu kursi bar dengan dada berdebar-debar. Ini seperti alur cerita romantis yang ada di benaknya selama ini. Dia duduk bersama pria pujaan hati di penthouse mewah.
Dongwook menuangkan scotch ke sebuah gelas. Ia melirik Lisa yang sedang memandanginya. Dongwook hanya memberi smirk puas. Ia pun menuangkan scotch ke gelas yang lain.
Dongwook duduk di sebelah Lisa memberikan gelas pada wanita itu. “How’s your day? Bagaimana perkuliahanmu?”
Lisa meminum scotch dan merasakan bahwa minuman ini pasti sangat mahal, berbeda dengan minuman yang biasa ia terima di club. “Great. Aku sangat berterimakasih untuk kesempatan yang kau berikan sehingga aku bisa kuliah lagi, bahkan di kampus yang lebih baik.”
“Jinjja?” Dongwook memberi senyum manis lalu menyesap minumannya sendiri. “Kau tahu kan kalau aku punya selera tinggi, aku tentu akan memberikan hadiah yang baik.”
“Yeah…” gumam Lisa menggigit bibir. Ia bahkan bisa mencium aroma sabun dan shampoo dari kedekatannya dengan Dongwook ini. Semua hanya membuat perut Lisa geli, seolah ada yang menggeligitik perutnya.
Dongwook menaruh gelas dan badan memutar menghadap Lisa. “Ini sudah lima hari… Sudah lima hari semenjak aku memintamu untuk mengabulkan permintaanku.”
Lisa mengangguk. “Aku sedang menyiapkan apa yang kau minta dengan spesial.”
Dongwook menaikkan sebelah alis.
“Dengan detail dan rapi karena aku ingin memberikan yang terbaik untukmu,” lanjut Lisa, “Bahkan aku bisa membawa vampire itu ke tanganmu sama seperti yang sudah kulakukan pada Myunggyu.”
Dongwook memberi seringai.”Are you sure? Apa kau ingin membuatku juga mati seperti Myunggyu?”
“Anni.” Lisa langsung menggeleng dan memegang tangan pria itu. “Aku tidak akan melakukannya. Aku akan menjebak vampire itu dan memberitahumu. Terserah kau bisa memakai anak buahmu untuk meringkusnya.”
“Begitu?” Dongwook tersenyum panjang. “Kau yakin bisa melakukannya?”
Lisa mengangguk yakin. Dia akan mempertaruhkan segalanya supaya Taehyung bisa tertangkap. Dia harus membuat Dongwook benar-benar terkesima dengan yang akan ia lakukan.
Well… Dongwook sebenarnya bukan pria penyabar. Pebisnis sepertinya selalu punya limit time… tapi untuk kali ini.. ia akan biarkan Lisa dengan rencananya. Awalnya Dongwook hanya meminta informasi saja, tak ia sangka bahwa wanita itu bertekad akan membawakan vampire itu ke hadapannya.
“Aku pasti akan memberikan yang terbaik.” kata Lisa. “Aku akan membuatmu senang, Mr.Dongwook.”
Dongwook memberi smirk. “Kau bisa membuatku senang malam ini.” Pria itu meminum scotchnya sampai habis. Ia pun langsung mencium bibir Lisa dengan kasar. Awalnya Lisa kalah dengan dominasi Dongwook itu bagaimana perlakuan pria itu membuat kepala Lisa seolah berputar. Namun segera wanita itu pun mulai mengikuti permainan Dongwook. Ia memegang bahu Dongwook, menariknya untuk memperdalam ciuman itu.
Malam ini sepertinya akan menjadi malam panjang untuk Lisa di penthouse ini. Dia mungkin berkesempatan untuk melihat isi penthouse mewah milik Dongwook.
**
Tengah malam itu Soojung pergi ke dapur untuk mengambil minuman saat ia melihat kedatangan Pamannya yang baru saja pulang. Akhir-akhir ini Pamannya memang sering berada di luar, sepertinya pekerjaannya sebagai hunter semakin menyita lebih banyak waktu?
“Oh, Paman baru pulang?” tanya Soojung saat berpapasan dengan Pamannya itu.
“Ne, Soojung-ah.”
Kening wanita itu mengernyit. “Kulihat sepertinya Paman semakin sibuk? Apa kesibukan pekerjaan Paman bertambah?”
Tentu saja Soojung berharap para hunter sibuk bukan karena sedang menyiapkan buruan besar lagi. Soojung tidak mau Seokjin berada dalam bahaya seperti sebelumnya.
Donghyuk mengangguk. Kesibukannya memang bertambah tak lain disebabkan karena posisinya sekarang yang merupakan ketua hunter, semakin banyak hal yang harus diurusi, pergi ke sana ke mari untuk menghadiri rapat.
“Salah satu mata-mata hunter menghilang, kami sedang sibuk mencari informasi tentangnya.”
“Mata-mata?” Sebelah alis Soojung terangkat. Jangan-jangan yang dimaksud pamannya adalah Seunghoon, penghianat dari dewan vampire, yang identitasnya ditemukan Soojung dari meja kerja Donghyuk.
“Yap. Padahal dia cukup aktif memberikan banyak informasi berguna,” sahut Donghyuk, “Dia menghilang pasti ada sebabnya.” Donghyuk melirik keponakannya dan menimang sepertinya tidak perlu menjelaskan detailnya bahwa mata-mata yang dimaksud adalah seorang vampire.
Soojung berusaha untuk tampak netral meski ia tahu mata-mata yang dimaksud pasti sudah ‘diurus’ oleh dewan vampire semenjak Soojung yang melaporkannya pada Seokjin. Itu berita yang cukup bagus untuk didengar.
“Lalu apa ada mata-mata lain?” tanya wanita itu berusaha tampak biasa walau sebenarnya dia sedang mengorek informasi.
“Tentu saja. Ada banyak mata-mata yang dibutuhkan untuk pekerjaan seperti ini,” kata Donghyuk, “Jika mata-mata yang satu tak berguna, tinggal menggunakan yang lain. Simple as that.”
Soojung hanya mengangguk-angguk sambil meminum teh hangat yang ia buat. Jadi masih ada mata-mata selain Seunghoon?
“Ngomong-ngomong kapan kau akan mengundang pacarmu untuk datang? Kau belum mengenalkannya pada Paman?”
Soojung langsung tersedak pelan. Ia terbatuk-batuk akibat pertanyaan yang dilontarkan pamannya. Dia tidak akan pernah mau membawa Seokjin bertemu dengan pamannya. Bagaimana kalau pamannya itu bisa tahu kalau Seokjin adalah vampire? Hunter expert seperti Donghyuk tentunya bisa lebih sensitif dalam membedakan vampire dan manusia kan?
“Err.. aku belum berniat membawanya ke rumah.”
“Wae? Dia tampak sangat menarik. Sepertinya dia kandidat yang cocok untukmu, Soojung. Well, tidak seperti beberapa pria sebelumnya yang urakan dan kurang kusukai.”
Soojung menelan ludah. Lihatlah bahkan pamannya sudah memberikan restu seperti ini tapi sayangnya pamannya itu tak tahu bahwa pria yang dimaksud merupakan vampire!!
“Kau harus mengenalkannya. Aku sudah menyukai semenjak pertama aku melihatnya…” kata Donghyuk dengan senyum, “Siapa tahu dialah yang akan menjadi suamimu kelak.”
Soojung terbatuk-batuk lagi. Ucapan pamannya itu entah kenapa membuatnya takut. “A-aku permisi dulu, Paman, aku sudah mengantuk.” Buru-buru Soojung langsung pergi dari tempat itu menuju kamarnya. Ini benar-benar gawat… Tidak pernah terbayangkan sebelumnya oleh Soojung. Jika dia ingin menikah dengan Seokjin, bagaimana caranya supaya pamannya yang merupakan hunter bisa menerimanya???
****
Taehyung dan Hoseok pergi malam itu untuk membeli daging dan camilan. Mereka harus membeli banyak karena persediaan sudah habis. Dan Jungkook sudah berada di rumah Kim Brothers sejak tadi karena akan menginap. Dia dan Taehyung berencana akan belajar bersama untuk ujian minggu depan.
“Tae, tunggu disini ya aku akan masuk untuk membeli cemilan.” ucap Hoseok. Mereka sudah berada di depan minimarket. Suasana cukup sepi karena jam larut yang telah lewat.
Taehyung mengangguk lugu. Ia mengambil duduk di kursi di luar minimart. Saat ini yang muncul adalah Taehyung yang innocent. V memang sesekali switch, bagaimanapun Taehyung yang innocent pun menjadi bagian dari kehidupan clan Kim. Itu sebabnya V melakukan switch dan membiarkan Taehyung bisa menjalani hidup dengan normal.
Taehyung sedang duduk sendiri ketika ia merasakan ada kehadiran orang mencurigakan di dekatnya, seperti ada yang sedang mengawasinya dari balik tembok di ujung jalan.
Taehyung berusaha mengabaikan namun lagi-lagi ia bisa melihat dengan jelas ada yang sedang mengawasinya, kini pria yang memakai hoodie hitam itu sudah pindah di belakang lampu jalan.
Taehyung semakin heran apa pria itu mengenalnya?
Taehyung bangkit berdiri dan berjalan menuju manusia tersebut. Pria itu masih memandangnya dari balik hoodie, saat jarak sudah semakin dekat, pria itu berbalik dan berlari. Reflek, Taehyung pun mengejarnya karena pasti pria itu adalah pria mencurigakan. Atau bisa saja merupakan utusan sindikat?
Taehyung berlari mengejar pria tersebut sampai ke blok-blok yang lebih sepi. Namun di jalan buntu, Taehyung tidak melihat lagi pria itu. Taehyung merasakan ada pergerakan di belakangnya, ia langsung membalikkan badan tepat waktu dan sukses menghindar sebelum kepalanya dipukul dengan kayu panjang.
Mata Taehyung membola horor. Sebenarnya apa yang sudah terjadi? Siapa pria ini?
Pria itu dengan cepat berusaha menyerang Taehyung kembali menggunakan kayu. Taehyung terpukul di bagian bahu namun bayi vampire itu mengabaikan rasa sakit dan memegang lengan pria itu. Ia harus melawan dan mempertahankan diri, bukankah selama ini ia ikut berlatih di basement untuk bisa menjaga dirinya sendiri? Dia tidak mungkin selamanya menjadi bayi vampire yang butuh dilindungi terus oleh para hyungnya kan?
Taehyung berhasil memukul perut pria itu dengan lututnya. Ia menghempaskan lengan pria itu membuat kayu terlempar jauh ke tanah.
Baru Taehyung akan kabur namun pria tersebut langsung menariknya dan menempeleng pipinya. Taehyung meringis kesakitan. Dia seharusnya tidak perlu mengikuti pria mencurigakan ini dan membiarkan dirinya dalam bahaya. Ia berharap sekarang Hoseok sedang mencarinya dan menemukannya disini.
Taehyung mendorong tubuh pria itu kuat-kuat. Kedua tangan berada di wajahnya berusaha mencakarnya. Jika saja dirinya sekarang adalah V, wajah pria itu mungkin sudah remuk akibat kekuatan V yang bisa menghancurkan daging dan tulang. Tapi sekarang dia adalah Taehyung. Dan bukan berarti dia tidak bisa melindungi dirinya sendiri. Dia akan berjuang untuk bisa mempertahankan hidupnya.
Pria itu mengerang kesakitan karena wajahnya yang perih dicakar. Taehyung pun menendang keras perut dan bagian bawah tubuhnya yang vital. Begitu menyakitkan karena sepatu boot yang dikenakan Taehyung. Pria itu memekik kesakitan. Dasar vampire gila.
Pria itu berusaha menahan semua rasa nyeri. Ia mengeluarkan pisau dari balik hoodie-nya, berusaha menusuk dada vampire itu. Taehyung berusaha menangkis supaya dadanya tidak tertusuk. Ia menangkis dengan lengannya yang membuat lengannya tertusuk sangat dalam.
“Argh!!” jerit Taehyung kesakitan. Darah mengalir keluar dari lengannya sementara pisau masih menancap. Taehyung langsung mundur sambil memegangi lengannya yang sakit. Ia melepaskan pisau yang menancap di lengannya. Ini sangat sakit.
Dia butuh pertolongan karena pria ini tidak akan berhenti untuk menyerang dan mengulitinya.
Pria itu mengekeh pelan melihat Taehyung sudah tak berdaya. Darah menetes-netes jatuh ke tanah. Pria itu sebenarnya merupakan utusan dari Lisa yang disuruh untuk memata-matai Taehyung serta menyakiti vampire itu jika ada kesempatan. Tentunya Lisa ingin membalaskan dendamnya dulu pada Taehyung untuk apa yang vampire itu lakukan padanya. Lisa berniat ingin mempermainkan dulu vampire itu sebelum nantinya ia serahkan pada Dongwook dan anak buahnya.
Pria itu memberi seringai saat badan Taehyung yang terus mundur itu sudah mengenai tembok buntu. Tak ada cara lagi bagi vampire itu untuk kabur.
Pria itu menerjang mendekati Taehyung. Ia mengeluarkan lempengan silver dari balik hoodienya. Mata Taehyung membesar, belum sempat mencerna ataupun mencari cara menghindar saat lempengan silver itu ditancapkan ke dadanya. Taehyung berteriak histeris karena rasa sakit di dadanya. Air mata dengan deras mengalir. Ia berusaha mendorong pria itu dengan sekuat tenaganya, tapi ia kalah karena lengannya pun yang sudah terluka.
Pria itu memberi smirk. Dia tidak menduga jika benar yang dikatakan wanita yang menyuruhnya. Kalau secara ajaib, lempengan silver yang diberikan ini bisa sangat menyakiti lelaki di hadapannya.
“Apa yang kau lakukan!!” bentak Hoseok muncul dengan terengah-engah. Semenjak tadi saat ia keluar dari minimarket dan melihat Taehyung tak ada, Hoseok langsung mencari vampire itu dengan panik. Dan ia bisa mendengar pekikan Taehyung dari kejauhan membuat Hoseok langsung segera kesini.
Hoseok menendang punggung pria itu membuat lempengan silver terjatuh ke tanah. Mata Hoseok melotot melihat benda tersebut dan bagaimana Taehyung terduduk jatuh memegang dadanya sambil merintih kesakitan, darah di lengannya pun tak berhenti mengalir karena bekas tusukan.
Hoseok sangat marah. Ia menendang dagu manusia yang memakai hoodie itu. Hoseok terkena tinju satu kali tapi ia langsung balik menyerang dengan memukul wajah pria itu berkali-kali. Well, ternyata seperti inilah manfaat berlatih dan berolahraga bersama Namjoon selama ini. Masternya itu sudah memperlengkapinya untuk keadaan mendesak semacam ini.
Habis dipukuli dan akan semakin terpojok jika terus ada di sana, pria berhoodie itu langsung kabur. Hoseok tidak mengejarnya karena terlebih penting kondisi Taehyung sekarang.
“Oh my God, Tae…” ucap Hoseok sangat panik dan memegangi badan Taehyung yang sudah lemas. Hoseok seketika pucat melihat bagaimana pakaian Taehyung di bagian dada sudah bolong melepuh, menunjukkan kulit dada Taehyung yang juga melepuh dan mengeluarkan darah.
Hoseok sudah sangat panik dan mata berkaca-kaca. Ia membantu Taehyung berdiri dan segera membawanya menuju mobil yang diparkir di dekat minimarket.
.
.
Di kediaman clan Kim, Namjoon mendapat telpon dari Hoseok yang memberi kabar bahwa Taehyung tengah luka parah karena diserang seorang pria mencurigakan. Hoseok meminta supaya mereka segera menyiapkan segala sesuatunya untuk mengobati Taehyung karena sebentar lagi Hoseok akan sampai di rumah.
“Ada yang berusaha mencelakai Taehyung!” tukas Namjoon saat telepon berakhir. Seokjin dan Yoongi yang sudah bisa mendengar percakapan itu, wajah sudah mengeras kuatir. Jungkook yang berada di ruang tengah bersama vampire lain, langsung menoleh cepat, terkejut dengan perkataan Namjoon.
“Mwo?” ucapnya kaget dengan mata membesar.
“Hoseok sebentar lagi sampai.” kata Namjoon. Ia menoleh pada Yoongi, “Yoongi Hyung sepertinya kita harus menyiapkan alat-alat untuk menjahit lengan Taehyung. Tangannya sudah tertusuk pisau.”
Jungkook sangat speechless mendengarnya. Apa jangan-jangan orang-orang dari sindikat berusaha memburu Taehyung lagi. Darah mendidih dan tangan mengepal keras, betapa ia ingin menghancurkan Black Dragon sekarang juga, memukul wajah Dongwook dengan tinju kerasnya. Bagaimana orang-orang itu seolah tak mau berhenti menyakiti Taehyung.
Yoongi segera pergi ke ruangan yang biasa dipakai sebagai ruang medic di rumah ini. Ia harus menyiapkan segala sesuatunya untuk mengobati Taehyung.
Seokjin berdiri dengan cemas. “Sial. Taehyung pasti diserang oleh mafia utusan sindikat!”
“Mereka orang-orang jahat dan gila!” ucap Namjoon berang, “Lihat saja aku akan bunuh mereka semua.”
Jungkook pun sama marahnya. Lagi-lagi Taehyung diincar dan disakiti. Seharusnya tadi ia ikut pergi menemani Taehyung supaya ia bisa melindungi vampire itu. Ia berharap Taehyung baik-baik saja.
Suara mobil terdengar di luar, baik Seokjin, Namjoon maupun Jungkook melompat dan bergegas ke depan pintu untuk melihat kedatangan dua vampire yang mereka cemaskan sedari tadi. Wajah Hoseok pucat pasi saat keluar dari mobil, dia tampak masih syok dan panik. Namjoon langsung membuka pintu mobil dan mengangkat badan Taehyung keluar. Tanpa banyak bicara Namjoon menggendong dongsaengnya dan membawanya masuk menuju ruang medic.
Yang lain berlarian mengikuti Namjoon. Jantung Jungkook berdegup keras saat melihat kondisi Taehyung itu… apalagi ketika melihat kulit dada Taehyung yang melepuh. Jungkook rasanya ingin menjerit. Apa itu akibat benda silver? Luka semacam itu sama seperti luka di telapak tangan Taehyung saat terkenal benda silver.
Taehyung dibawa ke ruang medic dan dibaringkan di atas tempat tidur. Yoongi yang sudah menunggu di sana, syok saat melihat kondisi Taehyung. Bayi vampire itu memejamkan mata dan meringis kesakitan.
“Penjahat itu menancapkan benda silver ke dada Taehyung,” ucap Hoseok masih dengan nafas tersengal, “Dan lengannya ditusuk pisau.”
Seokjin sangat mencemaskan kondisi Taehyung apalagi bayi vampire itu memang tidak punya kekuatan apa-apa, berbeda halnya dengan V. Jika saja yang diserang adalah V mungkin kondisinya tidak akan seperti ini.
“Aku harus menjahit luka di lengannya..” kata Yoongi dan tangan sudah mengambil segala sesuatu yang ia butuhkan untuk mengobati Taehyung. “Namjoon, tolong buka baju Taehyung, kita juga harus segera memberi pengobatan untuk kulitnya yang melepuh.”
Namjoon menurut dan merobek pakaian Taehyung itu, sudah kepalang tanggung tidak perlu capek-capek membuka kancingnya karena keadaan sudah mendesak.
Yang tak mereka duga adalah saat melihat badan Taehyung ketika baju sudah terlepas. Hoseok sampai mengeluarkan suara terkejut sambil menutup mulut dengan kedua tangan. Jungkook merasa kakinya seketika langsung lemas… Badan Taehyung penuh dengan bekas luka di sana-sini. Ada bekas jahitan di dada, perut.. belum bekas luka memar biru yang tak kunjung hilang entah kapan datangnya luka itu.
Mata Namjoon berubah nanar melihat badan dongsaengnya. Ia tidak pernah tahu kalau Taehyung memiliki luka sebanyak ini akibat masa lalu.
Yoongi pun untuk sesaat membeku melihat itu. “Ya Tuhan…” Kini sudah jelas seperti apa yang dilakukan sindikat pada tubuh Vincent dulu sampai memberikan begitu banyak bekas di badannya.
Gigi Seokjin gemertakan. Matanya berubah merah marah. Ia tidak akan membiarkan orang-orang yang sudah menyakiti anggota clannya seperti ini.
Badan Jungkook gemetaran. Betapa menjijikkannya apa yang sudah dilakukan para oknum di sindikat. Jadi sebelum menjadi vampire, V diperlakukan tidak manusiawi seperti ini? Jungkook menahan tangis dan memegang jemari Taehyung, berharap ia bisa sedikit saja mengambil penderitaan V itu. Jungkook semakin bertekad untuk memburu orang-orang bejad yang membuat V seperti ini.
🎃🎃
Judul episode kali ini V for Vendetta.
Vendetta \= balas dendam
(author dapat dari liriknya Billie Eillish)
jangan lupa berikan jejak, vote dan hadiah supaya novel ini makin dikenal #plak
gomawoo utk dukungannya🤗