Vampire In The City

Vampire In The City
Di Rumah Jungkook



Sore itu usai pulang kuliah, Jungkook langsung mengajak Taehyung ke rumahnya. Kebetulan juga di hari itu Jimin ada latihan dance sampai malam, jadi tidak sempat bertemu dengan mereka. Taehyung excited sekali, dia senang akhirnya dia bisa menginap di rumah teman. Seokjin sudah mengijinkannya karena percaya kualitas persahabatan yang dimiliki Taehyung dan Jungkook, pasti sama dengan kualitas yang dimiliki Jimin.


Taehyung pun diam-diam memperhatikan bahwa Jungkook juga sudah tidak menggunakan cincin peraknya. Taehyung sedikit merasa lega, setidaknya dia tidak perlu ketakutan lagi saat Jungkook memegang tangannya. Luka terakhir di telapak tangan Taehyung pun belum hilang sempurna. Ia masih harus memasang plester untuk menutupi luka melepuh di kulitnya.


Mereka menghabiskan waktu di kamar sebelum tiba makan malam. Jungkook mengajak Taehyung untuk menyelesaikan beberapa tugas perkuliahan. Kamar Jungkook itu cukup besar, tidak beda jauh dengan kamar Jimin, dilengkapi dengan perabotan canggih dan lengkap. Bahkan di dalam kamar Jungkook pun ada TV dan PS.


Keduanya duduk bersebelahan di meja belajar Jungkook, berusaha menyelesaikan tugas Chemistry. Taehyung memperhatikan di meja belajar Jungkook ada foto temannya saat masih SMP, lucu sekali karena dia tersenyum sambil menunjukkan gigi tonggosnya. Dan ada juga foto Jungkook saat masih balita digendong oleh orangtuanya. Taehyung pernah diberitahu bahwa kedua orangtua Jungkook itu sudah meninggal. Kini Taehyung menyadari bahwa hal itu pasti sangat menyakitkan bagi Jungkook, ditinggal orangtuanya sedari kecil.


“Kau sangat mirip sekali dengan Ayahmu, Kookie…” ucap Taehyung dengan senyum.


Jungkook menoleh dan menyadari apa yang tengah ditatap Taehyung itu. Memang benar, Pamannya pun selalu mengatakan demikian. Sayangnya Jungkook bahkan tidak dapat mengingat momen kebersamaannya dengan sang ayah atau pun ibunya. Ini menyedihkan karena penyebab kematian orangtuanya adalah karena vampire. Dan Taehyung adalah vampire. Jungkook mengepalkan tangan kuat-kuat di bawah meja.


“Kau juga tidak punya orangtua?” tanya Jungkook dengan nada getir.


“Ne… sudah sangat lama sekali, Kookie, sampai aku tidak bisa mengingatnya.”


Jungkook tersenyum tipis. Tentu saja Taehyung tidak mengingatnya, karena Taehyung adalah vampire bukan manusia!


Jungkook menutup bukunya. “Ini sudah waktunya makan malam. Sebaiknya kita turun ke bawah. Pamanku pasti sedang menunggu kita.”


“Eoh?”


“Aku memberitahunya bahwa ada temanku yang menginap dan dia memasakkan makan malam spesial untukmu, Tae.”


“Hwoa, jinjja?” Wajah Taehyung langsung sumringah. Dia senang sekali karena anggota keluarga Jungkook menyambutnya seperti ini. Ia merasa sangat dihargai.


Keduanya pun menuruni anak tangga menuju ruang makan. Taehyung sudah menghirup aroma steak favoritnya. Taehyung sangat suka steak.


Mereka melewati ruang tengah, sebelumnya Taehyung tidak melihat ruangan ini karena tadi saat datang langsung dibawa Jungkook ke kamar di lantai 2. Ruang tengah sangat cozy, dindingnya dipenuhi dengan ornamen-ornamen antik dan foto-foto jadul.


Taehyung terlalu asik memperhatikan ruangan sampai ia tidak melihat jalannya. Ia hampir saja menabrak dinding namun Jungkook dengan spontan duluan menarik kedua bahu Taehyung, mencegah tabrakan terjadi.


Taehyung terkejut dan melihat Jungkook yang wajahnya bahkan lebih terkejut dibanding dirinya. Jungkook memandang tembok yang akan ditabrak Taehyung lalu melirik vampire itu. “Kau hampir menabrak figura silver kesukaan Pamanku.”


Mata Taehyung seketika membesar. Ia membalikkan badan dan melihat ke dinding. Taehyung langsung terperangah mundur saat melihat di dinding itu menggantung figura berbentuk lonceng yang ternyata terbuat dari silver. Jika saja Jungkook tidak menariknya, Taehyung mungkin sudah sangat kesakitan karena menyentuh bahan silver. Bukan itu saja, itu pun akan membuatnya malu karena identitas dirinya terbongkar.


Jungkook mengeraskan rahang. Ia tidak mengerti untuk apa ia menyelamatkan Taehyung jika dirinya sendiri sangat membenci vampire. “Hati-hati…” ucapnya datar lalu menarik Taehyung segera ke ruang makan.


Di ruang makan sudah ada Donghyuk, Paman Jungkook yang sedang menghidangkan makanan. Tepat sesuai prediksi Taehyung, makan malam yang dihidangkan adalah steak. Taehyung bergumam ceria saat melihat meja makan.


Donghyuk menoleh dan tersenyum. “Aahhh… ini temanmu yang akan menginap itu ya?”


Jungkook mengangguk pelan sambil mengambil tempat duduk.


“Siapa namamu?” tanya Donghyuk ramah.


Jungkook sebenarnya tidak berniat memperkenalkan Taehyung pada pamannya yang merupakan hunter. Namun ia belum sempat mencegah saat Taehyung menjawab pertanyaan pamannya itu.


“Namaku Kim Taehyung.”


“Ahh… Kim Taehyung,” ujar Donghyuk memberi senyum, “Jungkook jarang sekali mengajak temannya ke rumah. Terakhir pernah Jimin menginap disini. Aku senang kalau ada teman Jungkook yang bermain ke rumah ini.”


Taehyung memberi senyum terbaiknya. Ia membungkuk berterimakasih. “Maaf jika aku merepotkan.”


“Anni, anni… Kebetulan aku sedang off bekerja dan saat tahu teman Jungkook akan menginap, aku menyiapkan steak sebagai makan malam. Kau suka steak, Taehyung-ssi?”


Jungkook menghentikan percakapan itu dengan menyuruh Taehyung untuk duduk. Ada sedikit kepanikan di dalam dirinya, kini pamannya tahu nama asli Taehyung ini, apa itu akan membahayakan hidup Taehyung?


Jungkook berusaha menepis pikiran itu jauh-jauh. Dia seharusnya tidak perlu mencemaskan semua itu. Bagaimanapun Taehyung adalah vampire dan sudah selayaknya Jungkook membalaskan dendam pada vampire. Vampire adalah monster.


“Sebenarnya ada kakak Jungkook,” ucap Donghyuk, “Tapi sepertinya tidak akan ikut makan malam karena katanya ada kencan.”


Taehyung mengekeh saja. Akhirnya ketiganya pun mulai makan. Jungkook tidak tahu apa yang merasukinya, ia mengatakan ini pada Taehyung, “Tae, Pamanku ini bekerja sebagai hunter, pembasmi vampire.”


Garpu terlepas dari tangan Taehyung menimbulkan suara dentingan yang beradu di piring. Taehyung terlalu syok sampai ia tidak bisa mengendalikan garpu yang ia pegang. Informasi yang diberikan Jungkook itu membuatnya sangat kaget.


Donghyuk menoleh pada Jungkook, heran mengapa keponakannya harus memberitahukan pekerjaannya. Sebelumnya Jungkook tidak memberitahu Jimin mengenai pekerjaan hunter ini. Donghyuk melirik Taehyung yang bereaksi cukup dramatic.


Jungkook menoleh dengan tenang pada Taehyung. Ia memperhatikan bagaimana mimik takut temannya itu.


“Hunter?” bisik Taehyung. Kaki di bawah meja sudah gemetar.


“Eum.” sahut Jungkook santai. “Pamanku mencari vampire untuk membasminya.” Jungkook menatap mata Taehyung lekat-lekat, seolah sedang menantangnya.


Taehyung tidak mengerti mengapa Jungkook mengatakan hal seperti itu seolah Jungkook mengetahui rahasianya. Saat ini Taehyung sangat takut. Jika Paman Jungkook adalah hunter, keselamatan Taehyung semakin terancam jika berada di sekitar Jungkook, bukan begitu?


“Kenapa?” tanya Donghyuk memandangi keponakannya, heran dengan atmosfer ini.


Jungkook masih memandang Taehyung beberapa saat lalu akhirnya memalingkan wajahnya. “Tidak apa-apa, Paman.”


Donghyuk tidak akan menanyakannya lebih lanjut. Ia melanjutkan makannya sementara Taehyung masih duduk tegang di sana.


Taehyung menunduk, menatap kosong piringnya. Ia sudah tidak punya nafsu makan lagi setelah percakapan ini. Begitu banyak praduga yang berseliweran di benaknya. Ia jadi berpikir apa Jungkook tahu identitasnya? Tapi setahunya, Jungkook tidak pernah melihat mata aslinya… Atau semua ini hanya kebetulan saja ya?


Setelah makan malam, Jungkook dan Taehyung bersama-sama mencuci piring di dapur. Jungkook pun masih tidak mengatakan apa-apa. Taehyung sangat gugup, dia merasa cemas sekaligus takut. Dia tidak mengharapkan persahabatannya dengan Jungkook rusak. Dan jika para hyungnya tahu bahwa Paman Jungkook adalah seorang hunter, mungkin Taehyung diminta tidak berteman lagi dengan Jungkook.. atau parahnya… mereka harus pindah kota lagi. Taehyung sangat tidak mau itu terjadi. Ia tidak mau berpisah dengan teman-temannya.


Jungkook yang mencuci piring, melihat telapak tangan Taehyung yang masih diplester. Jungkook tahu itu pasti luka akibat cincin perak beberapa hari lalu.


Setelah mencuci piring, keduanya kembali ke kamar. Saat akan menuju kamar dan melewati ruang tengah, Paman Jungkook sedang membersihkan senapan-senapannya yang terbuat dari silver. Taehyung langsung pucat pasi, takut setengah mati. Untungnya Jungkook pun tak berusaha menahannya di sana, keduanya langsung ke kamar.


“Pamanku mengoleksi barang-barang yang terbuat dari silver…” kata Jungkook seolah ia sedang menyuruh Taehyung untuk hati-hati. “Apa kau menyukai benda perak, Taehyung?”


Mata Taehyung membesar dan ia langsung menggeleng. Vampire tentu saja membenci benda berbahan silver karena bisa melukainya.


“Aku banyak mendapat barang-barang silver.” tutur Jungkook. Eskpresinya saat ini sulit ditebak oleh Taehyung. “Setiap aku berulangtahun, Pamanku menghadiahi dengan barang-barang silver untuk melindungi diriku dari vampire.”


Taehyung sangat syok dan terpukul. Setiap jari-jarinya saat ini gemetaran. Dia tidak akan melupakan rasa sakit yang ia alami ketika benda silver menyentuh kulitnya. Namun dia pun tidak mau berpisah dari Jungkook.


Jungkook tersenyum tipis, ia tidak mau menekan Taehyung lebih dari ini. Ekspresi Taehyung sudah benar-benar seperti orang ketakutan.


“Sebaiknya kita tidur, Tae?”


Taehyung mengangkat wajahnya. Dia berusaha berpikiran positif bahwa tujuan dirinya menginap di tempat Jungkook adalah untuk membuat Jungkook rileks dan bisa tidur dengan baik. Tapi tetap saja Taehyung tidak bisa menghilangkan ketakutan di dalam dirinya mengenai kemungkinan Jungkook mengetahui identitasnya.


🎃🎃


Jangan lupa like dan comment