
Mobil jeep Seokjin sudah tiba di depan kediaman Kim. Untunglah perjalanan berlangsung dengan aman, tidak ada hunter yang mengejar. Seokjin menoleh ke samping, Soojung belum berhenti menangis sejak tadi. Wanita itu pun tidak mengatakan apa-apa lagi semenjak perkataan terakhirnya.
Yoongi, Namjoon dan Hoseok yang sedang anteng menonton TV, langsung segera ke depan pintu rumah saat mendengar suara mobil Alpha mereka. Begitu cepatnya Seokjin kembali dari pertemuan dewan vampire? Apa semua berjalan dengan lancar? Dan yang mencengangkan karena mereka pun mencium bau kehadiran manusia.
Ketiganya terpaku di depan pintu melihat ke dalam mobil jeep Seokjin. Mereka melihat bahwa Alpha mereka datang tidak sendirian, namun mengejutkan karena datang bersama seorang wanita yang menangis. Yoongi tercengang karena ia tahu bahwa wanita itu adalah wanita yang memikat hati sang Alpha. Ah dan mungkin keduanya sudah menjadi sepasang kekasih. Lantas, kenapa Seokjin pulang begitu cepat bahkan membawa wanita itu ke rumah mereka?
“Soojung-ah, aku akan menjelaskan semuanya kepadamu.” ujar Seokjin setelah mematikan mesin mobil.
“Kenapa kau membawaku ke tempat ini?” ucap Soojung masih menangis. Ia tidak tahu mereka dimana tapi sepertinya rumah besar di depan mereka adalah rumah milik Seokjin.
“Aku tak bisa mengantarmu pulang dengan keadaan seperti ini…” ucap vampire itu lembut, “Aku bersedia memberikan penjelasan.”
“Aku tak butuh penjelasan! Dan aku tak mau mendengar apapun.”
Seokjin menatap wanita itu dengan sedih. Ia tahu pasti wanita itu sangat marah dan mungkin membencinya. Soojung sudah menceritakannya bukan, bagaimana wanita itu punya dendam terhadap vampire. Dan Seokjin tidak mengatakan apa-apa saat itu karena dirinya pun tidak ingin memutus hubungan dengan Soojung.
Seokjin bisa saja menggunakan kemampuannya untuk mengendalikan memori dan mengubah memori Soojung saat ini untuk melupakan apa yang terjadi tadi saat di villa serta melupakan bahwa Soojung sudah melihat dirinya yang merupakan vampire. Tapi Seokjin tak ingin melakukannya. Jika Soojung memang membenci dirinya sama seperti Soojung membenci vampire maka Seokjin tidak bisa berbuat apa-apa. Ia tidak akan memaksakan perasaan seseorang. Dan itu artinya hubungan mereka akan langsung berakhir, meski Seokjin tak rela.
Sang Alpha keluar dari mobil. Ia berjalan memutari jeep dan membuka pintu untuk Soojung. Wanita itu semakin menangis saat Seokjin menarik tangannya dan membawanya masuk ke dalam rumah. Soojung berusaha melepaskan diri dari pegangan vampire itu namun tak bisa.
Yoongi, Namjoon dan Hoseok hanya bisa melotot melihat Seokjin membawa wanita itu masuk ke dalam rumah. Ketiganya bahkan belum sempat menyembunyikan mata asli vampire mereka. Semua ini membuat Soojung semakin takut… melihat ada vampire-vampire lain di rumah ini. Apa jangan-jangan ini sarang vampire? Sebenarnya apa yang hendak dilakukan Seokjin?
Seokjin membawa Soojung ke ruangannya. Vampire itu tidak akan lagi segan-segan menunjukkan dirinya yang sebenarnya. Jika karena hal itu Soojung ingin meninggalkannya, Seokjin tidak akan menahannya. Vampire itu sendiri ingin tahu apa ia cukup berarti bagi diri wanita itu.
“Lepaskan aku…” isak Soojung sambil menarik tangannya dari pegangan Seokjin.
“Sebelum aku menjelaskannya padamu, kenapa kau ada di sana, Soojung-ah?” tanya Seokjin dengan suara pelan. Ekspresinya saat ini begitu rapuh karena ia sudah siap dengan mimpi terburuknya.
Soojung menatap Seokjin dengan terluka. “Kau tau aku mau apa di sana? Aku bersama para hunter sedang berusaha menembaki vampire di dalam villa! Aku tak menyangka… Aku tak menyangka bahwa kau adalah vampire! Selama ini kau membohongiku!”
Seokjin sudah menduganya. Wanita itu mungkin diajak oleh Pamannya yang merupakan hunter karena kemampuan Soojung dalam menembak sangat baik. Namun Seokjin belum tahu dari mana para hunter mengetahui kesempatan untuk memburu vampire di villa pinggir hutan bambu.
“Aku tidak membohongimu, aku hanya belum siap memberitahumu.”
“Apa bedanya!” tukas Soojung dengan suara menyentak sementara air matanya terus mengalir. “Aku sudah memberitahumu segalanya… Aku… Bagaimana aku membenci vampire setelah apa yang kualami di masa lalu. Kau tau betapa aku sangat membenci vampire!”
“Aku tahu.” gumam Seokjin pelan nyaris tidak terdengar. “Tapi aku berpikir mungkin aku beroleh kesempatan di hatimu, Soojung-ah. Meski kau membenci vampire tapi mungkin aku bisa menjadi pengecualian.”
“Aku masih membenci vampire!” tukas Soojung setengah berteriak. Dadanya begitu sesak dan rasanya Soojung ingin menjambaki rambutnya sendiri.
Seokjin terpana beberapa saat. Mimik wajahnya berubah sedih. Apa ini artinya Soojung pun membencinya? “Ja-jadi… kau membenciku…? K-kau datang untuk membunuh vampire bukan? Kau pun akan membunuhku?”
Soojung semakin menangis dan ia hanya mampu mundur beberapa langkah karena pertanyaan Seokjin membuat hatinya sangat tertohok. Mata Seokjin sudah berkaca-kaca karena betapa pria itu pun sangat sedih dengan apa yang terjadi. Ia maju mendekat dan Soojung mengambil langkah mundur.
“Jangan mendekat…” isak manusia itu, “Atau…”
“Atau kau akan membunuhku?” isak Seokjin perlahan.
“Kau pikir aku tidak berani melakukannya?” bentak Soojung, “Kau adalah vampire! Aku sudah menanti-nantikan saat dimana aku bisa membunuh vampire!” Wanita itu mengeluarkan sebilah pisau dari saku celana. Meski pisau itu bukan pisau silver tapi pisau itu sangat tajam dan berbahaya.
“Lakukan sekarang,” ujar Seokjin dengan air mata mengalir, “Lakukan kalau itu membuatmu puas.”
“Mwo?” bisik Soojung terpaku.
“Bukankah kau ingin membunuh vampire?” ucap Seokjin dan maju mendekati Soojung. Wanita itu semakin mundur dan takut melihat Seokjin.
“Aku adalah vampire, Soojung-ah, kau harus membunuhku.”
Di luar pintu, Yoongi, Namjoon dan Hoseok panik dan saling bertukar pandang. Mereka sudah mendengar sejak tadi pembicaraan itu karena telinga vampire mereka. Dan bagaimana mungkin Alpha mereka menyerahkan nyawa semudah itu pada manusia? Jika Seokjin mati maka kondisi clan akan melemah, lagipula Seokjin adalah pemimpin clan.
Soojung takut saat Seokjin memegang tangannya yang memegang pisau dan berusaha mengarahkan pisau itu ke jantung Seokjin.
“A-apa yang kau lakukan…” isak Soojung berusaha menjauhkan tangan sang vampire.
“Kau membenci vampire bukan?” Mata Seokjin yang berwarna merah itu sudah basah karena air mata, “Kau pun membenciku bukan?”
Wanita itu hanya menangis dan berusaha menjauhkan pisau namun tangan Seokjin tidak menyerah begitu saja. Tangan Seokjin bahkan memegang bagian pisau yang tajam membuat kulit telapak tangannya berdarah.
“Oppa…” isak Soojung menggeleng saat melihat darah di tangan Seokjin, “Hentikan…”
“Hentikan…” isak Soojung sambil memukul bahu Seokjin karena pria itu masih memegang bagian pisau yang tajam, darah sudah menetes-netes ke lantai membuat Soojung sangat takut dan cemas.
Manusia itu memukul dada Seokjin dengan menangis terisak-isak. Ia tidak mau seperti ini, meski Seokjin adalah vampire, Soojung tak ingin melihat pria itu mati. Itu sebabnya tadi ia mengacaukan serangan hunter tadi. Soojung melakukannya karena dia tidak ingin orang yang ia kasihi tertangkap dan terbunuh.
Seokjin melonggarkan pegangannya dari pisau. Telapak tangan sudah tersayat oleh pisau namun yang menjadi fokusnya hanyalah Soojung saja. Wanita itu langsung menjatuhkan pisau ke lantai dan memeluk Seokjin, menangis tersedu-sedu, memukul-mukuli punggung pria yang ia cintai.
Seokjin membalas pelukan itu. Ia mencintai Soojung seperti ini, tidak ingin berpisah dengan manusia itu. Kalau bisa dia pun ingin menjadi manusia karena sepertinya image manusia lebih baik di dunia ini dibandingkan image vampire. Tapi Seokjin tidak bisa melawan takdir yang terjadi atas hidupnya. Dia adalah vampire… vampire yang mencintai manusia.
“Aku tidak ingin kau mati…” isak Soojung pedih.
Seokjin semakin mengeratkan pelukannya. Dia siap untuk menceritakan semuanya pada Soojung mengenai identitas dirinya.
Soojung tidak tahu apa yang ia putuskan benar, tapi saat ini ia memilih mengikuti apa kata hatinya. Dia mencintai Seokjin… dia menyadari bahwa cinta itu lebih besar dibandingkan keadaan ini. Soojung tetap memilih Seokjin… meski pria itu adalah vampire.
.
.
Jungkook belum tidur malam itu. Dia berada di ruang tengah menonton TV, berusaha membunuh kebosanan dan moodnya yang kacau balau. Dia tahu dirinya sudah kelewatan karena memarahi Taehyung tanpa alasan, dia yakin Taehyung pun kaget dengan sikapnya. Tapi Jungkook tak dapat mengontrol emosinya. Dia sendiri tidak tahu kenapa ia harus mencemaskan vampire itu, berlawanan dengan rasa dendam yang ada dalam hatinya.
Jungkook jadi bertanya-tanya seperti apa buruan besar malam ini. Ia berdoa supaya banyak vampire yang mati dalam buruan. Jungkook melirik jam di dinding, melihat jam sudah menunjukkan lewat dari jam 12 malam, kakak dan pamannya belum pulang juga.
Sedang melamun seperti itu, pintu tiba-tiba terbuka. Jungkook langsung duduk bangun dan bersegera menyambut siapa yang datang.
Matanya membola horor saat melihat Pamannya masuk dengan keadaan tak karuan, pakaiannya kotor dan ada darah yang mengalir dari kepalanya.
“Paman!!” seru Jungkook mendatangi Donghyuk, “Apa yang terjadi?”
“Apa Soojung belum pulang?” Donghyuk balik bertanya. Alis matanya melengkung cemas. Ia tidak menghiraukan luka di kepalanya.
“Noona belum pulang. Apa kalian tidak bersama.” Jungkook pun jadi ikut cemas karena kakak perempuannya tidak pulang bersama pamannya.
“Akh, sial…” tukas Donghyuk sambil berdecak, “Kami terpisah. Tadi terjadi insiden yang tak disangka-sangka, rencana hunter gagal, beberapa vampire ada yang kabur dan juga balik menyerang hunter.”
“M-mwo?” Jungkook sangat syok mendengarnya.
“Aku tidak tahu bagaimana rencana kami kacau balau,” lanjut Donghyuk, “Beberapa hunter ada yang mati terbunuh dalam misi ini.”
Nafas Jungkook tertahan. Vampire telah membunuh hunter? Lagi? Ada perasaan marah dalam hati Jungkook apabila ia mendengar berita ini. Sebegitu hebatnyakah vampire? Lagipula apa hak vampire melakukannya? Mereka tidak pantas hidup di dunia ini karena hanya akan terus memberi teror bagi manusia.
Tangan Donghyuk terkepal. Dia tidak tahu dimana keponakannya berada. Setelah kondisi di daerah villa sudah mulai terkendali, dilakukan pencarian. Hasilnya adalah 5 orang hunter tewas terbunuh sementara 1 orang tidak ditemukan, yakni keponakannya sendiri. Meski demikian dalam buruan ini berhasil ditangkap 4 vampire yang langsung dibawa ke tempat khusus untuk mengurung vampire yang tertangkap. Tapi meski berhasil menangkap vampire, rasanya tidak sebanding dengan hunter yang mati terbunuh.
“Ba-bagaimana bisa…” tanya Jungkook akhirnyadengan suara tercekat.
“Ada vampire yang punya kekuatan mengendalikan logam. Ia melempar pisau yang dimiliki hunter terbang ke arah hunter membuat banyak yang luka dan tak sedikit yang tewas.”
Jungkook menggeram kesal. Para vampire sialan itu… Ingin rasanya Jungkook mencincang para vampire sambil meneriaki bagaimana kebenciannya yang kian besar bagi makhluk menjijikkan itu. Dan sekarang kakaknya tak tahu ada dimana. Bagaimana kalau kakaknya ditangkap atau diculik lalu dihisap darahnya sampai tewas? Itu imajinasi yang mengerikan. Jungkook tak ingin membayangkannya.
“Aku akan mencari Soojung..” ucap Donghyuk mengagetkan Jungkook dari lamunannya.
“Aku ikut!”
“Anni. Kau di rumah. Biar aku dan timku yang mencari keberadaan kakakmu.”
“Tapi–“
“Kau harus menurut, Kook.” Donghyuk memegang bahu keponakannya, “Simpan emosimu. Suatu saat kalau kau memiliki kesempatan untuk bertemu dengan vampire, kau bisa menghabisinya dengan tanganmu sendiri. Balaskan dendam yang selama ini masih mengganjal di hatimu, Jungkook-ah.”
Mata Jungkook membola horor. Donghyuk tidak mengatakan apa-apa lagi dan langsung berbalik pegi meninggalkan rumah untuk mencari kembali dimana keponakannya berada.
Kalimat Pamannya itu masih terngiang di benak Jungkook. Sejujurnya dia sudah diberikan kesempatan untuk membalaskan dendam pada vampire seperti apa yang dulu selalu ia harapkan dan idamkan. Apa mungkin ini sebuah anugerah? Dia mengenal ada seorang vampire yang menyamar menjadi mahasiswa.
Jungkook mengepalkan kedua tangan sampai buku-buku jarinya gemetaran. Kejadian malam ini membangkitkan kembali kemarahan serta dendam pada vampire. Dia seharusnya sadar bahwa tidak ada vampire yang baik di dunia ini. Semua vampire hanyalah pembunuh.
🎃🎃
Jangan lupa berikan like, comment utk episode ini yaa. kalau suka bisa rate 5, vote, favorit dan share ke yang lain. Gomawooo