
author telat updatenya 😅
Taehyung masuk ke dalam kamar. Ia tercengang saat melihat Jungkook sudah duduk bangun di tempat tidur, tengah menatap ponsel. Wajahnya mengeras dan lebih menyeramkan dibandingkan sebelumnya, menunjukkan Jungkook saat ini benar-benar terbakar api kemarahan.
“Bastard…” tukas Jungkook pelan masih melihat sesuatu di ponsel. Matanya merah dan basah akibat tak dapat menahan amarah.
“Jungkook, wae?” tanya Taehyung cemas dan cepat-cepat mendekati Jungkook. Apa soulmatenya tengah mendapat pesan ancaman dari Dongwook?
Jungkook tidak mengatakan apa-apa karena ia langsung menangis marah. Ia menutup wajah dengan kedua tangan dan menangis terisak-isak. Ponsel ia lempar di atas kasur.
Taehyung sangat panik melihat Jungkook yang seperti ini. Dengan penasaran Taehyung langsung meraih ponsel itu dan melihat apa yang sebenarnya barusan Jungkook baca. Taehyung tercengang saat melihat kiriman email dari almarhum Donghyuk pada Jungkook. Isi email itu mengenai fakta kematian orangtua Jungkook dan Soojung. Yang walau memang mati dibunuh vampire tapi semua itu kesengajaan. Sindikat sendiri yang merencanakannya supaya sepasang suami istri itu tewas mengenaskan di ruang vampire yang dikurung.
“Aku akan membunuh mereka.” isak Jungkook. Giginya gemertakan karena marah. “Aku akan membunuh mereka tak peduli nyawa taruhannya.”
“Jungkook…” ucap Taehyung pedih. Dia sangat prihatin untuk apa yang sudah menimpa soulmatenya. Kenyataan ini pasti sangat berat untuk diterima Jungkook.
“Pamanku bukan mati bunuh diri, Tae!” tukas Jungkook berderai air mata. “Aku yakin ia pun dibunuh! Sama seperti orangtuaku yang dibunuh!”
Jungkook keluar dari tempat tidur. Dirinya seperti kerasukan sesuatu dan ingin membunuh Dongwook sekarang juga. “Seharusnya tadi aku tetap di ruang duka dan bertemu bajingan itu. Seharusnya aku membunuhnya.”
Taehyung langsung menahan badan Jungkook yang sudah akan pergi. Dengan setengah menangis Taehyung memohon, “Andwae, Kook. Jebal..”
“Aku harus membunuhnya!”
Taehyung memeluk badan Jungkook dari belakang sambil menangis. Dia tidak mau Jungkook seperti ini. Adalah berbahaya mendatangi sindikat dengan emosi seperti ini. Jungkook mungkin akan langsung ditembak mati oleh para mafia yang menjaga markas sindikat.
“Jungkook…” isak Taehyung. Ia mengerti sekali bagaimana hancurnya perasaan Jungkook. Keluarga yang Jungkook sayangi menjadi korban kebrutalan sindikat tapi Taehyung juga tidak ingin Jungkook mati sia-sia.
Nafas Jungkook terengah-engah. Ia mulai mendapatkan kembali akal sehatnya. Air mata Taehyung yang membasahi punggungnya membuatnya sadar apa yang akan ia lakukan ini. Ia membalikkan badan pada Taehyung, melihat soulmatenya yang sedang menangisinya. Jungkook menghela nafas dan merengkuh Taehyung ke dalam pelukannya, hati terasa pilu melihat Taehyung yang menangis. Ia pasti sudah membuat Taehyung cemas seperti ini.
Keduanya menangis bersama. Ini begitu pelik bagi keduanya, menjadi soulmate dan bisa bertelepati membuat keduanya bisa merasakan emosi masing-masing. Taehyung bisa merasakan rasa sakit hati dan kobaran kebencian yang ada di dalam diri Jungkook. Kehilangan orangtua dan paman yang dikasihi karena dibunuh pasti sangat berat untuk Jungkook. Jungkook pun bisa merasakan kegundahan Taehyung, bagaimana Taehyung mencemaskan keadaannya, takut akan bencana lain yang bisa ditimbulkan oleh sindikat.
Kapankah semua kesedihan ini bisa berlalu…
“Aku tak mau kehilanganmu, Kook…” isak Taehyung dengan hati hancur. Jika Jungkook terus seperti ini, Taehyung takut ia akan benar-benar kehilangan Jungkook akibat perbuatan sindikat. Ia takut Jungkook benar-benar akan mengambil tindakan ekstrim karena dikuasi dendam.
“Kau tidak akan kehilanganku, Tae…” ucap Jungkook masih memeluk. “Jika aku menjadi vampire aku tidak akan mati, Tae, aku akan menghancurkan sindikat.”
Taehyung langsung melepas pelukan dan menatap Jungkook dengan nanar. Apalagi yang mau dibicarakan soulmatenya ini. “Jungkook…”
Mata Jungkook memandang Taehyung dengan gentle namun ada ketegasan di balik mata itu, keputusan final yang tidak mau diubah Jungkook. “This is my choice, Tae. Percayalah padaku…”
Taehyung menggeleng-geleng dan semakin menangis. Jungkook masih bertekad seperti ini. Soulmatenya itu masih bersikeras ingin diubah menjadi vampire. Keputusannya sama sekali tidak berubah, justru sepertinya semakin kuat.
“Bersama-sama kita bisa hancurkan sindikat, Tae.”
“Tapi, Jungkook…”
“Aku menerima takdirku. Mungkin itulah mengapa aku menjadi soulmatemu. Orangtuaku mati dibunuh oleh sindikat dan aku dipertemukan denganmu adalah karena suatu alasan. Aku mengikuti jalan takdir ini untuk menjadi vampire, Tae. Karena aku harus menghancurkan sindikat.”
“Jungkook…”
“Please, Tae. Katakan apa kau tidak percaya padaku?” Mata Jungkook berubah sedih saat menatap Taehyung.
“Kau bisa mati saat venomku masuk ke dalam tubuhmu…” rengek Taehyung tak bisa melawan Jungkook yang keras kepala di hadapannya ini.
“Kalau begitu itu adalah takdir…”
“Jebal…” isak Taehyung semakin menjadi, tak mau membayangkan Jungkook mati.
“Aku percaya keputusanku ini merupakan takdir, Tae.” ucap Jungkook. Ia menyeka air mata di pipi vampire itu. “Kita bisa melakukannya bersama-sama.”
Taehyung hanya bisa menangis saat Jungkook membawanya ke dalam pelukan. Perasaan Taehyung sungguh berkecamuk. Dia percaya pada Jungkook, mendukung keputusan soulmatenya. Namun di sisi lain Taehyung pun takut ia bisa kehilangan Jungkook selamanya. Venom vampire tidak selalu berhasil mengubah manusia menjadi vampire. Venom vampire sangat mematikan, jika tidak hati-hati justru malah membunuh manusia seketika.
“Semua akan baik-baik saja selama kita bersama…” bisik Jungkook.
****
“Bagaimanapun kita tidak bisa selamanya bersembunyi…” ujar Seokjin pagi itu. Di ruang tengah sudah berkumpul Seokjin, Soojung, Yoongi, Jimin, Namjoon dan Hoseok. Mereka sedang menikmati sarapan dan kopi pagi hari. Taehyung dan Jungkook belum bangun sepertinya.
“Yeah…” sahut Namjoon, “Karena cepat atau lambat sindikat akan menemukan kita disini. Big Bos itu pasti sedang mencari Taehyung.”
“Jadi kita akan melakukan penyerangan terlebih dahulu?” tanya Yoongi dengan wajah serius pada sang Alpha.
Rahang Seokjin mengeras. “Kita tidak punya pilihan lain. Taehyung tahu lokasi markas sindikat. Tapi kita tidak bisa sembarangan menyerang, kita harus memikirkan juga cara mengeluarkan vampire yang ditawan dari sana.”
Soojung memegang lengan Seokjin. Meski ia sangat ingin sindikat dihancurkan tapi tak dipungkiri ia mencemaskan keselamatan kekasihnya.
“Mafia mereka banyak…” gumam Hoseok berusaha memikirkan cara bijak untuk melawan.
“Kita perlu bantuan dewan vampire…” ujar Seokjin, “Kudengar di antara dewan vampire ada yang memiliki kekuatan ahli kunci? Dia mungkin bisa menerobos pintu markas sindikat.”
Yoongi mengangguk-angguk. “Aku akan memberitahukan Jackson rencana kita ini.”
“Jadi sepertinya kita harus terbagi menjadi 2 kelompok?” tanya Namjoon, “Mafia di dalam markas sindikat pasti sangat banyak, kita harus memancing mereka keluar supaya ada kelompok yang bisa masuk dan menyelamatkan vampire yang tertawan.”
Seokjin setuju dengan usulan Namjoon. “Aku setuju. Jadi ada kelompok yang menyerang di luar dan ada kelompok yang masuk ke dalam markas. Karena ini berbahaya aku tidak ingin ada manusia yang terlibat. Soojung, Jimin ataupun Jungkook tidak boleh ikut dalam misi ini.”
Wajah Soojung berubah muram. Jimin pun menghela nafas panjang, kesal karena tidak bisa membantu.
“Aku penembak jitu…” tukas Soojung pelan.
“Ini berbahaya, Darling…” gumam Seokjin, “Para mafia itu pun merupakan penembak jitu.”
Yoongi mengangguk. “Dalam membagi kelompok kita harus bijak. Kita harus mempertimbangkan kekuatan vampire masing-masing.”
“Yeah…” Seokjin mengangguk. Ia melihat jam tangannya, “Soojung, kita harus pergi ke kampus atau kau akan terlambat di kelas pertamamu.”
Soojung mengangguk dan bangkit berdiri bersama kekasihnya. Keduanya pamit kepada yang lain untuk pergi ke kampus. Hoseok dan Namjoon pun ada kelas tapi di siang hari jadi mereka masih bisa santai. Untuk Jimin kebetulan hari ini hanya penugasan online karena dosen yang berhalangan hadir.
Sementara itu Taehyung dan Jungkook sudah bangun sejak tadi. Heck, semalaman keduanya tidak bisa tidur karena memikirkan keputusan yang mereka ambil. Hari ini Jungkook akan diubah menjadi vampire. Taehyung sangat takut sekali.. ia takut Jungkook akan kehilangan nyawa dalam proses ini.
“Apa kau yakin, Kook?” tanya Taehyung menatap soulmatenya. Meski semalam ia sudah menanyakannya berulang kali tapi Taehyung terus saja memastikan bahwa Jungkook yakin 1000% dengan pilihannya ini.
“Yap.” Jungkook mengangguk mantap. Ia mengusap pipi Taehyung dan memberi senyum lugu. “Aku tidak ingin kau menyalahkan dirimu jika terjadi sesuatu padaku.”
“Jungkook…” rengek Taehyung cemberut parah.
“Just kidding..” kata Jungkook setengah tertawa, “Tidak akan terjadi sesuatu padaku selain aku berubah menjadi vampire.” Manusia itu tampak begitu optimis seolah dia sudah berpengalaman dalam hal ini.
“Haruskah aku memanggil Yoongi Hyung atau yang lain untuk membantuku?” tanya Taehyung dengan pout. Rasa optimis yang dimiliki Jungkook sama sekali tidak membantu situasi Taehyung.
Jungkook menggeleng-geleng. Dia tidak mau memberitahu yang lain dulu, yang ada mungkin justru mereka akan dihalangi dan tidak dapat melakukannya. Jungkook benar-benar ingin diubah menjadi vampire oleh venom Taehyung, bukan venom yang lain, karena Jungkook percaya Taehyung tidak akan menyakitinya.
“Aku percaya padamu, Tae.”
“Damn.” Taehyung menggigit bibir, rasa ingin menangis. “Jika aku malah membunuh soulmateku sendiri, aku akan mati bunuh diri, Kook.”
“Itu tidak akan terjadi.. karena aku tidak akan mati, Tae.”
Taehyung benar-benar tidak bisa membujuk Jungkook lagi. Soulmatenya keras kepala seperti ini seolah keputusan berubah menjadi vampire semudah ketika memutuskan ingin memakai baju apa di musim winter.
Akhirnya setelah beberapa saat, keduanya pun mulai melakukan ritual. Tentu ini adalah pertama kali untuk keduanya. Taehyung belum pernah memberikan venomnya pada siapapun. Dia tidak tahu apa venomnya bisa mengubah Jungkook menjadi vampire atau malah menjadi racun berbisa yang membunuh Jungkook. Itulah mengapa Taehyung berusaha membujuk Jungkook untuk tidak melakukan hal ini, karena Taehyung sendiri tidak percaya dengan dirinya sendiri.
Jungkook berbaring di tempat tidur. Matanya menatap langit-langit. Jujur saja, ia juga deg-degan dan takut. Dia berharap langit mau membantunya. Dia tidak ingin mati. Dia tidak ingin meninggalkan Taehyung. Masih ada yang dendam yang harus ia selesaikan. Dia tidak boleh mati begitu saja.
Jungkook ingat Hoseok pernah bercerita bahwa Hoseok berhasil diubah menjadi vampire karena tidak pernah ada penolakan dalam diri Hoseok terhadap vampire. Venom Namjoon berhasil mengubahnya menjadi vampire karena faktor kehendak di dalam diri Hoseok sendiri. Sekarang Jungkook memang sudah tidak membenci vampire lagi.. namun bukankah dulu dia sangat membenci vampire? Seolah membaca mantra, Jungkook terus menerus mengatakan pada dirinya kalau dia tidak membenci vampire. Dia menguatkan tekatnya kalau ini memang kehendaknya untuk diubah menjadi vampire.
Taehyung berdiri beku. Apakah ia siap mengubah soulmatenya menjadi vampire?
“Pikirkanlah yang baik-baik, Tae…” gumam Jungkook mengagetkan Taehyung. Jungkook memegang tangan Taehyung berusaha memberikan harapan pada soulmatenya. “Pikirkanlah bahwa tujuanmu menggigitku adalah bukan untuk membunuhku.”
Taehyung memandang Jungkook dengan nanar. Selamanya Taehyung tidak akan memaafkan dirinya jika ia sampai membunuh soulmatenya sendiri. Ini adalah keinginan Jungkook. Tekad Jungkook tidak bisa ia kalahkan apalagi setelah kebenaran mencengangkan mengenai kematian orangtuanya.
“Aku akan melakukannya sekarang.” gumam Taehyung dan membalas menggenggam tangan Jungkook.
Jungkook memberi anggukan. Ia menarik nafas dalam-dalam, berusaha memenuhi hatinya dengan keputusan yang ia ambil, berusaha mengontrol dirinya untuk jangan sampai menolak venom Taehyung.
Taehyung berjongkok di depan lengan soulmatenya. Taring vampire itu muncul dan sebelah mata berubah menjadi putih. Ia akan fokus pada ritual ini supaya jangan sampai gagal.
Dan Taehyung pun menggigit lengan Jungkook, mengalirkan venom beracunnya ke dalam pembuluh darah manusia itu.
Jungkook mengerang pelan saat merasakan efek venom di tubuhnya. Berbeda jauh ketika Taehyung menghisap darahnya. Kali ini ia merasa setiap tulang di badannya seperti rontok. Racun vampire memang bukan main-main, bagai bisa ular yang mematikan, Jungkook merasa sangat kesakitan.
Namun Jungkook merasakan kalau saat ini Taehyung sedang berusaha menahan diri. Soulmatenya itu tidak dengan totalitas mengalirkan venom karena Taehyung sendiri takut akan membahayakan Jungkook.
“Ayolah, Tae…” ucap Jungkook kesakitan. Ia menggigit bibir keras-keras akibat rasa sakit di dalam tubuhnya. Tangan Jungkook terulur dan memegang tengkuk Taehyung, mendorongnya, memintanya untuk menghujamkan taring lebih dalam ke kulitnya.
“Emhh!” Taehyung sangat tercekat karena Jungkook justru menyuruhnya untuk menggigit lebih keras dan mengalirkan lebih banyak venom. “Jungkook!!”
“Try harder, Tae.”
Keduanya bertelepati seperti itu. Air mata Taehyung mengalir sementara ia terus mengalirkan venom ke dalam darah Jungkook. Dan manusia itu semakin kesakitan. Wajah sudah pucat dan keringat dingin sebesar bulir jagung mengalir di kening. Jungkook merasa akan mendapat serangan jantung.
Di dapur, Yoongi yang sedang memanggang kue langsung tersentak. Tempat panggangan terlepas dari tangannya hingga jatuh ke lantai, cookies setengah jadi langsung berserakan di lantai. Mata Yoongi melotot.
“Wae???” tanya Hoseok dengan heran sambil menoleh ke arah dapur. Dirinya, Namjoon dan Jimin tengah bermain UNO. Mereka kaget saat Yoongi menjatuhkan kue-kuenya. Tidak biasanya Yoongi ceroboh.
“Kenapa, Hyung?” tanya Jimin bingung melihat ekspresi Yoongi seperti melihat hantu.
Yoongi membeku. Saat ini dengan kekuatan empath-nya dia bisa merasakan ada energi kuat yang terpancar dari kamar Taehyung dan Jungkook. Dan energi semacam ini mirip seperti energi yang dikeluarkan Namjoon saat mengubah Hoseok menjadi vampire.
Oh ****.
Yoongi bisa merasakannya. Taehyung sedang memasukkan venom ke dalam tubuh Jungkook.
“Apa mereka gila?” tukas Yoongi dan langsung bergegas menuju kamar itu sekarang juga.
“Ada apa?” tanya Namjoon ikut panik. Yang lain pun mengikuti Yoongi karena seperti ada hal gawat yang sedang terjadi. Dan dari langkah Yoongi yang pergi menuju kamar Taehyung, tahulah mereka bahwa kabar buruk itu berkaitan dengan Taehyung dan Jungkook.
“Taehyung sedang memasukkan venom ke tubuh Jungkook.” ucap Yoongi menggertakkan gigi.
“Apa?!” Jimin sangat kaget. Bukankah arti perkataan Yoongi adalah Taehyung sedang berusaha mengubah Jungkook menjadi vampire?
“Demi Tuhan.” tukas Namjoon syok.
Keempatnya sudah berada di depan kamar namun pintu dikunci dari dalam. Yoongi menggedor-gedor pintu. “Taehyung, buka pintunya! Apa yang kalian berdua lakukan?”
Hoseok menggigit bibir dengan cemas. Jika memang Taehyung sedang berusaha mengubah Jungkook menjadi vampire dia berharap Taehyung berhasil melakukannya. Karena hanya akan ada 2 efek ketika venom vampire masuk ke dalam tubuh : berubah menjadi vampire atau mati.
“Tae? Jungkook!!” seru Jimin mencemaskan kedua sahabatnya yang berada di dalam. Ini sangat gila. Perut Jimin mulas, dia berharap keduanya baik-baik saja.
Sementara itu Jungkook yang sudah dialirkan venom vampire semakin sekarat. Tangannya sudah tidak kuat menahan leher Taehyung lagi. Pegangannya melemah. Jungkook belum pernah merasa sekarat seperti sekarang ini. Apa dia benar-benar akan mati? Apa ritual mereka gagal?
Taehyung menangis. Ia langsung menjauhkan taringnya dari kulit Jungkook. Ia sangat syok dan terpukul ketika melihat Jungkook. Wajahnya sudah hampir membiru, soulmatenya itu tampak akan mati.
Taehyung sangat histeris. Ia bisa merasakan kalau Jungkook sudah tidak bernafas lagi, jantung soulmatenya sudah tidak berdegup lagi. Nadinya pun tidak berdenyut lagi. Apa ia sudah gagal? Apa ia malah membunuh soulmatenya sendiri?
“Andwae… Jungkook…” isaknya pedih dan memeluk bahu manusia yang sudah mati itu.
Tangis histeris Taehyung itu membuat yang berada di luar kamar semakin panik. Akhirnya Namjoon mendobrak pintu kamar supaya mereka bisa masuk dan melihat apa yang terjadi. Keempatnya langsung masuk ke dalam kamar. Mereka syok melihat apa yang terjadi. Taehyung tengah menangisi Jungkook yang terbaring di tempat tidur. Wajah Jungkook pucat menjadi mayat.
“Ya Tuhan…” ucap Jimin sambil menutup mulut. Matanya berkaca-kaca menyadari apa yang terjadi.
“Jungkook…!!” isak Taehyung. Apa dirinya terlalu banyak mengalirkan venom untuk Jungkook? Apa dia sudah kelewatan saat menggigit Jungkook sampai soulmatenya mati seperti ini?
Namjoon tercengang melihat apa yang terjadi. Ini sangat mengerikan. Dia tidak bisa mendengar suara detak jantung Jungkook lagi. Tapi jujur saja… kejadian di depan matanya ini persis seperti apa yang terjadi saat ia mengubah Hoseok menjadi vampire.
Hoseok menatap Taehyung dengan sedih. Ayolah… dia percaya Jungkook tidak akan mati. Ayolah… ia tahu Jungkook bisa hidup kembali dan menjadi vampire.
“Apa dia benar-benar mati?” tanya Hoseok pelan pada Yoongi.
Yoongi mengeraskan rahang. Ia masih tak menyangka kalau Taehyung dan Jungkook melakukannya. Sepertinya dua soulmate itu sudah merencanakan hal ini.
“Kita hanya tinggal menunggu apa Jungkook akan terus mati.. atau berubah menjadi vampire.”
Jimin menangis. Oh Tuhan. Di dalam hati dia terus mengucap doa berharap Jungkook tidak mati. Temannya itu tidak boleh mati. Jungkook tidak akan mati semudah itu kan? Ia tahu temannya punya tekat kuat untuk menghancurkan sindikat.
Taehyung masih menangis di dada Jungkook. Hatinya perih seperti tercabik-cabik, jika Jungkook mati seperti ini di tangannya, Taehyung merasa ia tidak akan mau hidup lagi. Tidak ada gunanya lagi ia hidup kalau seperti ini.
Jadi seperti inikah yang dirasakan Nayeon saat tahu Vernon, soulmatenya mati terbunuh? Rasa histeris dan rasa sakit yang membakar di dalam dada membuat Taehyung sampai kehilangan akal.
Jebal.. jebal…
Jebal, Jeon Jungkook… jangan tinggalkan aku. Kau sudah janji.
Menit demi menit berlalu dalam ketidakpastian. Taehyung sudah lemas karena menangis. Air mata membasahi pakaian Jungkook. Jimin duduk di lantai dan membenamkan wajah di tempat tidur, di dekat kaki Jungkook. Ia masih berharap ada secercah mujizat terjadi. Jika Jungkook benar-benar meninggalkannya seperti ini, Taehyung tidak tahu lagi harus bagaimana. Dulu dia selalu beranggapan dia hidup untuk dirinya sendiri… tapi sekarang… ada bonding kuat di dalam dirinya dengan Jungkook. Dia tidak bisa berpisah dengan soulmatenya.
Namjoon, Hoseok dan Yoongi masih berdiri di sana. Jika Jungkook benar-benar mati, entah apa yang harus mereka katakan pada Soojung dan Seokjin, padahal baru kemarin berita kematian paman Jungkook. Memang ada waktu beberapa saat, waktu dimana kesempatan manusia yang diberikan venom vampire harus mati terlebih dahulu. Namun jika Jungkook tidak bangun juga, itu menandakan ritual ini gagal dan manusia itu kehilangan nyawa.
Tiba-tiba Yoongi tersentak. Ia merasakan ada energi perlahan-lahan muncul di dalam tubuh Jungkook. Sebelumnya ia merasakan kehampaan di dalam tubuh Jungkook, menandakan manusia itu sudah tak bernyawa. Namun sekarang…
“Di-dia…” ucap Yoongi pelan, menatap Jungkook penuh harap.
Taehyung seketika berhenti menangis. Ia juga bisa merasakannya. Ia merasakan bahwa soulmatenya telah kembali… Vampire memang tidak punya denyut jantung dan tidak bernafas. Namun karena keduanya yang merupakan soulmate, Taehyung bisa merasakan bahwa Jungkook kembali hidup!!
Taehyung merasakan jemari Jungkook bergerak pelan dan mengusap kepala Taehyung. Badan Taehyung gemetar… dia merasa ada secercah harapan.
Taehyung mengangkat wajah dan melihat ke arah soulmatenya yang masih memejamkan mata. Tangan Jungkook memang benar-benar bergerak! Tangan soulmatenya itu mengusap rambutnya!
“Ya Tuhan…” gumam Hoseok sangat terharu karena juga melihat pergerakan tangan Jungkook.
“I’m not dead, aku sudah mengatakannya padamu.” ucap Jungkook dengan suara berat. Mata masih terpejam namun ia berkata-kata seperti itu menandakan Jungkook memang hidup. Jadi ini artinya Jungkook berhasil menjadi vampire? Karena dia tidak memiliki denyut jantung sama sekali.
Jimin sangat tegang dan ikut melihat ke arah Jungkook. Namjoon pun melotot, menanti bahwa yang mereka lihat ini bukan halusinasi semata.
Dengan sekejap Jungkook membuka mata. Kedua matanya berwarna ungu, begitu memancarkan aura vampire yang kuat. Yoongi bisa merasakan energi vampire di dalam diri Jungkook cukup pekat. Ini mengherankan karena dulu saat Hoseok diubah menjadi vampire auranya tidak seperti ini. Tapi mengapa Jungkook langsung bisa memiliki aura seperti ini?
“Jeon…” isak Taehyung. Dia sangat lega karena soulmatenya tidak mati.
Jeon Jungkook duduk bangun. Dirinya seolah tidak pernah sekarat karena digigit venom. Ia memandang Taehyung tepat di manik, merasakan bagaimana vampire itu yang mencemaskannya sejak tadi.
Jungkook memberi senyum. “Cheers?”
Taehyung tertawa di balik air matanya. Ia langsung memeluk manusia yang sudah berubah menjadi vampire itu. Soulmatenya kini benar-benar sudah menjadi vampire seperti dirinya.
Jungkook pun membenamkan wajahnya ke bahu Taehyung. Dia sangat lega karena ia tidak mati kekal. Dia bersyukur karena dirinya tidak gagal menerima venom Taehyung.
“We did it, Tae.”
Taehyung mengangguk-angguk terharu dan Jungkook memeluknya semakin erat.
Jimin ikut menangis bahagia. Dia hampir saja pingsan jika Jungkook tidak juga sadarkan diri. Namun akhirnya ia lega karena Jungkook hidup kembali menjadi vampire. Seharusnya Jimin tak perlu meragukan bahwa venom soulmate tentunya tidak akan membunuh. Bukankah begitu?
Namjoon dan Hoseok berhigh five ria. Ini seperti de javu bagaimana teringat dulu saat Hoseok berubah menjadi vampire. Saat itu Hoseok memang mati dulu namun beberapa saat kemudian dirinya hidup kembali sebagai vampire.
Yoongi tersenyum manis melihat Taehyung dan Jungkook. Begitu mengharukan melihat dua vampire soulmate. “Well, sekarang kita perlu menyiapkan darah segar untuk Tuan Vampire. Dia pasti sangat haus.”
Jungkook melepas pelukan dan menatap Yoongi dengan cengiran halus. “I’m okay. Aku bisa menghisap darah soulmateku.”
Taehyung membesarkan mata dan terperangah. Apa yang Jungkook barusan katakan? Dia tidak salah dengar kah?
Yoongi mengekeh dan mengangguk-angguk. Benar juga, keduanya kan soulmate, mereka bisa menghisap darah soulmate mereka sendiri. “Ini semakin mudah. Aku tidak perlu kuatir dengan stok darah di freezer.”
Jimin cekikikan geli. Ia memberi jempol pada Jungkook, bangga pada sahabatnya yang sudah melewati masa kritis. Pasti keputusan ini dilakukan Jungkook karena ingin melindungi soulmatenya dan karena ingin menghancurkan sindikat.
“Baiklah… sebaiknya aku pergi,” kata Namjoon sambil memutar bola mata. “Aku tidak perlu melihat ritual berikutnya.”
Hoseok mengekeh dan mengikuti Namjoon keluar dari kamar. Jimin pun pergi dari situ setelah mengedip pada Taehyung yang masih pongo.
Sebelum pergi Yoongi mengatakan pada mereka, “Aku akan menyiapkan ramuan untukmu, Jungkook, supaya tubuhmu rileks akibat perubahan drastis yang kau alami.”
Jungkook tersenyum panjang. “Gomawo, Hyung.”
Sementara Taehyung masih membatu di sana, masih belum bisa memproses apa yang terjadi. Apa Jungkook benar-benar tidak membutuhkan darah manusia??? Sudah berubah menjadi vampire seperti ini Jungkook tidak menginginkan darah manusia? Dan benarkah yang dikatakannya bahwa ia akan menghisap darah Taehyung???
Jungkook menahan tawa melihat wajah Taehyung itu. “Wae? Kau seperti memikirkan sesuatu.”
Jujur saja Jungkook tahu apa yang dipikirkan soulmatenya tapi ia berpura-pura saja tidak sadar.
“K-kau sungguhan tidak butuh darah manusia?” tanya Taehyung. Dia ingat bahwa hal pertama yang harus dilakukan Hoseok saat berubah menjadi vampire adalah meminum darah manusia karena itulah yang sangat dibutuhkan. Ketika pertama kali berubah menjadi vampire akan sangat agresif membutuhkan darah, tidak ada yang lain.
Jungkook menggeleng. “I can drink yours.”
Mata Taehyung mengerjap-ngerjap. The hell?? Ia kira Jungkook bercanda saat mengatakan ia akan menghisap darahnya.
Saat ini Jungkook memang haus, dia memang membutuhkan darah untuk membuat dirinya baikan akibat perubahan di dalam tubuhnya. Tapi dia merasa dia tidak perlu darah manusia, dia tahu apa yang ia butuhkan. Darah soulmatenya cukup baginya.
“Can I?” tanyanya menatap Taehyung dengan matanya yang berwarna ungu.
Taehyung menelan ludah dan akhirnya mengangguk. Tak terpikir sama sekali olehnya bahwa saat Jungkook berubah menjadi vampire, Jungkook akan menghisap darahnya??
Jungkook memberi senyum. Mata Taehyung yang berwarna perak itu masih membola. Keduanya berpandang-pandangan beberapa saat sampai akhirnya dengan reflek Taehyung memiringkan lehernya. Jungkook mendekat dan memegang bahu Taehyung. Secara natural Jungkook menggigit leher soulmatenya. Tanpa perlu diajari atau diberi tutorial, Jeon Jungkook menghisap darah Taehyung. Seperti ada aliran listrik positif yang mengalir di tubuh Jungkook saat ia menghisap darah Taehyung. Memang tidak salah lagi. Jungkook tidak membutuhkan darah manusia.
Jungkook menghisap dalam-dalam. Ternyata bagi vampire, darah adalah kebutuhan yang paling utama. Jungkook merasa dia sudah tidak berminat pada daging atau sea food lagi jika darah seenak ini. Dia akan menjadi pecinta darah…
Mata Taehyung terpejam membiarkan Jungkook menghisap darahnya. Sesekali Taehyung mengusap tengkuk Jungkook saat soulmatenya itu seperti ragu, terus menghisap darah atau tidak. Ini bukan pertama kalinya bagi Taehyung digigit dan dihisap darahnya. Dulu saat masih menjadi manusia uji coba dia pun beberapa kali digigit dan dihisap darah oleh vampire. Saat itu sangat terasa sakit dan membuat kulit Taehyung panas seperti terbakar.. namun digigit seperti ini oleh soulmatenya Taehyung tidak merasakan sakit, justru ia merasa tenang karena dia seperti sedang menolong Jungkook.
Ini sangat aneh setelah Taehyung menggigit Jungkook dan mengalirkan venomnya.. kini giliran Jungkook yang menggigit dan menghisap darahnya.
Jungkook merasa sudah lebih cukup. Ia menjauhkan taringnya dari leher Taehyung. Ia melihat bekas gigitannya lalu mengusapnya berharap ia tidak menyakiti soulmatenya.
Taehyung membuka mata dan tersenyum, melihat bagaimana mata baru Jungkook yang indah… melihat bagaimana ada sisa darah di ujung bibir soulmatenya.
“How?” tanya Taehyung pelan dan membersihkan ujung bibir Jungkook.
Jungkook tersenyum lebar hingga mencapai matanya. “Amazing.”
Taehyung tertawa dan memukul lengan Jungkook.
“Aku seperti hidup kembali.. namun dengan energi yang lebih besar.” ujar Jungkook masih tersenyum. Dia memang bisa merasakan bagaimana panca inderanya begitu sensitif sekarang. Telinganya bisa mendengar suara mesin perkebunan yang sebelumnya tidak sanggup ia dengar. Ia juga bisa mendengar percakapan hyung lain yang sedang membicarakan mereka di bawah. Para hyung masih sangat syok namun sangat bersyukur Jungkook tidak mati.
“Kau nyaman? Apa ada perubahan di dalam tubuhmu yang membuatmu tak nyaman?” tanya Taehyung berusaha mengecek soulmatenya.
“Semua baik-baik saja.” kata Jungkook. “Aku tak sabar untuk mulai berlatih dan membiasakan diri menjadi vampire.”
“Aigoo… secara teknis kau masih bayi vampire.” ledek Taehyung. “Bayi belum bisa berjalan, harus banyak bergantung pada orang lain dulu.”
Jungkook menaikkan sebelah alis mendengar ledekan itu. “So… you want to baby-ing me?”
“What the–“
Alih-alih, Jungkook malah menackle Taehyung hingga soulmatenya terbaring di tempat tidur. Ia pun mulai menggeligitik perut Taehyung membuat tawa Taehyung memenuhi ruangan.
“Jeon… hahaha… Jeon, jebal!” mohon Taehyung tertawa geli.
“Masih meledek aku adalah bayi?” tanya Jungkook dan masih usil menggeligitik badan Taehyung.
“Ampun… Ampun!!” mohon Taehyung cekikikan geli.
Jungkook mengekeh dan akhirnya berhenti. Ia melihat Taehyung yang sedang berusaha mengendalikan diri dari euphoria yang dialami. “So who is the baby now?”
“Fiuh…” Taehyung masih merasa kegelian.
Jungkook tersenyum lebar. Ia mengusap rambut panjang Taehyung. Mullet soulmatenya itu sudah semakin panjang.
“I like your new eyes.” ucap Taehyung tiba-tiba menatap Jungkook dengan berbinar.
Jungkook mengernyit. “Mataku berubah?”
“Emm.” Taehyung mengangguk dan memberi boxy smile. “Berwarna ungu.”
“Jinjja?” Jungkook terkejut. “Daebak. Aku mungkin akan disangka bangsawan.”
Taehyung mendengus.
“Kita berhasil melakukannya…” ucap Jungkook lembut. “Kau berhasil melakukannya.”
“Kau tidak tahu betapa aku stres dan histeris, Jeon. Aku tidak tahu lagi jika kau benar-benar mati.”
Jungkook tertawa renyah. “Kalau aku mati di tanganmu maka sesungguhnya kita tidak mungkin soulmate.”
Taehyung tersenyum. Benar juga..
Jungkook menghela nafas. Dengan ini dia berharap dia bisa menghancurkan sindikat. Dia akan membalaskan dendamnya pada sindikat yang sudah membunuh orangtuanya, membunuh pamannya dan menyakiti Taehyung selama ini.
Taehyung bisa merasakan apa yang dipikirkan soulmatenya. Ia menyentuh lengan Jungkook, berusaha mentransferkan ketenangan, bagaimanapun dendam tidak akan memberikan kepuasan. “Let’s do it slow, Jungkook. Sindikat memang harus dihancurkan tapi tetap dengan perencanaan matang.”
Jungkook membalas tatapan Taehyung dan mengangguk. Mungkin hal pertama yang harus mereka lakukan adalah memberitahu Soojung dan Seokjin mengenai perubahan Jungkook ini… juga… kebenaran mengenai kematian orangtua mereka.
🎃🎃
ahiw.. mata vampire Jungkook warnanya ungu😍
sorry kalau author akan semakin MIA 🙏
Jangan lupa tinggalkan jejak✨