
Dongwook sedang berada di kantornya memeriksa beberapa dokumen. Dia dengan hati ringan mengerjakan pekerjaannya, mengingat sebentar lagi ia akan mendapat kiriman darah dari villa, darah Kim Taehyung. Dongwook sudah tak sabar… ingin tahu seperti apa darah vampire itu. Dia semakin excited karena vampire itu ia tangkap dengan tangannya sendiri. Dongwook berniat tidak akan menjual darah vampire itu. Ia akan mengkonsumsinya sendiri untuk menambah stamina dan memberikan efek awet muda seperti tidak pernah menua, itulah memang salah satu khasiat darah vampire jika dikonsumsi dengan konsisten.
Dongwook tak sabar menyelesaikan pekerjaannya dan mengunjungi vampire itu, memikirkan ia memiliki vampire dari hasil tangannya sendiri membuatnya sangat bersemangat. Apalagi sebelumnya ia dan Taehyung bisa dibilang memiliki hubungan dekat karena sering bersama saat di Black Dragon.
Tiba-tiba salah satu asisten pribadinya masuk dengan tergopoh-gopoh membawa berita yang tak bisa ditahan untuk sekedar menunggu sampai bosnya itu selesai bekerja. Asisten itu langsung mendekati Dongwook dan berbisik ke telinganya. “Aku baru mendapat kabar bahwa villa di Gyeongbokgung telah diterobos masuk, vampire yang ditawan kabur.”
Dongwook menoleh terkejut. Itu adalah kabar yang tidak pernah ia harapkan. “Apa maksudmu?”
“Penjaga dan dokter di villa ditemukan dalam keadaan tak sadarkan diri dan ketika sudah bangun mereka tidak bisa mengingat kejadian apapun.” sahut asisten tersebut.
“Mwo?” tukas Dongwook dengan suara meninggi. Ia membanting pena ke meja. Ia baru saja mendapatkan peliharaan baru dan sekarang sudah lepas? Apa anak buahnya tidak bisa bekerja dengan becus tanpa pengawasannya?
Dongwook menggeram. “Lalu darahnya?” Ia hanya berharap kalau setidaknya ia masih bisa meminum darah vampire malam ini, darah yang sudah ia tunggu-tunggu.
Asisten itu menggeleng takut. “Darah sudah diambil namun kantungnya jatuh dan pecah ke lant–”
Dongwook menghempaskan dokumen di meja ke lantai. Ia berdiri dengan sangat marah, nafasnya terengah-engah karena tensi darahnya langsung meroket naik. “Apa kalian tidak bisa bekerja dengan benar sekali saja, Dumb*ss?”
Asisten itu hanya menunduk. Dongwook pria yang sangat menakutkan ketika marah, siapapun tidak berani kontak mata dengannya ketika marah seperti ini.
Dongwook berkacak pinggang dan berusaha mengatur nafasnya. Ia harus tetap berpikir jernih. Ia menjilat bibirnya yang kering dengan smirk jahat. Taehyung sudah lepas dari genggaman tangannya… tapi bukan berarti ia akan menyerah begitu saja. Ia akan ambil kembali apa yang sudah menjadi miliknya. Jika dilihat ekspresinya yang seperti itu, siapapun akan menyangka kalau itu adalah ekspresi seorang psiko, sebelumnya marah hebat namun langsung menguasai diri dan memberi smirk jahat seolah sedang memikirkan suatu rencana balasan.
Tiba-tiba terlintas di pikiran Dongwook ada wajah Jungkook dengan senyum sinis seolah sedang mencemoohnya. Apa semua ini perbuatan Jungkook? Karena terakhir pria itu begitu marahnya dan berusaha mencari keberadaan Taehyung. Tekadnya saat itu begitu kuat untuk menemukan Taehyung. Tapi bagaimana caranya ia dapat menemukan Taehyung di villa? Kepemilikan villa itu bahkan bukan atas nama Dongwook sendiri (itu dilakukan Dongwook untuk menghilangkan jejak perbuatan ilegalnya).
Asisten Dongwook yang lain masuk ke dalam ruangan dengan membawa sebuah dokumen untuk bosnya. Jika asisten itu datang tanpa memedulikan suasana hati Dongwook hanya untuk memberikan sesuatu yang membuat hati pria itu panas, Dongwook akan melempar kursi pada asistennya itu.
“Dokter di villa sempat mengirimkan file yang Anda minta mengenai DNA Kim Taehyung,” ujar asisten itu, “Sebelum akhirnya mereka pingsan dan tidak mengingat apa-apa lagi sekarang.”
Dongwook menaikkan sebelah alis. Ia menerima dokumen yang dimaksud dan membacanya sendiri. Ia mengernyitkan alis. “ProjectV22?”
“Itu adalah salah satu project yang dilakukan beberapa tahun lalu sampai akhirnya project dinyatakan menghilang.” sahut asistennya.
Dongwook belum bisa mengingatnya karena jujur saja dia memang memiliki banyak ‘project manusia’ seperti itu bahkan sampai sekarang. Tapi berita mengenai bahwa Taehyung sempat singgah menjadi projectnya membuat Dongwook bisa melupakan sejenak amarahnya. Ini membuktikan bahwa sejak semula vampire bernama Taehyung itu adalah miliknya.
Dongwook mengerutkan kening melihat biodata ProjectV22 :
Vincent Kim
an orphan from Gwacheon, South Korea
Dongwook merasa ia harus ke markas dan menanyakan langsung pada peneliti di sana, apa ada yang mengingat mengenai ProjectV22 ini. Dongwook semakin excited, jika demikian Taehyung merupakan salah satu project percobaan miliknya dulu maka sesungguhnya Dongwook punya hak untuk mengambil kembali apa yang sudah pernah menjadi miliknya.
**
“K-kau tidak mengingat Black Dragon? Lee Dongwook?”
Taehyung sangat bingung mendengar pertanyaan Jungkook. Wajahnya begitu comical karena sulit memahami maksud pertanyaan temannya. “Black Dragon? Lee Dongwook? Aku tidak mengerti maksudmu…”
Jungkook tercengang. Sedang terkejut seperti itu, pintu kamar terbuka dan vampire-vampire yang lain masuk. Seokjin, Namjoon, Yoongi dan Hoseok. Mereka sudah membereskan masalah di villa. Seokjin menghapus memori manusia-manusia di villa, Namjoon dan Hoseok merusak semua CCTV yang merekam wajah mereka, sedangkan Yoongi mencari apapun di villa yang bisa menjadi informasi mengenai sindikat. Yoongi tidak mendapat petunjuk, ia hanya mengambil obat-obatan di ruangan tempat Taehyung disekap. Yoongi akan menyelidiki sebenarnya apa yang berusaha dilakukan dokter-dokter itu pada Taehyung.
“Taehyung sudah sadar…” ucap Namjoon lega saat melihat Taehyung sudah duduk di atas tempat tidur bersama Jungkook.
“Hyungie~!!” seru Taehyung berbinar memandang para hyungnya. Seperti sudah begitu lama Taehyung tidak melihat mereka.
Seokjin tercengang. Hoseok pun menatap Taehyung dengan mata membola, Taehyung yang sebelumnya tidak pernah sekalipun menyebut ‘hyungie’. Namjoon juga hampir tersedak. Itu adalah panggilan yang sudah sangat lama tidak ia dengar namun ia rindukan.
Yoongi mencermati Taehyung baik-baik, melihat facial expression, bahasa tubuh serta merasakan energi Taehyung dengan kekuatan empathnya. Ia tidak lagi merasakan aura V. Tak salah lagi…
Seokjin melirik Yoongi, merasa hanya dhampir itu saja yang bisa mengkonfirmasi. Yoongi menatap Jungkook yang entah kenapa wajahnya tampak kuyu. Jungkook hanya memberi anggukan pelan pada Yoongi.
“He’s back…” ucap Yoongi akhirnya dengan senyum panjang, “Bayi vampire kita sudah kembali.”
Mulut Namjoon membulat sempurna. Ia tak menyangka kalau Taehyung, dongsaeng imutnya telah kembali lagi. Namjoon bergegas mendekati Taehyung dan langsung memeluknya, mengusap-ngusap kepala bayi vampire itu dengan sayang.
Seokjin tersenyum lega. Sudah cukup lama rumah ini tidak dipenuhi dengan rengek manja Kim Taehyung. Hoseok pun memberi senyum dan ikut mendekati Taehyung, menyapanya dengan hangat.
Yoongi melihat bagaimana atmosfer begitu rileks, seolah ketegangan beberapa jam lalu tak pernah terjadi. Semua kini fokus menyambut Taehyung, sangat senang melihat kepribadian Taehyung yang innocent sudah kembali. Yoongi melirik Jungkook. Meski Jungkook ikut tersenyum seperti itu tapi Yoongi bisa merasakan kalau ada sesuatu di dalam diri Jungkook, semacam kebingungan dan kesedihan. Yoongi bertanya-tanya apa yang sebenarnya sudah terjadi.
Pikiran Jungkook tidak bisa fokus. Berulang kali ia mengingatkan dirinya untuk menikmati suasana ini dan ikut gembira dengan kembalinya Taehyung. Tapi kenapa ia merasa ada sesuatu yang hilang… mengapa ia merasa ia telah mengabaikan sesuatu. Jungkook tidak benar-benar lega meski Taehyung yang dulu sudah kembali… karena Jungkook berpikir masih ada yang janggal. Memori masa lalu Taehyung itu…
***
Kuliah kembali berjalan seperti biasa. Masih seperti mimpi Taehyung kembali, sikap innocent dan boxy smilenya sudah kembali. Vampire itu begitu naif, dia tidak pernah menyimpan kekecewaan pada Jungkook meski dirinya pernah dijebak oleh hunter. Ia sudah cukup puas bisa berteman dekat lagi dengan Jungkook dan memilih untuk melupakan perbuatan Jungkook sebelumnya.
Jimin pun menyadari perubahan kepribadian Taehyung saat mereka bertiga makan siang bersama di kantin. Jimin langsung sadar. Memang gampang sekali untuk mengetahui perbedaannya. Aura Taehyung dan V memang jauh sangat berbeda. Sorot mata, ekspresi, cara berpakaian dan berbicara, bahkan atmosfer yang dibawakan.
“Kau tampak senang sekali, Tae…” gumam Jimin ikut gembira melihat keceriaan Taehyung itu.
“Aku sangat bersemangat.” sahut Taehyung sambil memakan makanannya. Taehyung sangat senang sejak kemarin, para hyung begitu menyayanginya, Jungkook pun peduli padanya lebih dari sebelumnya. Bahkan tadi pagi Jungkook menjemputnya dan mereka pergi ke kampus bersama. Taehyung tidak tahu bagaimana sikap Jungkook itu bisa berubah padahal seingatnya sebelumnya Jungkook menjauhinya dan tak mau berteman dengannya. Yang jelas Taehyung sangat senang semua sudah berlalu.
Jungkook memperhatikan Taehyung sejak tadi, melihat baik-baik ekspresinya, menduga siapa tahu itu adalah kepribadian lain dari Taehyung, tapi sepertinya tidak begitu. Taehyung yang ada di sebelahnya ini memang Taehyung yang innocent. Jungkook sempat mengira kalau pagi ini mungkin kepribadian Taehyung yang lain yang akan muncul. Jungkook belum sempat meminta maaf untuk semua perlakuannya, itu sebabnya tadi pagi dia datang ke kediaman clan Kim dan menjemput Taehyung. Jungkook baru menyadari kalau kepribadian lain Taehyung itu bukanlah kepribadian evil ataupun parasit. Entahlah.. Jungkook merasa ia ingin menolong karena melihat memori-memori pahit yang dialami Taehyung.
.
.
.
Sejak kejadian penangkapan Taehyung oleh Dongwook, Taehyung tidak dibiarkan sendirian. Para hyung, Jungkook dan Jimin sepakat untuk takkan membiarkan Taehyung pergi sendiri bahkan ketika ke toilet umum. Apalagi Taehyung yang sekarang merupakan bayi vampire, lugu dan tidak punya kekuatan vampire untuk melindungi dirinya sendiri. Informasi mengenai kejadian di Black Dragon ataupun Lee Dongwook dirahasiakan rapat-rapat darinya. Untuk saat ini Seokjin akan bekerja sama dengan dewan vampire, mencari cara bagaimana menemukan markas sindikat.
Setelah kuliah berakhir, Jungkook mengantar Taehyung pulang. Kejadian beberapa hari yang lalu membuat Jungkook sedikit paranoid, apalagi ia tahu orang seperti apa Dongwook itu. Jungkook hanya tidak mau Taehyung yang sekarang ditemukan oleh Dongwook. Sebisa mungkin Jungkook akan menjaga Taehyung untuk tidak berada dalam bahaya lagi. Jadi ia memutuskan akan selalu mengantar Taehyung pulang.
Setelah mengantar Taehyung pulang ke rumahnya, Jungkook memutuskan pergi ke toko kue Yoongi. Jungkook berdiri di depan toko melihat ada beberapa pelanggan yang sedang dilayani Yoongi. Jungkook tak mengerti untuk apa dia datang ke tempat ini. Ia hanya merasa ada yang mengusik pikirannya sejak kemarin. Tentu saja dia senang Taehyung yang innocent kembali. Bukankah itulah Taehyung pertama yang ia kenal? Namun… Jungkook merasa ada yang masih mengganjal di hatinya. Dan ia pikir Yoongi bisa menjadi teman bicaranya.
Yoongi mengangkat wajahnya ke luar toko, melihat kemunculan Jungkook. Yoongi bisa merasakan kalau memang ada sesuatu yang membuat manusia itu datang. Setelah melayani pelanggan terakhir, Yoongi bergegas keluar menghampiri Jungkook. “Jungkook-ah… kenapa tidak masuk? Ayo masuklah…”
Jungkook menurut dan mengikuti dhampir tersebut masuk ke dalam toko. Mereka duduk di tempat yang cukup private namun Yoongi tetap masih bisa mengawasi pelanggan yang datang. Yoongi membawakan ice coffee dan cheese cake untuk Jungkook.
“Gomawo, Hyung…” ucap Jungkook. Dia merasa tak enak dengan kedatangannya yang tiba-tiba takut malah mengganggu. “Mian, aku datang tiba-tiba. Apa aku mengganggu?”
“Gwaenchana.” Yoongi memberi senyum. “Kau ingin bicara mengenai Taehyung?”
Jungkook cukup terkejut karena Yoongi langsung menebaknya. Manusia itu memberi anggukan lemah. Well, dia tidak akan menutupinya lagi kalau begitu. Ia tahu Yoongi mungkin bisa membantu dan menjadi teman bicaranya.
“Aku tidak bisa mendeskripsikan apa yang kurasakan, Hyung,” ujarnya, “Aku senang Taehyung yang kukenal dulu kini sudah kembali. Taehyung yang innocent dan ceria yang slalu menularkan suasana gembira padaku.”
Yoongi memberi anggukan, memastikan Jungkook bahwa ia akan menjadi pendengar yang baik.
“Awalnya aku menghakimi kepribadian baru Taehyung, menganggapnya sebagai kepribadian urakan, jahat dan parasit. Berulang kali aku bahkan memintanya untuk pergi dan mengembalikan kepribadian Taehyung yang biasa kukenal. Beberapa kali kami bertengkar karena hal itu. Bagaimana menurutmu, Hyung, mengenai dua kepribadian yang dimiliki Taehyung?”
Yoongi menghela nafas. Mungkin perlu juga menjelaskan apa yang ia tahu pada Jungkook supaya tidak terjadi kesalahpahaman. “Ini mungkin sulit kau pahami. Taehyung memang memiliki dua kepribadian, yang satu innocent dan yang satu lagi kebalikannya. Jujur saja, kami pun baru tahu dia punya kepribadian lain setelah ia bangun dari tertembak hunter.”
Wajah Jungkook semakin mengkhawatirkan. Jadi hanya dia saja yang sudah menuduh bahwa Taehyung kerasukan kepribadian jahat?
“Seokjin, Alpha kami, menemukan Taehyung lima tahun lalu. Menurut ceritanya, saat itu Taehyung dalam keadaan tak sadarkan diri dan kepalanya berdarah. Sejak itu Seokjin membawanya bergabung dalam clan. Dan selama bersama kami, dia selalu menunjukkan dirinya yang innocent bahkan tidak punya kekuatan vampire apapun. Kami menduga Taehyung memiliki kepribadian ganda karena ada trauma yang pernah ia alami,” Yoongi menghela nafas kembali, “Bagi kami, apapun kepribadiannya dia tetap anggota clan Kim.”
Jungkook menggigit bibir. “Dia punya dua kepribadian tapi aku merasa ada yang aneh. Kepribadian Taehyung yang innocent tidak dapat mengingat apapun mengenai peristiwa di Black Dragon, juga tidak mengingat masa lalunya sebelum menjadi vampire… sementara kepribadiannya yang satu lagi…”
Yoongi menepuk pundak Jungkook, merasakan seperti apa kecemasan manusia itu. “Taehyung mengalami identity disorder karena trauma. Dan kau harus tahu bahwa salah satu kepribadian bukanlah kepribadiannya yang sebenarnya.”
Mata Jungkook membola. “Jadi maksudmu…?”
“Dia mengatakan namanya Vincent sebelum menjadi vampire, dan dari situ kita bisa tahu bahwa itu adalah kepribadiannya yang asli. Sementara Taehyung yang innocent yang kita lihat itu hanyalah kepribadian lain yang muncul kemudian akibat trauma yang ia alami.”
“M-mwo?” Bibir Jungkook gemetar. Ia sudah menduga jawaban ini tapi kenapa masih memberikan rasa syok untuknya. Selama ini dia malah menuduh Taehyung dengan mengatainya sebagai kepribadian palsu dan parasit.
Yoongi mencermati wajah Jungkook baik-baik. Ia berpikir ia tidak akan memberitahu dulu mengenai hubungan Jungkook dan Taehyung yang merupakan soulmate karena itu akan membuat semuanya semakin pelik untuk Jungkook.
“Itulah kenapa hanya Vincent atau V yang mengingat semua kejadian termasuk masa lalunya sendiri. Kami belum tahu banyak seperti apa masa lalunya karena ia seolah tak mau memberitahukannya.” tutur Yoongi.
Jungkook menahan nafas. Itu juga yang mau dia bahas. “Ini aneh… tapi kadang aku bisa mendengar suara Taehyung atau entah V di dalam kepalaku meski aku sedang tidak bersamanya. Saat kemarin ia ditangkap Dongwook, sebenarnya aku mendapat semacam telepati suaranya yang meminta tolong.. dan aku tahu tempat Taehyung ditangkap karena aku mendapatkan mimpi.” Jungkook mengacak rambutnya setengah frustasi, “Dan setiap dia menghisap darahku, aku seperti bisa melihat memori lama miliknya.”
Yoongi menaikkan kedua alis. “Apa yang kau lihat, Jungkook?”
Jungkook meremas tangan kuat-kuat, mengingat kembali memori itu membuat hati Jungkook sangat pahit. “Aku melihat dirinya sebelum menjadi vampire. Dan seperti ada oknum yang mengujicobakan obat-obatan padanya.”
Mata Yoongi membesar. Jadi benar V berubah menjadi vampire mutan akibat perlakuan obat-obatan berlebihan yang diberikan. Dan entah apa V merupakan salah satu kelinci percobaan yang membuatnya menjadi vampire mutan.
“A-aku sangat ingin menolongnya…” ungkap Jungkook jujur, “Aku ingin menolong V.”
Yoongi mengangguk. Ia pun ingin melakukan hal yang sama. Tapi masalahnya V yang asli memilih untuk bersembunyi dan membiarkan kepribadiannya yang lain yang muncul.
Jungkook hanya menunduk penuh rasa bersalah, kembali mengingat ucapan terakhir V di kepalanya..
Kau pasti senang karena akhirnya aku pergi, Jeon…
Tidak, tidak seperti itu. Justru Jungkook menyesal karena dulu pernah mengatakan hal-hal menyakitkan pada V. Ia menyesal karena terlambat memahami situasi. Ia ingin memperbaiki semuanya.
“Aku yakin kau memang ditakdirkan untuk bisa menolong V atau Taehyung…” kata Yoongi menepuk lengan Jungkook yang berada di atas meja, “Apapun namanya, itu tidak jadi masalah bukan untuk kita?”
Jungkook mengangguk. Jika sebelumnya Taehyung merupakan manusia dan berubah menjadi vampire akibat oknum jahat maka Jungkook tak dapat menerimanya. Ia akan mencari siapa dalang yang bertanggungjawab atas setiap luka dan trauma yang sudah Taehyung alami.
🎃🎃
ps : jika bingung, bisa baca lagi ep 62. Siapakah V
Woh.. jadi Dongwook akan berusaha mencari tahu mengenai projectV22 dan berusaha menangkapnya lagi... belum lagi V yang asli yang bersembunyi again ☹️
Reader lebih suka yang mana? Kepribadian V atau Taehyung?
Jangan lupa tinggalkan jejak🐾🐾