
Keesokan harinya Taehyung bolos kuliah. Jungkook tidak mengerti sama sekali mengapa vampire itu tidak datang ke kampus. Apa karena pertengkaran mereka kemarin?
Jungkook tidak bisa membiarkan rasa penarasannya mengapa Taehyung tidak datang ke kampus, ia pun jadi menduga kalau mungkin saja Taehyung sakit seperti yang terakhir kemarin karena belum meminum darah. Lagipula ini sudah dua minggu semenjak Taehyung meminum darah, mungkin sudah saatnya vampire itu membutuhkan darah Jungkook lagi?
Jadi Jungkook pun datang ke kediaman Kim Brothers siang itu. Untungnya kelas berikutnya ditiadakan karena dosen yang sakit. Jungkook tiba di rumah vampire itu dan hanya disambut oleh Yoongi saja karena yang lainnya belum pulang.
“Oh, Jungkook-ssi…” sapa Yoongi datar seolah tidak terkejut dengan kehadiran Jungkook.
“Taehyung ada?” tanya Jungkook sopan, “Hari ini dia tidak kuliah.”
“Huh, dia masih di kamarnya, dia bilang dia ingin skip mata kuliah karena kurang tidur.”
“Kurang tidur?”
Yoongi hanya mengangkat bahu. “Kebetulan aku pun harus pergi ke tokoku, kau bisa langsung saja ke kamar Taehyung ya.”
Jungkook mengangguk dan langsung pergi ke lantai 2 menuju kamar temannya. Ia kira Taehyung mungkin sakit meski Yoongi tadi mengatakan Taehyung kurang tidur. Jungkook mengetuk pintu sekali lalu masuk ke dalam kamar dan ia melihat Taehyung yang duduk bersandar di tempat tidur sambil memakan sepiring melon yang sudah dipotong kecil.
Jungkook tercengang karena tampaknya Taehyung baik-baik saja, tidak sedang sakit. Taehyung tidak mengangkat wajah, ia masih anteng memakan melonnya.
“Kau tidak kuliah, kukira kau sakit seperti yang terakhir.” gumam Jungkook datang mendekat. Jungkook memperhatikan Taehyung yang makan itu. Taehyung yang dulu pun sangat menyukai melon seperti ini. Ini terasa aneh bagi Jungkook, otaknya belum bisa menerima kenyataan bahwa Taehyung yang dulu dan Taehyung sekarang sama-sama menyukai melon.
“Skip kelas sesekali tidak masalah. Setidaknya kehadiranku harus tetap 80%.” ucap Taehyung dengan wajah datar.
“Tapi selama kau bisa datang kurasa sebaiknya kau datang.”
“Aku kurang tidur,” tukas Taehyung, “Semalam aku pergi ke club Black Dragon dan pulang jam 3 pagi.”
Jungkook sangat terkejut mendengarnya.”Mwo??”
Taehyung memberi smirk melihat wajah Jungkook itu. Dia ingin tahu apa Jungkook masih bisa bersikap tak peduli setelah mendengarnya?
Taehyung meletakkan piring yang sudah kosong ke meja sebelah tempat tidurnya. “Kenapa? Bukannya kau tidak mau peduli lagi, Jungkook?”
Rahang Jungkook mengeras karena kesal. “Apa yang kau lakukan sampai pulang jam 3 pagi?”
“Aku bersama Dongwook,” Taehyung tersenyum saja, “Kami mengobrol sambil minum.”
Jungkook sangat kesal namun speechless. Dia ingin sekali marah tapi mengingat kemarin ia sempat mengatakan pada Taehyung bahwa ia tidak akan peduli lagi dengan kehidupan vampire itu, Jungkook harus menahannya. Dia tidak punya urusan jika Taehyung melakukan semua itu, tapi tetap Jungkook tak bisa menahan bibirnya. “A-aku tidak mengerti dengan jalan pikiranmu, Taehyung. Jika kau mau mengobrol dan minum itu adalah hakmu tapi sampai jam 3 pagi kurasa itu keterlaluan.”
“Aku vampire, Jeon. Jam 3 pagi tidak keterlaluan bagiku.”
Jungkook menggertakkan gigi. Ia duduk di depan vampire itu. “Kau vampire tapi kau tetap memiliki image.”
“Image?” Taehyung mengangkat sebelah alis. “Untuk apa aku menjaga imageku, Jeon?”
“Karena kau adalah Kim Taehyung!” tukas Jungkook dan langsung mencengkram kedua lengan Taehyung. “Kim Taehyung yang kukenal adalah teman yang baik, lugu dan ceria. Tidak urakan seperti kau ini.”
Taehyung menatap Jungkook dengan nanar. Lagi, Jungkook hanya akan terus membandingkan dirinya seolah yang di depan Jungkook sekarang pun bukan Kim Taehyung.
“Karena aku percaya suatu saat nanti temanku itu akan kembali,” ucap Jungkook masih mencengkram kedua lengan vampire itu. Matanya membesar marah. Ia tidak tahu apa yang menguasainya sampai ia mengatakan kata-kata ini pada Taehyung. “Dan kau akan pergi. Jadi kau perlu menjaga image temanku.”
Taehyung sangat tertohok mendengar perkataan Jungkook. Pria itu hanya akan terus menyakitinya seperti ini dan menganggapnya sebagai orang asing atau kepribadian jahat yang parasit di tubuh Taehyung.
Taehyung menghempaskan tangan Jungkook. Ia bangkit berdiri keluar dari tempat tidur. Emosinya saat ini mulai meledak-ledak tak karuan, ada rasa tersinggung dan sakit di dalam hatinya. Ia kira ia sudah mendapat pengakuan Jeon Jungkook. Ia kira ia bisa mempercayai Jeon Jungkook. Sampai sekarang pun Jungkook masih belum menerima keberadaannya, apa Jungkook selama ini bersamanya karena berharap kepribadian Taehyung yang lama akan kembali lagi. Ini sangat menyakitkan untuk Taehyung… Dia kembali merasa sendiri dan tidak punya siapa-siapa untuk bersandar… tidak punya siapa-siapa untuk berbagi beban hidupnya selama ini.
Jungkook juga ikut berdiri dan menghadap Taehyung. Kemarahan mungkin terlalu menguasainya sampai ia mengatakan hal-hal negatif pada vampire itu. Jungkook hanya cemas, ia takut Taehyung dalam bahaya apalagi club malam juga tempat hunter biasa berpatroli.
“Aku hanya–“ Jungkook begitu frustasi. “Kau harus menjaga dirimu. Club malam bukan tempat vampire untuk bermain-main. Ada banyak bahaya di luar sana.”
Taehyung mendengus. Jika Jungkook bisa marah seperti ini padanya tidakkah Taehyung juga bisa melakukan hal yang sama?
Taehyung maju mendekati Jungkook dan memegang leher manusia itu, bersiap untuk mencekiknya. “Bahaya? Bahaya yang seperti apa menurutmu?”
Badan Jungkook didorong ke tembok dan vampire itu memegang leher Jungkook. Taehyung tidak berusaha mencekik untuk membunuhnya namun dengan kekuatan Taehyung, leher Jungkook tetap akan meninggalkan bekas kemerahan.
Jungkook menahan nafas memandang Taehyung. Apa Taehyung akan membunuhnya?
“Jungkookie…?” Sebelah mata Taehyung berubah putih dan ia sengaja menyebutkan nama panggilan yang biasa Taehyung katakan dulu.
Mata Jungkook membesar.
“Kau kira aku tidak tahu apa arti bahaya?” bisik Taehyung dengan smirk, “Bagaimana dulu kau sengaja memakai cincin perak untuk mencelakaiku… bagaimana kau membawaku ke rumahmu yang penuh dengan ornamen silver… Atau bagaimana kau menjebakku dan menyuruhku ke tempat dimana hunter sudah bersiap akan membunuhku?”
Jungkook terkejut. Perkataan Taehyung membangkitkan kembali flashback masa lalu saat ia hampir mencelakai Taehyung.
“Kau kira aku tidak tahu, Jungkookie, bahwa kau ingin membunuhku?” tukas Taehyung. Matanya yang basah menatap Jungkook penuh amarah, belum mata putihnya yang menakutkan itu.
“Akuilah… kalau kau pun pernah berusaha membunuh Taehyung yang lugu yang sekarang berada di hadapanmu ini.”
Mata Jungkook berubah berkaca-kaca, ia tersedak karena mengisak. Tatapan mata Taehyung dengan sebelah matanya yang putih, tangan Taehyung yang sedang mencekiknya… serta perkataan Taehyung yang menusuk itu…
“Apa kau pernah memikirkannya?” bisik Taehyung, “Aku tahu cara yang sudah kau lakukan untuk menyakitiku, Jungkookie, yet you still think I’m the monster?”
Taehyung memukul tembok di sebelah Jungkook sampai remuk. Ia mencengkram tembok itu dengan tangannya yang bebas dari mencekik Jungkook. Ia remas batu beton itu sampai bubuk di tangannya. Tentu saja Taehyung bisa melakukan hal yang sama pada leher Jungkook yang tengah ia cekik ini. Dia bisa saja melakukannya…
Tangan Taehyung pun melepas leher Jungkook. Ia segera membalikkan badan, menyembunyikan air mata yang terlanjur sudah mengalir. Perbincangan ini tidak ada gunanya. Dia sudah tahu sejak awal bahwa dirinya dan Jungkook tidak pernah akan sepakat mengenai apapun.
Rasa bersalah kembali menyerang Jungkook. Luka lama yang ternyata masih belum sembuh, hanya membuatnya kembali trauma. Taehyung benar, semua yang dikatakan Taehyung benar. Jungkook pernah berusaha membunuh Taehyung dengan berbagai cara, menyakiti vampire itu tanpa memikirkan perasaan temannya sama sekali. Jadi selama ini… selama ini Taehyung tahu? Dan kalau demikian apa yang membedakan Taehyung yang sekarang dan Taehyung yang dulu? Taehyung yang sekarang pun mengingat dengan detail setiap kejadian di masa lalu, mengingat bagaimana cara Jungkook menyakitinya. Dan tak seharusnya Jungkook mengatakan bahwa Taehyung adalah monster atau kepribadian jahat. Taehyung tetap sama seperti yang dulu…
Jungkook menangis dan menutup wajah dengan kedua tangan. Bagaimana cara untuk ia menebus semua kesalahannya? Bagaimana cara supaya ia memperbaiki semua ini?
***
Setelah Jungkook bergumul dengan kecemasannya, ia memutuskan untuk pergi ke club malam dan menemui Taehyung. Pembicaraannya dengan Taehyung tadi siang terlalu menyakitkan. Jungkook menyadari bahwa dia perlu minta maaf dan mengakui kesalahannya pada Taehyung. Semua hal menyakitkan yang dulu sudah pernah ia lakukan pada Taehyung, Jungkook akan mengakuinya dan meminta maaf dengan tulus.
Jungkook tiba di club malam sekitar pukul 11 malam. Ia langsung mencari Taehyung di lantai 1. Ia mencari di bar, melewati pool dance yang dipadati badan manusia yang sedang menari, berusaha mencari dimana vampire itu berada. Namun nihil, Taehyung tidak ada di club. Barusan Jungkook pun sudah mengirim pesan pada Hoseok dan hyung itu mengatakan Taehyung memang pergi ke Black Dragon.
Jika sekarang Taehyung tidak ada di lantai 1, mungkinkah vampire itu sedang berada di lantai VIP bersama Dongwook?
Akhirnya Jungkook mengambil duduk di bar dan memutuskan akan menunggu Taehyung keluar dari lantai VIP.
Yang Jungkook tidak tahu, bahwa Taehyung sebenarnya tidak ada di club Black Dragon.
.
.
Tadi sekitar pukul 8 malam, Taehyung pergi ke Black Dragon. Kepalanya sangat penat dan hampir pecah akibat pertengkarannya dengan Jungkook. Dia pun sampai terbawa perasaan. Untuk apa dia menangis? Untuk apa dia harus peduli jika Jungkook menyakitinya atau tidak? Sampai kapanpun ia hanya akan dianggap monster. Orang lain tidak akan pernah peduli dengan perasaannya. Bukankah sudah sejak lama orang-orang seperti itu padanya? Itulah sebabnya sekarang ia menjadi vampire mutan, tak lain karena orang-orang biadab itu yang tak pernah peduli dengan perasaannya.
Sesampainya di Black Dragon, Taehyung bertemu dengan Dongwook. Pria itu langsung menawarkan untuk malam ini menginap di tempat Dongwook dengan imbalan kartu member Delicious Pasta untuk Taehyung. Tanpa berpikir panjang, Taehyung pun mengiyakannya.
Itulah latar belakang mengapa Taehyung sekarang berada di salah satu villa mewah milik Dongwook. Villa itu sangat mewah, menunjukkan dengan jelas betapa hebatnya Dongwook. Villa private itu memiliki kolam renang besar serta taman belakang yang luas. Entah ada berapa villa seperti ini yang dimiliki Dongwook.
Taehyung berjalan sambil melihat sekeliling ruangan yang luas itu yang merupakan ruang utama. Lampu-lampunya terbuat dari kristal, lukisan yang terpajang pun merupakan lukisan terkenal. Taehyung berusaha mendeteksi apa disini ada keberadaan vampire atau tidak. Betapa kecewanya Taehyung karena ia tidak merasakan keberadaan vampire di dalam villa. Ini menandakan tempat yang ia pijak bukanlah markas sindikat penjualan vampire melainkan hanya kediaman pribadi kepunyaan Dongwook saja.
Taehyung mendengar sebuah musik jazz yang tiba-tiba mengalun di ruangan ini. Ia menoleh ke belakang dan melihat Dongwook baru saja memencet sesuatu di turntable. Alat itu merupakan alat yang digunakan untuk memutar lagu dari CD piringan hitam. Suara yang diperdengarkan sangat berkualitas, kedengaran seperti 4D saja.
Dongwook memberi senyum manis.”Kau suka jazz?”
Taehyung memiringkan kepala dan mendekati Dongwook. “Lumayan.”
“Aku biasa sendirian di rumah ini.” ucap Dongwook dan duduk di salah satu sofa.
“Ternyata benar kalau kau adalah pria kesepian?”
“True…” sahut Dongwook dan mengambil gelasnya yang sudah berisi whiskey, tadi pelayan yang sudah menyiapkannya. “Tapi sekarang aku tidak kesepian lagi.”
Taehyung mengekeh dan duduk di hadapan Dongwook.
“Mari bersulang untuk persatuan kita…” gumam Dongwook sambil mengedip dan mengangkat gelasnya ke udara. Ia mengerling pada Taehyung untuk juga mengambil gelasnya dan bersulang.
Taehyung pun mengambil gelas whiskey dan mengangkatnya ke udara. Dia akan ikuti tindakan bodoh Dongwook ini meski sebenarnya Taehyung tidak akan pernah menyerahkan dirinya untuk bersatu dengan orang seperti Dongwook.
“Cheers.” ujar Dongwook lalu minum diikuti oleh Taehyung yang juga langsung menenggak habis minumannya berusaha membuat pria itu senang.
“Jadi apa yang akan kita lakukan malam ini?” tanya Taehyung sambil menyandarkan badannya ke sofa untuk lebih rileks. Whiskey membuat badannya sangat ringan dan sedikit teler seperti ini.
Dongwook mengeluarkan sesuatu dari saku bajunya. Ia melempar sebuah kartu berwarna hitam di meja. “Ini kartu membermu, Taehyung-ssi. Dengan ini kau bisa menjadi konsumen resmi bisnis kulinariku, dengan barcode pada kartu ini kau tidak perlu menggunakan kornea mata ataupun sidik jari.”
“Whoaa… perfect!” ucap Taehyung gembira. Ia mengambil kartu itu dan mengamatinya baik-baik. Berarti kartu ini tidak hanya bisa ia gunakan, hyungnya yang lain pun bisa menggunakan kartu ini untuk mengakses situs sindikat perdagangan vampire. Ini semakin mudah.
“Kau tahu, Taehyung-ssi,” ujar Dongwook dengan seringai, “Sejak awal aku tertarik padamu karena mata indahmu.”
“Huh?” Taehyung menatap Dongwook. Rasanya bayangan Dongwook itu berubah menjadi dua mungkin dikarenakan efek alkohol dalam diri Taehyung. Ia berusaha tetap fokus, dia bahkan baru minum segelas dan sudah seperti ini?
“Club Black Dragon bukan club biasa…” ucap Dongwook sambil memainkan gelasnya, “Ada satu lampu diskotik yang kami miliki merupakan lampu khusus yang memancarkan blitz. Itu caraku untuk membedakan tamuku, Taehyung-ssi.”
Taehyung menaikkan sebelah alis tak mengerti. Dan tiba-tiba ia merasa sangat mengantuk. Taehyung berusaha mengendalikan badannya.
“Caraku untuk mendeteksi tamuku yang merupakan vampire.” Dongwook memberi smirk lalu meminum sisa whiskey-nya. Smirknya semakin panjang saat melihat mata Taehyung yang syok itu.
“Mwo?”
“Hadiah spesial yang temanmu dapat pun merupakan cara yang kugunakan untuk mempermainkan vampire sepertimu, Taehyung-ssi.”
Damn! Taehyung tidak pernah menduganya. Taehyung berusaha mengumpulkan kekuatannya namun ia merasa tubuhnya semakin lemas. Sekarang ia mulai menyadari kalau sepertinya Dongwook pun memberikan sesuatu pada minumannya.
“Relax…” ucap Dongwook yang suaranya kini sayup-sayup terdengar karena mata Taehyung yang perlahan-lahan menutup. “Sekarang kau sepenuhnya milikku, Taehyung-ssi.”
Taehyung tidak dapat menggerakkan badannya dan matanya terpaksa terpejam karena efek obat bius dalam minumannya. Semua ini di luar rencananya… tidak pernah terlintas sama sekali kalau Dongwook mengetahui identitasnya sejak awal.
Ini… malapetaka.
Jungkook…
🎃🎃
Oke jadi ada plot twist disini, kalo Dongwook sudah tahu Taehyung adalah vampire. Kira-kira bagaimana nasib Taehyung?
Jangan lupa berikan jejak🐾🐾
stay safe stay at home.