Vampire In The City

Vampire In The City
Jebakan (2)




vminkook☺☺


Jungkook tidak kuliah hari itu. Ia merasa tidak sanggup untuk meninggalkan rumahnya, ia tak sanggup untuk melihat Taehyung di kelas. Karena hari ini adalah hari dimana Taehyung akan ditangkap oleh hunter. Jungkook merasa nafasnya tak beraturan sejak ia bangun. Mengapa ia seperti diserang kepanikan? Kenapa ia harus panik?


Nilainya sudah pasti menurun dengan akhir-akhir ini dirinya yang kehilangan konsentrasi. Dia tidak biasanya seperti ini… Dimana Jungkook yang cuek dan bisa melupakan masalah dengan cepat?


Jungkook hanya bisa memutar badan ke kiri atau ke kanan di tempat tidur, resah. Dia bahkan kurang tidur semalam. Dia sudah bisa memberitahu Jimin bahwa ia tidak akan berteman dengan Taehyung lagi, lantas kenapa ia masih merasa seperti ini?


Seharian Jungkook seperti itu, tidak enak makan, tidak enak minum. Hatinya sangat resah dan tak nyaman, seolah ia sudah melakukan dosa besar. Meski dia berulang kali membela diri, dia tidak menjebak Taehyung, dia hanya melaporkan Taehyung pada pusat hunter. Entah nanti malam Taehyung akan tertangkap atau tidak itu bukan urusannya. Itu urusan takdir.


Jungkook berusaha mengalihkan perhatiannya. Ia bermain game di laptop, menguras tenaga supaya ia bisa pingsan dan akhirnya tertidur, melupakan masalah sejenak, berharap saat ia membuka mata hari sudah berganti.


Sorenya Jungkook pun masih tak tenang. Lingkaran hitam di bawah matanya begitu jelas menandakan ia kurang tidur. Ia masih tidak bisa mengantuk, hatinya masih cemas dan panik.


Jungkook membuka laptopnya dan memilih untuk melihat foto-foto yang ia ambil saat Halloween. Ia mengamati foto Taehyung yang ia ambil. Mata Taehyung yang berwarna perak karena terkena blitz camera. Saat itu Jungkook begitu bodoh menganggapnya sebagai kebetulan tapi kini ia mengerti mengapa mata Taehyung seperti itu. Itu adalah mata asli Taehyung.


Ia tidak mengerti mengapa vampire itu begitu lugu, seolah tidak menyadari ketika dirinya dibodohi, terlalu lemah bahkan untuk dunia kejam ini. Sejujurnya Jungkook sangat nyaman berteman dengan Taehyung, membuatnya tertawa dan harinya menjadi berwarna. Kepolosan Taehyung membuat hati Jungkook melunak… membuat Jungkook menjadi dirinya apa adanya, bermain di arcade… berteman kembali dengan Jimin… menikmati hari-hari perkuliahan…


Saat dirinya menjadi lesu, Taehyung bahkan menawarkan diri untuk membuat Jungkook menjadi bersemangat lagi, bersedia melakukan apapun untuk Jungkook. Yang akhirnya Jungkook meminta Taehyung menginap di rumahnya, dengan sengaja untuk membuat Taehyung tahu bahwa pamannya adalah seorang hunter, sengaja ingin menakut-nakutinya.


Jungkook menelan ludah. Dia sudah sangat jahat melakukan sejauh itu pada Taehyung. Dan bahkan dengan sengaja melaporkannya pada markas hunter untuk membuatnya tertangkap. Kenapa Jungkook tidak memikirkan bagaimana perasaan para hyungnya saat tahu Taehyung nanti tertangkap hunter? Para hyung Taehyung pasti akan sangat sesih dan terpukul.


Foto mereka berdua saat Halloween yang ada di layar laptop seolah membalas tatapan Jungkook sekarang. Foto itu diambil oleh Jimin. Siapapun yang melihat foto tersebut pasti akan merasakan ketulusan dari sebuah persahabatan. Keduanya tersenyum riang sambil merangkul bahu. Tak akan ada yang menyangka bahwa beberapa bulan kemudian senyum itu berubah menjadi kepahitan.


Jika Taehyung ditangkap oleh hunter malam ini, sudah pasti Jungkook takkan pernah bisa melihat Taehyung lagi. Entah seperti apa nasib vampire jika tertangkap. Disiksa? Dibunuh? Dieksploitasi?


Jimin pasti akan sangat membencinya jika tahu apa yang telah Jungkook lakukan ini.


Jungkook sangat frustasi. Lalu apa yang harus ia lakukan? Memangnya ia masih bisa mencegah Taehyung tertangkap?


Jungkook melihat ke jam dinding, sudah lewat dari jam setengah 8 malam. Ia hanya berharap Taehyung tidak benar-benar datang ke tempat yang diminta. Taehyung tidak mungkin datang ke tempat seperti itu malam-malam kan? Namun kalau diingat, Taehyung adalah tipikal yang akan melakukannya jika teman yang meminta.


Bibir Jungkook sudah berdarah karena ia terus menggigit bibirnya sejak tadi. Sial… dia tak bisa tenang. Jungkok segera bangkit berdiri. Ia hanya mengambil jaket dan bergegas keluar kamar untuk menyusul Taehyung.


.


.


“Taehyung mana?” tanya Jimin saat memasuki rumah Kim Brothers. Di ruang tengah ada Hoseok dan Namjoon yang tengah mengerjakan sesuatu di depan laptop, Yoongi yang sedang menonton TV sementara Seokjin yang sibuk dengan ponselnya.


“Taetae tadi pergi keluar katanya harus membeli bahan praktikum.” ujar Hoseok.


“Ohh…” Jimin duduk di sebelah Yoongi. Dia sudah ingin menceritakan mengenai masalah yang dihadapi Taehyung dan Jungkook.


Yoongi melirik manusia itu, merasakan pergolakan emosi Jimin yang tak stabil. Ada apa gerangan?


“Kenapa?”


Jimin mendesah. “Ada hal penting yang mau kubicarakan mengenai Taehyung.”


Namjoon mengangkat wajah dari balik laptop dan memandang Jimin penasaran. Hoseok masih sibuk mengetak-ngetik sesuatu di laptop. Ia dan Namjoon sedang mencari informasi mengenai eksploitasi vampire. Seokjin masih chat dengan Soojung di ponselnya namun telinganya fokus mendengar suara Jimin itu.


Yoongi mengangguk pelan. Ia tahu bahwa ada masalah yang sedang dihadapi Taehyung, itu sebabnya bayi vampire itu beberapa hari ini tidak semangat.


“Teman kami yang lain, yaitu Jungkook… mengetahui bahwa Taehyung adalah vampire.” ucap Jimin lemah.


Hoseok berseru terkejut mendramatisir. Matanya terbelalak pada Jimin. Seokjin pun langsung menaruh ponselnya di sofa, badan condong ke arah Jimin dengan raut kuatir.


“Lanjutkan…” ujar Seokjin. Ia tak menyangka bahwa adik kekasihnya sudah mengetahui bahwa Taehyung adalah vampire!!!


“Aku tak tahu darimana Jungkook bisa tahu,” lanjut Jimin dengan alis melengkung sedih, “Jungkook sangat kecewa dan tidak mau berteman lagi dengan Taehyung… karena dulu orangtua Jungkook mati dibunuh oleh vampire.”


Namjoon sangat prihatin mendengarnya. Itu pasti sangat berat bagi orang seperti Jungkook harus menghadapi kenyataan bahwa temannya adalah vampire.


“Pantas akhir-akhir ini Taehyung tampak sedih.”


Hoseok mengangguk. “Ternyata karena masalah ini ya. Pasti berat untuk Taetae.”


“Jungkook adalah orang pertama yang menjadi teman Taehyung,” gumam Yoongi, “Taehyung tidak akan semudah itu menyerah melepaskan temannya.”


“Apa tidak ada yang bisa kita lakukan?” tanya Jimin cemas, “Apa kita tidak bisa menolong keduanya?”


“Seokjin bisa menggunakan kekuatannya dan menghapus memori Jungkook untuk tidak pernah mengingat pernah berteman dengan Taehyung,” ujar Namjoon, “Hal yang sama juga bisa dilakukan pada Taehyung, menghapus memorinya mengenai Jungkook.”


Seokjin terdiam dan tampak berpikir. Ia tidak sepenuhnya setuju dengan ide Namjoon. Ide itu kelihatannya akan membuat keadaan kembali normal… tapi itu terlalu ekstrim. Ia yakin Taehyung pun takkan pernah setuju Seokjin melakukan itu padanya.


“Jungkook tidak akan melakukannya…” ucap Jimin. Ia percaya Jungkook tak akan membahayakan keselamatan Taehyung dengan melaporkannya ke orang lain bahwa Taehyung adalah vampire.


Seokjin tersentak kaget, baru teringat sesuatu. Soojung pernah mengatakan bahwa Pamannya adalah hunter. Artinya Paman Jungkook juga adalah hunter karena Soojung dan Jungkook kakak beradik. Wajah Seokjin berubah pucat, apa ada kemungkinan Jungkook tega melaporkannya pada Pamannya? Tapi Seokjin ragu… Ia yakin Jungkook tidak sejahat itu pada temannya.


“Saat Taehyung pulang, kita harus men-supportnya.” ucap Yoongi sambil menghela nafas. Ini yang terbaik yang bisa dilakukan. Taehyung akan semakin belajar mengenai perjalanan hidup… bahwa teman pun tidak ada yang abadi.


Ponsel Seokjin bergetar menandakan ada pesan masuk. Seokjin mengecek ponselnya dan ternyata ada pesan masuk dari Taehyung. Heran, Seokjin membukanya dan ternyata bayi vampire itu share location posisi Taehyung saat ini, beserta dengan sebuah pesan singkat :


SOS.


Mata Seokjin membesar. Apa maksud pesan Taehyung ini?


“Ada apa?” tanya Yoongi penasaran karena merasakan perubahan emosi Seokjin.


“Taehyung mengirim pesan SOS padaku.” jawab Seokjin dengan mata masih membesar.


Namjoon langsung duduk tegak. Jangan-jangan Taehyung sedang diserang oleh clan Cha lagi.


“Kita harus segera menyelamatkannya.” ucap Hoseok serius.


Jimin bertambah panik. Ada apa lagi sekarang? Apa yang terjadi pada temannya?


.


.


Beberapa menit sebelumnya, Taehyung sudah tiba di Gedung XX di Jalan XX sesuai dengan apa yang Jungkook tulis di kartu. Dirinya masih menaruh sedikit harapan bahwa bisa saja mereka masih dapat memperbaiki masalah… bisa saja Jungkook ingin mengajak berdamai dan berteman lagi. Taehyung sangat naif dan masih berpikiran demikian.


Gedung itu adalah gedung tua yang sudah ditinggalkan pemiliknya. Lokasi yang berada di area non pemukiman membuat tidak ada siapapun di sini. Benar-benar gedung yang sudah tak terpakai lagi, kaca pintu pecah di sana sini, lantai berdebu dan perabotan yang sudah reot. Lampu pun sudah tak berfungsi.


Vampire itu mulai merasa takut. Ia tidak mengerti mengapa Jungkook ingin menemuinya di tempat seperti ini. Dalam tangan Taehyung tergenggam kartu vampire curse. Ia membawanya kembali, berharap ia masih bisa memberikan kartu favoritnya ini pada Jungkook… karena Taehyung masih menyimpan sedikit harapan bahwa Jungkook masih mau menjadi temannya.


Angin berdesir ke dalam gedung sementara Taehyung menaiki tangga. Ia tidak tahu kemana tujuannya.. tapi dengan telinga vampirenya ia merasakan kehadiran seseorang di gedung ini. Taehyung berjalan ke lantai dua, suatu ruangan luas dan tinggi… ia bisa melihat lantai-lantai atas lain dari sini.


Taehyung meremas kartu vampire-nya erat-erat. Ia merasakan ada orang di lantai 4… dan itu bukan Jungkook. Orang itu bukan Jungkook. Perasaan Taehyung sangat tidak enak… dia seolah sedang diawasi. Yang berada di lantai 4 itu bukan vampire tapi manusia. Apa yang dilakukan manusia itu di sana?


Taehyung mengeluarkan ponsel dan mencari kontak Seokjin, Alphanya. Sebelumnya ia sudah berjanji akan memberitahu Alpha jika dia mengalami kesulitan atau sedang diserang seperti apa yang sebelumnya clan Cha lakukan padanya. Taehyung share loc dan mengirimkannya pada Seokjin beserta pesan singkat : SOS. Ia berharap Seokjin mengerti pesannya dan segera datang menyelamatkannya.


Tiba-tiba ada kilatan cahaya blitz yang menyilaukan mata untuk beberapa detik, entah dari mana. Taehyung begitu panik, apa yang sebenarnya telah terjadi?


“Jungkookie…” Taehyung sangat ingin menangis. Hatinya sangat sakit rasanya sampai ke relung hatinya yang paling dalam, seperti tercabik-cabik. Jungkook menyuruhnya datang ke tempat ini bukan untuk menemuinya?


Ia harus meninggalkan tempat ini. Tempat ini tidak aman untuknya… Manusia di lantai 4 itu terlalu mencurigakan.


Sementara itu Jungkook sudah tiba di Gedung XX. Dia menggunakan taksi untuk datang ke tempat ini. Dirinya sangat terburu-buru seperti dikejar setan. Ia tidak boleh terlambat. Dia harus menyuruh Taehyung pergi dari gedung ini. Bodohnya dia sendiri lupa membawa ponsel sehingga tak dapat menghubungi Taehyung.


Jungkook berlari memasuki halaman gedung, menatap sekeliling. Tempat yang begitu menyeramkan… kenapa ia bahkan memilih tempat semacam ini untuk menjebak temannya?


Jantung sudah hampir copot, Jungkook berlari memasuki gedung. Ia melihat jam di tangannya yang menunjukkan jam delapan lewat 5 menit. Ia tidak akan pernah memaafkan dirinya jika terjadi sesuatu yang buruk pada Taehyung. Dia baru sadar dan menyesali perbuatannya. Tak seharusnya ia menjebak Taehyung seperti ini… Taehyung adalah temannya… meski temannya itu adalah vampire…


Jungkook sudah menyadari bahwa memang benar bukan salah Taehyung jika dirinya adalah vampire. Siapa sih memangnya yang mau hidup sebagai vampire? Dan Taehyung pun tidak pernah membahayakan hidupnya, Taehyung tak pernah menghisap darahnya! Kenapa ia harus menjebak temannya itu seperti ini? Dia sudah sangat menyakiti hati Taehyung beberapa hari ini!!


“Tae!!” panggil Jungkook saat sudah berada di dalam gedung. Ia memandang sekeliling dengan panik karena tidak menemukan temannya. Jungkook pun segera menaiki tangga menuju lantai 2.


Taehyung mendengar namanya dipanggil di kejauhan, itu adalah suara Jungkook. Ternyata Jungkook datang ke tempat ini. Taehyung sedikit merasa lega, ia membalikkan badan untuk pergi namun terlambat karena peluru panas tiba-tiba mengenai tubuhnya. Bahunya tertembak dan darah langsung mengalir di lengannya.


Taehyung merasa sangat kesakitan dan tubuhnya langsung lemas seolah ia dibius. Vampire itu rebah ke lantai dengan air mata mengalir di pipi.


Jantung Jungkook berdegup kencang saat mendengar suara tembakan dari lantai dua. Ia langsung melompati 3 anak tangga sekaligus, berharap bukan temannya yang tertembak. Berharap tidak ada Taehyung di dalam gedung ini.


Jantung Jungkook tertohok saat ia melihat bagaimana Taehyung rebah ke lantai, bahunya berdarah kena luka tembak. Temannya itu tersungkur di lantai dengan air mata berderai. Darah merah segar mengalir dari bahu ke pergelangan tangannya, membasahi kartu vampire curse yang masih dipegang Taehyung.


Andwae…


Segalanya seperti berjalan slow motion. Air mata Jungkook mengalir dan ia merasakan hatinya sangat sakit seperti ditusuk-tusuk. Dia merasa jijik pada dirinya sendiri. Dialah… dialah yang membuat temannya tertembak seperti itu…


🎃🎃



andwaeeee😣😥


jangan lupa berikan like, comment, vote, rate, favorit dan semuanya ya 😅 gomawo