Vampire In The City

Vampire In The City
Set Me Free (special chapter - Halloween)




Kook…


Kookie…


Jungkook mengerang pelan karena masih sangat mengantuk. Badannya terasa sangat nyaman dan hangat. Perlahan Jungkook membuka mata dan melihat Taehyung yang tersenyum cerah padanya memberi senyum kotak.


Jungkook merasa matanya silau karena sinar matahari. Badannya sangat nyaman karena ia tengah berbaring di hammock. Dia melihat sekelilingnya, ternyata mereka berada di pantai. Hati Jungkook merasa lega, ini suasana yang nyaman tanpa ketakutan dan kecemasan sama sekali.


“Berapa lama aku sudah tidur?” tanya Jungkook sambil mengucek matanya.


“Lama sekali.” jawab Taehyung setengah tertawa.


Mata Jungkook berbinar melihat Taehyung dalam keadaan utuh, sehat dan wajahnya begitu sumringah. Jungkook bangkit keluar dari hammocknya dan tersenyum lebar pada Taehyung. Vampire itu mengenakan kemeja pantai dan celana pendek. Pemandangan yang baru pertama Jungkook lihat pada diri V. Tapi itu lucu sekali, si sangar kini kelihatan seperti orang normal.


“Kau asik tidur sementara aku harus merapikan barang-barangmu di villa.” kata Taehyung.


“Kau kan vampire punya tenaga lebih ekstra dibandingkanku.”


Taehyung memutar bola mata. “Aku bosan dengan alasan yang sama, Jeon.”


Jungkook mengekeh dan merangkul bahu Taehyung. “Jadi… kenapa kau membangunkan, Tae?”


“Para hyung sudah menunggumu sejak tadi,” ujar Taehyung, “Kasihan mereka menunggu dirimu yang terus tidur dan tidak ingat sekitar.”


Jungkook mengekeh. “Apa salahnya hanya sekedar tidur siang?”


Taehyung terdiam, ekspresinya berubah kelu. Ia meringis pada Jungkook. “Tapi kau tidur terlalu lama, Jungkook. Saatnya kau bangun.”


Jungkook menaikkan sebelah alis, tidak mengerti dengan ekspresi yang diberikan soulmatenya itu.


Taehyung langsung tersenyum menunjukkan eye smile dan barisan giginya yang rapi. “Tidak perlu ada yang kau cemaskan. Sekarang kau harus beraktivitas kembali dengan normal.”


Jungkook bingung dengan perkataan itu, Taehyung pun mendorong punggungnya dari belakang, menyuruhnya berjalan menuju para hyung yang sudah menunggu sedari tadi.


“Oi, Kook~” Hoseok melambaikan tangan. Dirinya bersama Seokjin, Soojung, Namjoon, Yoongi dan Jimin. Mereka melambai di kejauhan menyuruh Jungkook untuk segera datang mendekat.


Jungkook akhirnya menurut dan berjalan menuju mereka. Ia menoleh ke belakang untuk melihat Taehyung namun vampire itu tidak ada, tiba-tiba menghilang. Jungkook memutar cepat badan dan melihat sekeliling, mendadak panik karena tidak melihat Taehyung lagi.


“Tae?” Mata Jungkook membola, tak terima karena Taehyung menghilang begitu saja dari pandangan matanya.


“Jungkook~!!” panggil Jimin di kejauhan sambil melambaikan tangan.


“Jungkook-ah, sini~” panggil Soojung, kakaknya.


Jungkook sangat bingung. Apa yang sebenarnya terjadi? Kemana Taehyung? Mereka sedang liburan kan? Kenapa vampire itu tiba-tiba menghilang bagai magic?


Kepala Jungkook sangat sakit. Ia mengaduh kesakitan sambil memegang kepala. Dan scene tiba-tiba berubah.. yang tadinya suasana pantai kini ia berada di hutan yang sangat gelap. Hutan rimba yang membuat matahari tidak kelihatan karena begitu tinggi dan rimbunnya pohon-pohon di sana.


Nafas Jungkook tercekat, kaget dengan perubahan suasana yang ada. Ia mendengar suara kekeh tawa dari balik pohon.


“Tae?” tanyanya cemas. Walau ia tahu suara tawa itu bukan suara Taehyung sama sekali. Tawa jahat milik orang yang ia benci.


Jungkook memutar badan saat ia mendengar suara semak-semak. Sekilas ia melihat bayangan tubuh Taehyung yang melesat ke balik pepohonan.


“Tae!” panggil Jungkook dan bergegas ke pepohonan itu namun tidak menemukan apa-apa. Dan semakin lama hutan ini semakin gelap. Bisa-bisa Jungkook takkan melihat apa-apa disini. Ini begitu menyeramkan, apa yang dilakukan soulmatenya di tempat seperti ini?


“Jungkook…”


Ada bisikan kecil di belakangnya. Jungkook langsung memutar badan. Air mata sudah tak terbendungi lagi saat melihat Taehyung berdiri di sana. Sebelah matanya berwarna putih seperti hantu, pakaiannya berwarna putih namun penuh dengan noda darah, juga ada bekas luka biru di sana sini.


“Oh God… Tae…” isak Jungkook karena melihat kondisi soulmatenya itu. Pasti sindikat yang sudah melakukannya. Hati Jungkook sangat sakit melihat bagaimana seseorang bisa mengalami hal seperti itu di dunia ini.


“Aku tidak mau ada disini.” ucap Taehyung. Wajahnya berubah sangat kesakitan dan air mata mengalir. “A-aku tidak mau…”


“Tae… aku akan membawamu keluar dari sini.” Jungkook menangis namun ia tidak bisa menggerakan badan untuk menghampiri vampire itu.


Jungkook tahu meski Taehyung yang menyerahkan dirinya sendiri ke tangan sindikat demi membebaskan dan tidak membahayakan yang lain, tapi Taehyung sebenarnya tidak pernah menginginkan dirinya kembali ke sindikat. Itu hanya akan menambah luka dan penderitaan. Jungkook tahu bahwa yang diinginkan Taehyung adalah kembali ke clan… kembali ke sisinya.


“No… Lepaskan! Lepaskan aku!” pekik Taehyung berderai air mata saat tubuhnya ditarik oleh dua orang yang wajahnya tak nampak sama sekali. Mereka menarik paksa Taehyung pergi dari sana meninggalkan Jungkook.


“Aku tidak mau!!”


“Andwae!!” isak Jungkook histeris namun tak bisa berbuat apa-apa melihat vampire itu dibawa pergi. “Andwae!!”


Manusia itu menangis tersedu-sedu. Dada kirinya sangat sakit. Jika ini mimpi mengapa ia merasa sesakit ini? Jungkook menutup wajah dengan kedua tangan, menangis terisak-isak. Ia begitu membenci sindikat… Ia begitu membenci orang-orang yang sudah mengambil Taehyung.


Jungkook berjanji… dengan tangannya ini ia akan menghancurkan sindikat.


****


Seokjin memutuskan untuk mereka pindah tempat tinggal sementara waktu ini. Bagaimanapun sindikat tidak bisa diremehkan begitu saja. Jangan-jangan mereka akan kembali menyandera yang lain atau bahkan menangkap anggota clan. Jadi Seokjin membeli rumah di kawasan perkebunan, jauh dari keramaian kota Seoul, jaraknya sekitar 1,5 jam perjalanan dari rumah sebelumnya. Ini sebagai antisipasi supaya sindikat tidak melacak mereka lagi. Dengan cepat Seokjin mengambil keputusan itu sehari setelah melihat kembalinya Jungkook dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.


Ibu Jimin pun diminta untuk beberapa waktu ini tinggal di luar negeri, ke rumah kerabat, untuk menghindar dari kekacauan demi kekacauan yang dibuat sindikat. Sementara Jimin tetap berada di Seoul, dia tinggal bersama clan Kim. Ibu Jimin sudah diberikan pengertian dan penjelasan mengenai apa yang terjadi, untunglah wanita itu mau mengerti.


Jungkook masih dalam kondisi tak sadarkan diri. Bahunya sudah dijahit dan luka-luka lain sudah berusaha diobati Yoongi namun manusia itu masih terlalu lemah dan belum sadar. Jungkook dan Soojung ikut dibawa ke kediaman clan Kim yang baru. Soojung sampai harus membuat alasan pada pamannya bahwa Soojung dan Jungkook harus tinggal di kos dekat kampus untuk memudahkan tugas kuliah karena mereka sudah semakin senior.


Jadi di rumah baru itu kini berkumpul Seokjin, Soojung, Yoongi, Namjoon, Hoseok, Jimin dan Jungkook. Rumah itu cukup besar terdiri dari 3 lantai, banyak kamar yang bisa ditempati.


Sudah hampir seminggu dan Jungkook masih belum sadarkan diri. Meski ia sudah melewati masa kritis namun Soojung masih mencemaskan adiknya. Ia tak bisa membayangkan apa yang sudah dialami Jungkook di sindikat sampai seperti ini. Wanita itu tak tahan saat mendengar Yoongi mengatakan rusuk Jungkook ada yang patah.


Untuk sementara tidak ada yang bisa mereka lakukan untuk menemukan Taehyung. Lokasi markas sindikat sampai saat ini belum diketahui. Dewan vampire sudah mengecek ke seluruh daerah di Korea Selatan dan sama sekali tidak menemukan tanda-tanda lokasi penyekapan vampire yang dieksploitasi.


Miris memang karena bagaimana clan Kim belum berhasil menyelamatkan satu anggota clan mereka. Namun bukan berarti Seokjin sebagai Alpha tidak melakukan apa-apa. Ia tetap akan mencari anggota clannya. Dan saat ada kesempatan untuk menghancurkan sindikat pasti akan ia lakukan.


***


Donghyuk berada di ruang rapat bersama tim dewan membicarakan anggaran dan perencanaan yang tak ada habisnya. Pria itu hanya duduk dengan tatapan kosong. Sebenarnya mentalnya masih terguncang bagaimana fakta kematian kakak dan saudara iparnya adalah akibat perbuatan sindikat. Donghyuk belum tahu harus melakukan apa setelah mengetahui fakta ini.


Sejak dulu ia selalu membenci vampire dan mengabdikan diri sepenuh hati pada pekerjaan dan pada sindikat. Ia membenci vampire dan menularkannya pada dua keponakannya, memberitahu mereka sejak kecil bahwa vampire yang membunuh orangtua mereka. Bahwa vampire adalah monster.


Namun…


Donghyuk kini mengetahui bahwa vampire berubah menjadi monster akibat perbuatan sindikat yang memasukkan obat-obat asing dan berbahaya. Jadi sekarang siapakah monsternya?


Orangtua Jungkook memang dibunuh oleh vampire, tapi yang melatarbelakanginya adalah karena cekcok dengan pihak sindikat. Entah apa yang diperdebatkan sampai sindikat harus melemparkan Donghwa dan Chanmi ke ruangan berbahaya tempat vampir tua dikurung. Dengan sengaja dilakukan supaya keduanya mati.. bahkan dengan cara yang begitu mengenaskan.


Donghwa dan Chanmi adalah orang baik, Donghyuk tak meragukannya sama sekali. Chanmi bahkan aktif dalam kegiatan sosial, membantu mendanai beberapa panti asuhan. Jika Donghwa dan Chanmi terlibat cekcok panas artinya ada kebijakan di sindikat yang tak dapat diterima pasangan suami istri itu, atau entah keduanya berusaha melawan atau menentang tindakan sindikat. Donghyuk tidak kaget kalau sindikat menggunakan cara-cara kotor untuk membangun bisnis ini. Sepertinya itulah yang membuat cekcok?


Entahlah.


Kepala Donghyuk sangat mumet karena beberapa hari memikirkannya terus. Tapi dia tidak bisa diam saja setelah tahu penyebab kematian dua orang itu. Dia tidak mungkin diam saja.


Donghyuk menyadarkan diri dari lamunannya, bagaimanapun sekarang ia masih berada di ruang rapat bersama orang-orang penting. Dia harus tetap menunjukkan keprofesionalitasannya.


Dua anggota dewan sedang asyik membicarakan mengenai pelaku pembunuhan Myunggyu, ketua hunter sebelumnya. Donghyuk menjadi tertarik dengan pembicaraan itu karena akhirnya vampire yang membunuh Myunggyu sudah ditangkap?


“Vampire itu sudah berada di sindikat, dia dikurung di markas.” ujar Jaesuk.


“Kudengar bahkan vampire itu adalah vampire mutan milik sindikat sebelumnya?” tanya Somin dengan ekspresi wajah serius. Rapat anggaran kini berubah menjadi rapat gosip, lagipula pembicaraan ini lebih menarik dibandingkan membicarakan anggaran yang membuat sakit kepala.


“Yes. Itu sebabnya dia bisa membunuh Myunggyu dengan sadis seperti itu, karena dia merupakan vampire mutan.” ucap Jaesuk. Ia menunjukkan ponselnya. “Ini aku mendapat kiriman foto bukti bahwa vampire itu adalah vampire mutan milik sindikat.”


Jaesuk menunjukkan foto Taehyung yang tangan dan kakinya diikat ke tempat tidur, wajah putih pucat dan ada banyak kabel di kepala dan tubuhnya. Somin melihat foto itu dan mengangguk-angguk, sebenarnya cukup terbiasa melihat foto vampire yang ditawan di sindikat. Jadi baginya itu tidak aneh.


“Dia tampak masih sangat muda ya,” komentar Somin, “Kukira wajahnya bengis mengingat bagaimana Myunggu dan hunter lain yang dibunuh.”


“Kudengar dia sebelumnya manusia biasa dan beberapa tahun lalu menjadi project di sindikat sampai akhirnya berubah menjadi vampire mutan.” sahut Jaesuk. “Sindikat punya banyak project seperti itu namun tak banyak yang berhasil hidup menjadi vampire mutan.”


Somin meringis. “Itu sih sebenarnya mengerikan.”


Donghyuk pun jadi ingin tahu. Ia ikut melihat ke ponsel milik Jaesuk untuk melihat vampire yang membunuh ketua hunter sebelumnya. Seketika mata Donghyuk terbelalak. Wajah di ponsel yang berbaring di tempat tidur itu begitu familiar. Itu adalah wajah Taehyung teman dari Jungkook kan? Dia tidak mungkin salah… Itu memang Taehyung.


Donghyuk sangat syok, wajah seketika pucat seperti baru melihat hantu. Bagaimana bisa Taehyung berada di tangan sindikat? D-dan… anak itu ternyata merupakan vampire mutan sindikat…?


Sudah bekerja lama sebagai hunter membuat Donghyuk tentu hafal apa itu vampire mutan, apalagi jika vampire mutan sindikat. Itu mengartikan ada manusia yang diujicobakan sindikat dan berubah menjadi vampire mutan.


Seperti ada yang tersangkut di kerongkongan Donghyuk. Dan ia kembali teringat beberapa hari yang lalu bahwa Taehyung memang menghilang pergi membuat Jungkook mencemaskannya. Jadi apakah maksudnya Taehyung menghilang karena sudah tertangkap oleh sindikat??


Oh dan betapa Donghyuk teringat bagaimana Jungkook yang marah ketika Donghyuk sedang membahas pembunuh Myunggyu. Saat itu Jungkook tampak marah, kesal sampai meremukkan kaleng softdrink mendengar Donghyuk sedang menyumpahi pembunuh Myunggyu.


Donghyuk merasa kakinya berubah lemas. Jadi Jungkook pun sebenarnya sudah tahu kalau Taehyung adalah vampire???


I-ini sangat mengejutkan. Donghyuk merasa lidahnya berubah pahit. Ia semakin tak mengerti mengapa sindikat harus melakukan hal-hal keji dan kotor. Hati nuraninya tak dapat menerima bahwa Taehyung merupakan vampire mutan akibat perbuatan sindikat. Dan kini teman keponakannya itu tengah dikurung oleh sindikat dan entah bagaimana nasibnya di sana.


Donghyuk merasa cemas untuk apa yang menimpa vampire itu. Dia tahu betul kalau Taehyung adalah korban sindikat hingga akhirnya berubah menjadi vampire mutan.


****


Seluruh penghuni rumah lega saat Jungkook sudah sadarkan diri pagi itu. Ini adalah hari ke-8 semenjak Jungkook dikembalikan dari sindikat dalam kondisi kritis. Pagi ini Jungkook menggerakkan jemarinya membuat Jimin yang menemaninya terkejut. Ia langsung memanggil yang lain, mengabarkan berita gembira itu. Hell, sebelumnya Jungkook sama sekali tidak bergerak dan terus tidur.


Akhirnya di ruangan itu berkumpul Jimin, Seokjin, Soojung, Yoongi, Namjoon dan Hoseok, menanti Jungkook bangun.


Perlahan Jungkook membuka matanya. Sadar seperti ini membuatnya bisa merasakan sakit di beberapa bagian tubuh dan kepalanya pusing berat.


“Ya Tuhan… Jungkook…” gumam Soojung dengan mata berkaca-kaca karena adiknya sudah siuman.


“Akhirnya…” ucap Hoseok memberi senyum haru.


Jungkook melihat mereka satu per satu. Apa yang terjadi? Sekarang dia ada dimana? Alisnya mengernyit hebat saat terakhir yang ia ingat adalah pantai dan… hutan…


Seokjin menghela nafas lega dan merangkul bahu Soojung, ikut senang karena Jungkook akhirnya telah sadar.


Yoongi memandang Jungkook, dia bisa merasakan pergolakan emosi manusia itu sekarang, yang mulanya bingung kini berubah drastis menjadi sedih seperti teringat sesuatu yang pahit.


“Taehyung?” tanya Jungkook pada mereka dengan suara serak. Ia tidak melihat Taehyung di ruangan ini. Jangan katakan kalau soulmatenya masih berada di tangan sindikat…


Mata Jungkook berkaca-kaca, tidak sepatutnya ia menangis lagi. Orang-orang pasti mulai berpikir dia sangat cengeng dan lemah karena terus-terusan menangisi Taehyung.


Jadi ini artinya.. dia sudah gagal menyelamatkan Taehyung karena vampire itu masih dikurung oleh sindikat.


.


.


Setelah situasi mengharukan karena Jungkook akhirnya sadar, yang lain sangat perhatian pada Jungkook. Mereka bergantian menyuapi Jungkook makan karena Jungkook yang memang masih lemas dan belum bisa banyak bergerak. Jungkook tidak mengatakan apa-apa saat melihat kondisi tubuhnya sendiri. Seolah masih hangat, ia mengingat bagaimana pertarungannya di sindikat, rasa sakit di bahunya dan di sekujur tubuhnya. Jungkook tak mengerti mengapa sindikat melepaskannya? Apa ia hanya dimanfaatkan mentransfusi darah untuk Taehyung dan bertarung di kandang? Kenapa Jungkook tidak dikurung juga?


Jungkook diberitahu oleh Jimin bagaimana kini mereka semua tinggal dalam satu atap karena begitu urgent-nya kondisi yang ada. Mafia bisa menculik Jimin dan Soojung dulu… artinya sindikat sudah mengetahui semua alamat mereka masing-masing. Dan untuk menghindari perangkap yang sama, Seokjin membeli rumah baru ini sebagai tempat persembunyian.


Perlahan-lahan Jungkook pun diminta menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, apa yang sudah menimpanya. Ia menceritakan bagaimana ia disuruh datang ke sindikat karena Taehyung sekarat membutuhkan darah. Dan setelah darah Jungkook diambil, Jungkook dijadikan alat permainan di sindikat untuk bertarung melawan vampire, menjadi tontonan orang-orang yang berlangganan di sindikat.


Itu sangat menjijikkan. Tak ada lagi hal yang baik di sindikat, semua jelek dan memuakkan. Mendengar cerita Jungkook itu membuat yang lain hanya bisa mengutuki sindikat dan orang-orang di dalamnya.


Tapi memang Jungkook tidak menceritakan bagian dimana dia sudah membunuh vampire di sana. Jungkook hanya mengatakan bahwa petarungan selesai karena kondisinya yang sekarat. Ia terlalu malu untuk membicarakan bagaimana ia sudah membunuh vampire tepat di jantungnya. Hal seperti itu tidak akan enak didengar oleh Seokjin, Yoongi, Namjoon dan Hoseok yang merupakan vampire.


Yeah, Jungkook memang sudah membunuh vampire. Dirinya sudah terlalu kalut karena betapa menyiksanya pertarungan tersebut.


.


.


Jungkook duduk di balkon, melihat perkebunan di depan rumah. Pemandangan yang mendamaikan mata dan hati. Sebenarnya tempat ini bisa membantu siapapun untuk rileks karena jauh dari kehirukpikukan kota, membuatmu lupa dengan urusan kota.


Tapi…


Jungkook merasa hatinya masih sangat berat. Taehyung belum ditemukan dan memang dia bisa melupakan mimpinya begitu saja? Mimpi itu seperti komunikasinya dengan Taehyung. Soulmatenya yang sudah membangunkannya dari tidur panjang… tapi juga memberitahukannya bahwa Taehyung ingin ditolong dan dikeluarkan dari sindikat.


Taehyung tidak seharusnya berada di sindikat. Tempat itu hanya akan terus menambah duka nestapa dalam hari-hari vampire itu.


Jungkook memandang perkebunan dengan nanar.


“Taehyung pasti akan ditemukan…” gumam Yoongi tiba-tiba mengagetkan Jungkook. Entah dhampir itu sejak kapan sudah berdiri di sebelah tempat duduk Jungkook, seolah mengetahui apa yang dipikirkan Jungkook sekarang.


Jungkook tidak mengatakan apa-apa. Dia sudah mendengar kata-kata semacam itu ratusan kali.


“Menurutmu apa dia bisa melarikan diri dari sindikat?”


Yoongi tersenyum tipis. Itu pertanyaan sulit. “Kau pernah berada di dalam markas sindikat, bagaimana menurutmu?”


Jungkook hanya meringis, markas sindikat semacam tempat kurungan menyeramkan, seolah tidak ada jalan keluar dari sana. Obat bius pun sepertinya senjata pamungkas sindikat untuk membekukan lawan.


“Kalau Taehyung bisa melarikan diri, dia pasti bingung karena tidak bisa menemukan kita,” tukas Jungkook, “Dia tidak tahu kita ada di sini.”


Jungkook memang kurang setuju mereka bersembunyi di tempat ini bukan karena dia tidak memedulikan keselamatan yang lain, tapi ini hanya membuat Taehyung semakin jauh dari jangkauannya.


“Kami sesekali akan patroli ke rumah lama dan sekitarnya.” kata Yoongi. “Itu juga yang kami pikirkan mengenai Taehyung.”


Jungkook sudah tidak mengatakan apa-apa lagi. Ia harus segera memulihkan kekuatannya karena cepat atau lambat Dongwook pasti akan mengontaknya lagi. Dalam beberapa hari ini Taehyung akan kembali membutuhkan darah soulmatenya… Dongwook pasti akan mengontak Jungkook.


Dan saat itu terjadi, Jungkook tidak akan segan-segan lagi. Ia akan menyelamatkan Taehyung.


****


Donghyuk beroleh kesempatan datang ke markas sindikat. Sebagai ketua hunter dia ikut mendampingi proses pemesanan darah manusia untuk ‘memberi makan’ vampire-vampire yang dikurung sindikat.


Ini adalah pertama kalinya Donghyuk masuk ke markas sindikat. Sebelum ia menjadi ketua hunter dan hanya bekerja sebagai hunter biasa, dia belum pernah melihat markas sindikat. Dia memang mendengar kalau lokasi markas berada di Seoul tapi belum pernah mendatanginya dengan langsung. Kesempatan kali ini dia bisa masuk ke markas sangat mengejutkan. Kenapa mengejutkan? Karena Donghyuk tak menyangka bahwa markas sindikat berada di bawah tanah.


Jantungnya berdegup kencang melihat bagaimana ia didampingi masuk oleh beberapa mafia. Pintu masuk ke ruang bawah tanah berada di kawasan rumah susun yang sudah tak terpakai. Dari luar tampak biasa dan tidak mencurigakan. Namun di basementnya sudah terparkir berbagai mobil mewah milik para tamu yang akan masuk ke sindikat. Lalu di sana ada lift menuju ke ruang bawah tanah. Donghyuk sangat tercengang karena melihat ada 12 lantai yang tertera di tombol lift. Damn, sejak kapankah sindikat membangun markasnya di bawah tanah seperti ini?


Lift yang dinaiki ini tidak sembarang akan membuka. Pintu lift hanya akan membuka menggunakan kartu elektronik. Itu sebabnya tempat ini tidak pernah diketahui sebagai ruang bawah tanah atau bahkan markas hunter. Sistem keamanan diberlakukan sangat tinggi. Donghyuk pun yakin bahwa markas bawah tanah ini juga difasilitasi dengan teknologi canggih, apalagi jika dijadikan juga tempat untuk mengurung dan mengeksploitasi vampire. Para vampire yang dikurung pasti tidak bisa keluar karena tempatnya yang dilapisi oleh bahan perak dan juga kecanggihan lain yang tidak bisa dikalahkan dengan kekuatan vampire.


Donghyuk dibawa ke lantai -5 (artinya lima lantai di bawah permukaan tanah). Mata Donghyuk terbelalak terkejut melihat lantai itu. Tentu saja tak ada jendela karena ini di ruang bawah tanah, namun selebihnya tampak normal seperti di dalam bangunan perusahaan biasa.


Donghyuk memikirkan di lantai manakah kira-kira Taehyung dikurung. Dan apakah Donghyuk memperoleh kesempatan untuk bertemu dengannya. Donghyuk tak mungkin membiarkan Taehyung terus ditawan di sindikat. Meski Taehyung merupakan vampire tapi sindikatlah yang membuatnya seperti sekarang. Jadi bisa dibilang Taehyung dijebak sindikat dan menjadi korban tunggal.


Terbersit di benaknya untuk memberitahu Jungkook mengenai hal ini tapi Donghyuk tidak ingin melibatkan keponakannya dalam bahaya. Jungkook tidak boleh masuk ke sindikat berbahaya ini. Padahal Donghyuk tidak tahu saja kalau Jungkook pun sudah pernah dibawa ke tempat ini.


Donghyuk datang ke markas ditemani oleh dua rekannya yang merupakan hunter. Mereka mengantarkan 100 kantong darah manusia untuk sindikat. Bisnis ini memang begitu gilanya menjanjikan bagaimana uang dengan cepat mengalir deras, dan tentu saja markas hunter pasti kecipratan banyak karena sebagai pasukan yang menangkap vampire yang dieksploitasi.


Sementara itu Taehyung masih berada di dalam ruangannya tak sadarkan diri. Tadi pagi dia sudah diberikan kejutan listrik antisipasi supaya Taehyung tidak bisa switch ke kepribadian V yang liar dan kuat. Kini ada 3 dokter yang sedang memberi penanganan, mereka mengambil darah Taehyung juga memasukkan obat ke dalam tubuh vampire itu, zat kimia buatan sindikat yang dimasukkan supaya nantinya tubuh Taehyung bisa menjadi tubuh inang antibodi untuk penyakit kronis. Peneliti itu berharap darah vampire tak hanya bisa menyembuhkan penyakit darah tapi juga menyembuhkan penyakit lain yang mematikan seperti kanker, HIV ataupun penyakit jantung.


Mata Taehyung masih terpejam namun jemarinya bergerak sedikit. Ada yang memanggil namanya sejak tadi di dalam kepalanya, ada yang memanggil dan memaksanya untuk bisa sadar dari obat bius ini.


“Apa ProjectV22 dalam keadaan pasif?” tanya seorang dokter pada rekannya.


Dokter lain memberi anggukan sambil mengecek monitor yang menampilkan grafik tingkat kesadaran dan kekuatan vampire. “Dia dalam kendali obat bius dan kekuatan vampirenya tidak aktif.”


“Kalau begitu dia bisa kita pindahkan ke ruang isolasi untuk me-rontgen otak dan jaringan selnya. Kita harus segera memulai penelitian mencari obat penyembuh kanker otak dari darah vampire ini.”


Para dokter itu pun buru-buru melepaskan selang dari tubuh Taehyung namun borgol di tangan dan kaki tidak dilepaskan. Taehyung akan dipindahkan ke ruangan rontgen yang sebenarnya jaraknya tak jauh dari ruangan ini.


Tempat tidur Taehyung didorong, pintu silver yang menutup membuka otomatis. Para manusia itu buru-buru akan memindahkan Taehyung dengan cepat selama vampire itu masih dalam keadaan tak sadarkan diri.


Jungkook duduk di kursi melamun menatap perkebunan. Ekspresi begitu sedih dan sendu.


“Taehyung…


Please come back.”


“Tae!”


Taehyung tersentak bangun. Matanya membuka dan ia melihat bagaimana langit-langit silver dan ranjang tempat ia dibaringkan sedang bergerak.


Salah satu dokter yang tak sengaja melihat Taehyung, terkejut karena vampire itu sudah membuka matanya. “Oh–!” Dia baru terperangah namun Taehyung terlebih cepat melepaskan borgol dari tangan dan kaki.


Tiga dokter lain yang mengantarnya pun sama terkejutnya. Taehyung segera melompat bangun, ini adalah kesempatan untuk kabur karena dia sudah tidak terkurung lagi di ruangan berlapis silver. Vampire itu menarik lengan dokter yang berdiri di dekatnya, memelintir dan mematahkan tulangnya begitu saja. Dokter itu berteriak kesakitan karena tangannya yang patah.


Taehyung masih berekspresi dingin dan datar. Dia memukulkan lengannya ke leher dokter lain membuat manusia itu rebah seketika. Dan ketika ada dokter yang berusaha menyuntikkan jarum suntik, Taehyung segera mematahkan telapak tangan orang itu dengan mudahnya. Suara tulang patah mengilukan disertai dengan pekik kesakitan terdengar. Sementara untuk dokter yang terakhir ia cukup mendorong badan manusia itu ke tembok membuat dokter tersebut langsung pingsan.


Taehyung segera berlari dari sana. Dia harus mencari pintu keluarnya. Para mafia yang mendengar keributan kini bermunculan berusaha menghadang Taehyung. Ada sekitar empat mafia. Mata Taehyung berubah menjadi putih, berusaha fokus dan dengan segenap kekuatan ia harus bisa melewati para mafia itu.


Dengan gesit Taehyung bisa menghindar dari mafia yang berusaha menusukkan pisau. Taehyung mengarahkan pisau berbalik menusuk mafia itu sendiri. Dia menendang dan memukul, dia harus mengenyahkan orang-orang ini kalau dia ingin berhasil keluar sebelum kondisi semakin runyam.


Donghyuk dan dua hunter yang berada di ruangan lain mendengar berita bahwa ada vampire yang kabur dari walkie talkie yang digunakan salah satu mafia yang menemani mereka di sini.


Orang-orang menjadi panik dan mulai berlari menuju lokasi vampire itu berada. Donghyuk juga bangun berdiri. Terdengar suara tembakan di kejauhan menandakan para mafia yang berusaha menjatuhkan vampire yang kabur itu.


“ProjectV22 sedang menyerang dan berusaha melarikan diri…” Itulah yang terakhir didengar Donghyuk dari walkie talkie salah satu mafia yang bergegas keluar dari ruangan.


Donghyuk panik. Apa vampire yang dimaksud itu adalah Taehyung? Terdengar suara tembakan lagi.


“Kita harus membantu,” ucap Saito seorang rekan hunternya, “Para mafia pasti hanya menggunakan peluru biasa. Kita bisa membantu karena peluru kita adalah silver. Kita bisa menumbangkan vampire itu dengan peluru silver.”


Seungki, hunter lain, memberi anggukan dan mengeluarkan pistolnya. Ia berlari keluar mengikuti Saito menuju tempat keributan.


Donghyuk menahan nafas dan semakin panik. Jika benar vampire yang sedang berusaha kabur itu adalah Taehyung, Donghyung tidak menginginkan terjadi sesuatu yang buruk pada teman Jungkook itu.


Di lokasi kejadian…


Taehyung menghindar dari tembakan yang diarahkan mafia padanya. Kekuatannya lebih cepat dan gesit, dia menendang para mafia itu, menghancurkan kepala mereka atau mencabik daging yang ada pada tubuh mereka. Apapun akan dilakukan Taehyung supaya ia bisa keluar dari tempat laknat ini.


Taehyung mengambil pistol dari mafia yang sudah terkapar di lantai, langsung menambak ke mafia lain yang berusaha menyerangnya. Mafia-mafia lain berdatangan seolah tak ada habisnya. Sial, ada berapakah mafia di lantai ini saja? Mengapa begitu banyak?


Salah seorang mafia berhasil menembak lengannya karena Taehyung yang lengah harus melawan orang lain. Dengan cepat Taehyung mengambil kampak yang berada di tangan mafia dan melemparkannya pada orang yang sudah menembaknya.


Taehyung berusaha kuat. Hanya tembakan seperti ini tidak boleh membuatnya lengah. Asalkan bukan peluru silver, ia masih bisa menahan sakitnya. Apapun caranya dia harus berhasil keluar dari tempat ini meski setengah mati sekalipun.


Salah satu mafia berhasil menusukkan pisau ke bahunya. Taehyung langsung memukul punggung manusia itu, meremukkan tulangnya dengan seketika.


Ia segera mengambil pisau dan melemparkannya pada seorang manusia yang berusaha menembaknya. Dilihat dari pakaiannya yang berbeda sepertinya bukan mafia, bisa saja orang itu hunter. Seungki langsung jatuh rebah karena perutnya yang tertusuk pisau.


Saito, hunter lain yang datang pun menembakkan peluru silver namun Taehyung berhasil menghindar. Matanya membola saat melihat bahwa peluru yang ditembakkan merupakan silver. Dia harus berhati-hati. Jika terkena sedikit saja itu dapat melumpuhkannya dan membuatnya kembali dikurung di sindikat.


Saito menembak lagi namun Taehyung langsung menarik badan mafia di lantai dan menjadikannya sebagai perisai. Tubuh manusia itu yang tertembak sementara Taehyung aman di belakangnya. Taehyung mengambil pistol mafia di lantai lantas menembakkannya ke hunter itu. Saito pun seketika rebah di lantai.


Taehyung tidak mau berlama-lama lagi. Dengan cepat ia berlari sebelum mafia dari lantai lain berdatangan. Sampai di ujung ia hanya melihat pintu lift, tidak ada tangga atau apapun untuk akses keluar. Taehyung memencet-mencet tombol namun tak bisa. Sial, bagaimana dia bisa keluar kalau begini.


“Taehyung…”


Vampire itu menoleh kaget dan hanya semakin kaget saat melihat Donghyuk, Paman Jungkook. Mata membola karena tak menyangka bisa melihat hunter itu di tempat sindikat. Jadi apa manusia itu akan berusaha menumbangkannya juga sama seperti hunter lain?


.


.


.


🐯🐯



jangan lupa berikan jejak 🐾🐾


special edition yg akan diposting untuk hari-hari tertentu.


if you dont like to wait, you can read it on my trakteer page : https://trakteer.id/minyfoxy/showcase/vampire-in-the-city-season-4-end-VB4Ak


pastikan punya akun trakteer


👋👋