
🎃🎃
“Aku tidak mengerti hanya untuk memakan pasta sampai harus pergi ke hotel bintang lima…” ujar Jungkook. Saat ini dirinya dan Taehyung sudah berada di dalam mobil dan sedang dalam perjalanan pulang. Taehyung sedang mengamati kartu gold yang diberikan MC untuk Jungkook, kartu itu nantinya tinggal ditunjukkan pada resepsionis hotel untuk diantar ke kamar khusus. Itulah penjelasan yang Jungkook dapat dari staf Black Dragon, prosedur Jungkook menerima hadiah spesialnya.
Sejak tadi Taehyung memang belum berkomentar. Dirinya terlalu syok dengan fakta ini. Jungkook saja mengatakan hal yang sama, terlalu aneh menyantap pasta di sebuah kamar hotel mewah. Biaya hotel lebih mahal dibandingkan pastanya, itu pun kalau pasta dalam artian sebenarnya. Jika Linguine yang dimaksud adalah sama seperti yang ada dalam web Delicious Pasta, harga yang tertera di sana sangat fantastis mencapai ratusan juta. Kalau seperti itu baru wajar jika disebut sebagai doorprize atau hadiah spesial.
“Jungkook, berikan ini untukku.” ujar Taehyung dengan mata masih memandangi kartu gold.
“Anni.” tukas Jungkook dan langsung mengambil kartu yang dipegang Taehyung dengan tangannya yang bebas memegang setir.
Taehyung terhenyak. Ini tidak bisa dibiarkan. Vampire itu langsung mempoutkan mulutnya, berharap aegyo berhasil melunakkan hati manusia. “Jebal.. untukku saja ya ya ya? Aku suka pasta.”
Jungkook nyengir masam melihat ekspresi Taehyung itu, jarang-jarang ia melihatnya, namun membuatnya cringe. “Ini punyaku.”
“Aishh jinjja~!!” tukas Taehyung merengek.
“Kita bisa ke sana sama-sama kalau kau penasaran, Tuan Vampire.” gumam Jungkook memutar bola mata.
“Huh…” Taehyung tak punya pilihan lain. Dia pun penasaran dengan apa yang nantinya akan diberikan sebagai hadiah spesial, benarkah pasta atau bukan. “Oke kalau begitu, Jeon. Kapan katanya kita bisa kesana?”
“Kamis,” sahut Jungkook, “Kita bisa kesana pulang kuliah.”
Taehyung tersenyum sendiri. Ia tidak sabar ingin tahu apa yang nantinya akan disajikan. Jika benar sindikat penjualan vampire, Taehyung akan langsung menghancurkan Black Dragon.
***
Alisnya mengernyit. Taehyung sedang tertidur lelap manakala ia mendengar suara keributan yang mengusik tidurnya. Hari ini adalah hari Minggu, ia tidak mengerti mengapa di hari Minggu kediaman Kim Brothers yang biasanya lengang dan tenang malah gaduh seperti ini.
“Arghh…” Taehyung mengambil bantal dan menutup telinganya, berusaha kembali tidur. Tapi sial telinga vampire memang sangat peka, ia masih bisa mendengar suara gaduh itu. Semacam suara tembakan dari lantai basement.
Tembakan?
Taehyung langsung duduk bangun. Ia baru akan mencerna semuanya saat tiba-tiba Jimin masuk ke dalam kamar. “Taetae~!!!” seru Jimin dengan senyum mengembang. Melihat temannya yang masih setengah sadar itu Jimin mendengus mencemooh, “Kau masih di tempat tidur? Ini sudah hampir jam 1!”
“Ughh.. aku masih mengantuk.” tukas Taehyung menggaruk rambut dengan mata terpejam.
“Kudengar dari Jungkook, semalam kalian ke club? Pulang pagi? Oh man!!” Jimin melompat ke tempat tidur dan menerjang Taehyung. “Sudah puas bersenang-senangnya?”
“Shut up.” Taehyung berusaha menyingkirkan badan Jimin yang menindihnya. “Ngomong-ngomong itu ribut-ribut apa?”
“Dih…” Jimin mengatur badannya untuk duduk di pinggir, “Kau tidak bertanya kenapa aku ada disini?”
“Wae?”
“Basement rumahmu sudah selesai sepenuhnya dan bisa digunakan untuk berolahraga. Seokjin Hyung yang mengundangku. Di bawah itu mereka sedang mencoba arena menembak menggunakan pistol. Tidak terlalu ribut kok karena basement kan menggunakan peredam suara. Tapi ahhh… karena kau vampire telingamu pasti lebih sensitif.” ujar Jimin panjang lebar.
“Mwo?” Mata Taehyung kini sepenuhnya terbuka. Jadi suara ribut di bawah itu betul suara tembakan?
“Cuma kau yang masih tidur.” Jimin mencolek lengan Taehyung, “Aku diminta untuk memanggilmu ke bawah karena sebentar lagi makan siang bersama. Kajaaa…” Jimin menarik lengan Taehyung untuk keluar dari tempat tidur.
Taehyung menggerutu sebal dan membiarkan saja dirinya ditarik Jimin menuju basement. Belum mandi, belum sisiran, masih memakai piyama… Taehyung hanya berniat setor muka saja pada para hyungnya, makan sedikit lalu kembali ke kamar untuk tidur.
Saat sampai di basement, Taehyung sangat terkejut karena ternyata ada Jungkook dan kakak perempuannya di sana. Soojung sedang memegang pistol, menembaki target sementara Seokjin dan Namjoon sedang terpukau.
Taehyung menoleh protes pada Jimin. Temannya itu tidak mengatakan kalau ternyata ada tamu lain di rumah ini. Jimin memberi cengiran cuek saja.
Taehyung sudah berencana akan kabur saat Hoseok memanggilnya, “Ah, Taehyung akhirnya sudah bangun!”
Sial.
Semua mata menoleh ke arahnya dan Taehyung belum pernah merasa dipermalukan seperti ini. Seharusnya dia tidak perlu malu, dia kan vampire. Tapi dirinya masih memakai piyama dan bermuka bantal. Tamatlah riwayatnya.
Yoongi terkekeh saja dan mengangguk. Seokjin geleng-geleng sedangkan Namjoon tersenyum prihatin.
“Baru bangun, Kim?” tanya Jungkook menahan senyum, melihat penampilan vampire itu dari atas sampai ke bawah, begitu berbeda dengan saat di club. “Aku sudah disini sejak sejam yang lalu.”
Taehyung memutar bola mata, ia tidak butuh pengakuan Jeon Jungkook. Walau jujur saja Taehyung sangat merasa malu.
“Sehabis makan aku mau berolahraga dengan Jungkook,” ucap Namjoon tiba-tiba semangat, “Kudengar dia juga senang bertinju. Perfect.”
“Apanya yang perfect?” tanya Jimin mengernyit.
“Aku sudah menemukan partner in crime, xixixi.” Namjoon mengekeh sendiri, dia cukup puas karena ada juga orang yang mencintai olahraga selain dirinya. Lalu ia menoleh pada Hoseok, “Kau juga bersiaplah… Harimu akan semakin berat mulai sekarang.”
“UGHH!!!” Hoseok menggerutu keras membuat Yoongi dan Soojung tertawa.
Akhirnya mereka makan siang bersama, Taehyung tidak bisa menghindar lagi. Dia ikut makan dengan yang lain. Baru setelah makan dia permisi untuk mandi dan berganti pakaian. Seokjin bahkan sempat mengingatkannya untuk kembali lagi ke basement.
Setelah mandi, Taehyung terpaksa kembali ke basement. Setiap orang sudah sibuk dengan urusan masing-masing. Di sisi kiri, Soojung, Seokjin dan Yoongi sedang menembak. Di tengah, Namjoon dan Hoseok sedang menggunakan alat-alat gym. Taehyung prihatin dengan Hoseok, wajahnya sudah seperti akan menangis karena disuruh melakukan ini itu oleh Namjoon. Sementara di sisi kanan ada Jimin dan Jungkook yang sedang bertinju. Sebenarnya Jimin hanya memperhatikan saja, tidak ikut bertinju, Jungkook sedang fokus meninju samsak berkali-kali.
Taehyung akui kalau sepertinya Jungkook tidak bercanda dengan kata-katanya yang pernah mengatakan bahwa Jungkook jago bertinju. Dan rupanya Jungkook juga tahu tekniknya secara profesional. Taehyung juga ingat kalau mahasiswa di kampus tidak mau berurusan dengan Jungkook karena tahu pria itu pandai bertinju.
Taehyung tidak tahu apa yang harus ia lakukan di basement ini. Seokjin pasti membuat basement ini untuk mempersiapkan semua orang jika suatu hari nanti ada penyerangan dari pihak sindikat atau pun hunter. Taehyung setuju dengan keputusan bijak Alphanya. Meski mereka vampire, tapi tetap perlu juga punya kekuatan fisik yang dilatih terus menerus.
Taehyung merasa dia akan ikut latihan menembak saja. Dia merasa itu yang paling cocok untuknya. Hunter memiliki skill menembak jadi Taehyung tidak mau kalah dari hunter.
Taehyung pun bergabung dengan Soojung, Seokjin dan Yoongi.
“Kau mau coba?” ucap Yoongi saat melihat Taehyung. “Cobalah.” Diberikannya pistol pada Taehyung.
Bidikannya adalah bantalan berbentuk manusia, lengkap dengan anatomi tubuhnya. Taehyung menyipitkan mata, fokus pada bidikan itu. Ia pun mulai menembak dan mengenai perut manusia itu. Tidak ada peluru yang terbuang percuma, semua mengenai bagian perut.
“Wow…” ucap Soojung terpana sambil menghadap Taehyung, “Kau sudah pernah menembak?”
“Anni…” Taehyung memberi smirk saja.
Seokjin menatap Taehyung sambil mengulum mulut. Yoongi pun merasakan pergolakan emosi di dalam Taehyung yang tiba-tiba berubah.
“Tembak jantung untuk membunuh vampire.” Taehyung menembak ke arah bantalan manusia dan tepat mengenai jantung. Ia menembak dua kali dan tidak ada yang meleset. Soojung mengeluarkan suara terkejut namun kagum.
“Tembak kaki…” Taehyung menjilat bibir dengan smirk lalu menembak kaki manusia itu, “Jika kau ingin membiarkannya hidup.”
Seketika yang lain berhenti dengan aktivitasnya dan memandang ke arah Taehyung. Namjoon dan Hoseok berhenti olahraga, Jimin dan Jungkook pun demikian. Tidak ada satu pun yang tahu kalau ternyata Taehyung bisa menembak?
Smirk Taehyung semakin panjang dengan mata membola. “Tembak kepala untuk membunuh manusia.” Ia pun menembaki kepala manusia berkali-kali sampai bantalan itu robek di bagian kepala, busanya sedikit keluar akibat kerusakan yang dibuat Taehyung.
“Tae….” ucap Yoongi sedih. Seokjin pun hanya menatap anggota clannya sementara Soojung membesarkan mata, bukan karena skill atau ucapan Taehyung barusan, namun karena sebelah mata vampire itu yang berwarna putih. Ini pertama kalinya ia melihat vampire bermata menyeramkan seperti itu.
Taehyung merasa sekelilingnya begitu berputar. Tiba-tiba di kepalanya ia mendengar suara-suara mesin kesehatan dan kekehan manusia, suara decitan meja besi, juga bau asap cerutu yang membuatnya muak.
Taehyung memegang sebelah kepalanya yang migran. Ingatan jahanam.
“Tae!” Ucapan Jimin itu mengagetkannya kembali ke dunia nyata. Jimin memegang lengannya, Yoongi memeganginya juga sementara sang Alpha mengambil pistol dari tangan Taehyung.
Shit. Apakah dia sudah kehilangan akal sehat?
Taehyung mendongak dan melihat Jungkook yang sedang menatapnya. Alis Jungkook itu melengkung ke bawah, seolah sedang memikirkan sesuatu yang menyedihkan. Taehyung tidak akan menyalahkan Jungkook jika pria itu kembali menganggapnya sebagai monster. Well, dia akui… dia memang monster.
🎃🎃
jangan lupa berikan jejak 🐾🐾