The Last Incarnation Of The Land Of Arden

The Last Incarnation Of The Land Of Arden
Bolehkah Aku menghajarmu



"Lalu, Kapan Kau sadar kalau Kau itu bangsa Iblis ?"


"Ya, Setelah makan buah itu. Rasanya yang aneh, sampai sekarang masih bisa kurasakan hanya dengan membayangkannnya saja. Kemudian, jantungku berdebar dengan kencang, kerongkonganku terasa panas, kepalaku sakit dan rasanya hampir meledak. Saat rasa itu menghilang, dari belakang kepalaku, keluar darah begitu banyak dan dua tanduk keluar bentuk melintang hingga di atas kedua alisku"


...****************...


"Kemudian, ruangan itu langsung dipenuhi oleh teriakan orang-orang dan mereka semua mengeluarkan senjata mereka. Alex langsung mengeluarkan sihir teleportnya yang seperti angin untuk memindahkanku. Dia memindahkanku dirumah Naya"


"Syukurlah Kau bisa selamat saat itu"


"Walaupun begitu, itu adalah awal dari semuanya terjadi"


Archie diam sejenak.


"Apa Maksudmu ? Gimana dengan kelanjutannya ?!"


Arthur benar-benar menikmati cerita Archie.


"Ayahku, membunuh keluarga Naya dan Dia menghancurkan desa yang akan menjadi Kerajaan Aosora. Dia benar-benar gila. Semua yang ada dihadapannya dihancurkan dan dibakar begitu saja. Kemudian, Alex datang ketempatku berada. Ia sangat syok dengan kematian Naya. Alex menyuruhku pergi ketempat lain dan membantu mengevakuasi warga sembunyi-sembunyi. Namun, disisi lain, Ayahku menemukan Alex dan mereka berdua sempat bertarung"


Arthur membayangkannya sama seperti dimimpinya.


"Asap hitam menggebu dimana-mana. Mayat anak kecil dengan tangan yang pucat tertindih batu. Aku tak bisa melupakan tangan kecil itu yang seakan meminta tolong. Kemudian, Ledakan besar terjadi tepat didepanku dan disana Aku melihat Alex yang ditusuk oleh Ayahku"


Arthur terkejut karena cerita Archie mirip dengan mimpinya.


"Aku langsung berlari kearah Alex"


"Archie..."


Arthur menyela.


"??"


"Apa Kakek buyutku berdiri dibelakangmu dan Kau ditodong oleh pedang sihir mirip hinoken berwarna merah ?" Tanya Arthur.


"Iya"


"Sialan! Tadi itu... Aku mimpi itu tapi, tiga sosok itu berwujud bayangan. Kalau itu memang peristiwa yang terjadi.... Apa selama ini, Yang ku impikan bertemu dengan Kakek buyutku itu sungguhan ?!"


Arthur langsung berdiri.


"Mungkin itu sebuah kebetulan Arthur. Mimpi yang Kau impikan itu mungkin berasal dari rasa keinginan tau mu yang tinggi" Jelas Archie pada Arthur.


Arthur langsung terdiam karena ia berfikir mungkin itu benar.


Namun, disisi lain Archie percaya kalau mimpi Arthur bukan hanya sekedar bunga tidur. Tapi, itu mungkin sebuah serpihan ingatan yang ingin Alex sampaikan pada Arthur.


Archie juga berfikir kalau itu, adalah kelebihan dari Aosora Arthur.


Bagaimana tidak ? Arthur sempat mengatakan kalau mimpi buruknya kambuh lagi. Berarti, sudah banyak peristiwa yang diperlihatkan oleh Alex melewati mimpi-mimpi buruk Arthur.


Disaat itu juga, Archie berfikir kalau bisa jadi, semua mimpi itu adalah sihir yang sengaja diperlihatkan oleh seseorang yang berlevel tinggi (dalam segi kekuatan serta sepiritual) untuk mengacaukan pikiran Arthur karena Arthur disembunyikan oleh keluarganya.


Kedua orang tua Arthur tak mungkin melarang keluar anaknya tanpa sebab. Bila itu karena ada penjahat yang berjaga, kenapa Arthur harus disekolahkan secara privat ?


Bukankah, Akademi-akademi sekarang sudah memiliki pelindungan tinggi dari aura yang mengancam seperti pembunuh ?


Isi kepala Archie benar-benar dipenuhi dengan banyak pertanyaan tentang diri Arthur.


...****************...


Pagi hari telah tiba.


Tsuha sengaja datang ke sel Arthur atas izin Putra Mahkota Baal dan ditemani oleh Nel.


Arthur melihat Tsuha yang berdiri diam disana tanpa berbicara sedikitpun.


"Anu... Tsuha, maafkan ak..."


Arthur berniat meminta maaf pada Tsuha karena telah membohonginya.


"Aku sudah tau siapa Kau sebenarnya dan Aku hanya diam karena Kau telah menolong Tsuki"


Tsuha mengatakannya pada Arthur.


"eh ?!" Arthur mengangkat kedua alisnya.


Tsuha mengalihkan pandangannya.


"Pangeran, Anda mengenal Saya kan ? Saya, Nel Kapten Pemberantas Iblis"


Arthur mengangguk.


Nel menyuruh Prajurit yang berjaga untuk membukakan pintu sel Arthur.


Prajurit itupun, membuka sel tersebut.


Nel danTsuha masuk didalam sel itu.


"Saya akan mengatakan hal singkatnya. Para petinggi tiga kerajaan telah datang. Pengadilan untuk Anda akan dimulai dua jam lagi. Saya yakin, Anda tidak ingin terbunuh bukan ?"


Nel bertanya hal itu pada Arthur.


Tsuha berdiri mendengar ucapan mereka dibelakang Nel.


"Iya"


"Saya menyampaikan ini karena Saya hutang nyawa pada Anda"


"Hebat juga Kau Arthur" Archie mengejek pada Arthur.


"Maaf, Ini pertemuan ketiga Saya dengan Anda setelah kemarin di gedung satu dan ruang Introgasi. Saya tidak ingat pernah menolong Kepten" Ujar Arthur.


Tsuha melihat ke Arthur dengan ekspresi datarnya.


"Apa-apaan ekspresi itu ?!" Archie melihatnya saat Arthur menoleh kearah Tsuha.


Nel menepuk pelan bahu Arthur dan Ia duduk disebelah Arthur.


"Sebenarnya, Aku tak ingin terlibat sesuatu dengan guru"


Nel mengatakan guru pada Arthur.


Arthur berfikir mungkin gurunya Dia adalah ayahnya. Begitupula dengan Tsuha, Ia tau kalau Nel adalah murid tertua Nox.


"Katakan padaku dimana hinokennya berada"


Nada bicara dan cara tatap Nel berubah menjadi dingin.


Arthur langsung berdiri setelah mendengar ucapan Nel itu.


"Aku tidak tau apa hubunganmu dan Ayahku. Sampai kapanpun Aku tidak akan memberi tau dimana pusaka itu berada" Ucap Arthur dengan tegas pada Nel.


Arthur memberi mimik serius padanya.


Tsuha melihat kelantai.


"Tenang saja Pangeran, Saya tidak berniat buruk pada Hinoken. Saya hanya akan mengambilkan Hinoken itu untuk Anda" Jelas Nel.


"Jangan mau Arthur! Dia memiliki hawa Iblis !"


"Itu karena Dia adalah Kapten pemberantas iblis. Jadi, Dia pantas memiliki aura itu karena sering berinteraksi dengan iblis" Talar Arthur.


"Itu bisa jadi. Tapi, apa yang Dia lakukan sampai bisa memiliki aura Iblis itu. Ditambah lagi, auranya sangat tak asing. Itu sedikit membuatku kesal" celoteh Archie.


Arthur melihat wajah Nel yang menunggu jawabannya.


"Maaf"


Arthur menatap mata Nel.


Mata hitam Nel seperti mata orang mati menurut Arthur dan mata itu tidak mengeluarkan cahaya sedikitpun.


Arthur langsung menurunkan pandangannya.


"Aku bisa mengambilnya sendiri dan itu adalah pesan dari Kakakku"


Nel menunjukkan senyumannya dan berdiri disamping Arthur, kemudian ia memegang bahu Arthur.


"Kalau itu memang keputusanmu. Tidak apa-apa. Aku berjanji akan menyelamatkanmu dan jadilah salah satu Anggotaku bersama dengan bocah ini" Janji dan Pinta Nel pada Arthur.


Arthu tak berani melihat sorot kosong dari mata Nel.


"Kenapa Anda ingin membantuku ?"


Arthur bertanya itu sambil melihat ke Tsuha yang tidak berekpresi.


Lagi-lagi Nel tersenyum pada Arthur.


"Karena Aku berhutang nyawa padanya"


Entah siapa (nya) yanga disebutkan oleh Nel itu. Tapi Arthur yakin, orang itu pasti sangat baik pada Nel hingga Nel bersedia menolongnya.


Arthur membungkukkan badannya dan ia sangat berterima kasih pada Nel.


"Baiklah, sekarang giliranmu berbicara dengannya" Nel melihat ke arah Tsuha yang diam seribu bahasa dibelakangnya.


Arthur melihat Tsuha yang menghela napas.


"Bolehkah Aku menghajarmu ?" Tanya Tsuha tanpa ekspresi.


"Eh?!"


...****************...


INFO YANG HARUS DIKETAHUI


Hinoken adalah Senjata sihir berbentuk pedang yang memiliki pajang mata pisau 95 cm dan tempat pegang sepanjang 25 cm.


Kemudian, Hinoken hanya bisa dipegang oleh orang-orang tertentu.


Disini, yang bisa memegang hinoken adalah De luce Arnold, De luce Archie dan seluruh keturunan Alex.


Kemudian, Hinoken memiliki warna merah bila dipegang oleh orang selain Arthur dan Hinoken itu berwarna biru terang bila hanya dipegang oleh Arthur.


Disini, diketahui bahwa Archie membunuh ayahnya sendiri dan dibantu oleh Alex. Hal ini terjadi jauh dari masa dimana Archie menceritakan masa lalunya dimana tunangannya terbunuh. (Nanti akan ada chapter khusus untuk masa lalu Archie)


**Kira-kira siapa Guru yang disebutkan oleh Nel. Apa Dia salah sebut atau Guru yang dimaksud itu adalah Nox ?


Itu bisa jadi. Sebab, Nox adalah seorang Prajurit Aosora yang merupakan sahabat dari Naver dan Nox juga adalah sosok yang mengadopsi Ketua Guild pemberantas Iblis (Nel) serta Wakil ketua Guild pemberantas Iblis (Razel).


Saat ini, Nox berusia 42 tahun dan Ia mengadopsi Nel dari panti asuhan Aosora diusianya yang ke 25 tahun dan saat itu usia Nel adalah 6 tahun.


Lalu, Apa yang membuat Nel berhutang nyawa pada Arthur ? Hidup dan mati Arthur tidak ada kaitannya dengan Nel. Siapa sebenarnya Nel dan apa hubungannya dengan Arthur, serta Hinoken ?


Nantikan kelanjutannya tetap di cerita Arthur ya... :D**