Vampire In The City

Vampire In The City
Eksploitasi Vampire?




Hoseok berada di depan laptop di dalam kamarnya. Cahaya hanya berasal dari layar laptop, lampu kamar sudah ia matikan sejak tadi karena ini sudah lewat tengah malam. Meski sekarang malam Jumat namun Hoseok belum mengantuk, dia justru sangat menanti-nantikan malam Jumat setelah lewat tengah malam seperti ini.


Hoseok mengikuti komunitas vampire online di grup. Komunitas itu bersifat tertutup dan untuk masuk ke dalam group ini kau perlu dites khusus, tidak sembarangan orang yang bisa bergabung di dalamnya. Komunitas ini merupakan komunitas pencari vampire. Mereka mencari vampire bukan untuk membunuh seperti yang dilakukan hunter. Komunitas ini merupakan kumpulan orang-orang yang mendedikasikan diri bagi para pecinta vampire. Komunitas yang mempercayai bahwa vampire masih ada sampai sekarang.


Hoseok memakan pop corn dengan mata fokus ke layar. Kira-kira jam seperti ini di malam Jumat, akan ada cerita spesial di komunitas online. Dan Hoseok sudah menunggunya sejak seminggu lalu karena dikatakan cerita ini bukan fiktif atau reka-rekaan manusia.


Hoseok menelan ludah saat admin mulai mengetik salam di dalam grup. Masih dipertanyakan siapa admin komunitas yang memberikan informasi-informasi vampire yang terbilang bersifat rahasia.


Hoseok pun mulai membaca cerita yang ditulis admin :


Ada vampire tua yang sudah hidup selama lima ratus tahun. Dia adalah vampire legend… dan merupakan alpha. Vampire ini sangat kuat. Kekuatannya adalah bisa merobek dan mencabik daging manusia dengan tangan kosong. Dia juga indestructibility, tidak terkalahkan, itu sebabnya bisa hidup sangat lama.


Semua hunter berusaha menangkapnya, karena kalian tahu jika alpha itu mati terbunuh maka semua anggota clan akan melemah. Vampire tua itu memiliki banyak anggota clan, hampir mencapai 300 vampire. Angka yang fantastis bukan?


Para hunter Eropa mengejarnya dari generasi ke generasi. Mereka pernah menyerang sarang clan itu dan membunuh hampir setengah dari vampire yang ada. Panah silver, peluru silver, pisau silver… itulah yang membunuh para vampire. Namun sang alpha tetap saja tidak tertangkap. Ia selalu berhasil kabur.


Dikatakan bahwa vampire tua itu bersembunyi di Korea Selatan, negara kita, lol. Aku tidak tahu apa ini hoax atau tidak.


Ada juga yang mengatakan bahwa vampire itu telah berhasil tertangkap. Namun ia tidak langsung dibunuh melainkan disiksa perlahan-lahan. Ia dijadikan bahan penelitian dan ekperimen para ilmuwan gila yang berusaha mencari tahu DNA vampire. Ada yang bilang darah vampire itu diambil dan diteliti, ada yang bilang tubuhnya dibedah, ada juga yang bilang dia diberikan obat-obat khusus untuk melihat seperti apa reaksi tubuhnya.


Sangat gila.


Aku tidak tahu bagaimana vampire tua itu bisa tertangkap dan bahkan seperti tidak bisa melawan. Bukankah katanya kekuatannya tak terkalahkan? Apalagi tangannya bisa mencabik daging manusia.


Sekarang sudah sangat jarang kita mendengar ada serangan vampire. Oke, kadang aku menemukan berita semacam itu di belahan dunia lain… tapi di Korea Selatan itu sudah tidak ada. Banyak orang berspekulasi kalau vampire sudah tidak menghisap darah manusia, melainkan darah hewan. Aku tidak sepenuhnya percaya. Vampire tetap meminum darah manusia, namun mereka lebih berhati-hati dan menahan diri untuk bisa bertahan hidup di tengah manusia. Ada yang bilang vampire menghisap darah orang yang sudah hampir mati di rumah sakit. Ada yang bilang bahwa ada perdagangan darah ilegal, tempat vampire membeli darah manusia…


Jika aku bisa menyelematkan vampire tua itu, aku akan melakukannya. Komunitas seperti kita di belahan dunia lain pun mengecam eksploitasi vampire macam ini. Entah apa yang dilakukan para ilmuwan sinting itu pada sang alpha. Yang jelas itu tidak berpri-kevampiran.


Aku harap kalian excited saat tahu bahwa masih ada vampire di negara kita. *wink*


Tapi… kalau kalian menemukannya… please, jangan membuatnya menjadi tidak nyaman. Selama vampire tidak menyerang manusia, kurasa kita harus membiarkan mereka hidup dengan tenang.


Untuk para hunter yang bekerja keras di luar sana, ketahuilah bahwa dunia ini tidak sepenuhnya milikmu.


Peace out.


Hoseok mengeluarkan nafas panjang setelah tak sadar menahannya beberapa saat. Ini bagaikan film… vampire tua yang kuat ditangkap dan dijadikan bahan eksperimen, entah apa yang dilakukan para ilmuwan itu padanya. Meski vampire merupakan makhluk asing yang tidak sama dengan manusia, namun menurut Hoseok, vampire juga berhak hidup… asalkan vampire tidak mengganggu manusia. Dan juga sebaliknya.


Sepertinya vampire tua itu sudah tinggal sejarah? Karena jika masih ada, mungkin ada kejadian-kejadian mengerikan yang terjadi mengenai makhluk mencabik-cabik daging para ilmuwan.


Hoseok mendesah. Ia menutup laptop dan memijat lehernya yang tegang. Mungkin sebaiknya sekarang ia tidur. Ia masih ada perkuliahan beberapa jam lagi.


***


Sore itu di hari Sabtu, Seokjin mengajak Taehyung menemaninya berbelanja ke supermarket. Biasanya Yoongi dan Seokjin yang melakukannya namun kali ini sepertinya ada yang lain. Yoongi sedang pergi mengambil pesanan darah yang ia beli dari website langganannya. Lagipula Seokjin ingin juga mengajak Taehyung berbelanja sekaligus mengobrol bersama.


“Bagaimana kuliahmu?” tanya Seokjin. Taehyung mendorong troli sementara Seokjin mengambil beberapa barang kebutuhan dan memasukkannya ke troli.


“Mata kuliahnya banyak yang tak kusuka.” Taehyung mempoutkan bibirnya.


“Kenapa kita bisa hidup sangat lama?” tanya Taehyung pelan.


“Entahlah. Yang kutahu tubuh kita akan terus seperti ini meski manusia seumuran kita akan berubah tua. Itu sebabnya perlu juga bagi kita berpindah kota saat orang-orang yang mengenal kita semakin tua. Mereka pasti curiga ketika melihat kita selalu muda bukan?”


Taehyung mempoutkan mulutnya kembali. “Tapi banyak juga vampire berumur pendek kan?”


Seokjin melirik Taehyung. Ia berhenti dan berdiri di samping bayi vampir itu. “Itu terjadi jika ada hunter yang memburu mereka. Vampire bisa terbunuh dengan mudahnya oleh para hunter karena hunter menggunakan senjata yang terbuat dari silver. Kau juga harus waspada terhadap benda-benda yang terbuat dari silver.”


“Kenapa masih ada hunter yang memburu kita?” tanya Taehyung lagi, “Kita tidak salah kan?”


“Mereka berpikir dunia ini milik mereka, itu sebabnya mereka ingin membasmi vampire. Kita bahkan bukan ancaman untuk manusia.”


“Aku tentu saja bukan ancaman, aku tidak menghisap darah manusia yang ada di depanku.”


Seokjin malah tersenyum. “Bagaimana manusia yang sudah menjadi temanmu?”


“Kurasa aku semakin akrab dengannya.” Taehyung langsung bersemangat membicarakan teman manusianya. “Kerja kelompok membuat kami banyak mengobrol dan makan bersama.”


“Cool. Kuharap temanmu itu bukan pembenci vampire.”


Taehyung tersentak dengan mata membesar. “A-aku tak tahu…”


“Di dunia ini ada manusia yang sangat membenci vampire. Kuharap kau tidak pernah bertemu dengan manusia semacam itu karena keselamatanmu menjadi taruhannya.”


“Kurasa Jungkook bukan pembenci vampire. Dia tidak pernah mengatakannya. Oh! Dia bahkan meminta kartu vampire favoritku! Kau tau kan, Hyung, satu-satunya kartu vampire yang kupunya!”


“Dan kau memberikannya?” timpal Seokjin terkejut.


“Dia memintanya dan aku hanya berniat untuk berbagi.”


Seokjin tertawa lebar, ia menepuk bahu Taehyung dengan gemas. “Itu bagus, Tae. Tapi tetap berhati-hati ya jangan sampai identitasmu diketahui.”


“Tentu saja,” Taetae mempoutkan bibirnya kembali, “Jika ketahuan itu artinya kita harus pindah kota lagi.”


Seokjin mengangguk. “Juga kau harus berhati-hati akan para hunter yang terus berusaha membasmi vampire.”


“Hyung, aku bukan bayi, aku bisa menjaga diriku.” Taehyung cemberut.


“Kau bayi vampire, Tae, tentu saja aku mencemaskanmu. Pokoknya kau harus terus berhati-hati ya.”


Taehyung memberikan OK sign dengan jarinya. Ia pun mendorong troli, sudah tidak mau membahas hal itu lagi.


🎃🎃


Jangan lupa berikan like, comment dan vote. silakan bisa share juga.