
Siang itu Dongwook mendapat kiriman paket. Moodnya sebenarnya sedang tidak bagus karena kejadian yang menimpa Black Dragon namun anak buahnya mengatakan paket itu dikirimkan oleh Lisa, berharap mood Dongwook sedikit lebih baik dengan kiriman paketnya.
Di paket itu ada buah-buahan dan amplop coklat, kemudian ada kartu ucapan dari wanita itu :
Aku turut bersedih untuk apa yang terjadi pada Black Dragon. Aku mengirimkan apa yang kau minta, info detail mengenai vampire itu. Dan dalam waktu dekat aku akan membawakan vampire itu ke hadapanmu. Love ya <3
Dongwook menaikkan sebelah alis. Ia membuka amplop coklat yang ternyata isinya ada banyak lembar foto dan sebuah profil vampire. Yang mengejutkan adalah profile yang diberikan mengenai Kim Taehyung?
Mata Dongwook membesar melihat judul besar dengan nama Taehyung itu. Ia langsung mengecek foto-foto dimana kebanyakan isinya adalah foto Taehyung, ada juga foto Taehyung bersama dua temannya. Salah satunya adalah Jungkook. Jadi inikah maksud Lisa mengenai vampire mahasiswa? Kim Taehyung?
Dongwook masih sangat terkejut dan ia membaca profil yang dibuat Lisa mengenai Kim Taehyung. Begitu detail dan lengkap bahkan ada juga penjelasan mengenai keanehan kepribadian vampire itu yang sepertinya berkepribadian ganda?
Perlahan senyum Dongwook mengembang membaca lebih detail profile Kim Taehyung. Vampire yang sudah membunuh Myunggyu dengan cara mengenaskan adalah Taehyung. Vampire yang akan ditukarkan dengan kepala Vernon adalah Taehyung. Vampire mutan yang dibuat dari tim sindikatnya ternyata hebat seperti itu.
Dongwook terkekeh sambil menggeleng-geleng. Perasaannya menjadi lebih ringan. Ia semakin percaya semua ini takdir, seolah dirinya selalu dikaitkan dan dibuat berjumpa dengan Taehyung. Dongwook sangat puas, ternyata benar feelingnya selama ini. Taehyung memang kepunyaannya dari dulu sampai sekarang. Myunggyu bahkan hampir memberikan Taehyung padanya! Bukankah ini artinya memang seharusnya Taehyung ada di sisinya? Karena dialah yang memiliki vampire itu sejak semula. Meski Taehyung lari ataupun kabur ternyata magnet takdir tetap berusaha mengembalikannya pada pemilik aslinya. Dongwook tersenyum lebar.
Dongwook menjilat bibir saat melihat foto Taehyung yang memakai jumpsuit dengan warna kuning cerah. Kepribadian ganda ya? Apa ada kecelakaan kecil di lab sampai vampire itu memiliki kepribadian ganda? Karena seingatnya dokter yang menangani projectV tidak mengatakan vampire itu berkepribadian ganda.
Ini semakin menarik. Dongwook tak sabar untuk melihat Taehyung kembali padanya.
“You are mine, Kim Taehyung.” gumam Dongwook sambil melihat wajah Taehyung di foto itu.
****
Kim Brothers mengadakan pesta BBQ di taman belakang rumah. Saat matahari terbenam mereka mulai memanggang daging dan sosis. Suasana begitu hangat, Seokjin belum pernah merasakan keakraban manusia dan vampire seperti sekarang ini. Jungkook, Soojung dan Jimin datang. Mereka ikut senang dengan kabar gembira mengenai hangusnya Black Dragon yah meski Taehyung harus mengalami penyerangan sebelumnya dari oknum tak dikenal yang dicurigai merupakan suruhan sindikat.
Rambut Soojung dikepang dengan manis dan diberi pin warna warni. Ia memakai sweater couple dengan Seokjin. Hal itu tentu saja memancing yang lain untuk menggoda pasangan serasi itu.
“Sebentar lagi kita akan punya Nyonya Rumah, Hoseok.” ucap Namjoon nyengir jahil.
Hoseok mengekeh. “Apa aku juga akan mendapat keponakan-keponakan?”
Yoongi tertawa pelan sambil menggeleng. Dia sedang memanggang daging dibantu oleh Jimin. Manusia itu juga mengikik melihat bagaimana wajah Seokjin berubah canggung. Dirinya yang biasanya Alpha dan sangat disegani kini tampak menggemaskan karena bagaimana telinga Seokjin yang memerah.
Soojung hanya tersenyum saja. Ia dan Seokjin sedang membuat minuman mojito, mengaduk soda dan buah-buahan.
“A-aku tak yakin Soojung ingin menikah dalam jangka waktu dekat ini.” gumam Seokjin gugup sambil berusaha menyibukkan diri dengan mengatur gelas-gelas.
“Siapa bilang?” sahut Soojung langsung membuat yang lain terbahak.
“Ciyeee… Lampu hijau sudah menyala.” sahut Hoseok.
Sementara itu Taehyung dan Jungkook berada di dapur membuat ramen. Taehyung menemani Jungkook yang bertugas memasak ramen malam ini untuk menyempurnakan pesta BBQ.
“Aku tidak pernah memasak ramen…” ucap Taehyung dan hanya berdiri memperhatikan Jungkook yang membuka bungkus mie satu per satu.
“Jinjja?”
“Aku bahkan tidak pernah memasak.” lanjut Taehyung dengan sedikit pout. Ini akan menjadi kelemahan terbesarnya di antara kesempurnaan yang ia miliki sebagai vampire berotak jenius.
“Kalau aku sangat ahli dalam membuat ramen yang enak. Semua orang mengakui kalau ramen buatanku pasti enak.”
“Uh sombongnya.” ucap Taehyung namun tersenyum panjang.
“Aku biasa dimasakkan makanan enak oleh ibuku tapi semenjak orangtuaku meninggal aku jadi lebih mandiri, bisa memasak setidaknya ramen untuk diriku sendiri.” tutur Jungkook.
Taehyung langsung terpaku mendengar penuturan Jungkook bagaimana dengan lugas manusia itu sedang menceritakan orangtuanya yang sudah meninggal.
“Kimchi buatan ibuku adalah yang terenak dan terbaik,” lanjut Jungkook dengan senyum sedih.
“Jungkook…”
Jungkook menoleh dan memberi senyum pada vampire itu. “Kau tahu, Tae, meski orangtuaku memang mati dibunuh oleh vampire, tapi aku sudah tidak dendam lagi pada kaum vampire. Aku memang masih menyimpan dendam pada vampire yang sudah menghabisi orangtuaku, tapi aku tidak membenci clan ini. Aku tidak membencimu.”
Taehyung menatap Jungkook tercengang.
“Aku belum sempat mengatakannya kan? Dulu aku menyalahkanmu dan mengakhiri pertemanan kita hanya karena kau vampire. Aku malah menyalahkanmu sebagai pembunuh orangtuaku.” ucap Jungkook lemah. “Mianhe.”
“Kita sudah melewati fase maaf-memaafkan ini, Jeon.” ucap Taehyung dengan senyum mengembang. “We’re ok now.”
Jungkook menunjukkan senyum dengan gigi kelincinya dan menyenggolkan bahunya pada Taehyung dengan playful.
****
//Trigger warning : Adegan Berdarah//
Dongwook mendapat telpon dari anak buahnya yang menginfokan bahwa beberapa hari yang lalu Taehyung diserang oleh orang suruhan Lisa. Dongwook memang menyuruh anak buahnya untuk mencari informasi mengenai Taehyung, ia tak menyangka akan mendapat kabar seperti ini. Vampire itu mengalami luka cukup parah, lengannya tertusuk pisau dan dari pengakuan, pelaku pun menyerang Taehyung menggunakan benda berbahan silver. Lisa tidak menyuruhnya untuk langsung membunuh Taehyung namun dia hanya request supaya vampire itu dibuat menderita dan kesakitan.
Dongwook sangat speechless mendengarkan informasi itu. Anak buahnya mengatakan bahwa sepertinya Lisa punya dendam pribadi terhadap Kim Taehyung yang membuatnya dulu mau menyerahkan vampire itu pada Myunggyu. Dongwook tak percaya kalau wanita itu berusaha menyakiti Taehyung seperti itu. Bukankah Dongwook hanya meminta informasi saja? Wanita itu meminta waktu tambahan untuk bisa menyerahkan langsung vampire ke hadapannya, Dongwook biarkan. Tapi tak ia sangka bahwa rupanya Lisa meminta tambahan waktu karena menyewa pembunuh bayaran untuk menyakiti Taehyung.
Pintu penthouse terbuka, wanita yang sedang dibicarakan itu masuk. Ia memakai dress putih cantik yang membalut lekuk tubuhnya dengan baik. Wanita itu berdandan cantik dan ia memberi senyum memesona pada Dongwook. Anting bulat besar berwarna merah membuatnya semakin memukau.
Lisa datang ke penthouse ini karena memang Dongwook yang mengundangnya. Tentu saja wanita itu sangat happy bisa kembali lagi datang ke penthouse mewah milik Dongwook.
“Kita bicarakan lagi nanti…” ujar Dongwook pada anak buahnya di telpon. Ia pun segera melempar telpon wireless ke sofa.
“Haii~” sapa Lisa manis dan mendekati Dongwook. Ia melingkarkan kedua tangannya di leher pria itu. Harum parfum semerbak bisa tercium oleh Dongwook.
Dongwook masih berekspresi datar dan hanya memandang wanita itu. Otaknya sedang mengolah informasi yang baru didapatnya dan sedang menghubungkan dot demi dot.
“Kapan kau akan memberikan vampire itu padaku?” tanya Dongwook menaikkan sebelah alis. Ia bertanya-tanya mengapa Lisa belum menangkap Taehyung jika Lisa bisa dengan mudah melakukannya saat menyuruh pembunuh bayaran untuk menyakiti vampire itu.
“Very soon~” ucap Lisa. Ia memainkan jemarinya dengan manja di dada Dongwook, “Vampire sialan itu cukup hebat you know… Beri aku waktu beberapa saat lagi.”
Dongwook sudah ingin mendengus. Mungkin maksud wanita ini adalah meminta waktu lebih untuk bisa menyiksa dan mempermainkan Taehyung? Apa wanita ini berusaha memperdayanya?
“Aku memintamu ke sini untuk mendapat kabar baik, Lisa, bukan penundaan lagi.” ucap Dongwook dingin.
“I’m sorry…” bisik Lisa sambil mengedipkan mata, “Kita bisa bermain di penthouse ini, bagaimana?”
Tangan Dongwook memegang pinggang Lisa kuat-kuat dan mendorongnya ke tembok terdekat. Lisa cukup terkejut dengan aksi Dongwook yang sangat tiba-tiba. Pria itu menatapnya dengan mata maut seolah Lisa adalah mangsanya.
“Wae?” tanya Lisa setengah terkejut.
“Melihatmu seperti ini membuatku ingin bermain-main denganmu, Pretty…” sahut Dongwook. Ia pun mencium bibir Lisa dengan menuntut, menggigit bibirnya untuk meminta akses. Wanita itu mengerang dan mengikuti ritme Dongwook. Ia berusaha menjinjitkan badan karena kalau tidak, kakinya sudah berubah menjadi jelly sejak tadi karena betapa yang dilakukan pria ini yang menciumnya hampir membuatnya gila.
Lisa menarik rambut belakang kepala Dongwook, membalas setiap ciuman meski nafas sudah putus-putus. Perlakuan Dongwook ini hanya akan membuatnya semakin mabuk kepayang. Semua yang diinginkan Lisa dimiliki oleh Dongwook.
Dongwook menjauhkan bibirnya dan mata Lisa menatapnya dengan sayu. Dongwook menatap wanita itu datar. “Tell me… you like play game with me?”
“Yes, very much…” sahut Lisa cepat dan bibir sudah akan mencium lagi namun Dongwook memundurkan kepala menjauh.
Dongwook memberi smirk. Wanita ini mungkin tidak tahu bahwa dalam permainan yang dilakukan Dngwook selalu ada aturannya. Dan Dongwook merasa wanita ini sudah melanggar aturan fatal.
Lisa mencium bibir Dongwook dan pria itu membiarkannya. Mereka berciuman sementara tangan Dongwook mengambil sesuatu di belakang celananya, sebuah pistol yang sudah sengaja ia selipkan. Dan tanpa peringatan ia menembakkan pistol itu ke lengan Lisa.
Dorr!
Lisa sangat syok. Mulutnya membuka saat merasakan sakit teramat sangat di lengannya. Darah di lengannya akibat tembakan pistol muncrat mengenai sebagian rahang, mengenai pipi Dongwook juga.
Lisa menatap Dongwook dengan sangat terpukul. Pria itu menjauhkan badannya dari Lisa, memberikan smirk dingin, tidak merasa kasihan sama sekali untuk apa yang baru ia lakukan pada wanita itu. Dress putih Lisa ternodai dengan darahnya yang terus menetes-netes.
“W-wae?” tanya Lisa pedih sambil melihat tangannya yang terluka. Rasa sakit itu semakin nyeri membuat kepalanya berkunang-kunang.
“Apa itu yang sudah dialami oleh vampireku?” tanya Dongwook dengan tatapan datar. “Apa seperti itu cara kau melukai vampireku?”
Lisa sangat kaget. “A-aku tidak–“
“Kau ingin menyakiti vampireku, Lisa. Itu bukan bagian dari kesepakatan kita.” tukas Dongwook tajam.
Air mata berderai di pipi wanita itu. Ia tak pernah menyangka bahwa pria yang ia kagumi bisa melakukan sejauh ini padanya?
“Kim Taehyung adalah milikku sejak awal…” ujar Dongwook dingin, “Aku tak akan biarkan ada yang menyentuhnya tanpa seijinku. Kau tahu?!” bentak Dongwook.
Kepala Dongwook sebenarnya sudah mau pecah apabila memikirkan semuanya. Lisa yang menyakiti Taehyung mungkin adalah penyebab Black Dragon-nya diserang dan dibakar seperti itu. Dongwook yakin itu. Hanya selang sehari setelah penyerangan terhadap Taehyung, Black Dragon langsung dibakar. Pasti komplotan vampire melakukannya sebagai bentuk penyerangan dan aksi balasan. Sial, memikirkan itu saja Dongwook ingin menghancurkan sesuatu. Rencananya hancur berantakan. Jika saja Lisa menuruti permintaannya hanya dengan memberikan informasi tentang vampire yang ditangkap Myunggyu, semua tidak akan sepelik ini. Black Dragon mungkin tidak akan hancur. Bisnis favoritnya…
Lisa terjatuh ke lantai karena sudah tak kuat menahan sakit. Ia mengerang kesakitan karena luka di lengannya yang semakin menganga.
“Tidak ada yang boleh menyakiti vampireku.” ucap Dongwook dengan mata berkilat marah. “Aku yang sudah membuatnya sejauh ini dan kau berusaha membunuhnya?!”
Lisa menggeleng-geleng dan terus mengisak tangis. Apa yang sebenarnya terjadi, dia tidak mengerti sama sekali. Dongwook begitu marah saat tahu Taehyung sudah ia serang dan sakiti. Kenapa Dongwook memperlakukan Taehyung spesial seperti itu??
“Kumohon ampuni aku…” isak Lisa histeris saat melihat Dongwook mengarahkan pistol padanya.
“Tidak ada yang bisa kumaafkan.” tukas Dongwook dengan seringai menyeramkan. “Kaulah yang membuat Black Dragon hancur.” Dongwook harus melampiaskan kemarahannya beberapa hari ini, betapa ia frustasi untuk bencana demi bencana yang terjadi pada bisnisnya. Ia tidak akan membiarkan ada kecacatan lagi di sekitarnya. Semua yang tidak sesuai dengan keinginannya akan ia hancurkan.
Lisa menggeleng-geleng takut, memundurkan badannya menjauh. Darah sudah mengalir membasahi lantai sementara ia terus menyeret badannya mundur. Ini bagaikan mimpi terburuk yang menjadi kenyataan. Dongwook tak mungkin tega membunuhnya bukan? Lantas apa maksud ciuman yang diberikan selama ini?
Dongwook menatap Lisa dingin, tidak menganggapnya sama sekali. “Selamat tinggal.”
Dorr! Dorr!
Dongwook menembak wanita itu tepat di dada. Menembaknya dua kali sampai wanita itu sudah tidak bergerak lagi karena nyawanya yang langsung putus.
Dongwook melempar pistol ke lantai. Wajahnya masih datar seolah dia baru saja tidak membunuh tanpa belas kasihan. Ia melihat mayat wanita itu, bagaimana darah keluar dan menutupi dressnya yang berwarna putih, mengalir di lantai penthouse-nya.
Dongwook mengusap bekas darah Lisa di pipinya. Ia berbalik pergi dan mengambil kembali telpon wireless di sofa. Raut wajahnya masih dingin dan kelam. Ia menelepon anak buahnya.
“Segera datang. Ada yang harus dibersihkan di rumahku.” tukasnya.
Dongwook sudah tidak akan bermain-main lagi. Ia akan membawa Taehyung kembali padanya dengan caranya sendiri.
😱😱
Mengerikan kau, Dongwook..
So.. Lisa sudah mati tapi yg membunuhnya justru adalah...
😱
apa yg selanjutnya dilakukan Dongwook?
Jangan lupa berikan jejaknya🐾🐾