Vampire In The City

Vampire In The City
The Memory




ini adalah Vincent sebelum akhirnya berubah menjadi mutan..


🧸🧸


Yang tak mereka duga adalah saat melihat badan Taehyung ketika baju sudah terlepas. Hoseok sampai mengeluarkan suara terkejut sambil menutup mulut dengan kedua tangan. Jungkook merasa kakinya seketika langsung lemas… Badan Taehyung penuh dengan bekas luka di sana-sini. Ada bekas jahitan di dada, perut.. belum bekas luka memar biru yang tak kunjung hilang entah kapan datangnya luka itu.


Mata Namjoon berubah nanar melihat badan dongsaengnya. Ia tidak pernah tahu kalau Taehyung memiliki luka sebanyak ini akibat masa lalu.


Yoongi pun untuk sesaat membeku melihat itu. “Ya Tuhan…” Kini sudah jelas seperti apa yang dilakukan sindikat pada tubuh Vincent dulu sampai memberikan begitu banyak bekas di badannya.


Gigi Seokjin gemertakan. Matanya berubah merah marah. Ia tidak akan membiarkan orang-orang yang sudah menyakiti anggota clannya seperti ini.


Badan Jungkook gemetaran. Betapa menjijikkannya apa yang sudah dilakukan para oknum di sindikat. Jadi sebelum menjadi vampire, V diperlakukan tidak manusiawi seperti ini? Jungkook menahan tangis dan memegang jemari Taehyung, berharap ia bisa sedikit saja mengambil penderitaan V itu. Jungkook semakin bertekad untuk memburu orang-orang bejad yang membuat V seperti ini.


Taehyung membuka matanya. Ia meringis kesakitan saat Yoongi mulai mengobati kulit di dadanya yang melepuh.


“Tae, mian ini akan sedikit sakit..” ucap Yoongi sambil membalur salep pada kulit Taehyung.


Taehyung menggigit bibir menahan suaranya tidak keluar karena betapa perihnya salep yang dioleskan Yoongi itu. Jungkook memegang jemari vampire itu berusaha memberi kekuatan.


“It’s okay, Tae.. kau tidak perlu menahannya.”


Mata Taehyung yang sudah basah menatap Jungkook. Lengannya yang tertusuk pun semakin terasa sakit. Taehyung memelas pada Jungkook, meminta bantuan, dia benar-benar sangat merasa kesakitan.


“Ini tidak akan lama, Tae…” gumam Namjoon lembut sambil mengusap kepala Taehyung.


Yoongi sudah selesai mengoleskan salep ke luka di dada Taehyung. Saatnya sekarang ia menjahit luka di lengan vampire itu. Yoongi menyuntikkan obat bius di sekitar lengan Taehyung supaya tidak terlalu terasa sakit saat Yoongi menjahitnya.


“Akhhh!!” erang Taehyung kesakitan karena meskipun Yoongi sudah memberikan bius namun masih terlalu sakit baginya.


Seokjin memalingkan wajah karena sedih melihat dongsaengnya yang kesakitan seperti itu. Jika saja ia punya magic untuk menyembuhkan luka dengan cepat.


Hoseok pun meringis dan berusaha menguatkan Taehyung dengan memijat pelan kakinya supaya merasa enakkan.


Jungkook merasa sangat iba dengan penderitaan vampire itu. Ia berjongkok di samping tempat tidur dan memegang tangan Taehyung semakin kuat. Ia menghapus air mata yang mengalir di pipi Taehyung.


Sebagai soulmate, Jungkook bisa merasakan kesedihan dan rasa sakit yang dialami Taehyung. Dan tak ada hal yang ingin ia lakukan saat ini selain menghapus kesedihan itu.


Yoongi berusaha fokus menyelesaikan pengobatan secepat dan sebaik yang ia bisa meski ia merasakan emosi-emosi di ruangan ini yang hampir membuyarkan konsentrasinya.


Jungkook ikut menangis pelan-pelan. Ia membayangkan hal yang lebih menyakitkan yang dulu dialami V saat masih ditawan di sindikat. Orang-orang jahanam itu telah memperlakukan Taehyung dengan semena-mena, memperlakukannya seperti bukan manusia, seolah tidak punya hak untuk hidup.


Jungkook berjanji… dengan tangannya ini… ia akan membalaskan semuanya berkali-kali lipat. Tekat untuk menghancurkan sindikat penjualan vampire semakin kuat.


.


.


“Kau sebaiknya istirahat, Kook…” ucap Yoongi. Sekarang sudah pukul tiga pagi tapi Jungkook masih di ruang medic menemani Taehyung yang sudah tertidur setelah operasi. Jungkook sedang melap badan Taehyung dengan handuk hangat, membersihkan ‘bekas-bekas luka’ lama yang tentunya tak kan pernah bisa hilang.


“Aku akan disini menemani Taehyung.” sahut Jungkook. Dia mana mungkin meninggalkan Taehyung lagi setelah apa yang baru saja menimpa soulmatenya.


Yoongi mengangguk pelan. Ia bisa merasakan bagaimana perasaan Jungkook yang masih paranoid dan mencemaskan Taehyung. “Aku akan ke kamarku, kalau ada apa-apa jangan sungkan untuk memanggilku.”


Jungkook mengangguk pada dhampir itu dan Yoongi pun pergi meninggalkan ruang medic.


Bagian dada Taehyung yang melepuh sudah ditutup perban. Jungkook masih merasakan pedih tiap kali ia melihat luka jahitan di sana sini di sekujur tubuh Taehyung. Apa yang sudah terjadi di masa lalu sampai Taehyung mendapat begitu banyak jahitan? Apa orang-orang biadab itu sampai perlu memperlakukan Taehyung seperti ini demi penelitian mereka? Bukankah orang-orang itu sudah membuat Taehyung menjadi mutan? Jungkook tak pernah menyangka bahwa Taehyung mendapat luka sebanyak ini, seolah ia sedang disiksa dan hampir setengah mati saat masih berada di sindikat.


Jungkook sedang melap bahu Taehyung saat vampire itu membuka matanya.


“Jungkook…” ucapnya pelan saat melihat manusia itu.


Jungkook tersentak dan langsung menatap wajah Taehyung. “Tae, kau sudah sadar?” Jungkook melihat mata itu baik-baik, ia sadari bahwa yang sedang ia tatap ini adalah V.


“Sudah jam berapa ini?”


“Hampir jam setengah 4 pagi, Tae.” jawab Jungkook. Ia menggenggam tangan vampire itu menunjukkan bahwa ia sangat peduli dan mencemaskan kondisinya.


Mata Taehyung tiba-tiba berubah nanar menyadari bahwa badannya yang rusak ini sudah dilihat oleh Jungkook dan oleh hyung lainnya. Ia sangat malu. Ia malu menunjukkan bagaimana tubuhnya yang sudah hancur, sudah bukan manusia lagi.


“Tae, wae?” bisik Jungkook saat melihat mata vampire itu yang berkaca-kaca.


“Kalian pasti terkejut melihat badanku yang seperti ini,” ujar Taehyung pelan, “Aku sangat malu karena tubuhku rusak di sana-sini.”


“Taehyung, apa yang kau katakan ini…” Jungkook menjadi sangat sedih mendengar perkataan V.


“Ini adalah harga diriku yang tersisa… Aku tidak pernah mau membiarkan siapapun melihat badanku ini… tapi akhirnya kalian sudah melihatnya.”


“Taehyung, no…” ucap Jungkook menggeleng-geleng. Ia memegang pipi vampire itu berusaha memberikan kekuatan. Jungkook merasa Taehyung tidak perlu malu, bahkan ia dan hyung yang lain semakin protektif saat melihat keadaan Taehyung yang sebenarnya.


“Kau bukan monster…” Jungkook menggeleng dan menghapus air mata Taehyung itu. “Mereka yang membuatmu seperti ini. Mereka sudah menyakitimu berkali-kali, Tae, dan aku takkan memaafkan mereka.”


Taehyung memejamkan mata berusaha menahan kesesakan di hati, berusaha mengingatkan dirinya untuk percaya pada perkataan Jungkook bahwa dirinya bukanlah monster.


“I’ll be your best support system, Tae…” isak Jungkook memegang tangan vampire itu semakin erat. “Kau harus percaya padaku.. Kau bisa bersandar padaku dan melepaskan bebanmu.”


Sedu sedan kecil keluar dari mulut Taehyung manakala akhirnya pertahanannya selama ini hancur juga. Kata-kata yang terlontar dari mulut Jungkook seolah berusaha membuka pintu hatinya yang selama ini tertutup rapat, perlahan cahaya kecil itu masuk ke sisi tergelap hatinya.


Dia harus berusaha kuat dan melepas bebannya. Ia harus terbuka dan menceritakan masa lalu pahit ini. “Semua luka ini kudapat karena mereka membiarkanku digigit vampire jadi-jadian…” isak Taehyung sambil memejamkan mata. “Orang-orang itu tak mau membiarkanku mati. Mereka menjahit dan mengobati badanku supaya aku tetap hidup, memasukkan kembali obat-obatan asing. Saat itu bahkan aku memohon untuk mati, Jungkook. Aku hanya ingin mati…”


Tangis Jungkook pecah di ruangan itu sementara Taehyung terus bercerita dengan tegar.


“Venom tidak berhasil masuk ke dalam tubuhku dan aku harus digigit lagi sampai vampire itu benar-benar memasukkan venomnya ke tubuhku.”


Mata Taehyung perlahan membuka dan ia menatap langit-langit dengan tatapan kosong. Bisa menceritakan seperti ini adalah mujizat, Taehyung bahkan berpikir ia akan selalu mengubur rahasia ini untuk dirinya saja. Ada kelegaan besar di dalam dada saat akhirnya ia berhasil menceritakan hal memalukan dan menyakitkan ini. Selamanya Taehyung akan menganggap kejadian itu adalah aib dan keburukan dirinya, betapa dirinya sebagai manusia sudah berakhir dan berevolusi menjadi monster.


“Mereka tidak pernah membiarkanku benar-benar mati… karena mereka menganggap terlebih mahal obat dan penelitian yang mereka lakukan… dibandingkan harga diri yang kumiliki.”


Jungkook menangis pedih sampai sekujur badan pun gemetar hebat. Begitu menyesakkannya membuat Jungkook ingin protes pada langit. Mengapa penderitaan seperti itu harus dialami oleh manusia yang bahkan tak bersalah dan tak berdosa.


Taehyung menatap Jungkook yang menangis. Air mata Jungkook menetes-netes jatuh membasahi lengan Taehyung.


“Jungkook… Sebenarnya berat bagiku menceritakan ini… Aku seperti sedang membuka aibku sendiri. Aku malu tapi aku percaya padamu, Jungkook…”


Jungkook hanya semakin menangis. Ia memeluk leher vampire itu dengan parau, membisikkan kata-kata ke telinga vampire itu, menunjukkan kalau Taehyung memang bisa mempercayainya. Trauma dan luka masa lalu Taehyung akan ia sembuhkan. Jungkook akan membersihkan setiap luka dan trauma yang dialami vampire itu. Dan saat Taehyung merasa kegelapan mengelilinginya, Jungkook akan menjadi penerang untuk Taehyung, menunjukkan jalan ke kehidupan yang lebih baik.


Keduanya menangis bersama sampai menjelang subuh. Taehyung semakin terbuka, ia menceritakan semuanya pada Jungkook. Meski menyakitkan jika menceritakan dan mengingat kembali apa yang dulu terjadi… tapi Jungkook disana menjadi support system terbaik untuk Taehyung, mendengarkan baik-baik meski hatinya pun sangat tersakiti dengan setiap cerita Taehyung.


Sebelum berubah menjadi vampire mutan, Vincent adalah anak normal biasa. Ia tinggal di panti asuhan sejak kecil. Seperti anak kebanyakan dia bermain dan beraktivitas dengan normal, sangat ceria dan cerdas. Dia dijanjikan untuk bisa bekerja di tempat yang sangat baik yang akan bisa mengubah masa depannya. Dia salah satu anak yang terpilih. Tapi ia tak menyangka bahwa dirinya justru dibawa ke tempat percobaan dan penelitian oknum jahat. Tubuhnya diujicobakan berbagai obat-obatan asing yang sepatutnya tidak boleh diberikan pada manusia. Bersama para project lain, dia dikurung di suatu tempat tak berjendela yang membuatnya tak pernah melihat dunia luar lagi.


Berbulan-bulan Taehyung berada di sana dan kadang yang terlintas di benaknya adalah bagaimana ia ingin segera hidupnya berakhir, bagaimana ia berharap salah satu obat yang masuk ke dalam tubuhnya itu membunuhnya saja. Nyatanya tidak demikian, tubuhnya lebih kebal dan baik menjadi tubuh inang. Ia pun mendapat venom vampire yang hampir-hampir membawanya masuk ke dunia kematian.


Namun lagi-lagi takdir berkata lain. Taehyung selamat dari setiap ritual digigit vampire dan dari Seoul ia langsung dipindahkan ke Jeonju. Disitulah saat ia sadar, ada 3 dokter yang sedang berusaha mengambil darahnya. Taehyung membunuh ketiga dokter itu, semacam dirinya terlalu agresif dengan kekuatan baru yang ia punya pasca berubah menjadi vampire mutan. Tangannya dengan mudah bisa mencabik dan membunuh manusia-manusia itu dengan tangan kosong. Itu pemandangan yang membuatnya sangat terpukul dan trauma, bagaimana ia membunuh manusia dengan begitu mengerikan. Dalam tragedi itu kepalanya sempat dipukul oleh salah satu dokter yang membela diri. Kepala Taehyung berdarah dan selebihnya setelah kejadian itu ia mengalami trauma sangat mendalam. Kepribadian barunya muncul tak lain untuk menutupi kejadian menyakitkan itu, berusaha melindungi dirinya dari memori kelam sebagai project V.


***


Keesokan harinya Seokjin sudah tak dapat menahan diri lagi. Dia tidak bisa hanya berdiam diri, tangannya sudah gatal untuk melakukan aksi pembalasan pada sindikat penjualan vampire. Apa yang menimpa Taehyung sangat membuatnya marah. Jadi Seokjin mengajak Yoongi, Namjoon dan Hoseok berbicara untuk merencanakan bagaimana cara menghancurkan sindikat penjualan vampire.


“Menurutku salah satu cara paling mudah untuk membalas dendam adalah menghancurkan bisnis mereka.” tutur Hoseok. Mata berkilat karena ia pun begitu menggebu-gebu untuk membalaskan dendam atas apa yang sudah diderita Taehyung.


Yoongi melirik Hoseok. Dhampir itu memang selalu yakin Hoseok punya pemikiran yang cemerlang dan apalagi latar belakangnya yang merupakan manusia.


“Kita mungkin tidak tahu markas mereka dimana, tapi setidaknya kita tahu bahwa Black Dragon adalah salah satu mesin uang untuk sindikat.” lanjut Hoseok.


Namjoon memberi seringai, terkesan dengan ide Hoseok. “Jadi menurutmu kita hancurkan Black Dragon dulu? Not bad.”


“Apa rencanamu?” tanya Seokjin pada Hoseok.


Hoseok memberi smirk. Rasa confidence tumbuh di dalam dirinya manakala Alpha mempercayakan rencana ini padanya. Hoseok akan menunjukkan bahwa dirinya pun berguna di clan ini meski masih merupakan bayi vampire.


“Kita hancurkan Black Dragon sampai tak bersisa, buat publik tidak menganggap Black Dragon lagi.”


Yoongi mengangguk-angguk.


“Caranya?” tanya Namjoon semakin tertarik.


“Seokjin Hyung punya kekuatan mengubah memori, jadi dia bisa mengubah mind set pengunjung aktif Black Dragon untuk berpikir bahwa club itu club yang sangat payah.” ucap Hoseok bersemangat. “Kita buat Black Dragon kacau dengan pengunjungnya yang mulai meninggalkan club itu. Lalu di akhir Namjoon bisa memanggil petir untuk membuat tempat itu terbakar sampai hangus tak bersisa.”


Yoongi memberi senyum. “Kenapa ide cemerlang seperti itu tidak pernah terpikirkan sebelumnya.”


Seokjin mengangguk dan tidak mungkin tidak setuju dengan ide brilian Hoseok. “Ayo kita lakukan rencana Hoseok.”


Namjoon tertawa pelan sambil merangkul bahu Hoseok. Ia mengacak-acak rambut Hoseok dengan gemas. “Sebagai Mastermu aku sangat bangga. Tak sia-sia aku melatihmu selama ini.”


Hoseok meleletkan lidah namun ikut tertawa juga. Yes, dia sudah tidak sabar untuk bisa menghancurkan Black Dragon.


“Nanti sore kita akan buat Black Dragon berakhir.” ucap Seokjin tersenyum panjang.


🎃🎃


yes yes plis hancurkan Black Dragon dan hapus kesedihan Taehyung 💜


well.. adegan tangis menangis itu cukup mengharukan.


Jangan lupa berikan jejak🤗 next episode.. kehancuran Black Dragon? We'll see..