Vampire In The City

Vampire In The City
Pengintaian




Malam itu Dongwook dikirimkan laporan mengenai komentar-komentar negatif pelanggan terhadap Black Dragon. Begitu banyak orang-orang yang berpaling dan mulai mengatakan hal-hal tak sedap mengenai Black Dragon. Meski saat ini Black Dragon sudah musnah sekalipun, masyarakat mengatakan bahwa club malam itu sudah sebagusnya ditutup sejak lama. Ada yang mengatakan minuman disana kemahalan, ada yang mengatakan bahwa ada yang pernah menjadi korban pelecehan, dugaan penjualan obat-obatan terlarang dan indikasi mafia di dalamnya.


Dongwook tertawa pahit. Bagaimana mungkin pelangannya memunggunginya seperti ini dan mengatakan hal-hal tak baik mengenai Black Dragon?


“Arghhh!!!” tukasnya marah sambil berdiri dengan kesal. Kapankah semua kekacauan ini berakhir. Black Dragon yang habis terbakar saja membuat para investor menuntut ganti rugi. Dan sekarang ada berita aneh lainnya membuat perut Dongwook mulas.


Salah satu anak buahnya masuk ke dalam ruangan dengan tergopoh-gopoh, membawa laporan tak kalah penting lainnya.


“Bos..” ucapnya pelan dan sedikit takut.


“Apa?!” bentak Dongwook, ia bisa saja melampiaskan kemarahannya pada anak buahnya ini, “Apa yang kau mau?!”


Anak buahnya itu menelan ludah. “Ada yang mencurigakan dari CCTV Black Dragon sebelum Black Dragon terbakar.”


Dongwook menoleh cepat dan ekspresinya sangat agresif. Ia mengambil Ipad dari tangan asistennya dan menonton kompilasi video CCTV yang ada di Black Dragon.


Video itu cukup buram karena kondisinya saat malam hari dan di luar pintu Black Dragon, apalagi CCTV yang posisinya agak jauh membuat video yang di-zoom menjadi buram.


Dongwook mengernyitkan kening saat melihat seorang pria dengan coat panjang, turtle neck dan topi. Selama sekitar sejam pria itu berada di depan Black Dragon, tidak masuk ke dalam club, malah berulang kali menyenggol pelanggan yang masuk. Gerak geriknya sangat mencurigakan dan Dongwook tidak mengenal pria itu sebagai pelanggan Black Dragon.


“Siapa dia?” tanya Dongwook.


“Kami sulit mendapatkan identitasnya karena wajahnya yang tertutup dengan topi, Bos.” ucap asistennya. “Tapi dia pergi beberapa menit sebelum Black Dragon mengalami sambaran petir.”


Dongwook mendengus. Benar bukan dugaannya? Tentu saja Black Dragon terbakar karena faktor kesengajaan. Dan bisa saja dalang di balik semua itu adalah vampire. Bisa saja pria bercoat panjang itu merupakan vampire.


Ini menyebalkan bagaimana Dongwook harus bermain petak umpet dengan komplotan vampire. Tapi seru juga. Jika dia berhasil menemukan siapa dalangnya, Dongwook akan menawan para vampire itu dan mengeksploitasinya habis-habisan for sure.


****


Dongwook berada di dalam mobil mewahnya, mata sejak tadi mengawasi ke dalam gedung universitas cukup ternama di Seoul. Mobil diparkirkan agak jauh dari tempat parkir mahasiswa. Siang ini ia datang karena ingin mengecek secara langsung kondisi vampirenya. Dari profile Kim Taehyung yang diberikan Lisa, dituliskan bahwa Taehyung merupakan mahasiswa di kampus ini dengan jurusan Teknik Kimia.


Mata Dongwook membesar saat melihat dari kejauhan seseorang yang selama ini ia nantikan. Kim Taehyung berjalan mengenakan pakaian mahasiswa kebanyakan, T-Shirt dengan jaket jeans. Rambutnya yang sudah panjang ditarik ke atas menggunakan bando kain menunjukkan dahinya yang menawan. Dongwook sangat terkesan dengan penampilan vampire itu ketika berkuliah.


Rahang Dongwook mengeras saat disadarinya Taehyung berjalan bersama Jungkook. Mereka seperti sedang asyik mengobrolkan sesuatu dan berjalan menuju tempat parkir.


“Jeon Jungkook…” desis Dongwook. Sepertinya Jungkook menerima keberadaan temannya yang merupakan vampire dan bahkan Jungkook sangat-sangat protektif pada keselamatan vampire itu.


Taehyung dan Jungkook masuk ke dalam mobil. Dongwook memicingkan mata dan menggigit bibir.


“Apa kita ikuti mereka, Bos?” tanya anak buahnya yang duduk di depan karena mobil Jungkook sudah melaju meninggalkan kampus.


“Yeah, ikuti mereka.” sahut Dongwook.


Mobil Dongwook itu mengikuti dari kejauhan. Sepertinya Jungkook dan Taehyung akan pulang? Entahlah… Dongwook akan mencari tahu, akan semakin menarik jika dia pun bisa mengetahui dimana rumah Taehyung karena Lisa pun sepertinya tidak tahu dimana vampire itu tinggal.


Setengah jam kemudian, mobil Jungkook sudah berhenti di depan sebuah rumah besar bergaya America. Mobil Dongwook berhenti agak jauh dari lokasi supaya tidak ketahuan. Dongwook menyipitkan mata melihat rumah itu. Jika dari alamatnya rumah ini bukanlah rumah Jeon Jungkook. Jadi apakah ini rumah Kim Taehyung? Sarang vampire?


Taehyung dan Jungkook keluar dari mobil. Mereka tengah tertawa bersama entah karena lelucon apa namun Dongwook memandang mereka dengan pahit. Agak menyebalkan bagi Dongwook melihat keduanya bisa rileks dan gembira seperti itu. Dan tampaknya pun Taehyung sudah sembuh total dari luka yang dialaminya akibat perbuatan pembunuh bayaran utusan Lisa.


Ada seseorang di taman depan yang baru muncul dari pintu belakang rumah. Pria itu berambut putih seputih salju dan wajahnya hampir seputih rambutnya.


Dongwook menyipitkan mata. Siapakah pria itu? Kalau dilihat-lihat pria itu pun tinggal di rumah ini. Apa artinya dia pun vampire?


Pria yang merupakan Yoongi itu sedang memberi senyum, menyapa Taehyung dan Jungkook yang baru pulang. Sudah menjadi kebiasaan Jungkook akan selalu mampir tiap hari setelah pulang kuliah. Biasanya Jungkook akan di sana sampai makan malam, bercanda dengan penghuni clan ataupun menghabiskan waktu bersama Taehyung.


Dongwook memberi smirk panjang. Oh ini akan semakin menarik. Tentu saja Taehyung tinggal di sarang vampire. Jika demikian artinya ada vampire-vampire lain di rumah itu. Atau… bisa saja yang menyerang Black Dragon adalah clan dari Taehyung ini.


Dongwook melihat Taehyung, Jungkook dan pria berambut putih yang masuk ke dalam rumah.


“Jadi si Jeon Jungkook itu berada di pihak vampire?”


****


Taehyung menghisap darah Jungkook. Ini sudah menjadi ritual yang biasa bagi keduanya. Dan ketika Taehyung menghisap darah, Jungkook pasti melihat cuplikan memori masa lalu Taehyung lagi.


Jungkook membuka matanya dan menghembuskan nafas perlahan-lahan. Dilihatnya Taehyung di hadapannya sedang memandangnya dengan mata innocent meski sebelah matanya berubah putih.


“Apa yang kau lihat kali ini, Jeon?” tanya Taehyung. Ia mengusap bekas gigitannya di lengan Jungkook. Itu akan menimbulkan warna keunguan selama beberapa hari.


“Aku melihat saat pertama kalinya kau masuk dalam sindikat, bagaimana orang-orang itu menipumu dengan mengatakan kau perlu dites kesehatan dulu sebelum mulai bekerja.” ujar Jungkook pelan.


Taehyung tersenyum tipis. Ingatan jahanam. Jika saja saat itu Taehyung menolak pekerjaan itu, menolaknya meski diiming-imingkan akan mendapat masa depan cerah… mungkin saat ini dia bukanlah vampire.


“Seandainya dulu aku tidak sebodoh itu.” gumam Taehyung menyalahkan dirinya sendiri.


“Semua sudah terjadi, Tae, tak ada yang bisa disesali.” ucap Jungkook sambil mengusap sebelah mata Taehyung yang berwarna putih. “Kau bukanlah monster… Mata yang kau miliki bukanlah mata monster.”


Taehyung mengangkat wajah dan tersenyum pelan. “Tapi manusia tetap akan takut jika melihat mataku yang seperti ini.”


“Mereka takut karena belum mengenalmu.” Jungkook kembali mengusap mata Taehyung itu. Sekarang baginya mata Taehyung itu normal. Mata Taehyung tetap indah meski berwarna putih.


Mereka masih mengobrol beberapa saat sampai akhirnya Jungkook pulang karena sudah semakin malam.


Taehyung sedang bersiap akan tidur ketika ponselnya berdering. Ia melihat nomor pemanggil yang tidak dikenalnya, selama ini ia memang tidak banyak menyimpan nomor ponsel orang lain. Jadi ia tidak tahu siapa yang meneleponnya di jam seperti ini.


Taehyung mengangkatnya. “Halo?”


“Is this Taehyung speaking?” tanya seseorang di seberang. Suara pria. Dan entah kenapa suaranya tiba-tiba sangat familiar bagi Taehyung.


Taehyung menaikkan sebelah alis, berusaha mengingat-ingat dimanakah ia pernah mendengar suara ini.


“Or is this Vincent speaking?” tanya pria di seberang itu lagi. Dia mengekeh perlahan membuat Taehyung sangat terpana saat ia menyadari bahwa yang meneleponnya adalah Dongwook. Taehyung sangat syok karena darimana Dongwook mengetahui nomor ponselnya… dan bahkan mengetahui nama aslinya sebelum menjadi vampire. Apa ini artinya Dongwook sudah tahu bahwa dulunya Taehyung adalah salah satu project mutan dari sindikat?


“K-kau…” ucap Taehyung dengan suara tercekat.


“Oh I miss you, Kim Taehyung…” ucap Dongwook dengan nada ceria, “Apa kau tidak merindukanku? Tidak akan menanyakan kabarku?”


Tangan Taehyung yang memegang ponsel meremas dengan kuat. Hal terakhir yang ia inginkan adalah mendengar Dongwook meneleponnya. Ia bahkan tak sudi diajak berbicara seperti ini dengan pria berdarah dingin itu.


“Apa sebenarnya maumu.” tukas Taehyung pelan.


“Well… kenapa kau tidak pernah menemuiku lagi? Apa kau trauma dengan perlakuanku terakhir?” tanya Dongwook, “Ayolah… aku hanya membiusmu saja dan berusaha mencoba meminum darahmu. Aku tidak menguras darah di tubuhmu lho!”


Rasanya Taehyung ingin mengumpat dan menyumpahi pria itu untuk apa yang sudah diperbuat Dongwook selama ini atas hidupnya. Oh seandainya ia bisa, tapi Taehyung harus menahannya karena tidak mau membangunkan anggota clan lain yang sedang beristirahat.


“Bagaimana cara aku menemuimu, Dongwook, saat Black Dragon sudah hangus terbakar tak bersisa?” ucap Taehyung setengah mencemooh.


Dongwook diam beberapa saat. Jelas pria itu sedang berusaha menahan emosi. Ia merasa sangat direndahkan ketika Taehyung membahas peristiwa Black Dragon.


“Aku bisa membangunnya kembali,” sahut Dongwook dengan nada tenang, mengendalikan emosinya, “Mudah bagiku melakukannya.”


“Aku tidak tertarik berurusan denganmu.”


“Kau tidak punya pilihan lain selain kembali padaku, Taehyung.” kata Dongwook dengan smirk panjang terpampang di wajahnya.


“Apa kau tidak ingat bagaimana dulu kau tinggal di salah satu tempatku? Kau adalah milikku.”


Gigi Taehyung gemertakan. “Aku tidak pernah menjadi milikmu. Kau yang sudah bertindak ilegal padaku dan pada orang-orang lain. Kau akan mempertanggungjawabkan perbuatanmu, Dongwook.”


“Aku akan bertanggungjawab, jadi datanglah dan kembali padaku.”


Taehyung mendengus, tertawa pahit. Pria sinting ini tidak akan pernah berhenti mengucapkan kata-kata tipu daya, sama seperti anak buahnya dulu yang sudah memperdaya Taehyung untuk masuk ke sindikat.


“Saat aku bertemu denganmu, kau akan kubunuh.” ancam Taehyung.


Terdengar suara tawa Dongwook di seberang. “Kalau begitu bagaimana kalau sekarang kita bertemu?”


Tentu saja Taehyung tidak akan tertipu dengan jebakan itu. Dia tidak akan bertindak bodoh lagi dan masuk dalam jebakan Dongwook.


“Kita bisa bermain-main seperti dulu lagi, Taehyung.” Dongwook mengekeh keras, “Aku akan membawamu kembali.”


Taehyung sangat kesal. Ia segera menutup panggilan dan melempar ponselnya ke tempat tidur. Hati dilanda dengan kejengkelan karena telpon dari bos sindikat itu. Jika saja Dongwook ada di hadapannya sekarang, Taehyung akan mencabik mulut Big Bos itu dan membuatnya tidak pernah berbicara seperti itu lagi pada Taehyung.


Taehyung menjambak rambutnya sendiri dengan frustasi. Di saat situasi sudah tenang dan rileks baginya, kenapa masalah datang lagi? Tidak bisakah ia menjalani hidupnya dengan tenang? Taehyung tidak akan membiarkan Dongwook mengganggunya. Taehyung akan menjaga orang-orang di sekitarnya. Ia akan menjaga clan Kim. Ia akan melindungi Jungkook.


Masih menjadi misteri bagaimana Dongwook bisa mengetahui nomornya seperti ini. Apa pria itu sudah mengirim mata-mata untuk mencari informasi mengenainya selama ini?


****


Jumat sore itu di basement kediaman Kim kembali dipakai untuk berlatih. Soojung, Seokjin dan Yoongi sedang menembak. Namjoon melatih Jimin bela diri. Hoseok dan Taehyung belajar tinju, diajari oleh Jungkook secara langsung. Ini sangat menyenangkan bahwa sesungguhnya olahraga bisa melepas stres dan kepenatan.


“Hoseok Hyung sudah semakin lihai bertinju.” puji Jungkook dengan senyum panjang melihat Hoseok sedang adu tinju dengan Taehyung.


Taehyung mendengus karena dirinya sama sekali tidak dipuji. Malah Jungkook mengatakan pukulan Taehyung tampak lembek, padahal Taehyung sengaja meminimalkan kekuatannya supaya tidak membuat Hoseok terluka.


“Aku berhutang padamu, Suhu.” ucap Hoseok dengan cengiran pada Jungkook sang Suhu.


“Kekuatan vampire Hoseok mungkin adalah tinju.” sahut Taehyung asal dan menghindar dari pukulan Hoseok.


“Oh? Ada kekuatan vampire seperti itu?” tanya Hoseok heran.


“Tentu saja ada. Kekuatan kangguru,” tukas Taehyung, “Bertinju dan melompat.”


Jungkook tertawa terpingkal-pingkal apalagi melihat ekspresi masam Hoseok itu, sangat menggemaskan.


“Huh, kau hanya iri saja, Tae, karena aku lebih pandai bertinju dibandingkanmu,” protes Hoseok dan mulai fokus kembali latihan, “Suhu Jungkook pun mengakuinya.”


“Yea, yea… Taehyung pastinya iri pada Hoseok.” tambah Jungkook menahan tawa saat melihat Taehyung menoleh protes padanya.


“Aku bisa meremukkan tulang, Jeon Jungkook.” tukas Taehyung sebal.


“Eit, eit… Itu tidak sesuai dengan aturan dalam pertinjuan. Lagipula bagaimana kau bisa meremukkan tulang ketika tanganmu sendiri ditutup sarung tinju?” tanya Jungkook playful.


Hoseok terkekeh lebar. Dua soulmate ini sangat lucu sekali kalau sedang berdebat.


“Kalian lanjutkan saja bertinjunya, aku ingin mandi dulu…” kata Jungkook. Ia menepuk-nepuk bahu Taehyung memberinya semangat. Ia juga menoleh pada Hoseok, “Hwaiting, Hoseok Hyung. Jangan kasih kendor~”


Hoseok memberi kedipan saja sementara Taehyung memutar bola mata pada Jungkook.


Jungkook pergi ke kamar Taehyung untuk mandi dan membersihkan diri. Dia sudah terbiasa di rumah ini sampai seperti penghuni rumah. Ia masuk ke dalam kamar saat mendengar ponsel Taehyung di atas nightstand yang berdering. Jungkook mengabaikannya dan mengambil bathrobe. Ponsel itu masih terus berdering seolah memanggil-manggil pemilik ponsel tiada henti.


Jungkook mengernyit heran. Setahunya Taehyung tidak banyak menyimpan nomor orang. Siapa yang menelepon seperti itu jika orang-orang terdekat Taehyung berada di basement sedang olahraga?


Deringan itu berhenti. Jungkook penasaran dan akhirnya mendekati nighstand untuk mengecek siapa yang sudah menelepon.


Betapa terkejutnya Jungkook saat melihat nama penelepon : Dongwook.


All he sees is red.


Kemarahan sangat menguasai Jungkook saat melihat nama penelepon itu saja. Dongwook? Lee Dongwook barusan yang menelepon Taehyung? Dan bagaimana nomor itu sudah disave di ponsel Taehyung menunjukkan bahwa sebelumnya bos sindikat itu pernah menelepon sebelumnya.


Ponsel di tangannya berdering kembali dengan nama penelepon yang sama. Gigi Jungkook gemertakan sampai ia pun bisa mendengar bagaimana suara giginya beradu. Jantungnya memacu cepat karena kemarahan sudah membumbung tinggi kembali mengingat bahwa pria inilah yang sudah menghancurkan hidup Taehyung.


Dan Jungkook pun mengangkatnya….


.


.


.


🎃🎃



Kalian pengennya Jungkook ngomong apa ke Dongwook? Silakan kesempatan menghayal diperbolehkan sebelum lihat chapter berikutnya 🤪


Jangan lupa berikan jejaknya yang banyak 🐾🐾 gomawo