Vampire In The City

Vampire In The City
Tindakan Lisa




“Aaaack!! Akhh!!” pekik Lisa karena rambut yang dijambak membuatnya sampai harus berdiri bangun. Ada apa dengan kedatangan Taehyung yang tiba-tiba langsung menjambaknya seperti ini?? (lmao, author cekikikan)


Jungkook sangat speechless. Apa yang sebenarnya sudah terjadi? Taehyung masih menjambak Lisa, matanya yang terkena sorotan lampu nampak berkilat, matanya yang berwarna silver itu.


V?


“Kyaaa, apa yang kau lakukan?” pekik Lisa kesakitan karena rambutnya masih ditarik.


Taehyung melepas jambakan itu membuat Lisa terdorong dan jatuh ke sofa. Wanita itu menoleh protes pada Taehyung, ia merasa sudah sangat dipermalukan dan dirugikan seperti ini. Taehyung datang dan tiba-tiba membuat kerusuhan?


Jungkook berusaha mencerna semuanya. Ia bangkit berdiri dan melihat Taehyung yang masih marah seolah belum puas sudah menjambak wanita tak berdosa.


“Apa masalahmu?” tukas Lisa sambil memegangi kulit kepalanya yang sakit. Jika dia mengalami kerontokan dia akan menuntut ganti rugi! Mana jambakan Taehyung kuat sekali seperti hyena. Lisa melirik Jungkook, meminta pembelaan dari pria itu. Sudah jelas bukan bahwa dirinya adalah korban dari kebrutalan Taehyung.


Taehyung mendengus. Memangnya Taehyung akan tertipu dengan wajah topeng wanita itu? Selama ini Taehyung sudah tahu kalau wanita itu punya rencana licik dan agenda pribadi dalam mendekati Jungkook. Sayangnya Jungkook terlalu naif, mungkin karena Lisa cantik?


“Dasar wanita jalang!” tukas Taehyung dan sudah mengambil gelas soda yang ada di atas meja, siap membanjur wajah Lisa. Namun kalau bukan Jungkook yang mencegahnya, Taehyung pasti lebih membabi buta.


“Tae!” Jungkook segera menahan lengan Taehyung. Ia menatap vampire itu, melihat dengan cermat kalau sekarang yang ada di hadapannya memang benar V. Ini sangat membingungkan. Lagipula sikap V yang tiba-tiba ini sangat tak bisa diterima akal. Kenapa V selalu membenci Lisa sementara Taehyung bisa berteman dengan Lisa?


“Ada apa denganmu?” protes Jungkook sedikit marah.


“Aku sudah mengatakannya padamu, Jungkook! Kalau dia bukan wanita sebaik yang kau pikirkan.” tukas Taehyung.


“Dia temanku, aku tidak ingin kau menyakiti temanku.” Bagaimanapun bagi Jungkook perbuatan Taehyung dengan langsung menjambak Lisa sangat keterlaluan. Wanita manapun pasti akan merasa tersinggung.


“Mwo? Teman?” Taehyung ingin sekali meludah. “Dia bukan temanmu, Jungkook. Dia musuh dalam selimut.”


Mata Lisa melotot pada Taehyung. Dia ingin mengutuk namun dia tahan. Dia merasa harga dirinya diinjak-injak. Apa yang membuat Taehyung kerasukan seperti ini? Salah makan obat?


“Aku bisa menerimamu, kau pun harus bisa menerima Lisa.” kata Jungkook. Setelah perkataan itu keluar dari mulutnya, Jungkook langsung menyesalinya. Ia tidak sepatutnya mengatakan perkataan seperti itu pada Taehyung seolah Taehyung tidak pantas diterima.


Taehyung memandang Jungkook dengan mata terluka. Mungkin dirinya ini memang bagaikan sampah dan monster namun masih bisa diterima Jungkook sehingga membuat Jungkook mengatakan perkataan demikian. Dan mungkin Lisa masih jauh lebih baik dibandingkan dirinya?


Taehyung tak tahan dengan pemikirannya sendiri dan segera keluar meninggalkan ruangan.


Jungkook ingin sekali melem mulutnya yang terkadang tak bisa dikontrol dan malah mengatakan kata-kata yang sebenarnya ia tidak bermaksud demikian. Ia pun segera berbalik dan mengejar Taehyung. “Tae!!”


Di lorong, Jungkook berhasil mengejar Taehyung dan menarik lengannya. “Tae… I’m sorry…”


Taehyung tidak berusaha untuk kabur. Ia hanya menundukkan wajah dan menatap lantai. Perbuatannya yang langsung menyerang Lisa pasti membuat Jungkook mengira kalau Taehyung adalah pelaku kekerasan. Dan bisa saja kedatangannya ini tidak diharapkan oleh Jungkook karena sepertinya keduanya sedang menghabiskan waktu bersama di karaoke room.


“I’m sorry,” ucap Jungkook lagi lebih tulus dan berani, “Perkataanku tadi bukanlah dari lubuk hatiku, Tae.” Jungkook tidak ingin Taehyung berpikir kalau Taehyung adalah monster dan diterima oleh manusia. No, no, Taehyung bukan monster. Jungkook pun tidak terpaksa menerima keberadaannya. Jungkook bahkan sudah menganggap Taehyung sebagai teman sejiwanya.


Taehyung bisa merasakan kalau Jungkook tulus meminta maaf. Taehyung pun tidak ingin dia bertengkar dengan Jungkook seperti dulu. Dia tidak mau kehilangan kepercayaan Jungkook. Dia tidak mau Jungkook meninggalkannya.


“A-aku akan meminta maaf pada wanita itu.” ucap Taehyung akhirnya. Meski ia meremas tangan kuat-kuat karena betapa ia tidak mau melakukannya, tapi asalkan Jungkook tetap mempercayainya, Taehyung bersedia.


Jungkook cukup terkejut. Ia tak menyangka akan mendapat reaksi demikian.


“Tidak seharusnya aku bersikap barbar pada wanita.”


Jungkook mengangguk. Ia berharap dengan hal ini semuanya kembali berjalan dengan normal dan seperti biasa. Vampire itu sudah menunjukkan kemajuan sikap yang baik.


Keduanya kembali ke karaoke room. Lisa masih duduk di sofa, berusaha merapikan rambutnya yang kusut. Wanita itu terkejut melihat kedatangan Jungkook bersama dengan Taehyung. Apa lagi sekarang? Lisa sudah duduk mundur, sedikit takut melihat kedatangan vampire itu.


“Aku minta maaf.” ucap Taehyung dengan nada datar. Ia berusaha menjaga emosi tetap sestabil mungkin. Ini sebenarnya bodoh, bagaimana ia harus merendahkan hati dan meminta maaf pada wanita pengganggu yang tidak ia sukai. Sejak semula Taehyung sudah punya firasat kalau wanita itu kelak akan mencelakainya. Sayangnya Taehyung tidak punya bukti untuk menjelaskan hal itu pada Jungkook. Jungkook mungkin akan menganggapnya terlalu berpikiran negatif.


Lisa ingin memaki vampire itu karena betapa kulit rambutnya yang masih panas karena jambakan Taehyung. Tapi ia tak akan melakukannya ketika Jungkook ada di sini. Bagaimanapun ia masih ingin mendapatkan hati Jungkook.


“I-It’s ok~” sahut Lisa berusaha ramah.


Taehyung masih menunduk saja. Jungkook meliriknya dan memutuskan kalau saat ini sebaiknya ia membawa Taehyung meninggalkan tempat ini, untuk menenangkan vampire itu.


“Lisa, aku dan Taehyung sebaiknya pergi…” ujar Jungkook. Walau sebenarnya ia masih berhutang memberikan penjelasan pada Lisa mengenai insiden romance di antara mereka. Nanti Jungkook harus menjelaskan kalau ia dan Lisa hanya sebatas teman, tidak ada perasaan lebih.


“Oh-okay…” sahut Lisa kecewa. Sial, kencan pertamanya dengan Jungkook bisa rusak seperti ini. Padahal Lisa sudah membayangkan apa yang terjadi antara dirinya dan Jungkook tapi malah gagal semua karena kedatangan Taehyung.


“Ayo, Tae…” Jungkook mengajak Taehyung untuk pergi meninggalkan tempat itu karena betapa tak enaknya atmosfer yang ada. Keduanya pun pergi meninggalkan Lisa yang masih memandangi mereka dengan kesal.


Lisa merutuk dalam hati. Dia akan memberikan pelajaran pada vampire itu atas apa yang ia terima hari ini.


.


.


Selama di dalam mobil, Taehyung hanya terdiam. Ia tidak mengatakan apa-apa, tidak berusaha membela diri atau menjelaskan posisinya. Ia hanya tidak ingin membuat hubungannya dan Jungkook menjadi pahit. Setelah dipikir-pikir, sebaiknya ia banyak menahan dirinya terutama supaya ia pun tidakperlu kehilangan kepercayaan Jungkook.


Jungkook yang sedang menyetir, menoleh melihat bagaimana wajah Taehyung yang tidak baik-baik saja. “Kau sudah makan?” tanya Jungkook.


Taehyung menggeleng, mata masih sibuk melihat jalanan.


“Sebaiknya kita makan dulu ya. Aku akan mengajakmu ke restoran steak yang dijamin pasti sangat kau suka.” ujar Jungkook berusaha mencairkan suasana dengan memberi senyum panjang.


****


Jimin berada di rumah Kim Brothers karena ia perlu menerima transfusi darah vampire, ritual biasa yang harus ia lakukan. Jimin menceritakan pada Yoongi bagaimana ada perubahan yang baik pada ibunya setelah memori mengenai vampire dihapus dari kepala ibunya. Yoongi juga menceritakan bagaimana ia dan yang lain sudah mengakses website Delicious Pasta dan sedang menunggu lokasi yang diberikan.


“Apa yang akan kalian lakukan ketika mendapat lokasi itu?” tanya Jimin. Transfusi darah sudah selesai dilakukan, Yoongi sedang membereskan peralatan di ruangan.


“Kami sepakat akan menghancurkan tempat itu beserta dengan apa yang ada di dalamnya.” ucap Yoongi.


Jimin mengangguk-angguk, tidak akan membantah sama sekali. “Bagaimana kalau itu ternyata merupakan tempat umum?”


Yoongi menoleh pada manusia itu. “Tidak mungkin, kalau tempat umum dewan vampire pasti sudah tahu sejak lama. Kurasa lokasi yang diberikan merupakan lokasi khusus, pastinya dengan penjagaan ketat.”


“Kalian harus berhati-hati. Apa Taehyung pun akan diajak ikut?”


“Absolutely not. Jika dia V, aku masih mempertimbangkan untuk dia diajak, tapi jika Taehyung… terlalu beresiko. Taehyung bisa dalam bahaya karena dia pun tidak punya kekuatan vampire.”


Jimin mengangguk setuju. Akhir-akhir ini memang yang ia temui adalah Taehyung dan bukan V, meski Jungkook cerita kalau V juga sesekali switch meski jarang. Mungkin untuk saat ini V tidak ingin banyak muncul jika tidak terlalu penting. V pun sudah tidak pergi ke Black Dragon lagi semenjak yang terjadi di villa Dongwook.


“Aku tidak mengerti untuk apa ada orang yang mau memesan organ vampire?” tanya Jimin polos.


Yoongi menghela nafas dan menghadap manusia itu. “Para dokter dan ilmuwan membutuhkannya untuk penelitian pengobatan, percobaan dan sebagainya. Itu sebabnya hanya bisa dipesan oleh member VIP supaya tidak banyak disalahgunakan.”


“Darah vampire pun berkhasiat untuk membuat awet muda,” kata Jimin, “Kurasa Big Boss sindikat itu pun mengkonsumsinya membuatnya pasti awet muda.”


Yoongi mendengus. “Taehyung sempat mengatakan kalau Lee Dongwook adalah pemilik club yang muda dan tampan. Mengetahui pria itu adalah oknum di balik penjualan vampire, kurasa bisnisnya sudah dimulai sejak lama, mungkin dimulai dari ilmuwan dan dokter yang ia kumpulkan. Dan kutebak kalau umurnya sesungguhnya pasti sudah tua. Dia tampak awet muda pasti karena mengkonsumsi darah vampire.”


“Aku berharap semuanya bisa cepat beres. Tiap kali aku bangun tidur aku selalu cemas jika mengingat sindikat masih ada dan berjalan.”


“Well, aku pun ingin semuanya segera berakhir.” gumam Yoongi sambil memberi air mineral untuk Jimin.


****


Taehyung sedang duduk di depan gedung perpustakaan, menunggu Jungkook yang masih di dalam perpustakaan karena ada bimbingan dengan dosen. Taehyung sedang melihat-lihat ponsel ketika ada seseorang yang menghampirinya.


Taehyung mengangkat wajah, merasakan aroma kehadiran Lisa. “Haii…” sapanya ramah melihat chingu nomor 3 nya.


Lisa menatap Taehyung dengan sedikit tercengang. Begitu berbedanya dengan dua hari yang lalu. Memang Taehyung sudah meminta maaf karena menjambak namun Taehyung yang di depannya sekarang sangat berbeda, tampak ramah. Tadi saat wanita itu tak sengaja melihat Taehyung duduk sendiri di depan perpustakaan, Lisa ingin mengambil kesempatan untuk menghujat atas apa yang sudah dilakukan vampire itu. Tapi melihat sikap Taehyung ini, Lisa merasa dia melihat orang yang berbeda.


“Kau mencari Jungkook?’ tanya Taehyung karena Lisa tak mengatakan apa-apa.


“O-oh… anniya…” gumam Lisa. Ini sangat absurd. Apa Taehyung salah minum obat lagi.


Taehyung masih memberikan senyum menunggu penuturan Lisa selanjutnya. Vampire ini memang tidak mengingat kejadian yang terjadi saat di karaoke room.


“Apa kau bisa ikut denganku sebentar?” ujar Lisa, “Ada yang mau kutunjukkan.”


“Tapi aku sedang menunggu Jungkook.” sahut Taehyung.


“Well, kau bisa mengirimkan pesan padanya, daripada kau menunggu sendirian disini, sebaiknya kau ikut denganku.” Lisa mengeluarkan ponsel dan dengan cepat mengirim pesan ke seseorang untuk mengirim mobil dan menunggu di depan tempat parkir kampus.


Taehyung pun menurut dan mengikuti Lisa yang mengajaknya pergi. Taehyung terlalu lugu dan mengikuti Lisa begitu saja, tidak tahu bahwa ada sesuatu yang hendak dilakukan Lisa untuk menjebak Taehyung.


Lisa membawanya berputar-putar di kampus sambil mengajak mengobrol membicarakan hal-hal yang ringan. Sebenarnya Lisa sedang mengulur waktu sampai menunggu kedatangan seseorang untuk menjemput mereka di parkiran.


Setelah beberapa lama dan Lisa sudah mendapat kabar bahwa mobil penjemput sudah siap di tempat parkir, Lisa membawa Taehyung ke sana. Dengan sifat polos Taehyung sekarang memudahkan Lisa untuk menjalankan rencananya. Kejadian di karaoke room membuat Lisa tidak akan lambat-lambat lagi untuk menjebloskan vampire itu.


“Oh?” Taehyung heran saat melihat ada sebuah mobil sedan di depan mereka.


“Aku ingin mengenalkanmu dengan seseorang.” ujar Lisa dengan senyum dan memegang lengan Taehyung seolah mereka adalah teman yang akrab.


Saat sudah akan dekat dengan mobil, Lisa mengeluarkan jarum suntik dari tas. Dengan cepat ia langsung menusukkannya ke lengan Taehyung. Vampire itu menoleh terkejut dan belum ia bisa mencerna apa yang terjadi badannya tiba-tiba melemas karena ia baru saja disuntikkan obat bius.


Pintu mobil membuka dan seseorang segera keluar lalu memegangi badan Taehyung yang sudah pingsan untuk dibawa masuk ke dalam mobil. Badan Taehyung yang sudah tak sadarkan diri itu dibaringkan di dalam mobil.


“Kau tidak salah orang kan?” tanya pria itu pada Lisa yang masih berdiri di luar.


Lisa mendengus. Kalaupun salah orang, Lisa tak keberatan jika Taehyung ditangkap oleh markas. “Percaya padaku.”


“Myunggyu tidak akan senang jika kau salah menangkap, Lisa.” tukas pria itu.


“Ketua hunter itu akan berterimakasih padaku karena aku sudah melakukan perintahnya,” sahut Lisa memutar bola mata, “Tidak perlu banyak bicara, bawa saja vampire itu enyah dari tempat ini.”


Pria itu sudah tak menjawab lagi dan masuk ke dalam mobil. Mobil pun pergi meninggalkan lokasi, meninggalkan Lisa yang sedang memberi smirk puas. Akhirnya dia bisa membalaskan dendamnya dan mengenyahkan Taehyung. Kalau vampire itu sudah ditangkap markas sepertinya sudah tidak ada kesempatan lagi Taehyung bisa kembali.


.


.


🎃🎃



jangan lupa berikan like, komen, dan jejak🐾🐾