Vampire In The City

Vampire In The City
Sindikat Penjualan Vampire




Seokjin dan Yoongi membereskan apa yang terjadi di basement rumah Jimin. Vampire yang dikurung itu dilepaskan. Ia menceritakan bahwa ia berasal dari clan Leon. Ia berada di bar beberapa bulan lalu dan seseorang memberikan minuman gratis padanya, yang tak diduga ternyata minuman itu berisi obat tidur. Vampire itu sama sekali tak menyangka bahwa dirinya akan disekap dan dieksploitasi. Ia tak menduga bahwa ada manusia yang mengetahui identitas dirinya sebagai vampire dan menjebaknya seperti ini.


Vampire itu berasal dari kota Jeju, cukup jauh sampai bisa dibawa ke Seoul. Ini menandakan ada sindikat besar di Korea Selatan mengenai eksploitasi vampire. Entah bagaimana semua bisa dilakukan dengan rapi tanpa diketahui masyarakat jika tidak ada organisasi elit yang bekerja di dalamnya.


Yoongi memang pernah mendengar kabar simpang siur bahwa ada sekelompok manusia yang memanfaatkan darah vampire. Secara berkala meminum darah vampire supaya tetap awet muda, membuat kuat, bahkan katanya dipercaya bisa menghilangkan penyakit mematikan di dalam tubuh. Melihat apa yang terjadi di rumah Jimin malam ini, pasti ada vampire-vampire lain di luar sana yang juga mendapat perlakuan yang sama : ditangkap untuk dieksploitasi.


Taehyung berusaha menenangkan Jimin di kamarnya. Jimin masih seperti terkena panic attack. Banyak pertanyaan berseliweran di benaknya yang membuatnya sulit bernafas karena tegang dan takut. Ia tak habis pikir jika ibunya terlibat dalam eksploitasi vampire.. Lalu apa yang dilakukan Seokjin dan Yoongi di basement masih menjadi tanda tanya besar. Apa kedua orang itu tidak takut berhadapan dengan vampire yang sudah dilepas? Jangan-jangan darah mereka habis dihisap vampire.


Akhirnya setelah beberapa lama mengobrol dan Taehyung pun berusaha meyakinkan Jimin bahwa semua sudah baik-baik saja, Jimin bisa tertidur, meski alisnya masih melengkung.


Taehyung mendesah, melihat temannya yang tertidur di ranjang. Sampai saat ini pun Taehyung belum bisa mengatakan apa-apa mengenai identitas dirinya dan hyungnya yang merupakan vampire. Ia tidak mau kehilangan teman. Ia masih ingin terus berteman dengan Jimin dan Jungkook. Taehyung akan mengusahakan segala cara supaya ia tidak kehilangan persahabatan ini.


“Tae…” panggil Seokjin di depan pintu kamar.


Taehyung menoleh dan segera mendekati kedua hyungnya. “Apa vampire itu sudah pergi?” bisiknya.


Seokjin mengangguk lalu kembali melirik ke arah ranjang, memastikan Jimin memang tertidur. “Dia sudah kusuruh kembali ke clan-nya di Jeju.”


“Je-Jeju? Itu jauh sekali… Clan-nya pasti mencarinya sejak lama…” ujar Taehyung sedih.


Seokjin menepuk punggung Taehyung. “Itu sebabnya aku selalu menyuruhmu hati-hati kan.. ada banyak oknum manusia jahat seperti itu, Tae.”


“Yang jelas ibu Jimin saat bangun nanti tidak akan mengingat apapun mengenai kejadian hari ini dan semua tentang vampire,” ujar Yoongi, “Meski aku sebenarnya ingin tahu siapa yang ada di balik semua ini dan darimana wanita itu mendapatkan vampire.”


“Kudengar dia mantan dokter?” ucap Seokjin pada Taehyung dan bayi vampire itu memberi anggukan. “Dia mungkin pernah tergabung dalam komunitas sindikat penjualan vampire.” kata Seokjin menoleh pada Yoongi.


“Pe-penjualan vampire?” Mata Taehyung membola horor, tak sanggup membayangkan makna sesungguhnya di balik kalimat itu.


“Darah vampire dieksploitasi dan dijual secara ilegal untuk memberikan kekuatan dan awet muda. Ini akan menjadi perjuangan panjang untuk para vampire bisa hidup di dunia dengan adanya oknum penjualan vampire seperti ini.”


Wajah Taehyung berubah muram. Jadi para vampire pun tak hanya harus berjuang hidup di antara manusia dengan menyamar, tapi juga perlu berhati-hati dari sindikat perdagangan vampire? Mengapa dunia semakin mengerikan?


“Huh, ini semacam survival game?” tukas Yoongi, “Kita bertahan hidup dari meminum darah manusia, sementara sekelompok manusia pun berusaha menangkap vampire untuk meminum darahnya?”


Seokjin tersenyum tipis. “Kita tidak menyerang manusia untuk meminum darah mereka. Tapi untuk bisa mengambil darah vampire, mereka pasti perlu menyekap dan menyiksa vampire. Yang jelas kita harus semakin waspada.”


“Apa kita harus pindah kota lagi?” tanya Yoongi pelan pada Seokjin.


Mendengar itu, Taehyung langsung menggeleng-geleng dan memegang lengan Seokjin, menunjukkan wajah memohon pada sang Alpha. “Hyung… kumohon jangan pindah lagi…”


Seokjin membalas memandang bayi vampire itu. Ia bisa mengerti hal seperti itu sangat tidak mengenakkan untuk Taehyung. Taehyung sudah berhasil mendapat teman dan tampaknya mood bayi vampire itu sangat baik di kota Seoul ini. Seokjin tidak tega jika harus memupus harapan Taehyung. Dan hal penting lainnya… Seokjin pun tidak ingin berpisah dari Soojung. Ia sangat menyukai Soojung.. jika harus pindah kota sekarang ini, Seokjin juga tidak mau.


“Kita akan tetap di Seoul…” kata Seokjin akhirnya, “Yang penting aku sudah menghapus memori ibu Jimin. Apa aku juga perlu menghapus memori temanmu?”


Taehyung tercengang, ia menoleh ke belakang melihat temannya yang sedang tertidur.


“Kurasa tidak perlu…” ujar Yoongi, “Darahnya sudah bercampur dengan darah vampire. Ia perlu mengetahui apa yang terjadi dalam tubuhnya itu. Menghapus ingatannya hanya akan membuat rumit.”


Seokjin melirik Yoongi, mengerti dengan pendapat vampire itu. Seorang manusia yang ditransfusikan darah vampire akan menjadi ketergantungan pada darah vampire dalam jangka waktu tertentu, mungkin setiap satu bulan sekali. Jika tidak, manusia yang bersangkutan akan mengalami ketidaknyamanan dalam tubuh dan aliran darahnya. Jimin juga mungkin akan merasakan hal itu, ia akan membutuhkan darah vampire bagi tubuhnya.


“Fair enough.” ucap Yoongi setuju.


Taehyung memandang Jimin dengan cemas. Mengapa hal ini harus terjadi pada temannya? Tubuh Jimin tidak akan pernah sama lagi semenjak darah vampire ditransfusikan ke dalam tubuhnya.


“Tae, ayo kita pulang… ini sudah terlalu larut.” Seokjin memegang bahu Taehyung.


“Namjoon dan Hoseok pasti sudah cemas di rumah menunggu kita.” tambah Yoongi.


Taehyung mengangguk dan akhirnya mengikuti kedua hyungnya untuk pergi meninggalkan kamar. Ia berharap semua berjalan dengan baik dan seperti sedia kala.


****


Pagi itu Jimin terbangun. Ia membeku menatap kosong langit-langit kamarnya, mengingat lagi apa yang sudah terjadi semalam. Vampire. Darah. Taehyung. Ibunya… lalu Seokjin dan Yoongi…


Jimin merebak selimut dan langsung keluar kamar hendak mencari ibunya. Ia mendengar suara dari dapur, seperti ada yang sedang mencuci piring. Jimin bergegas ke dapur dan melihat ibunya sedang bersenandung ceria sambil mencuci piring.


Jimin sangat heran. “Eomma?”


Ibunya itu menoleh dan memberi senyum pada anaknya. “Pagi, Jiminnie~”


Jimin masih membeku sementara ibunya itu memeluknya, hal yang biasa dilakukan ibunya setiap pagi untuk menyapanya. Jimin tak mengerti kenapa ibunya seolah tidak mengingat apapun yang terjadi semalam?


“Kau kuliah jam berapa? Sarapan dulu ya. Eomma sudah membuat pancake favoritmu.”


Mata Jimin mengerjap-ngerjap. “Eo-Eomma… Semalam… kejadian semalam…”


Ibunya itu tampak bingung. “Semalam? Semalam ada kejadian apa, Jiminnie? Rasanya semalam Eomma langsung tidur cepat dan tidak sempat menunggumu pulang kuliah…”


Ini tidak mungkin. Jimin sangat tercengang. Dirinya kah yang bermimpi mengenai kejadian semalam? Jimin melirik pergelangan tangannya, masih ada bekas merah, bekas infus, menandakan kejadian semalam itu memang nyata. Tapi anehnya, ibunya sama sekali tidak mengingatnya? Apa ibunya terkena amnesia?


“A-apa semalam Eomma tidak ingat menyuntikku? D-dan Taehyung datang–“


Ibunya itu mengernyit semakin bingung. “Jiminnie, Eomma tidak mengerti maksud perkataanmu. Kapan Eomma menyuntikmu, hm? Apa kau baru bermimpi buruk, Jiminnie?”


Mustahil. Ibunya ini benar-benar tidak mengingat kejadian semalam. Dilihat dari raut dan tatapan mata ibunya, Jimin yakin wanita itu sungguh-sungguh tidak berbohong.


“A-anni…” ucap Jimin akhirnya, tidak ingin memperpanjang kepelikan yang ada, “Sepertinya aku memang semalam bermimpi buruk, Eomma, maaf.”


Ibunya itu memberi senyum dan menarik lengan Jimin, membawanya ke meja makan. “Kajja… kau sarapan dulu ya.”


Jimin memberi anggukan, masih tercengang dengan kenyataan ibunya tidak mengingat apapun yang terjadi semalam. Jimin harus menanyakannya pada Taehyung. Apa yang telah terjadi sampai ibunya tidak mengingat apapun? Dan apa yang dilakukan kedua hyungnya pada vampire di basement??


Jimin melirik ke pintu menuju basement. Pintu itu terlihat dikunci dan digembok. Jimin bertanya-tanya apa yang melakukannya adalah kedua hyung Taetae?


🎃🎃


Jangan lupa berikan jejak berupa like, comment, share dan vote ya 😁