
Zack membawa Serigala sihir itu ketempat Arthur tertidur disaat Tsuha pergi menjalankan misi keduanya bersama Liebe dan Val untuk membantu pencarian Aosora Bram.
Tiga Serigala sihir itu mendekati Arthur dan mengendusnya.
Mata biru laut Arthur langsung terbuka dan mengeluarkan pedang mana birunya yang mengarah pada salah satu dari ketiga Serigala sihir itu.
"Pengeran, Kau membuatku terkejut. Tolong jauhkan pedang mana itu dari serigala sihir itu. Kau membuat mereka takut"
Zack menunjuk ekor dan telinga serigala sihir itu yang turun dan sedikit bergerak.
Mata biru itu menatap mata Zack dengan tatapan dingin.
"Dimana ini?"
Arthur menghilangkan pedang mananya yang berwarna biru itu dari tangannya dan melihat sekitarnya.
"Ha?" Zack bingung dengan pertanyaan Arthur.
"Ini, di Markas pemberantas Iblis, Shinrin"
Zack pikir, Arthur belum sadar dari tidur sepenuhnya.
"Shinrin? Pemberantas Iblis? Tep! Tep!" Arthur memegang keningnya dan menepuknya beberapa kali.
"Apa?! Kenapa tanduk ini keluar?"
Kepala Zack rasanya pening.
"Butuh air Pangeran?"
"Wusssh...." Ia mengusap tanduknya dan itu membuat tanduknya menghilang.
Zack dan ketiga serigala sihir itu melongo bersamaan saat melihat tanduk dikening Arthur menghilang.
"Apa?!... APA-APAAN ITU?!!!!" Teriak Zack yang sangat tidak mempercayainya.
Arthur membelakangkan poni rambutnya dan melihat Zack yang berteriak.
"Apa maksudmu?" Tanyanya.
"Arthur, Apa yang terjadi?" Archie tiba-tiba bertanya karena merasa ada yang aneh dengan Arthur.
"Hah? Siapa Kau?"
"Ah? Zack?"
"Bukan. Oh, Aku baru ingat kalau didalam tubuhku ada Putra Arnold juga. Apa Kau tak ingin tubuhmu kembali?"
Zack baru sadar kalau Arthur berbincang dengan Archie.
Senyuman Arthur dihadapannya ini dengan Arthur yang kemarin berbeda.
Arthur dihadapan Zack ini, cenderung tersenyum dengan bibir bagian kirinya yang lebih terangkat dan memainkan alis kanannya keatas.
"CTAKKKK!!"
Zack mendengar dan melihat Arthur memetikkan ibu jarinya dengan jari tengahnya.
"Wuuushhhh"
Cahaya merah keluar dari tubuh Arthur didepan Zack.
Zack membelalakan matanya dan mundur beberapa langkah. Tiga serigala sihir itu, bersembunyi dibelakang Zack.
Archie yang berada di dalam tubuh itu, merasa tersedot.
"A... Apa yang terjadi?"
"Wuussshhhhh"
Perlahan namun pasti, cahaya merah yang keluar dari tubuh Arthur itu semakin terlihat berwujud seperti manusia.
Mata Zack masih terbelalak melihat siluet itu.
"Apa yang sedang terjadi? Pangeran Arthur, sihir Apa ini?"
Otak Zack tak mampu menerima semua yang terjadi dihadapannya itu.
Serigala sihir itu, mencium aroma Iblis yang sangat kuat dari cahaya tersebut.
Tampak warna rambutnya yang berwarna putih dan memiliki tinggi yang lebih dari Arthur serta Zack.
Mata merahnya terbelalak saat Ia melihat kedua tangannya dan bisa merasakan dingin diseluruh tubuhnya.
"Ini...."
Bulu mata yang lentik, bibir yang selaras dan cocok dengan warna kulitnya yang identik putih serta, rambutnya yang sebahu, membuat Zack terpesona dengan wajah cantik itu.
"I...iblis?"
Dia adalah Archie. Putra dari Raja ke X Akaiakuma De luce Arnold.
...*****************...
Tiga orang yang tersisa didalam markas, langsung berdiri bersamaan saat merasakan hawa Iblis yang terasa menyengat didekat mereka.
Ketiganya (Daniel, Lina, dan Shera) saling melihat.
"Dimana Kapten?" Daniel melihat sekitarnya dan mereka tidak tau kalau itu, adalah Aura dari Archie.
Arnold memiliki kepekaan pada hawa orang-orang disekitanya.
Ia merasakan aura iblis yang sangat tak asing didalam hidupnya.
Arnold berdiri ditengah rapat para Kapten dan Wakil Guild-guil Shinrin.
Marsyal dan yang lain, termasuk Linus melihat kearah Nel yang terdiam di tempat.
Arnold melihat kearah Linus dan kembali duduk.
"Maaf Baginda, silahkan Anda lanjutkan" Ucap Arnold.
"Apa yang sedang terjadi? Aosora Arthur tak akan bisa membebaskan Archie, yang bisa melakukannya hanya Aosora Bram dengan darahnya. Lagi pula saat ini, keberadaan Aosora Bram masih abu-abu. Walau ada Hinoken, Aosora Bram tak akan bisa membebaskan Archie tanpa buku catatan Alex yang dipegang oleh Arthur. Aku berharap, bocah itu, tidak melakukan hal yang aneh-aneh" Batin Arnold.
...******************...
Kembali di Markas Pemberantas Iblis.
Zack mengeluarkan pedang mananya di belakang Archie.
Archie merasakan hawa yang sangat membuatnya tidak nyaman dibelakangnya.
Dua tanduk hitam yang mengarah ke kedua alisnya dari atas kedua keningnya terlihat dimata Zack saat Archie melihat kearahnya.
Mata Zack melihat dibagian bawah Archie yang sekujur tubuh iblis didepannya itu, tak berkain.
Rasa pesona yang ada didiri Zack menghilang seketika saat melihat sesuatu yang, Ehm!.
"SIALAN!!! IBLIS CABUL!!!! BWOOUSHHHH!!!!!!!!!"
Mata suci Zack telah ternodai
Ia mengelurkan lingkaran sihirnya yang berjenis tanah, dan mengubahnya menjadi tanah yang padat dengan ujung yang uncing. langsung melesat kearah Archie.
"Bzzzzt!!!! BAMMM!!!"
Dengan sigap, Archie langsung membuka lingkaran sihirnya dan saat tanah padat itu menyetuh lingkaran sihir Archie, tanah tersebut langsung meledak dihadapannya.
Sekeliling Archie dipenuhi oleh asap hitam milik Zack.
Sihir itu, adalah sihir yang biasanya digunakan oleh Zack untuk menghalangi pandangan musuhnya.
Arthur asik duduk ditempat dan Ia melihat tiga orang lainnya yang baru datang.
asap hitam itu, mereka tau kalau itu adalh sihir milik Zack.
"Arthur, apa yang terjadi?" Daniel berdiri dibelakang Arthur sambil mengusap keringatnya bersama Lina dan Shera.
Arthur berdiri.
"Dia, sedang sparing dengan Putra Arnold"
Cara bicara Arthur, terdengar aneh ditelinga mereka bertiga dan nada suara itu, terlalu datar dan untuk Arthur.
Mereka merasa ada yang kurang dengan Arthur.
Lina, memperhatikan Arthur dengan serius.
Arthur berdiri dan balik melihat dirinya sendiri karena tatapan Lina.
"Kenapa?"
"Haaa!!! Tan... tanduknya!"
Lina menyekap mulutnya dan menunjuk Arthur.
Shera dan Daniel baru menyadari. Ternyata, Arthur kurang tanduk.
Daniel langsung memegang kepala Arthur dan memeriksa kening Arthur.
"Jangan-jangan! Ini perbuatan Iblis! Shera! Segera hubungi Wakil Razel! Astaga! Lalu, Lina! Kau bantu Zack!" Daniel yang tenang, langsung panik melihat Arthur kehilangan tanduknya.
"Aku tak bisa menghubungi Wakil Razel! Dimana Val?! Biasanya Val bisa bisa diandalkan saat kondisi seperti ini!"
"AUUUUUU!!UK! UK! UK!!!!" Tiga serigala sihir mengongong bersamaaan.
"ZACK! ZACK! APA YANG HARUS AKU LAKUKAN?!!!"
Arthur menutup matanya dan berusaha mendapatkan ketenangan dipagi hari ini yang mendung.
"AUUUUU! BAGAIMANA DENGAN KAPTEN?! SAMA SAJA! ZACK!!!"
Suara mereka membuat telinga elf Arthur kesakitan dan membuat gendang telinganya terasa hampir pecah.
Arthur tak bisa menahannya lagi.
Ia membuka matanya dan Ia mengucapkan "Diam"
Semua orang disana langsung terdiam.
Mereka tak bisa mengeluarkan suaranya.
"Lepaskan" Ucap Arthur pada Daniel.
Daniel tak tau apa yang terjadi. Tubuhnya, seolah bergerak dengan sendirinya dan melepaskan Arthur.
Begitupun dengan Shera, Lina, dan Tiga Serigala sihir itu. Mereka tak bisa mengeluarkan suaranya.
Arthur masuk kedalam kabut sihir itu.
Tak lama kemudian, kabut tersebut melenyap setelah Arthur memasukinya.
Saat kabut itu menghilang, Shera, Lina, dan Daniel melihat Zack dan seorang Iblis berambut putih hanya mengenakan jubah sepahanya telah terikat oleh sihir yang melilit disekujur tubuh mereka.
"AA !AAAN! AA!!!" Daniel berusaha mengeluarkan suaranya.
Zack menatap tajam mata Arthur yang melihatnya dengan tatapan merendahkan.
Mata Archie bergetar saat merasakan hawa dingin dari Arthur yang pernah terasa samar terasa saat berada di dalam tubuh Arthur.
Archie sadar, sosok dihadapannya bukan Aosora Arthur yang Ia kenal.
"Siapa Dia?" Batin Archie.