
Semenjak pembicaraan itu Taehyung tidak keluar lagi dari kamarnya. Jungkook sangat bingung dengan karakter berbeda dari temannya itu. Seperti ada yang lain. Vampire lain pun seperti tak ada niatan untuk menjelaskan kejadian sebenarnya.
Jungkook tidak menyesal kalaupun dia sudah memberikan darahnya untuk Taehyung tapi ia juga mengharapkan Taehyung tidak bersikap seperti ini padanya. Ia berharap dirinya dimaafkan untuk apa yang ia lakukan. Memang tidak bisa dijadikan alasan, dendamnya pada vampire yang membuat orangtuanya meninggal. Jungkook menyadari bahwa tidak seharusnya ia membalaskan dendamnya pada Taehyung. Temannya itu tidak melakukan kesalahan apapun bukan.
Namun di saat Jungkook menyesali perbuatannya, Taehyung justru memilih untuk mundur dan menjauhinya. Ini menyedihkan.
Jungkook pulang dengan perasaan gloomy dan beban berat. Saat tiba di rumah ia disambut kakaknya. Soojung mendatangi Jungkook dengan mata membesar sesaat setelah ia mendengar pintu dibuka oleh adiknya.
Jungkook membalas tatapan kakaknya sayu. Ia kembali teringat bahwa kakaknya itu menjalin hubungan dengan seorang vampire, apa kakaknya itu pun tahu?
“Jungkook-ah…” ucap Soojung pelan. Untungnya paman sedang tak ada di rumah jadi Soojung bisa mengatakannya dengan gamblang. “Aku sudah mendengar apa yang terjadi dari Seokjin.”
Jungkook meringis. Jadi vampire itu pun sudah memberitahu kakaknya? Sepertinya Jungkook terlalu meremehkan hubungan keduanya.
“Kenapa Noona tidak memberitahuku kalau Noona berpacaran dengan vampire?” tanya Jungkook lugas.
Mata Soojung semakin membesar. “Kook…”
Jungkook sebetulnya tidak ada niatan untuk menyalahkan atau mengintimidasi kakaknya. Ia hanya ingin tahu bagaimana proses yang dialami Soojung sampai akhirnya bisa menerima menjadi kekasih seorang vampire. “Pasti itu berat ya? Hal yang sama kualami saat tahu temanku adalah vampire.”
Soojung tersenyum sedih. “Noona mengalami proses yang sangat berat, Kook… Kau tahu keluarga kita sangat dendam akan keberadaan vampire… Tapi aku menyadari kalau cinta bisa mengalahkan itu semua, Kook. Meski vampire sekalipun… asal bersamanya bahagia… Dan Noona tidak melihat bahwa ia adalah vampire yang jahat.”
Jungkook tersenyum tipis. Ia bisa mengerti betapa beratnya hal tersebut untuk Kakaknya sampai akhirnya bisa menerima Seokjin yang merupakan vampire.
“Mungkin takdir sedang berusaha meredam dendam yang ada di hati Noona dengan mencintai seorang vampire,” lanjut Soojung, “Aku tidak tahu seperti apa masa depan, Kook, tapi aku berusaha menjalaninya sesuai dengan kata hatiku sendiri.”
“Lalu bagaimana dengan Paman…” ucap Jungkook pelan.
“Kita harus merahasiakan hal ini darinya, Kook,” ucap Soojung sambil memegang lengan adiknya, “Bagaimanapun Paman kita seorang hunter akan selalu memburu keberadaan vampire.”
Jungkook setuju dengan pendapat kakaknya. Paman mereka tidak boleh tahu mengenai rahasia ini, tapi apa ini tidak kelewatan dengan mengkhianati keluarga sendiri?
“Kalau ada kesempatan kita bisa mencari tahu siapa yang membunuh orangtua kita dan membalaskan dendam kita.” ujar wanita itu kembali seolah bisa membaca pikiran adiknya.
Jungkook menggigit bibir. Itu benar. Dia tidak bisa melimpahkan dendamnya pada Taehyung atau Seokjin atau vampire lain yang tidak membunuh orangtuanya. Jika demikian maka ia seperti orang gila yang membalaskan dendam pada orang yang tak bersalah.
“Bagaimana kondisi temanmu?” tanya Soojung, “Seokjin mengatakan dia sudah sadar?”
Hati Jungkook kembali dilanda rasa bersalah dan penyesalan. Jangan-jangan kakaknya juga sudah diberitahu bahwa dirinyalah yang menjebak Taehyung sehingga tertembak hunter? Parahnya Taehyung bahkan seolah tak mau mengampuninya, tak mau melihat mukanya lagi.
“A-aku yang membuatnya terluka…” gumam Jungkook menunduk, hati tersayat apabila mengingat dosa yang sudah ia lakukan untuk menyakiti sahabatnya sendiri.
Soojung menghela nafas. “Itu pun proses untukmu, Kook, untuk bisa menerima keberadaan vampire. Bukankah kau menyesalinya?”
Jungkook mengangguk. Demi Tuhan, ia sangat menyesali perbuatan bodohnya. Ia menyesal karena membuat temannya tersakiti.
“Kalau begitu semua akan berjalan baik dan kembali normal seperti sedia kala.” kata Soojung dengan senyum meneguhkan.
Jungkook sedikit menyangsikannya. Taehyung sudah tidak seperti Taehyung innocent yang ia kenal. Pria itu bahkan tidak mau menganggapnya teman lagi. Jungkook tidak tahu apa hidupnya akan kembali normal seperti perkataan kakaknya.
“Aku ingin mandi dan istirahat…” gumam Jungkook akhirnya. Soojung memberi anggukan dan membiarkan adiknya pergi ke lantai 2.
Soojung menghela nafas. Entah apa takdir sedang mempermainkan keluarga mereka. Soojung menjadi kekasih seorang vampire, adiknya pun berteman dengan vampire… seolah takdir sengaja melakukannya karena ada dendam yang berkobar di rumah ini akan kehilangan orangtua mereka yang tewas disebabkan vampire.
Ataukah ini kutukan? Karma karena mereka sudah membenci semua vampire sejak lama?
Soojung tidak tahu seperti apa nasib dan masa depannya. Yang jelas ia sudah tidak ragu bahwa ia memang mencintai Kim Seokjin dengan sepenuh hatinya.
.
.
Seokjin, Yoongi, Namjoon dan Hoseok masih berkumpul di ruang tengah. Sudah sejak siang Taehyung mengurung diri di kamar dan tak keluar. Jungkook dan Jimin pun sudah pulang. Masih menjadi teka teki besar sebenarnya apa yang telah terjadi. Namjoon masih menyalahkan bahwa Jungkook yang bertanggung jawab akan apa yang terjadi semalam, sementara Yoongi lebih concern pada masalah kepribadian lain yang dimiliki Taehyung.
“Kurasa Jungkook sudah sengaja ingin mencelakakan Taehyung,” tukas Namjoon, “Jika saja Taehyung tidak memberikan pesan SOS, dia mungkin sudah ditangkap oleh hunter.”
“Belum tentu juga…” ucap Hoseok sambil memegang dagu, “Semalam Jungkook juga hadir di tempat itu seolah ingin menyelamatkan Taehyung.”
“Untuk apa ia menyelamatkan Taehyung kalau dia sendiri yang menjebaknya?” Namjoon mendelik pada Hoseok.
“Kau tahu, manusia juga bisa menyesal…” gumam Hoseok pelan dan sedih. “Bayangkan kalau Taehyung tidak mengirim pesan SOS, sepertinya Jungkook sendiri yang akan menyelamatkan Taehyung… atau mungkin keduanya akan ditangkap hunter, tapi Jungkook bisa saja melawan karena tubuhnya cukup atletis kurasa.”
“Kau terlalu banyak menonton drama sebelum kau menjadi vampire?” semprot Namjoon mencela perkataan Hoseok itu.
Hoseok hanya meringis. “Tapi bukan berarti kita terus menyalahkan Jungkook. Dia sudah menunjukkan penyesalannya dengan mendonorkan darahnya pada Taehyung dengan cara ekstrim. Aku belum pernah melihat manusia menyodorkan darahnya seperti itu pada vampire.”
Namjoon terdiam. Amarahnya mereda ketika Hoseok mengingatkannya akan apa yang sudah dilakukan Jungkook. Manusia itu memang dengan rela mendonorkan darah tanpa berpikir panjang.
“Aku berpikir kita tidak perlu memperpanjang urusan Jungkook…” kata Yoongi, “Pertemanan mereka bukan menjadi urusan kita. Yang perlu kita cemaskan adalah mengenai kepribadian V ini.”
Seokjin mengulum mulut, dia merasa dia harus mengumumkan sesuatu. “Sebelum kita membicarakan kecemasan Yoongi itu lebih lanjut, aku ingin memberitahu kalian sesuatu.”
Hoseok memandang sang Alpha dengan penasaran. “Apa itu?”
“Jungkook merupakan adik dari kekasihku, Soojung…” ucap Seokjin mengejutkan semua yang ada di ruangan itu. “Aku rasa perbuatan Jungkook itu dilatarbelakangi dengan masalah keluarganya yang sudah ada sejak dulu dengan vampire.”
“Kenapa kau tidak mengatakannya?” tukas Namjoon sedikit kesal.
“Waktunya tidak tepat dan kurasa keselamatan Taehyung lebih utama semalam,” jawab Seokjin, “Kakak beradik itu tidak menyukai vampire sejak lama karena orangtua mereka mati dibunuh oleh vampire.”
Seokjin melirik Yoongi dan memberi anggukan. “Itu juga mungkin bisa kita telusuri. Dan kalian tahu kalau Soojung sudah menerimaku yang merupakan vampire… kurasa hal yang sama pun dilakukan oleh Jungkook semalam.”
Namjoon mendesah pelan. “Baiklah…” Jika Alpha sudah mengatakannya, Namjoon tak mungkin kembali menyudutkan Jungkook apalagi Jungkook adalah adik dari kekasih Seokjin sendiri. Tentu saja Alpha akan membelanya bukan?
“Kembali mengenai kepribadian lain dari Taehyung…” ujar Seokjin, “Apapun kepribadiannya dia tetap anggota clan kita.”
Yoongi mengangguk. “Tentu saja. Jika dia merupakan mutan, sepertinya itu bukan mutan alami karena dia mengatakan sebelumnya merupakan manusia.”
“Mengerikan juga…” Hoseok menggigit bibir tak bisa membayangkannya.
“Kurasa salah satu dari kepribadian itu merupakan Taehyung yang asli…” lanjut Yoongi tenang.
Mata Namjoon membulat memandang Yoongi. “Maksudmu yang mengetahui masa lalunya sebelum manusia…?”
Yoongi mengangguk. “Kemungkinan kepribadian aslinya adalah V… karakter Taehyung sepertinya muncul kemudian… V mempunyai kekuatan vampire sementara Taehyung adalah anomali dan belum memiliki kekuatan vampire.”
“Aku pernah membaca bahwa kepribadian lain bisa muncul saat seseorang mengalami kecelakaan atau trauma.” ucap Hoseok sambil duduk tegang. Ia merinding sendiri mendengar ucapannya.
“Aku juga berpikir hal yang sama,” ucap Yoongi, “V muncul karena Taehyung mengalami trauma, dan sebaliknya… Taehyung muncul karena V mengalami trauma.”
Seokjin memikirkan perkataan Yoongi itu dalam-dalam. Mungkin memang benar, Taehyung mengalami trauma dan sangat terluka akibat perbuatan temannya sehingga sekarang yang muncul adalah V. Dan entah bagaimana dua kepribadian itu bisa saling switch… apa V bisa mengendalikan kapan ia ingin muncul dan kapan ingin bersembunyi jika memang benar kepribadian yang sesungguhnya adalah karakter V. Lalu sepertinya meski Taehyung yang innocent yang muncul sebelumnya namun seolah V mengetahui dan melihat semua kejadian yang terjadi. Ini sangat memusingkan… Seokjin tidak cukup pengalaman untuk mengetahui latar belakang semua itu.
“Dua kepribadian yang sangat bertolak belakang…” kata Namjoon, “Kepribadian yang satu berusaha menutupi kekurangan kepribadian lain, dan juga sebaliknya.”
Hoseok menggigit bibir, dia setuju dengan perkataan Namjoon. Tak hanya karena trauma saja, mungkin V menyembunyikan karakternya dan membiarkan Taehyung yang innocent yang muncul lantaran ingin juga menutupi kekurangan dirinya. Dan mungkin sekarang V muncul pun karena berusaha melindungi karakter yang satunya.
“Good job, Gentleman…” ujar Taehyung yang tiba-tiba sudah muncul di tangga, memandang keempat vampire dengan sedikit senyum.
Semua kepala menoleh ke arahnya. Tidak ada yang menyadari bahwa V sudah muncul di sana, tidak ada yang mendengar kedatangannya dengan telinga vampire yang mereka miliki.
“Aku terharu karena kalian sedang membicarakan kepribadianku…” lanjut V sambil berjalan santai ke arah mereka. V memberi smirk, beberapa spekulasi ada yang benar mengenai dirinya. “Tapi aku harus mengatakan pada kalian kalau aku tetaplah diriku. Aku tidak terlalu setuju ketika kalian memisahkan antara aku dan kepribadianku yang innocent.”
Mata Hoseok mengikuti gerak gerik Taehyung yang akhirnya duduk di sofa terpisah masih memandang vampire satu per satu. Hoseok yakin bahwa V memang memiliki banyak memori di masa lalu yang belum pernah diceritakan, mengenai bagaimana masa lalunya sebagai manusia dan mengapa V bisa menjadi mutan vampire.
“Ini pertama kali kami melohat kepribadianmu setelah lima tahun bersama, tentu saja kami mempunyai pemikiran-pemikiran.” ujar Yoongi.
V hanya mengangguk-angguk. “Kuharap kalian akan terbiasa…”
“Kau tetap anggota clan Kim, apapun kepribadianmu.” ucap Seokjin menatap V tepat di manik.
“Thank you so much, Alpha yang terhormat…” kata V dengan senyum lebar, “Kalian harus terbiasa karena sepertinya aku yang akan terus muncul.”
Namjoon menelan ludah. Tak elak ia merindukan Taehyung yang innocent, dongsaengnya yang lugu. “Lalu… bagaimana dengan Taehyung..?”
V menaikkan sebelah alis pada Namjoon. Tatapannya dingin dan tajam. “I am Taehyung.” Tiba-tiba V memberikan tawa pelan. “Kalian akan terbiasa.. aku pun sebenarnya cukup innocent.”
Yoongi memutar bola mata. Sudah semakin jelas perbedaan karakter antara V dan Taehyung. Taehyung tidak akan pernah memberikan komentar seperti itu pada para hyungnya.
“Yeah… kau tetaplah Taehyung… Dan kalau tak keberatan aku ingin tetap memanggilmu dengan nama Taehyung.”
“Choa~” sahut V memberi eye smile pada dhampir itu. “Nama V terlalu pendek untuk lidah bukan?”
“Apa nama manusiamu dulu adalah V?” tanya Hoseok lambat.
V mendengus pelan. “V hanya inisialku… Aku diberikan nama Vincent oleh mereka. Dan V hanya sebagai kode saja.”
Baik Seokjin, Namjoon dan Yoongi menatap V dengan tercengang. Apa yang dimaksudnya dengan ‘mereka’??
“Tidak perlu membahasnya…” tukas V seolah membaca pikiran mereka, “Itu hanya masa lalu yang menjadi urusanku.” V memberi smirk kembali lalu bangkit berdiri. “Aku senang jika aku masih dianggap sebagai anggota clan. Dan percayalah… aku tetap Taehyung.”
“Tentu saja.” sahut Namjoon sambil memandang Taehyung. Ia tetap akan menganggap V sebagai dongsaengn favoritnya yang akan terus ia lindungi tak peduli kepribadian apapun yang dimiliki Taehyung.
“Yeah…” kata V memberi wink lalu akhirnya pergi dari sana, kembali ke kamarnya yang berada di lantai 2.
Yoongi memandang kepergian Taehyung itu… Dia sungguh ingin tahu sebenarnya seperti apa masa lalu V, apa yang membuatnya trauma sehingga muncul kepribadian baru nan innocent yang bernama Taehyung.
Yoongi menoleh menatap Seokjin. “Saat pertama kali kau menemukan Taehyung, kau tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan?”
Wajah Seokjin mendadak tegang mendengar pertanyaan Yoongi. Ia menemukan Taehyung 5 tahun lalu, tak sadarkan diri di sebuah ruangan sementaraada sekitar 3 orang yang mati disana dengan menyedihkan. Saat itu Seokjin menganggap bahwa terjadi pembantaian dan hanya Taehyung yang ditemukan selamat. Tapi kalau dipikir-pikir lagi… bisa saja itu bukan pembantaian.
“Dia menjadi korban pembantaian yang selamat…” ucap Seokjin akhirnya tidak mengutarakan apa yang menjadi pemikirannya, “Saat itu kepalanya terluka dan berdarah.”
“Begitu…” sahut Yoongi. Ia merasakan pergolakan emosi di dalam diri Seokjin yang begitu berbeda dengan pernyataannya barusan, seolah Seokjin pun sedang menyangkalinya.
Seokjin mengulum mulut, iamengingat kembali detail peristiwa saat ia pertama menemukan Taehyung. Ada 3 orang mati di sana yang memakai pakaian serba putih seolah merupakan dokter atau entah perawat. Ketiga manusia itu mati dengan mengerikan, daging tercabik di tangan dan wajah. Saat itu Seokjin tak pernah berpikir bahwa Taehyung yang melakukannya… karena saat sadar Taehyung begitu inncocent dan linglung seolah tak bisa mengingat apa yang terjadi sampai akhirnya Seokjin pun membawa bayi vampire itu menjadi anggota clannya.
Jika kekuatan V memang destruction… bisa saja yang membunuh 3 manusia saat itu adalah dirinya…
Seokjin merinding membayangkannya. Itu terlalu di luar akal, mengapa ia baru menyadarinya sekarang? Saat itu Seokjin menganggap Taehyung merupakan korban pembantaian karena Taehyung juga mengalami luka parah. Masih menjadi sebuah misteri apa yang terjadi saat itu… Hanya V yang tahu apa yang terjadi dan apa yang sudah ia lakukan…
🎃🎃
Tetap dukung novel ini ya. mian author lama update tolong sabar aja. orang sabar cuannya lebar #plak
jangan lupa berikan like dan comment ya, tandai novel ini kalau kamu suka 💛