
Tak berhenti disitu saja. Glashya langsung split menyentuh tanah dan Ia memasukkan setengah tubuhnya di sela kaki Val. Kemudian, ia menyikut lutut Val dengan lututnya hingga Val hampir jatuh menimpanya. Dan diakhiri dengan, "DAGGGHHH!" Glashya menghentakkan telapak tangannya pada dagu Val yang akan jatuh padanya.
"BRUK!" Val jatuh kesamping setelah mendapatkan perlawanan dari Glashya.
Glashya langsung berdiri dan Ia berteriak memanggil nama kedua putranya, serta suaminya.
...****************...
Gabriel masuk kedalam hutan. Ia berari dengan kencang dan Ia melompati dahan pohon berdiameter 5 meter sekali lompatan. Ia melihat kubah akar yang dikeliling dengan gerombolan serigala sihir dan Ia melihat satu Iblis yang berdiri diantara gerombolan itu.
"CTAZZZZZH!" Gabriel melesat dengan kencang kearah Arnold tanpa pikir panjang.
"DAGGGH! BRUAAKKK!!!"
Arnold tidak menyadari adanya Gabriel yang melesat kearahnya dan karena hal itu, ia terlempar begitu jauh.
Gerombolan serigala sihir disana melihat kearah Gabriel bersamaan.
"APA YANG KALIAN LAKUKAN!?" Gabriel berteriak tegas pada sekumpulan serigala sihir disana.
"GRRRRR" Serigala-serigala itu, menggeram pada Gabriel dan menunjukkan taring-taring mereka.
Gabriel memegang kubah akar yang dibuat oleh Tsuha. Dari kubah itu, Gabriel membuat sebuah tombak dengan ujung yang runcing dan melilit pada lengan hingga leher Gabriel.
Penutup mata di mata kirinya, Ia lepaskan. Tanda segitiga hijau zamrud itu, adalah tanda kalau Gabriel berasal dari bangsa Elf hijau pengguna sihir terlarang.
"Aku, tidak peduli dengan sumpahku pada pendahulu. Kalian akan menyesalinya karena telah memihak bangsa Iblis. Wuuusshhh" Cahaya hijau menyelimuti sekitar Gabriel.
Telinga Gabriel meruncing saat cahaya hijau menyelimuti dirinya. Bukan hanya itu saja, wujudnya 100% berubah. Dari segi wajah, warna iris mata, warna rambut hingga postur tubuhnya. Wajah Gabriel adalah wajah Tsuha versi dewasa tanpa tahi lalat di bawa garis mata kirinya dan tidak memiliki bulu mata selentik milik Tsuha.
Bangsa Elf adalah satu-satunya bangsa yang mampu menggunakan sihir mereka di hutan sihir, selain para titisan. Semua ini, ada hubungannya dengan titisan elf (Pendahulu yang disebutkan) dan berdirinya Kerajaan Akaiakuma.
Gabriel mengeser posisi kakinya dan Ia menyentuhkan tombak yang ia pegang ke tanah hutan itu.
KREAAAKKKKK
Akar pohon disana, mulai bergerak, dan Gabriel mengambil kuda-kudanya dengan memajukan kaki kanannya, serta bersiap menusuk serigala sihir yang mendekat kearahnya.
...****************...
Liebe menolong Val dan tak berani mendatangi Glashya. Glashya adalah seorang wanita yang paham akan ilmu bela diri. "Wanita itu, kenapa tidak menjadi prajurit saja?" Tanya lirih Liebe.
Val berdiri dan memegang bagian buah zakarnya yang masih nyeri sambil sedikit mengosoknya dibalik celana yang ia kenakan.
"Istirahatlah sebentar. Kak Kanza sedang mengejarnya bersama tiga serigala sihir miliknya" Ucap Liebe sambil menepuk bahu Val beberapa kali.
Val merasa seperti dia menjadi beban bagi guild pemberantas iblis. Pikirnya, Ia tak bisa mengatasi wanita yang panik dan khawatir seperti Glashya. Ia menundukkan pandangannya. "Maafkan aku. Aku, akan berusaha sekali-lagi dan lagi, sampai aku bisa menjadi yang berguna di guild"
"DAGH! SRUK! PAT! PAT!"
Liebe memukul bahu Val dan langsung mengacak-acak rambut Val yang tertata rapi hingga berantakan dan poninya turun kebawah. "Santailah! Kita ini baru masuk dua bulan disini! Jadi, salah itu adalah hal yang wajar!" Tegas Liebe sambil meringis.
Val mengangguk sambil menyisir rambutnya lagi.
...****************...
"SWINGGGG!!!!! TRAAAKKKK!!!!"
Tombak akar milik Gabriel terpotong menjadi dua saat ia menahan hentakan dari pedang besi milik Arnold.
"Syuut! Tep!"
Gabriel langsung melompat kebelakang dan ia mendarat diatas kubah milik Tsuha. "Raja Akaiakuma benar-benar bukan lawanku. Aku bisa terbunuh bila terus disini. Apa yang harus kulakukan agar Tsuha dan Tsuki selamat?" Gabriel melihat kesegala arah dan memikirkan sesuatu agar ia bisa selamat bersama kedua putranya.
Arnold berdiri dengan tegak dan melihat Gabriel ditas kubah akar itu.
"GRRRRRRR!!!! DRAP! DRAP! DRAP!"
Gerombolan serigala sihir itu, berlarian menuju kerajaan Shinrin.
Kini, tinggallah Arnold dan Gabriel dihutan itu dan saling bertatapan.
"Apa yang kau rencanakan!?"
Senyum seringai tampak diwajah mayat bangsa Iblis yang digunakan oleh Arnold. "Mengambil kembali harta yang harusnya dijaga oleh Akaiakuma. Dan, Aku menginginkan salah satu anak elfmu, sebagai wadahku" Ucapnya.
Gabriel sangat murka pada bangsa Iblis. Ia semakin benci dengan bangsa mereka yang hanya memikirkan diri sendiri.
"Sampai kapanpun, Kau tidak akan bisa mengambil putraku untuk wadahmu. Wuushhh" Pedang mana hijau zamrud, muncul dengan tiba-tiba dari tangan kanan Gabriel. Tanda kutukan dibawah garis mata kirinya, melebar secara perlahan.
Didalam sana, Tsuki mendengar suara derapan kaki yang berjumlah banyak. Ia memeluk tubuh Tsuha dengan erat. Ia menangis.
"Tsuha, bangun. Maafkan aku. Aku tidak tau kalau kau sakit. Hiks!" Ia menyedot kembali ingusnya yang hampir keluar.
"237, 238..." Tsuha masih terus berhitung dalam batinnya.
"Ayo, kita harus bisa keluar dari sini" Tsuki mengintip wajah Tsuha dan membuka mata Tsuha dengan jari-jari tangannya.
Pupil Tsuha yang berwarna hitam membesar saat Tsuki membuka mata Tsuha.
"TSUHA! LINDUNGI TSUKI! DAN SEGERA PERGI DARI SINI! AYAH PERCAYA PADAMU!!" Suara Gabriel menembus hingga kedalam kubah.
Tsuha tersadar. Ia langsung melihat kebelakang dan, "SYUUUK!!! PRAKKKK!!!!" Kubah milik Tsuha pecah dan tubuh Gabriel dalam wujud manusia, yang menghancurkan kubah itu.
Mata Tsuka bergetar melihat sosok Iblis itu berjalan kearahnya.
"CTAASHHH! TRANKKKKKK!!!!" Gabriel berdiri dan langsung melesat kearah Arnold sambil menghempaskan zirah pelindung kepala kearahnya.
"SRUKK! DRAP!!!" Tubuh Tsuha bergerak dengan sendirinya.
"CTAZZZZZH! DAGHH!!!" Gabriel melesatkan tendangan keatas tepat pada dagu Arnold.
Didalam hutan, Gabriel berada diposisi yang menguntungkan. Namun, serangan jarak dekat adalah kelemahan Gabriel dan serangan jarak dekat adalah kekuatan terbesar Arnold.
Tubuh Arnold melayang keatas dan bersamaa dengan itu Arnold mengangkat kakinya keatas dan "PRUAKKKK!!!" Kaki Arnold yang tak beralas, langsung menghantam kedua sikut Gabriel yang digunakan untuk melindungi bagian kepalanya dengan kekuatan berat badannya yang dipisatkan pada tumit kanannya.
"Tep!"
Arnold berdiri dengan tegak. Ia sedikit meneleng kekanan dan menyeringai sambil menatap Gabriel yang terlutut dengan tatapan merendahkan.
"Lama sekali aku tak pernah bertarung seserius ini. Apa kau mau taruhan denganku?" Arnold mengulurkan tangan kanannya pada Gabriel yang sedang melihat sikunya yang bengkak dan bergetar.
"Cuih!" Ia (Gabriel) meludahkan darahnya karena tak sengaja mengigit lidahnya sendiri dan kembali menatap Arnold dengan raut serius.
Gabriel, kembali pada wujud elfnya sambil berdiri.
...****************...
"GREP!!" Nao berhenti menangis setelah dipeluk oleh salah satu perempuan anggota Guild Pemberantas Iblis.
"Cup! Cup! Kamu sudah aman bersama kakak..." Tangan bersarung berwarna merah maron mengusap rambut hitam Nao.
Napas Nao terpengal-pengal dan sesekali Ia terbatuk. Mata Nao melihat wanita dengan wajah yang mungil dan beriris cokelat muda dengan rambut hitam sedang tersenyum padanya.
Tubuh wanita itu, tercium seperti aroma permen karet. "Adik sudah aman. Ada kakak Bara disini, bisakah adik Nao bercerita pada kakak apa yang sedang terjadi?"
Gadis itu adalah anggota Guild Pembarantas Iblis. Ia satu angkatan bersama Zack, Nel, Daniel, Razel, Kanza, dan dua orang lainnya yang menjadi pengawal adanya markas ini.
Bara merupakan kekasih Razel sejak empat tahun yang lalu.