Vampire In The City

Vampire In The City
We Are Soulmates




Setelah pertengkarannya dengan Jungkook, Taehyung langsung pulang ke rumah meski ini sudah terlalu larut dan hyungnya pasti mempertanyakan kenapa ia pulang jika sebelumnya ijin akan menginap di tempat Jungkook.


Vampire itu merasa tubuh mulai lemas dan kepalanya pusing. Entah ini efek alkohol atau efek dari belum mengkonsumsi darah manusia lebih dari 2 minggu. Taehyung berjalan masuk ke dalam rumah, berusaha menyeimbangkan langkah sendiri dengan berpegangan pada apapun yang bisa membantunya.


“Taehyung?” Seokjin terkejut dan mendatangi vampire itu, kaget melihat wajah Taehyung yang pucat.


Ini sudah hampir tengah malam tapi penghuni rumah belum ada yang tidur, mereka masih menghabiskan waktu di ruang tengah, ada yang membaca buku, ada yang mengerjakan tugas kuliah. Dan betapa terkejutnya mereka ketika melihat kedatangan Taehyung seperti ini.


Mata Hoseok membesar. Benar rupanya… Taehyung memang tidak menginap di tempat Jungkook, pantas saja Jungkook sampai menelepon.


Namjoon mengerucutkan hidung, bisa mencium aroma alkohol dari tubuh Taehyung. Dia tidak akan terkejut jika Taehyung pun baru dari diskotik.


“Kau baik-baik saja?” tanya Yoongi sambil memegangi lengan Taehyung karena vampire itu tampak akan jatuh pingsan. Dengan kekuatan empath-nya, Yoongi menyadari bahwa energi vampire Taehyung melemah.


“Dia seperti sakit…” gumam Hoseok sambil menggigit bibir.


Namjoon membantu Yoongi untuk memapah Taehyung ke kamarnya. Wajah sepucat ini jelas menunjukkan bahwa Taehyung tengah kelaparan, terlalu lama belum mengkonsumsi darah. Seperti itulah yang terjadi pada vampire ketika terlalu lama belum mengkonsumsi darah.


Taehyung membiarkan dirinya dibaringkan di tempat tidur. Dia hanya ingin tidur dan tak sadarkan diri, sehingga tidak perlu kelaparan menginginkan darah manusia seperti ini. Dia berharap tidur pun bisa membuat rasa hausnya hilang.


Taehyung mengerang pelan dan memejamkan mata saja, tidak peduli para hyungnya masih di kamar itu.


“Apa dia belum minum darah?” tanya Seokjin heran sekaligus cemas melihat anggota clannya itu. Untuk sesaat Seokjin melupakan kenyataan bahwa Taehyung sudah berbohong tidak menginap di tempat Jungkook dan malah sepertinya pergi ke club malam.


“Sepertinya begitu…” ujar Yoongi pelan.


“Hoseok, ambilkan kantung darah dari kulkas.” kata Seokjin. Hoseok memberi anggukan dan segera pergi untuk melakukan perintah Alpha.


“Tapi terakhir dia meminumnya dia bilang darah itu busuk,” ucap Namjoon pada Seokjin, “Padahal setelah Yoongi coba, darah itu tidak busuk.”


“Mwo?” Seokjin menoleh menghadap Yoongi dan Namjoon.


“Aku belum bisa memastikannya,” sahut Yoongi, “Tapi sepertinya tubuhnya menolak darah manusia.”


Mata Seokjin membesar. “Apa maksudmu? Lalu bagaimana ia bisa bertahan hidup sebagai vampire?”


“Ini bukan karena ia terlalu banyak menghisap rokok kan?” tanya Namjoon polos.


Yoongi tersenyum tipis. Tentu saja tidak ada hubungannya sama sekali. “Kurasa ada penyebab lain.”


Hoseok datang kembali ke kamar itu dengan kantung darah di tangannya. Seokjin duduk di pinggir tempat tidur dan melihat Taehyung yang sudah setengah tak sadarkan diri, wajahnya semakin pucat, putih seperti es. Seokjin mengambil kantong darah dari Hoseok sementara Namjoon membantu mendudukkan Taehyung. Vampire itu hanya mengerang pelan namun mata masih terpejam, terlalu lemas dan malas untuk membuka matanya.


“Taehyung, minumlah dulu supaya tubuhmu pulih…” ujar Seokjin dan mendekatkan kantong darah ke mulut anggota clannya itu.


Yoongi menggigit bibir, dia ragu kalau Taehyung bisa meminumnya. Jika Taehyung bisa meminumnya bukankah sudah sejak kemarin Taehyung tidak akan seperti ini?


Taehyung belum menyadari apa-apa sampai mulutnya menenggak cairan merah yang diberikan Seokjin. Ia tersedak keras. Tangannya menjauhkan kantung darah itu. Bagaimana harus menjelaskannya… ini seperti Taehyung baru meminum sesuatu yang menjijikkan dan tidak menyehatkan.


“Taehyung!” seru Namjoon kaget saat melihat dongsaengnya langsung keluar dari tempat tidur dan berlari ke kamar mandi.


Taehyung muntah di kloset. Perutnya sangat mual. Darah yang tadi ia minum sudah men-trigger-nya seperti ini. Vampire itu terus muntah, mengeluarkan semua isi perutnya. Badannya seketika semakin lemas.


Hoseok menutup mulut dengan kedua tangan, sangat syok. Suara muntah Taehyung bergema di ruangan. Namjoon pun sama tercengangnya. Seokjin dan Yoongi berada di dekat pintu kamar mandi memandang Taehyung dengan kuatir.


“Gwaenchana?” tanya Seokjin sambil memegang leher Taehyung, memijatnya perlahan membuat Taehyung muntah kembali.


“Aku tidak bisa meminum darah itu…” tukas Taehyung bangkit berdiri dengan lemas. Ia membasuh mulut dan wajahnya, merasa jijik sendiri. “Aku tidak mengerti mengapa sekarang darah manusia membuatku mual.”


“Kau tidak bisa meminum darah manusia?” tanya Seokjin tercengang.


“Mu-mungkin Taehyung harus menggigit langsung manusia dan menghisap darahnya?” tanya Hoseok.


Taehyung menggeleng. “Aku melihat manusia yang kecelakaan dan mengeluarkan darah saja perutku sama mualnya.”


“Tidak mungkin…” bisik Namjoon dengan mata membesar. Jika demikian bagaimana caranya supaya Taehyung bisa bertahan hidup sebagai vampire?


Yoongi meringis. Dugaannya ternyata benar. Taehyung bukan ada gangguan pencernaan. Dia mengalami hal seperti ini apa karena di waktu terakhir menghisap darah Jungkook secara langsung ya. Rahang Yoongi mengeras, ia tidak tahu apa ini malapetaka atau karma untuk Taehyung.


“Tapi kau tidak mungkin tidak minum darah,” ucap Seokjin cemas, “Vampire tidak bisa bertahan terlalu lama tanpa darah manusia.”


Taehyung mendengus pelan. Ia memandang bayangan dirinya di cermin westafel. Apa ia akan mati bahkan sebelum membalaskan dendamnya?


“Apa tidak ada cara lain, Yoongi Hyung?” tanya Namjoon. Perkataan Seokjin benar adanya. Vampire tidak bisa bertahan hidup tanpa darah manusia, mengkonsumsi dua minggu sekali itu sudah batas minimum untuk vampire, lewat dari situ sang vampire akan semakin lemas sampai akhirnya mati. Kasus Taehyung adalah yang pertama yang Namjoon lihat dalam hidupnya. Dia tidak pernah menemukan ada vampire yang muntah saat mengkonsumsi darah manusia.


“Aku akan mencari solusinya.” ucap Yoongi pelan. Ia memandang Taehyung yang berjalan keluar dari kamar mandi, wajah semakin pucat dan bibirnya yang pecah-pecah. Taehyung pasti mengalami kekeringan di dalam tubuhnya, ibarat pohon yang sudah lama tidak disiram, butuh sekali banyak air.


“Aku akan istirahat…” kata Taehyung dan berbaring di tempat tidur, “Siapa tahu setelah bangun tidur semua sudah kembali normal.”


Hoseok dan Namjoon berpandang-pandangan dengan cemas. Taehyung harus segera ditolong untuk bisa mengkonsumsi darah seperti semula.


“Yoongi, aku percayakan padamu.” gumam Seokjin menoleh pada Yoongi lalu kembali memandang Taehyung yang kini sudah memejamkan mata dengan alis mengernyit.


Yoongi merasa ia harus meminta bantuan Jungkook, karena sepertinya Taehyung masih bisa meminum darah Jungkook.


****


Jungkook memandang dosen yang sedang mengajar dengan tatapan kosong. Dia tidak menyimak sejak tadi karena pikirannya tidak fokus pada kuliah. Hari ini Taehyung tidak datang ke kampus. Jungkook bertanya-tanya apa terjadi sesuatu semalam setelah perdebatan mereka.


Jungkook melirik ponselnya yang berada di atas meja, menimang apa perlu dia mengirim pesan pada Taehyung menanyakan kenapa tidak datang kuliah. Tapi pertengkaran semalam….


Jungkook tidak tahu apa Taehyung masih marah padanya atau tidak, meski jika dipikir-pikir lagi Jungkook berhak marah pada vampire itu. Perbuatan Taehyung yang kadang membuat Jungkook mengelus dada, berusaha menahan kesabaran. Atau mungkin keduanya saja yang tidak bisa berkomunikasi dengan baik dan malah bertengkar seperti semalam.


Mata kuliah pertama telah usai dan setengah jam lagi dilanjut mata kuliah kedua. Jungkook masih duduk di tempatnya, menatap layar ponsel. Tidak dipungkiri dia mencemaskan vampire itu.


Sedang melamun begitu, ponselnya bergetar, ada panggilan masuk dari Hoseok. Dengan mengernyit heran, Jungkook langsung mengangkatnya, menduga ada sesuatu yang penting sampai Hoseok menelepon.


“Halo?” sapa Jungkook.


“Halo, Jungkook-ssi, ini Yoongi…” ucap seseorang di seberang. Rupanya Yoongi menggunakan ponsel Hoseok untuk menelepon. “Mian, aku mengganggu. Apa kau sedang kuliah?”


“Oh tidak kok. Ada apa, Hyung?” Jungkook duduk tegak, semakin heran karena Yoongi yang berbicara dengannya.


Terdengar desahan nafas Yoongi di seberang. “Jadi begini… aku perlu bantuanmu. Apa kau bisa ke rumah kami sekarang? Umm, Taehyung… dia sakit…”


“Mwo?” Jungkook agak kaget mendengarnya. Vampire bisa sakit??? Dari nada bicara Yoongi terdengar begitu serius dan cemas. Dhampir itu tidak sedang bercanda.


“Aku tahu nanti malam sebenarnya kau dan kakakmu akan ke rumah untuk dinner bersama kami. But…” Yoongi menjeda perkataannya beberapa saat seolah tidak ingin menggunakan kalimat yang salah. “Ini urgent. Kami tidak bisa menunggu sampai nanti malam. Karena aku takut akan semakin parah untuk Taehyung…”


Mata Jungkook membesar. Jadi benar wajah pucat Taehyung kemarin itu membuktikan kalau vampire itu sedang tidak baik-baik saja. Tapi sakit apa? Jungkook pun tidak tahu apa yang bisa dilakukannya dengan datang ke rumah Kim Brothers. Namun ia tidak berpikir panjang dan mengiyakan permintaan Yoongi.


“Aku akan ke sana sekarang.”


“Tapi sebelumnya, aku harus memberitahumu… bahwa sepertinya kami membutuhkan darahmu untuk Taehyung…” ucap Yoongi hati-hati.


Mata Jungkook terbelalak horor.


“Aku paham kalau kau tidak mau melakukannya, tapi aku sungguh tidak tahu cara lain. Dia menolak darah lain dan selalu muntah tiap kali meminum darah kemasan. Ku-kurasa–“


“Aku bersedia melakukannya.” sahut Jungkook. Dia cemas seperti apa kondisi Taehyung sekarang sampai membutuhkan darah. Apa temannya itu sekarat lagi seperti sebelumnya.


“Aku akan kesana secepat aku bisa.”


Yoongi menghela nafas. “Gomawo, Jungkook-ssi.”


Dua puluh menit kemudian Jungkook sudah tiba di kediaman Kim Brothers. Dia sudah ditunggu dan disambut Hoseok di pintu masuk. Wajah Hoseok tampak tegang dan kuatir meski ia berusaha memberi senyum sapa pada Jungkook.


“Apa Taehyung baik-baik saja?” tanya Jungkook pada vampire itu.


“Dia sakit.. efek dari belum meminum darah…” ujar Hoseok dan mengajak Jungkook langsung ke lantai 2, ke kamar Taehyung. “Kami semua di rumah, tidak bekerja dan tidak kuliah karena mencemaskan Taehyung. Kecuali Alpha yang harus tetap ke kampus karena tidak bisa meninggalkan kelas.”


Jungkook hanya mengangguk saja dan bergegas ke kamar Taehyung. Ia masuk dan melihat sudah ada Yoongi dan Namjoon di sana. Taehyung berbaring di tempat tidur, badan membelakangi mereka semua.


“Tae…” ucap Jungkook cemas karena tidak bisa melihat bagaimana kondisi vampire itu.


“Kau sudah datang.” sapa Yoongi tersenyum tipis.


“Aku sudah bilang tidak perlu sampai melakukan ini, Hyung.” Terdengar suara Taehyung, suaranya serak dan kering, nyata sekali kalau Taehyung tidak baik-baik saja.


“Kita tidak tahu kalau kita tidak coba,” ujar Yoongi pelan, “Dan kau bisa mati, Tae, jika terus seperti ini.”


Jungkook bisa mendengar bagaimana suara gigi Taehyung beradu, seolah vampire itu sedang menahan diri dan seolah ada yang membuat Taehyung kesal.


Taehyung kesal karena setelah cekcok dengan Jungkook semalam, ia harus merepotkan Jungkook seperti ini. Dan bukankah Jungkook membenci vampire? memintanya untuk memberikan darah dua kali bukankah itu menjadi kejijikan besar untuk Jeon Jungkook.


Dan memangnya apa darah Jungkook bisa tidak membuatnya muntah? Apa bedanya dengan darah kemasan yang dibeli Yoongi?


“Aku bersedia menjadi volunteer,” ucap Jungkook yang kontradiksi dengan pemikiran Taehyung, “Apa yang bisa kulakukan?”


Hoseok memberi senyum penuh terimakasih pada Jungkook. Dia bersyukur Jungkook dengan rela hati mau membantu. Namjoon juga memegang bahu Jungkook. Yah meski Taehyung yang sekarang kadang semena-mena tapi Namjoon tidak akan membiarkan dongsaengnya itu mati karena kekurangan darah.


Jungkook masih berdiri menatap Taehyung yang masih berbaring membelakanginya. Jungkook tahu kalau perdebatan mereka semalam masih terasa hangat dan membuat suasana awkward jika siang ini tiba-tiba Taehyung membutuhkan bantuannya. Tapi Jungkook sama sekali tidak keberatan.


“A-apa aku harus menyayat lenganku lagi?” tanya Jungkook pada Yoongi.


“Jangan, tidak perlu…” gumam Yoongi, agak prihatin dengan inisiatif Jungkook. Begitu besar keinginan Jungkook untuk membantu Taehyung sampai seperti itu. “Kupikir lebih baik Taehyung menggigitmu langsung.”


Jungkook menahan nafas. Kalimat itu cukup membuatnya terguncang. Dia akan digigit vampire? Tiba-tiba dia teringat dengan fakta bahwa orangtuanya mati pun karena vampire. Ini benar-benar gila…


“Tae…” panggil Namjoon, menepuk bahu vampire itu, memintanya untuk duduk bangun, sementara Yoongi menarik Jungkook mendekati tempat tidur.


Taehyung benci suasana ini. Ia tidak mau menunjukkan dirinya yang seperti ini pada Jungkook, dirinya yang lemah dan yang mengemis darah untuk tetap hidup. Lagipula wajahnya akan membuat Jungkook semakin yakin bahwa Taehyung adalah monster.


Taehyung membalikkan badannya membuat Jungkook bisa melihat seperti apa wajah Taehyung sekarang. Jungkook terkejut, wajah vampire itu sangat pucat, bibir putih dan ada urat-urat nadi hitam di sekitar pipi Taehyung, namun matanya tetap berwarna silver.


Taehyung mengeraskan rahang saat melihat ekspresi Jungkook. Taehyung menebak mungkin Jungkook saat ini takut dan menyesal sudah datang ke tempat ini untuk menjadi volunteer. Atau manusia itu merasa jijik karena menyaksikan seseorang yang dianggap teman kini menyerupai monster?


“Kau benar, Jungkook…” ujar Taehyung, “Bukankah aku tampak seperti monster?” tanya Taehyung dan dibantu duduk oleh Namjoon.


Mata Jungkook masih membesar. Bukan itu yang terbersit di pikirannya saat ia melihat Taehyung. Jungkook hanya kaget kalau vampire mengalami penderitaan seperti ini jika tidak mengkonsumsi darah manusia. Dan jujur saja, Jungkook prihatin dengan kondisi itu dan semakin ingin membantu Taehyung.


Jungkook menyadari bahwa vampire berbeda dengan manusia. Ada anatomi yang berbeda, kebutuhan yang berbeda juga sifat alamiah yang berbeda. Salah satunya bahwa sifat alamiah vampire adalah menghisap darah.


Jungkook melihat ekspresi Taehyung yang gusar, masih menunggu jika Jungkook akan undur diri dan menolak tindakan ini.


Jungkook duduk di sebelah Taehyung dan bergumam, “Kau bukan monster. Kau hanya butuh asupan darah.”


Yoongi memberi senyum lembut pada Jungkook. Kata-kata seperti itu sangat tepat dan yang dibutuhkan oleh Taehyung sekarang.


Taehyung terlihat terkejut dan masih bingung, tak cukup percaya dengan situasi ini. Ia melirik ke arah Yoongi, masih pesimis dengan rencana dhampir itu. “Bagaimana kalau aku tetap muntah, Hyung?”


Yoongi menghela nafas. Jika seperti itu Yoongi sudah tidak tahu lagi bagaimana mencari solusi lain. “Kami akan disini untuk menyelamatkan Jungkook dari muntahmu, Tae.”


Taehyung memutar bola mata dengan jengkel sedangkan Jungkook tertawa kecil.


“Aku berharap Taehyung tidak akan memuntahiku.”


“Huh, apa kau yakin mau melakukannya, Jeon?” tanya Taehyung dengan alis terangkat sebelah.


Jungkook mengangkat bahu dan memberi cengiran saja. Ia menyingsingkan lengan baju dan memberikan lengannya pada Taehyung. Jungkook memberikan lengan yang berbeda dibanding lengan yang terakhir saat Jungkook memberikan darahnya karena masih ada bekas pisau bedah di sana.


Taehyung menatap Jungkook ragu. Jika dia muntah lagi Taehyung sudah pasrah dengan hidupnya yang berakhir tanpa sempat membalaskan dendam.


Vampire itu memegang lengan Jungkook. Taringnya muncul dan ia mendekatkan mulutnya ke kulit Jungkook. Mata Jungkook membola, tegang, ia menimang-nimang apa akan sakit ketika vampire menggigitnya.


Akhirnya Taehyung pun menggigit lengan Jungkook. Sangkanya ia akan langsung muntah sedetik darah Jungkook ia hisap… namun ternyata tidak. Taehyung tidak menolak darah itu… Secara natural, Taehyung langsung menghisap darah Jungkook dalam-dalam, memuaskan rasa lapar dan haus yang ia miliki beberapa hari terakhir.


Hoseok berwajah sumringah saat melihat Taehyung mulai menghisap darah Jungkook. Ia menoleh pada Namjoon dan Yoongi. Mereka juga memberi anggukan kelegaan.


Jungkook memejamkan mata dengan alis mengernyit. Awalnya memang ada rasa sakit, semacam sakit ditusuk jarum suntik… dan setelahnya tidak terasa apa-apa, meski Jungkook merasa sedikit ngilu membayangkan kalau sekarang darahnya sedang mengalir keluar dihisap oleh Taehyung.


Taehyung merasa tubuhnya memulih, kerongkongannya tidak kering, tulang-tulangnya tidak panas lagi. Kulit wajahnya pun menjadi normal, tidak pucat, urat nadi hitam di sekitar pipinya memudar. Ini seperti keajaiban, dia tidak muntah.


Taehyung akan senang hati mendedikasikan dirinya untuk menjadi penghisap darah seperti ini tapi dia harus menahannya karena manusia di depannya ini mungkin akan pingsan karena kelemasan.


Perlahan Taehyung pun menjauhkan mulutnya. Dia merasa seperti diberikan nyawa baru.


“Daebak…” bisik Hoseok melihat semua berjalan dengan lancar dan selamat. Tidak ada yang muntah, tidak ada yang memekik kesakitan.


Jungkook perlahan membuka mata, dengan takut-takut ia melihat lengannya yang bekas digigit. Ada bekas gigitan kemerahan, bekas taring Taehyung yang menancap di kulitnya. Ia melirik vampire di sebelahnya yang sudah berwajah normal meski taring masih terpampang dan ada sedikit sisa darah di bibirnya.


Damn… Jungkook rasanya ingin pingsan jika mengingat dirinya baru saja menjadi korban vampire.


“Taehyung sudah kembali sedia kala…” ucap Namjoon lega.


Jungkook memandang Taehyung dengan membola. Ia kira digigit vampire akan menyebabkan sakit dan trauma… tapi nyatanya tidak. Ini aneh bukan?


Taehyung membalas pandangan Jungkook dan segera menyembunyikan taringnya. Situasi seperti ini sungguh awkward. Dia harus menghisap darah dari orang yang sangat membenci vampire dan punya dendam pribadi pada vampire. Apa Taehyung kini menambah trauma dan kebencian di dalam diri manusia itu?


“Kurasa sebaiknya lengan Jungkook dikompres dulu supaya tidak menimbulkan bekas kebiruan,” ujar Yoongi. Dhampir itu menoleh pada Hoseok, “Hoseok, tolong bawa Jungkook ke bawah untuk dikompres dan berikan tamu kita makan dan vitamin… supaya tidak anemia.”


Hoseok mengangguk. Ia menepuk bahu Jungkook, memberi tanda padanya untuk segera bangun dari tempat tidur. Jungkook menurut, dia masih speechless untuk apa yang baru saja terjadi. Dia merasa sangat sangat linglung.


Taehyung menunduk, ia bahkan tak sanggup hanya untuk mengucapkan terimakasih… Ini memalukan. Dia masih tak mengerti mengapa hanya darah Jungkook yang membuatnya tidak muntah.


Setelah Hoseok dan Jungkook sudah pergi dari ruangan itu, Namjoon akhirnya berkata, “Syukurlah, semua berjalan dengan lancar. Tapi kenapa ya hanya darah Jungkook yang membuat Taehyung tidak muntah?”


Yoongi memberi senyum tipis. “Terakhir saat Taehyung sekarat, Jungkook memberikan darahnya untuk Taehyung… itu adalah pertama kalinya Taehyung menghisap darah manusia secara langsung.”


“Mwo?” Namjoon mengeryit heran. “Tapi bukan berarti membuat vampire hanya bisa menghisap darah manusia itu saja kan? Aku banyak kok melihat vampire lain masih bisa menghisap darah manusia yang berbeda-beda.”


Yoongi mencermati wajah Taehyung yang terlihat syok dan bingung. Bagaimana tidak? Bukankah ini semacam karma untuk Taehyung dan Jungkook? Seolah dewa sedang menghukum dan memberi keduanya pelajaran atas kesalahan masing-masing. Jungkook yang awalnya menolak vampire dan bahkan hampir menyerahkan Taehyung pada hunter… Taehyung yang memutuskan untuk menjauhi Jungkook sekarang malah terikat karena membutuhkan darah Jungkook. Semua ini bagaikan buah simalakama.


“Soulmates…” kata Yoongi pelan, “Aku pernah mendengar yang semacam itu. Kondisi dimana vampire hanya akan bisa mengkonsumsi darah dari satu manusia saja.”


Wajah Taehyung semakin syok. Dia hanya bisa meminum darah dari Jungkook saja???


🎃🎃


nah lho.. nah lho



pusing ga? pusing ya sama ceritanya kalau ternyata kata Yoongi, Taehyung dan Jungkook itu soulmates 😱


penjelasan lebih lanjut ada di episode berikutnya ya. Jangan lupa berikan jejak 🐾🐾