Vampire In The City

Vampire In The City
Halloween (3)



mian author baru bisa update. karena ada banyak tugas hadeuh..


Selamat baca lanjutannya yahh. Jangan lupa tinggalkan jejakmu


🎃🎃


Yoongi tercengang saat menerima pesan dari Namjoon yang mengatakan bahwa Namjoon pulang duluan dan meminta Yoongi yang mengantar Taehyung pulang. Yoongi meringis, kenapa Namjoon tiba-tiba cepat pulang? Bukannya dia ingin menikmati acara Halloween di Itaewon?


Yoongi mengecek ponselnya, sudah lewat jam 12 malam ini. Tidak ada kabar pula dari Seokjin. Kemana sang Alpha, apa mereka tidak akan pulang bersama?


Akhirnya Yoongi pun mencari keberadaan Taehyung. Kembang api menari-nari di langit dengan indahnya, membuat orang-orang terpesona, tapi Yoongi berjalan cuek dan tak peduli. Dia menggunakan penciumannya untuk mencari Taehyung.


Yoongi berbelok ke jalan yang lebih lebar. Ia melihat telinga Mickey Mouse Taehyung. Bayi vampire itu sedang tertawa-tawa dengan dua teman manusianya, membicarakan mengenai kembang api. Yoongi tersenyum lembut, senang melihat Taehyung tersenyum lebar seperti itu. Dia berharap Taehyung tidak perlu mengalami pembulian dan sakit hati seperti di sekolah sebelumnya.


Alis Yoongi mengernyit saat ia bisa merasakan energi familiar yang pernah ia rasakan beberapa hari lalu. Mata Yoongi tertumbuk pada seseorang di samping Taehyung. Pemuda itu adalah pemuda yang sama yang datang ke toko kuenya, pria dengan energi ‘lain’.


Taehyung menoleh ke belakang karena menyadari kehadiran hyungnya. “Oh, Hyung~!!”


Baik Jimin dan Jungkook ikut menoleh, melihat salah satu hyung Taehyung tersebut. Ini pertama kalinya Jungkook melihat Yoongi, jadi dia membungkuk pelan menyapa hormat, menahan senyum dengan penampilan Halloween Yoongi yang menurutnya mirip salah satu professor di kampus.


Jimin membesarkan mata, kaget melihat Yoongi. Ia menunjuk Yoongi sambil berseru, “Oh!”


Taehyung menoleh bingung, “Wae? Kau mengenal Yoongi Hyungku?”


Yoongi memberi senyum saja. “Dia pernah datang ke toko kueku, Tae.”


Jimin mengangguk-angguk. “Cheese cakenya enak sekali~! Itu akan menjadi desert favoritku.”


“Setuju!” sahut Taehyung. Ia menarik lengan Jungkook, “Kau juga harus mencoba cheese cake buatan Hyungku, Kookie.”


Jungkook mengangguk dan tersenyum. “Kapan-kapan kau harus membawaku ke sana, aku menyukai cheese cake.”


“Yeay~” seru Taehyung, “Perkenalkan ini Hyungku yang bernama Yoongi Hyung. Dan, Hyung, ini dua temanku… Jungkook dan Jimin.”


Yoongi memberi senyum ramah pada dua teman Taehyung itu. Dia merasakan emosi yang baik di antara mereka, pertemanan yag tulus dan innocent. Hanya saja mungkin ada sesuatu yang berbeda di dalam diri Jimin. Yoongi yakin kalau Jimin bukanlah vampire, tapi kenapa ia merasakan ada kekuatan vampire di dalam manusia itu? Mustahil bukan?


Akhirnya setelah beberapa saat mengobrol, ketiganya berpisah. Jungkook dan Jimin akan pulang bersama sementara Taehyung pulang dengan Yoongi.


“Mana Hyung yang lain?” tanya Taehyung saat mengikuti Yoongi ke parkiran.


“Namjoon pulang duluan, sementara Alpha kita tidak tahu dimana, dia menemui seseorang.”


“Owhh.” Taehyung mengangguk-angguk, tak menyangka kalau sekarang Seokjin disibukkan dengan bertemu orang lain.


.


.


Setelah ciuman itu, baik Seokjin dan Soojung hanya bisa tersenyum malu sendiri. Seokjin pun menawarkan diri untuk mengantar Soojung pulang. Malam itu mereka tidak sempat membicarakan mengenai arti ciuman tersebut. Seokjin pun tidak ingin terlalu menekan atau posesif, dia akan membiarkan hubungan ini mengalir dengan sendirinya.


“Aku masuk dulu, Mr. Kim..” ucap Soojung saat mobil sudah sampai di depan rumah.


Seokjin memandang Soojung sendu. “Kau harusnya menyebutku Oppa.”


Soojung menggigit bibir. “Hmm… O-Oppa…”


Senyum Seokjin merekah. “Selamat istirahat, Soojung. Hari ini sangat menyenangkan.”


“N-ne… Selamat istirahat juga, O-Oppa. Trimakasih sudah mengantarku.” Soojung mengangguk terimakasih lalu keluar dari mobil dengan jantung masih berdebar-debar.


Malam ini sungguh lain… hubungan di antara keduanya sangat lain, terutama karena Soojung mencium Seokjin duluan! Entah keberanian datang darimana, mungkin suasana mempengaruhi wanita itu hingga berani mengambil langkah besar.


Soojung masuk ke dalam rumah, masih merasakan pipinya yang panas apabila mengingat kejadian saat ia mencium dosennya. Oh God… Pria itu memang penuh dengan charm, beberapa moment mereka pun membuat Soojung semakin tertarik pada Kim Seokjin.


“Noona, baru pulang?”


Soojung terkejut saat melihat Jungkook berdiri di pintu dapur. Jungkook sudah memakai piyama. Kening adiknya itu mengernyit. “Noona, ikut Halloween?”


“Ah, jinjja? Sayang kita tidak bertemu. Noona, pergi dengan siapa?” tanya Jungkook.


Soojung jadi salting karena pertanyaan Jungkook. Awalnya dia pergi ke Itaewon sendiri tapi akhirnya ditemani oleh Seokjin.


“Dengan teman…”


“Owhh…” Jungkook masih memperhatikan kakaknya.


Soojung buru-buru menaiki tangga, segera menuju kamarnya. Soojung mengunci kamar dan bersandar ke pintu, masih merasakan debaran yang sama saat ia berada di mobil dengan Seokjin.


Wanita itu menyentuh pelan bibirnya. Kesambet apa dia sampai berani melakukan hal seperti itu kepada dosennya sendiri.


Soojung memejamkan mata erat-erat. Damn, kenapa baru sekarang ia memikirkannya!! Kalau seperti ini, omongan Kai akan terbukti benar… bahwa Soojung dan Seokjin ada sesuatu. Tapi demi Tuhan, ini terjadi setelah ia putus dari Kai!!


Oh God.. Oh God…


Soojung mondar mandir di kamarnya. Apa yang sudah ia lakukan ini salah. Apa pendapat orang-orang jika tahu Soojung mencium Seokjin? Para mahasiswa mungkin akan menyangka Soojung tengah merayu dosen supaya bisa mendapatkan nilai mata kuliah sangat baik. Dan martabat Seokjin juga tercoreng karena bisa dituduh sebagai perayu mahasiswa muda?


“Ah jinjja…” tukas Soojung.


Dia tidak boleh seperti ini. Dosennya itu pasti akan kena masalah…


.


.


Sementara itu di rumah Kim Vampire, Namjoon masih berbaring di sofa ruang tengah. Tangan menyilang di belakang kepala, melamun kosong, memikirkan pertemuannya tadi dengan Hoseok. Sial, apa identitasnya sudah ketahuan ya.


Setelah mandi, Yoongi ke ruang tengah mendatangi Namjoon, karena ia bisa merasakan emosi kebingungan serta takut yang dialami vampire itu. Yoongi juga penasaran apa yang tadi membuat Namjoon langsung pulang. Taehyung sudah berada di kamarnya, tidur, sementara Seokjin, sang alpha, belum pulang.


“You good?” tanya Yoongi dan duduk di sofa lain.


Namjoon menghela nafas pelan. Menguntungkan baginya ia tidak perlu menjelaskan banyak hal pada Yoongi, karena dhampir itu pasti sudah tahu kondisi hatinya.


“Aku masih belum yakin… tapi kurasa ada manusia yang mencurigaiku sebagai vampire, Hyung.”


Yoongi tidak merespon dan tampak tidak terlalu terkejut.


Namjoon menaikkan sebelah alis. “Kau tidak kaget?”


“Kau bilang masih belum yakin.”


“I-itu karena… manusia ini agak unik, dia penyuka vampire. Dan dia teman sekelasku.”


Yoongi memberi seringai. “Penyuka vampire? Dia tidak akan mengganggumu kalau begitu.”


“Ta-tapi bagaimana kalau dia mengadu pada semua orang? Bagaimana kalau clan kita terancam?”


“Clan kita beruntung karena kekuatan Alpha kita adalah bisa mengontrol memori. Seokjin bisa memanipulasi memori temanmu kalau perlu.”


Namjoon terlihat berpikir. Benar juga.


“Aku pernah berpengalaman dengan manusia yang menyukai vampire. Mereka tidak mengganggu. Yang ada mereka sangat menentang hunter. Aku memang tidak merekomendasikanmu untuk membuka identitasmu padanya tapi aku juga merasa memorinya tidak perlu dihapus.”


Namjoon mengangguk. “Iya, itu benar. Mungkin beberapa hari ini aku akan mengamatinya, melihat bagaimana kehidupan sehari-harinya dan dengan siapa dia bergaul.”


“Hmm, aku setuju. Dan kau tidak perlu mengkonfirmasi apa-apa padanya mengenai identitasmu. Apa yang membuatnya berpikir kau adalah vampire, by the way?”


“Dia melihat mata asliku… dan dia juga pernah mencurigaiku tidak bernafas.”


Yoongi tersenyum panjang. “Tandanya dia orang yang detail. Kau harus lebih berhati-hati.”


Namjoon mengangguk. Masalahnya, Namjoon adalah kebalikannya, Namjoon bukan orang detail, dia vampire yang cukup ceroboh dalam beberapa hal.


🎃🎃