The Last Incarnation Of The Land Of Arden

The Last Incarnation Of The Land Of Arden
FLASH BACK 2 (Archie dan Alex) - selesai



"Aku, sudah menunggu momen ini sejak lama. Anakku,... mari, kembali ke Akaiakuma"


Arnold muncul dihadapan Archie setelah 19 tahun membiarkan Archie hidup di Shinrin.


Tanduk Archie, muncul akibat memakan buah sihir itu.


"Tidak mungkin....."


Archie memegang kedua tanduknya.


Bola mata Archie bergetar saat Arnold memeluknya.


Archie tak bisa bergerak, karena sihir pengucapan milik Arnold.


Ini, bukan sesuatu yang Archie harapkan.


"SIALAN! MENYINGKIR DARI ARCHIE! WOSH!"


Alex berpindah tempat dan berniat menghunuskan pedang mananya pada Arnold.


"WOSH! BRUUUUUAAAAAKKKKK!" Tangan kanan Arnold mengeluarkan lingkaran sihir jenis angin dan membuat Alex terpental jauh.


"Ayah, tak ingin menyakiti temanmu. Ayo pulang. Di Akaiakuma, Ayah berjanji akan memberi kebahagiaan dari pada menjadi Prajurit Shinrin"


Arnold kembali mengelus rambut Archie yang warnanya sama dengan rambutnya. Wajah merekapun mirip, terutama pada lentiknya bulu mata mereka.


Alex kembali berdiri dan berjalan kearah Archie sambil memegang kera Zirah Archie.


"Lepaskan tanganmu dari Archie. Aku tak peduli Kau ayahnya atau bukan. Cepat lepaskan Archie"


Alex dengan berani menatap mata merah Arnold.


Archie tak bisa berkata-kata melihat Alex dengan wajah yang penuh darah dan tubuh yang penuh dengan luka menghadapi Arnold.


"Kau tetaplah Raja Iblis yang membunuh ayahku dan warga disini. Aku tidak memandangmu sebagai Ayah Archie, SERTA! KAU TIDAK PANTAS DISEBUT AYAH OLEH ARCHIE!!!"


Alex menunjuk Arnold dengan pedang sihirnya.


"Tidak pantas? Disisi mana Aku tidak pantas disebut Ayah oleh Archie? Apa Karena Aku seorang Raja dari Akaiakuma? Kerajaan yang paling ditakuti di Negri Arden?" Tanya Arnold sambil melepaskan Archie.


Arnold memegang tangan Kanan Alex yang memegang pedang mana.


"Katakan padaku. Disisi mana ketidakpantasanku?" Arnold menghilangkan pedang mana Alex dan Ia menatap mata Alex dengan tajam.


"Ibuku bercerita, Kalau Kau adalah orang yang membuat Archie terpisah dengan kembarannya"


DEGH!


Archie tidak tau kalau Ia memiliki saudara kembar dan Ia terkejut saat mengetahui bila Alex tau tentang itu.


"Komandan Kerajaan Greendarea. Aosora Azkel yang semarga dengan marga Istrimu dulu. Apa Kau melupakan sosok komandan Kerajaan Elf yang telah Kau bunuh secara mengenaskan itu ?"


Arnold membelalakan matanya.


Pantas bila Arnold merasa tak asing dengan wajah Alex.


"Aku, Putranya. Apa, Kau akan membunuhku juga dengan cara yang sama?"


Arnold dan Archie membelalakan mata mereka.


Selama ini, Alex sudah tau siapa itu Archie dan Ia lebih merahasiakannya pada Archie untuk menjaga tali persahabatan dan persaudaraan mereka.


"KREEAAAAKKKK"


"AKHHH!!!!"


Arnold mengaktifkan sihir gravitasinya yang membuat tulang tangan kanan Alex patah dengan sendirinya.


"Jaga Ucapanmu. Kau tau apa tentang itu?"


"Untuk apa Aku menjelaskannya. Orang-orang mengatakan hal yang sama. Aku bersumpah Akan membunuhmu suatu saat nanti" Ucap Alex.


"Berhentilah bermimpi. Sampai Negri ini hancur, Kau tak akan pernah bisa membunuhku" Ucap Arnold sambil memegang leher Alex.


"Alex....,Apa saja yang Kau sembunyikan dariku?"


Raut wajah Archie berubah saat menanyakannya pada Alex.


Dari pada raut kebencian, Itu lebih seperti raut kecewa.


Alex membelalakan matanya saat melihat mata merah Archie itu.


"Kita adalah kerabat dari pihak keluarga Ibu. Maafkan Aku,... Aku.."


Arnold menghela napas.


"Teruslah mendrama...."


Arnold mencekik leher Alex hingga terangkat.


"HE'! AKH!" Ia kesulitan bernapas.


Telinga Alex mulai berdengung.


"Archie, Ayah bertanya padamu. Kau memilih tetap disini tapi temanmu ku bunuh atau, ikut bersamaku ke Akaiakuma untuk bertemu dengan Adikmu dan menjadi penerusku. Dengan artian, Kau diperbolehkan bertemu dengan temanmu, saat Kau menjadi Raja kelak" Tawar Arnold yang masih mencekik Alex.


Alex berusaha melepaskan dirinya.


Archie menatap mata Arnold.


"Berapa lama Aku menunggu untuk menjadi seorang raja?" Tanyanya.


Arnold tersenyum tipis.


"Usiamu saat ini 19 tahun. Kau akan menjadi pengantiku saat usiamu 25 tahun" Jawab Arnold.


"Lima tahun lagi, itu bukan waktu yang singkat. Tapi, disela itu,... Aku bisa mencari kelemahannya untuk mengalahkannya bersama Alex"


Ekspresi Arnold langsung sumringah.


"Bruk! khuk! khuk!" Ia menjatuhkan Alex.


Alex terbatuk-batuk akibat cekikan Arnold.


"Aku berjanji. Mau pulang sekarang?"


Arnold membuka gerbang sihirnya didepan Archie.


Alex membelalakan matanya melihat sihir gerbang milik Arnold yang sama dengan milik Archie.


"Tunggu! Archie! TETAPLAH DISINI! KAU MAU PERGI KEMANA?!"


Alex berteriak saat melihat Archie berdiri dan akan memasukki gerbang sihir itu.


Archie melihat Alex yang sudah tak sangup untuk berdiri.


"Jumpa lagi lima tahun yang akan datang. Aku berjanji akan menemuimu" Archie masuk kedalam gerbang sihir itu yang akan mrmbawanya berteleport hingga di perbatasan Shinrin dengan hutan sihir.


"TUNGGU!!! ARCHIE!" Alex berdiri dan berlari hampir terjatuh saat berusaha meraih tangan Archie.


Arnold mendorong Archie agar tidak terpegang oleh Alex.


Arnold menghilangkan gerbang sihir itu.


"Lagi-lagi.... Kenapa Kau selalu pergi sendiri? Kenapa selalu berlari saat akan kuraih? Kenapa selalu lebih cepat dariku? Hal ini selalu terulang. Kau tidak sendiri Archie,.... Ada Aku,... Aku sahabat dan kerabatmu.... Aku selalu bergantung padamu.... Ibuku sudah pergi...Apa Kau bisa memegang janjimu itu?"


Alex melihat kedua telapak tangannya yang penuh darah dan gemetar.


"SELURUH PASUKAN AKAIAKUMA! MUNDUR! KEMENANGAN SUDAH BERADA DIPIHAK KITA!!!! PEWARIS AKAIAKUMA! TELAH KEMBALI!!!!!" Seru Arnold pada pasukannya yang membantai orang-orang didesa itu.


"HIDUP RAJA DE LUCE ARNOLD!!!!!" Sorak balas prajuritnya.


Alex terlutut ditempat.


Seluruh pasukan Iblis telah kembali kekerajaan mereka.


Hanya mayat dan puing-puing bangunan yang tersisa.


"Apa yang harus Aku lakukan? Tanpa Archie.... Aku... Aku tak bisa menjadi Raja" Ucapnya.


"Hei,... masa depanmu masih jauh. Apa Kau akan menyerah sekarang?" Sosok pria berjubah putih dengan rambut hitam dan mengenakan Syal abu yang dililitkan kelehernya berjongkok disebelah Alex yang berlutut.


Alex melihat sosok pria yang terlihat seumurannya itu.


Pakaiannya terlihat masih bersih dan tidak ada noda setitikpun yang menempel.


"Siapa Kau? Dari golongan mana Kau berasal?"


Alex langsung berdiri dan firasatnya mengatakan kalau orang itu, bukan sosok yang bisa dikatakan baik.


"Aku? Bukan siapa-siapa. Dan menurutmu, darimana Aku berasal?"


Ia membuka poni rambutnya bagian kiri.


Kornea biru dengan pupil merah terlihat dimata Alex dan itu membuat Alex langsung dimode siaga.


"Jump!" Alex melompat kebelakang sambil mengeluarkan pedang mana birunya.


"Oh, ini... rasanya dejavu.... Kapan yah ? Ah,.... benar juga. Ini sama sebelum Kepala Aosora Azkel terpenggal" Sosok itu menyeringai sambil menunjukkan keempat gigi taringnya yang lebih panjang dari ukuran normal.


Alex mengerutkan alisnya.


"Katakan padaku! Dari golongan mana Kau berasal?!" Paksa tegas Alex


Sosok itu berjalan dengan santai kearah Alex.


"Memang, apa pentingnya perbedaaan bangsa? Kalau Aku mengatakan dari bangsa Siluman dan Iblis, Apa Kau akan membunuhku? Dan kalau Aku berasal dari bangsa non Iblis, Apa Kau akan berteman denganku?" Balas tanyanya.


"Aku tak tau apa tujuanmu. Walaupun Kau tidak berasal dari bangsa iblis atau siluman. Aku sampai kapanpun tak akan sudi berteman dengan sosok sepertimu!" Tegas Alex.


"Benarkah? Ini sangat disayangkan. Padahal, Aku adalah penjaga dari calon keturunanmu. Sampai jumpa lagi, Aosora Alex. Dihari yang telah ditentukan, ada saatnya Kau sadar bahwa tak akan ada bedanya bangsamu ataupun, bangsa De luce Archie. Dan dihari yang akan tiba itu, Keturunanmulah yang akan mengubah seluruh tatanan Negri ini"


Sosok itu kembali menyeringai.


"Apa Kau siap menjadikan Turunanmu sebagai sebuah bom yang akan menghancurkan semua itu ? Atau, menjadi sosok yang lebih buruk dari Titisan pertama? Daeva Nerezza?"


...^^^***FLASHBACK BAB II USAI***^^^...


Kembali ke Zaman Aosora Arthur berada.


Sampai saat ini, diketahui kalau jiwa Archie berada di tubuh Arthur.


Dan disini, Arthur telah bergabung dengan Guild pemberantas Iblis yang ternyata, didalamnya ada De luce Arnold yang merupakan Ayah kandung dari Archie.


Archie tidak menyadarinya karena, Ia tidak terlalu mengenal aura Arnold yang samar dan berbeda dari aura Iblis biasanya.


Bagaimana bisa?


Itu karena Arnold adalah Iblis ras campuran dari bangsa rambut putih dengan ras merah(ras dominan Iblis)


Kek kucing yak >•<


Tapi, Mizel sudah menyadarinya karena, Ia sejak bayi sudah berada didekat Arnold.


Di chapter yang berikutnya, akan dimulai dari misi pertama Mereka (Tsuha dan Arthur) yang merupakan misi gabungan dengan pasukan Penyidik yang akan diwakili oleh Nao.


Untuk menyelidiki sebuah kasus kelas D yang diinformasikan kalau di hutan sihir ada seekor cerberus berkepala lima dengan tinggi hingga tiga meter yang berkeliaran diarea hutan dan karena hal tersebut, para warga takut untuk mencari kayu bakar dan berburu.


Tugas mereka, hanya untuk menyelidik adanya hewan kuno dan sakral itu ada tidaknya atau hanya ulah iseng dari anak-anak didekat hutan.


"Cerberus? Tinggi tiga meter?"


"Jujur saja, Aku tak ingin misi yang berhubungan dengan Hewan Sihir dihutan sihir. Apa Kita bisa mengubah misi ini?" Tanya Tsuha setelah membaca kertas misi yang telah diacak oleh Marsyal