
Seokjin menceritakan rencana itu pada Jungkook tanpa sepengetahuan Taehyung. Seokjin meminta supaya Jungkook di rumah menemani Taehyung sementara yang lain akan pergi menghancurkan Black Dragon. Jungkook sangat mendukung keputusan sang Alpha. Jika bukan karena ingin menjaga Taehyung, dia pasti ikut dan akan turut menghancurkan Black Dragon dengan tangannya ini.
Setelah pembicaraan diam-diam itu Jungkook kembali ke kamar Taehyung dan melihat vampire itu masih video call dengan Jimin. Jungkook duduk di tempat tidur, di sebelah Taehyung menyapa temannya itu di layar.
“Hai, Jungkook~” sapa Jimin dengan eye smile. “Melihatmu bersama Taehyung, aku yakin kau bisa menjaganya.”
“Kau tidak perlu cemas, Chim.” sahut Jungkook. “He safe with me.”
Taehyung memutar bola mata. “Jungkook sudah seperti baby sitter. Dia benar-benar memperlakukanku seperti bayi saja.”
“Aww, so sweet~” ucap Jimin gembira, “Lagipula kan dia soulmate-mu, Tae.” Jimin menaikturunkan alis memberi klu pada Taehyung mengenai pengakuan yang pernah keluar dari mulut Taehyung sendiri bahwa Jungkook adalah soulmatenya.
Jungkook mengernyit. “Soulmate?” Lagi-lagi ia mendengar kata itu.
“Yap. Taehyung mengatakan kau adalah soul–“
Taehyung tertawa keras-keras berusaha meredam kalimat Jimin itu supaya tak terdengar. Ia memelototi Jimin yang sudah jahil. “Jimin, tadi kau mengatakan harus pergi kan? Oke kalau begitu, selamat tinggal. Tidak perlu menelepon lagi dalam waktu dekat ini.” Taehyung pun langsung end call tanpa menunggu jawaban temannya. Ugh, benar-benar… Mungkin perlu juga mulut Jimin dijahit oleh Yoongi hyung.
Jungkook menaikkan sebelah alis, heran dengan perbuatan tiba-tiba Taehyung itu. Memangnya ada yang salah dengan ucapan Jimin?
Taehyung melirik Jungkook, ia harus mengalihkan pembicaraan supaya Jungkook tak perlu menanyai macam-macam. “Ng, oh ya, katanya Seokjin Hyung dan yang lain pergi? Kemana?”
“Urusan penting,” sahut Jungkook asal, karena rencana Seokjin perlu disembunyikan dulu dari Taehyung untuk beberapa saat. “Mungkin menemui dewan vampire.”
“Oh…”
“Kau mau makan? Tadi Yoongi Hyung sudah menyiapkan dessert favoritmu.”
Taehyung tersenyum pelan dan mengangguk. Lagi-lagi orang-orang di sekelilingnya ini menunjukkan perhatian dan rasa sayang. Ini hanya membuat V betah dan mulai terbiasa dengan kehidupannya ini.
.
.
Seokjin, Yoongi, Namjoon dan Hoseok berada di dalam mobil tak jauh dari Black Dragon. Pukul lima sore memang belum menjadi jam aktif untuk club itu namun sudah tampak orang-orang yang bekerja di club mulai berdatangan.
“Seperti apakah cara Seokjin Hyung bisa memanipulasi memori manusia?” tanya Hoseok yang duduk di belakang penasaran. Dia belum pernah melihat cara kekuatan sang Alpha beraksi.
“Dia hanya tinggal menyentuhnya.” kata Yoongi.
“Hanya menyentuh saja sudah cukup?” Mata Hoseok membelalak takjub.
“Yeah…” sahut Seokjin mengekeh. Kekuatannya ini memang sangat mengesankan, ia bisa memanipulasi memori orang lain sesuka hatinya. “Seingatku aku pun pernah memanipulasi memorimu, Hoseok.”
“Mwo?” ucap Hoseok syok mendramatisir.
Seokjin tersenyum tipis, tentu saja ia harus melakukannya karena Hoseok pernah memergoki Seokjin dan Soojung yang berciuman di basement. Seokjin sangat malu sampai akhirnya memanipulasi memori Hoseok itu supaya mulutnya tidak ember dan menyebarkannya pada Namjoon yang lebih ember lagi -_-
“Hmm, pastinya sesuatu yang penting.” ujar Yoongi mengekeh.
“Seokjin Hyung memang harus diwaspadai,” komentar Namjoon, “Jangan-jangan Hyung pun sering memanipulasi memoriku tanpa sepengetahuanku.”
“Kalau ketahuan bukan manipulasi namanya.” sahut Seokjin tertawa. Alpha berusaha mengendalikan diri dan kembali ke sikap serius. “Oke, aku akan keluar sebentar lagi dan memanipulasi memori tamu yang berusaha masuk ke Black Dragon. Yoongi akan memantau dari sini dan menginfokan jika ada sesuatu yang mencurigakan dan berbahaya.”
Yoongi mengangguk.
Misi menghancurkan Black Dragon pun dimulai.
.
.
Seokjin berada di dekat pintu masuk Black Dragon. Dirinya yang tampan memakai coat panjang dan turtle neck, topi pun ia kenakan untuk menutupi wajahnya karena manatahu ada orang yang mengenalnya di sini. Setiap kali ada tamu yang akan masuk, Seokjin berpura-pura tak sengaja menyenggol atau menyentuh manusia itu. Tidak perlu lama, hanya dengan sentuhan sesaat saja dia sudah bisa memanipulasi pikiran orang lain. Ia memanipulasi tamu yang datang. Saat para tamu berada di Black Dragon, merasakan musiknya, minumannya… para manusia itu akan berpikir bahwa semuanya sampah dan tak menarik. Yang pada akhirnya akan membuat para tamu itu tidak betah dan akhirnya meninggalkan Black Dragon. Seokjin pun menambahkan bumbu lain, yaitu bagaimana para tamu itu tidak mau kembali lagi ke Black Dragon dan akan menyebarkan ketidakpuasan itu pada yang lain.
“Seokjin Hyung tampak keren sekali,” puji Hoseok dari dalam mobil mengamati Alpha sejak tadi, “Dia seperti detektif atau mata-mata saja. Gerak geriknya tidak mencurigakan.”
Yoongi menahan smirk. “Well, dia pernah juga bekerja sebagai detektif.”
“Cool!!” ucap Hoseok berbinar. Hidup panjang yang dialami vampire memang membuat vampire bisa bekerja macam-macam. Hoseok sudah tak sabar untuk mencoba berbagai jenis pekerjaan yang selama ini ia inginkan dan imajinasikan. Rasanya pasti menyenangkan sekali.
“Aku harap Dongwook muncul,” tukas Namjoon, “Akan sangat bagus sekali jika dia terjebak di dalam Black Dragon yang terbakar.”
“Aku belum melihatnya sejak tadi.” gumam Yoongi. Dan sepertinya malam ini Dongwook memang tidak datang ke Black Dragon.
“Sayang sekali…” kata Hoseok, “Tapi kita bisa membuatnya menderita perlahan-lahan dengan mengetahui kehancuran bisnis club malamnya.”
Sekitar jam sembilan malam lewat, Seokjin kembali masuk ke dalam mobil. Sudah cukup banyak pengunjung yang ia manipulasi memorinya. Ia berharap beberapa di antaranya termasuk anggota VIP juga, yaitu orang-orang yang menjadi konsumen Delicious Pasta. Akan sangat baik jika peminat Delicious Pasta pun berkurang supaya darah vampire berhenti dieksploitasi.
“Sisanya kuserahkan padamu, Joon.” kata Seokjin setelah melepas topinya.
Namjoon memberi siulan riang. Dirinya fokus pada bangunan club malam itu. Seluruh kekuatan terpusat hingga tiba-tiba ada petir muncul menyambar gedung itu. Korslet terjadi membuat gardu listrik Black Dragon meledak dan mengeluarkan percikan api.
Namjoon tertawa sendiri. Ia pun sengaja mendatangkan angin untuk membuat api melahap gedung lebih cepat, membuat orang-orang tak sempat memadamkan api dengan alarm kebakaran. Orang-orang mulai berhamburan keluar dari Black Dragon sambil berteriak histeris. Mereka panik karena api yang dengan cepat membara besar disebabkan ada angin kencang yang berhembus. Tak butuh waktu lama sampai api melahap seluruh gedung menjadi kebakaran yang sangat dahsyat.
Seokjin memegang dagunya dan melihat bagaimana api besar menjilat-jilat di depan matanya. Pemandangan yang sangat indah di malam ini.
Suasana begitu kacau dan memekakkan telinga. Terdengar sirine di mana-mana namun para vampire itu sama sekali takkan peduli karena Namjoon membuat angin semakin kencang berhembus membuat api kian berkobar dan menghabisi Black Dragon.
Petugas pemadam kebakaran berdatangan dan berusaha memadamkan api. Yang jelas seluruh bangunan Black Dragon sudah dilalap si jago merah.
“This is the end of Black Dragon…” kata Seokjin puas.
“Ini baru awal,” ucap Yoongi, “Next yang akan hancur adalah markas sindikat.”
“Seandainya Dongwook ada di dalam Black Dragon.” ucap Namjoon.
“Dia bahkan tak layak mati seperti itu,” tukas Seokjin, “Dia harus merasakan dulu penderitaan seperti apa yang dia lakukan pada Taehyung dan vampire yang ia eksploitasi.”
“Aku merasa sedikit lega,” kata Hoseok, “Setidaknya kita sudah melakukan sesuatu untuk membalaskan apa yang sudah dialami Taehyung. Benar kata Yoongi Hyung, ini baru awal saja.”
.
.
.
Dongwook sangat marah. Ia berteriak kencang-kencang di ruang kerjanya saat mendapat kabar bahwa Black Dragon tengah dilahap api. Orang-orangnya sedang menuju ke sana berusaha melihat apa yang terjadi dan mencegah kerugian yang semakin besar.
“AKHHH!!!” jeritnya sangat kesal. Ia menendang meja dan kursi meluapkan amarahnya. “Sial, sial!!!”
Black Dragon selalu menjadi bisnis favoritnya. Ia tak menyangka bahwa gedung Black Dragon terbakar? Bukankah Black Dragon sudah dibangun dengan pengamanan yang luar biasa terhadap kecelakaan dan bencana? Bagaimana bisa…
“Sialan!!” pekiknya dan melempar benda-benda apapun yang ia temukan. Wajah sudah merah karena betapa hebat kemarahannya sekarang. Dia belum pernah dongkol seperti ini. Dalam kurun waktu sebulan dia terus mengalami kerugian dan malapetaka. Apa dia sedang dikejar-kejar dewa kesialan?
Pintu diketuk sekali dan salah satu anak buahnya muncul melaporkan lebih detail apa yang terjadi di Black Dragon. “Bos, api sudah berhasil dipadamkan. Tapi gedung sudah habis terbakar, pegawai kita hanya sempat menyelamatkan diri.”
Dongwook meludah ke lantai. Dia benar-benar ingin mengamuk. Di dalam Black Dragon ada banyak perabotan mahal, lampu kristal, sofa mahal, alat-alat DJ, belum minuman-minuman alkohol… Argh!! Dongwook ingin mengumpat.
“Lalu apa penyebabnya?” tanya Dongwook berang.
“Korsleting yang disebabkan sambaran petir. Murni bencana alam dan cuaca buruk, Bos.” sahut anak buahnya itu.
Dongwook rasanya ingin tertawa. Apa alam tidak bisa tunduk padanya? Dan memangnya Dongwook percaya dengan alasan seperti itu? Dari semua bangunan yang ada di Seoul mengapa petir hanya menyambar Black Dragon? Bahkan ini bukan musimnya untuk petir muncul tiba-tiba.
“Aku ingin kalian mengecek CCTV, cek semua CCTV yang ada di jalan, yang ada di pintu masuk, di dalam gedung. Aku tidak mau tahu!” tukas Dongwook, “Dan laporkan secepatnya jika ada yang mencurigakan.”
Anak buahnya itu mengangguk, “Baik, Bos.” Ia membungkuk sopan dan pergi.
Dongwook melempar vas bunga ke lantai. Jika semua ini merupakan serangan lain dari vampire yang berusaha mengganggunya, ia tidak akan pernah memaafkannya. Dialah yang membangun Black Dragon mulai nol, dihancurkan semena-mena seperti ini tidak akan Dongwook lepaskan.
.
.
.
“Kalian darimana?” tanya Taehyung melihat kedatangan para hyungnya yang baru pulang. Taehyung dan Jungkook berada di ruang tengah sedang menonton TV saat para hyungnya datang. Dan betapa wajah para hyungnya begitu sumringah seolah baru mendapat lotere besar.
“Bagaimana kabarmu?” tanya Namjoon ceria, bahkan lesung pipinya sampai nampak jelas begitu membuat Taehyung yakin ada berita yang sangat bagus. Namjoon menepuk-nepuk kepala Taehyung dengan sayang.
“I’m ok. Sudah tidak sakit lagi.” sahut Taehyung. Vampire memang lebih cepat menyembuhkan diri dibandingkan manusia.
“Kurasa Jungkook sudah menjagamu sangat baik seharian ini.” ucap Seokjin dengan senyum panjang ditujukan pada Jungkook yang sedang memakan popcorn.
“Dia calon adik ipar yang baik kan?” tanya Hoseok sambil menyenggol Seokjin membuat Alpha itu mengekeh.
Jungkook memberi senyum, melihat bagaimana atmosfer ini, sepertinya rencana sudah berhasil dilakukan? Apa artinya Black Dragon sudah hancur?
Yoongi mengambil remote dan mengganti channel sampai menemukan berita terkini. Kebetulan ada penayangan berita mengenai kebakaran yang terjadi di Black Dragon. Yoongi menaikkan volumenya supaya berita itu menggema terdengar di dalam ruangan.
“… sebuah tempat lokasi club malam cukup ternama di Seoul terbakar, diduga karena korsleting listrik yang disebabkan kilatan petir yang menyambar. Dinas pemadam kebakaran mengerahkan 8 unit mobil pemadam kebakaran dengan 40 personel untuk menjinakkan si jago merah. Api baru bisa dipadamkan setengah jam yang lalu. Akibat peristiwa ini sebanyak 15 orang mengalami luka-luka. Estimasi kerugian akibat kebakaran mencapai milyaran won….”
Mata Taehyung membesar saat melihat lokasi dan bangunan yang cukup familiar. Bukankah club malam yang dimaksud itu adalah Black Dragon??
Jungkook memberi smirk panjang melihat bagaimana tayangan bangunan Black Dragon yang hitam habis terbakar. “Finally, Black Dragon sudah lenyap.”
Taehyung syok. Ia memandang para hyungnya, yakin bahwa ini ada kaitannya dengan yang dilakukan para vampire itu tadi.
“Bagaimana, Tae?” tanya Seokjin dengan senyum lembut, “Apa kau suka dengan surprise yang kami berikan?”
Mulut Taehyung sampai membuka. Jadi benar semua ini perbuatan hyungnya?
“Namjoon sudah menunjukkan show terhebat yang pernah kulihat,” ucap Hoseok menunjukkan barisan giginya yang rapi. Ia tidak akan bosan memuji kekuatan Master-nya. “Dia yang membuat kecelakaan itu, Tae.”
Namjoon memberi cengiran saat Taehyung menoleh padanya. Namjoon kembali menepuk-nepuk kepala vampire itu.
“Kita tinggal tunggu berita bahwa Black Dragon pun akan kehilangan konsumen dan pelanggan setianya,” tambah Yoongi, “Jin Hyung sudah memanipulasi pikiran banyak orang.”
Jungkook memberi senyum lebar, puas mendengarnya. Ia memijit leher Taehyung. Akhirnya balas dendam berhasil dilakukan walau semua ini baru permulaan saja.
Entah kenapa mata Taehyung berkaca-kaca. Ia sangat terharu. Jujur saja semua orang yang ada di tempat ini tidak ada urusannya dengan sindikat ataupun Dongwook. Hanya Taehyung yang merupakan korban tapi dia dibela habis-habisan seperti ini oleh clan-nya.
“Gomawo,” bisiknya. Tak perlu menunggu lama sampai akhirnya Seokjin, Namjoon, Yoongi dan Hoseok langsung memeluknya dengan sayang. Jungkook tersenyum melihat pemandangan mengharukan itu.
“Kami tidak akan pernah membiarkan orang-orang yang sudah membuatmu seperti ini tetap hidup, Tae.” ujar Seokjin. “Kami akan melindungimu.”
“Gomawo…” ucap Taehyung lagi. Dia benar-benar merasakan ketulusan dan kasih sayang yang diberikan clan-nya. Ia bersyukur karena di hidupnya hadir orang-orang yang mengasihinya seperti ini.
“Kita harus membuat pesta BBQ untuk merayakannya.” ucap Namjoon setelah pelukan berakhir.
“Ide bagus.” sahut Hoseok semangat, “Kita undang juga Soojung dan Jimin.”
Alpha ikut mengangguk. “Aku akan memberitahu mereka untuk besok bisa datang.”
“Yeay~!” seru Hoseok.
Taehyung tersenyum melihat mereka semua. Ia menoleh pada Jungkook yang duduk di sebelahnya yang juga sedang memandangnya. Taehyung memberi senyum dan Jungkook mengusap kepalanya. Bukankah ini membuktikan Taehyung tidak akan pernah dibiarkan menanggung penderitaan sendiri? Yang lain akan siap menjadi penolong dan penjaganya. Taehyung merasa sangat bersyukur dengan keadaan ini.
🎃🎃
readers pas baca Black Dragon kebakar be like
yeay yeay bubbye Black Dragon~😎
Jangan lupa tinggalkan jejak ya, vote dan beri hadiah yg banyak untuk novel ini semakin maju xixixi. Gomawooo😘