The Last Incarnation Of The Land Of Arden

The Last Incarnation Of The Land Of Arden
Tidak lebih dari seorang Pelayan istana



"Baiklah, sekarang giliranmu berbicara dengannya" Nel melihat ke arah Tsuha yang diam seribu bahasa dibelakangnya.


Arthur melihat Tsuha yang menghela napas.


"Bolehkah Aku menghajarmu ?" Tanya Tsuha tanpa ekspresi.


"Eh?!"


...****************...


Arthur sangat terkejut mendengarkan ucapan Tsuha kemudian, Ia mundur beberapa langkah saat Tsuha maju menujunya.


Nel keluar dan membiarkan mereka mengobrol berdua.


Arthur meringis saat Tsuha membunyikan sepuluh jarinya secara bersamaan.


"Tsuha,... Tolong maafkan Aku. Aku tak berniat membohongi Tsuki"


Arthur tau kalau Tsuha sangat melindungi adiknya (Arthur tau dari Nao).


Jantung Arthur sangat berdebar ia menutup kedua matanya.


"Sialan..." Itu adalah ucapan yabg didengar oleh Arthur dari mulut Tsuha yang mendekat.


"GREP!!"


Mata Arthur membelalak. Ia sangat terkejut dengan apa yang terjadi.


Tsuha memeluk Arthur dan Ia menanggis disana.


"Dasar bodoh ! Harusnya, Kau tidak ikut kemari !" Tegas Tsuha.


Mata Arthur menjadi sayu saat mendengar itu.


"Ini semua salahku karena memaksamu. Aku meminta maaf sebesar-besarnya padamu"


Arthur melepaskan pelukan Tsuha.


"Jangan meminta maaf. Ini adalah kemauanku sendiri" Lirih Arthur yang melihat mata Tsuha yang memerah dan berair.


Tsuha mengusap air matanya.


"Ini salahku. Bila hari ini Kau mati, Aku benar-benar tidak akan memaafkan diriku sendiri. Jangan bersikap terlalu baik pada orang lain. Pikirkan dulu dirimu!" Tegas Tsuha.


Tsuha yang didepannya seperti bukan Tsuha yang ia kenal beberapa hari ini dan Dia berbeda sekali dengan sosok yang diceritakan Nao.


"Tsuha... Apa Kau salah makan ?" Arthur khawatir bila Tsuha kesurupan Iblis.


"Cih! Bocah ini benar-benar tak bisa baca situasi" Archie kesal pada Arthur yang selalu bertanya sesuai isi hatinya.


Raut wajah Tsuha langsung berubah.


"PFFT... Bhahaha...." Tsuha langsung tertawa mendengar pertanyaan itu dan melihat raut khawatir dari wajah Arthur.


Tsuha benar-benar tertawa sampai air matanya keluar.


Arthur bingung sendiri melihatnya.


"Archie... Apa dia kesurupan Iblis ?" Lirih Arthur yang bertanya pada Archie.


"Dasar Bodoh!!! Dia itu menertawakanmu!!! Sialan !!!" Tegas Archie yang tak tahan dengan Arthur.


Arthur menaikkan kedua alisnya.


"Sialan ! Apa yang Kau ketawakan ?!" Arthur menunjuk Tsuha yang jongkok karena kakinya lemas menahan tertawa.


"Haha.... Kau masih sama seperti dulu... Aduh..." Perut Tsuha sakit karena banyak tertawa.


Arthur meringis ngeri.


"Apanya yang masih sama dengan dulu ! Jangan menertawakan orang yang sedang kesusahan !" Tegas Arthur.


Dia benar-benar kesal pada Tsuha yang tertawa disana.


Tapi, disisi lain Dia juga senang bisa tertawa bersama dengan temannya.


Tsuha berdehem kemudian berdiri dan merapikan pakaiannya.


"Hari ini, Kau harus selamat. Kapten Nel berjanji akan menjadikanmu anggota pemberantas Iblis setelah Ia berhasil membantumu keluar dari pengadilan ini" Ucap Tsuha sambil tersenyum dan memegang kedua pingangnya sendiri.


"Eh ? Apa orang itu niat memberantasku ?! Yang benar saja ! Masa' Aku Iblis masuk di guild pemberantas Iblis ?! Apa Aku mau dijadikan objek penelitian ?!" Archie mulai mengoceh.


"EHEHEHE.... tapi, didalam tubuhku ada jiwa Iblis ? Kalau Aku masuk disana bukankah sama seperti berniat membunuh Iblis ini ?" Arthur bertanya pelan.


Tsuha menyilangkan kedua tangannya didadanya.


"Apa masalahnya? Lagian yang selama ini menyusahkanmu adalah Iblis itu"


"Bocah Sialan ! Sini Arthur ! Biarkan Aku bertukar tubuh denganmu !! Aku ingin menghajar estelle sialan itu !!!!" Tegas Archie.


Arthur tersenyum tipis dan paksa


"Tenanglah...."


Arthur melihat ke Nel yang sedang berbicara dengan salah satu Prajurit disana.


"Tsuha apa Kau dulu mengenalku ? Dan apa Dia juga mengenalku ? Bisakah Kau bercerita tentang masa laluku yang Kau tau ?"


Tsuha sedikit membelalakan matanya mendengar permintaan Arthur itu.


"Tsuha, 15 menit lagi kita harus keluar" Ucap Nel.


"Baik Kapten !" Tegas Tsuha sambil mengintip ke Nel.


Tsuha duduk dipapan kayu disana.


"Anda adalah seorang Pangeran Aosora. Saya, sangat dilarang untuk menjawab pertanyaan itu" Nada bicara Tsuha menjadi sopan.


"Kalau begitu, Apa hubunganmu dulu denganku ?"


Mata Tsuha melihat kearah lain.


"Tidak lebih dari seorang pelayan. Ibuku adalah seorang pelayan pribadimu"


"Eh! Sejak kapan ?"


"Sejak Kau berusia dua bulan sampai Kau tepat diusia 10 tahun" Jawab Tsuha.


"Eh ?! Berarti, Kau berpisah dengan Ibumu sejak bayi ? Atau Ibumu dalam kondisi hamil ?" Tanya Arthur.


"Aku, 18 bulan lebih tua darimu dan Aku berpisah dangan Tsuki diusiaku ke 7 tahun untuk ikut Ibuku belajar sihir di Aosora" Jawab Tsuha sambil melihat ke Arthur.


Arthur benar-benar tak bisa mengingatnya.


Arthur memang pernah bermimpi memiliki teman kecil laki-laki tapi, diingatan Arthur sosok itu hanya berwujud bayangan samar dan itu ada dua orang.


"Maafkan Aku" Arthur menunduk saat mengatakannya.


Tsuha memegang buku catatan Alex yang sudah terbuka.


"Untuk apa meminta maaf ? Sebentar lagi, Kau akan pergi ke pengadilan itu. Aku berharap Kapten Nel bisa menyelamatkanmu. Untuk Iblis didalam dirimu,..."


"Dia benar-benar Iblis yang bodoh !" Tsuha menutup buku itu.


"Hah ?!"


Tsuha berdiri dan memberikan buku itu pada Arthur.


"Ada salam dari Kapten Penyidik Marsyal untukmu dia berkata..."


BREB !!!


Mata biru Arthur berubah menjadi merah.


Tsuha melihatnya dan Ia sudah terbiasa dengan itu.


"Dia berkata apa ?!" Archir bertanya pada Tsuha dan duduk disampingnya sambil menaikkan salah satu kakinya.


"Katanya, Apapun yang terjadi jangan membantah dan melawan. Dia akan segera menyelamatkan Pangeran Arthur bukan karena Dia ada hubungan dengan Pangeran dan dirimu. Tapi, atas keperluan Dia pribadi"


Tsuha hanya menyampaikan ucapan Marsyal padanya setelah Introgasinya kemarin.


"Apa maksudnya ?" Archie memajukan wajah Arthur kewajah Tsuha.


Tsuha mendorong wajah itu dengan tangan kirinya dan berkata "Mana kutau"


"Cih ! Lalu bagaimana denganmu. Apa Kau mendapatkan hukuman akibat Arthur ?"


Tangan Tsuha melepas wajah Arthur.


"Tidak. Aku sangat aman. Tapi, tidak dengan guru Nox dan Kepala ASJ. Class rank mereka diturunkan satu level dari S menjadi A+" Jawab Tsuha.


"Ah, bayaran yang harus mereka bayar ternyata penurunan tingkatan sihir mereka jadi, gaji mereka pasti akan turun 25% ?"


"Nice ! Benar sekali. Mereka beruntung hanya mendapatkan penurunan tingkat. Tapi sayangnya, Guru Nox adalah sosok pemaksa dan ~ Dia berani mengancam akan memenggal kepala Raja Linus bila Pangeran dibunuh"


"Beh! Kenapa begitu ?" Archie sangat tidak percaya mendengarnya. Jarang sekali ada orang seperti itu di Negri ini.


"Itu karena, Guru Nox adalah sahabat karib Raja Naver. Ayahnya Pangeran Aosora"


"Eh, Nggak duga. Pantas saja saat pertama kali bertemu dengannya, Dia terlihat seperti lama mengenal Arthur. Lalu, bagaimana dengan Babak eliminasimu kemarin ? Apa Kau lolos?" Archie ingin tau kehebatan Tsuha.


Tsuha meringis dan menujukkan lima jari tangan kanannya.


"Aku ditawari oleh Lima Guild sekaligus"


"Hoh!!" Archie dan Arthur sangat terkejut.


BREB!!!


"Lalu ! Kau pilih yang mana ?!" Mata merah Archie berubah menjadi mata biru Arthur yang gelap.


Arthur sangat antusias mendengarnya.


"Guild pemberantas Iblis"


"Eh ?!!!! Kenapa memilih Guild itu ?! Bukankah ada guild lain yang lebih baik untukmu ?!" Arthur agak kecewa mendengarnya.


Nel ikut mendengar obrolan mereka.


"Kapten Nel sudah menyelamatkan Ibuku yang sempat kerasukan Iblis saat melindungiku. Aku ingin menjadi seperti kapten Nel! Bukankah Ibuku dan ayahku akan bangga saat tau kalau Aku bisa masuk di Guild yang sangat berjasa dihidupku ini ?!" Mata Tsuha sangat berbinar saat mengatakannya.


"Aku yakin ! Orang tuamu dan Tsuki pasti akan bangga denganmu !!" Tegas Arthur yang ikut berbinar juga.


Nel yang mendengarnya terlihat sangat muram.


Dari rautnya terbaca kalau Dia sedih.


"Sialan, Kenapa harus Dia yang kurebut ? Bukan Aku yang harusnya mendapatkan itu. Tapi, harusnya Dia yang mendapatkannya"


...****************...


Disisi lain.....


"BRUAKKKKK!!!!!!TRANKKKKKKK!!!!!CTAAASH!!!!! WOSH!!!! "


Iblis berjubah maron itu bertarung dengan seseorang berjubah gelap dengan cadar yang menutup sebagian wajahnya.


"Alder.... Kenapa Kau datang ? Aku.... Tak mengundangmu loh ?~"


Iblis berjubah maron itu berdiri dengan tegak dan mengibaskan pedang mananya yang terdapat darah dari pria bercadar itu.


"Daeva. Kau benar-benar Titisan yang gagal. Jauhi Arthur dan Alfarellza Ambareesh. Aku akan segera membangunkannya"


Pria bercadar itu melepas cadarnya dan terlihat darahnya yang melayang dan kembali ke lukanya yang mulai menutup kembali.


Mata hijau pria itu dengan telinga elf dan tanda seperti teratai berwarna hijau zamrud ditengkuknya. Dia adalah Alder Ren, Titisan Elf.