The Last Incarnation Of The Land Of Arden

The Last Incarnation Of The Land Of Arden
Guild Pemberantas Iblis



Nel membuka pintu Markas Guild pemberantas Iblis dari kayu itu.


Tsuha dan Archie dipersilahkan untuk masuk duluan oleh Nel.


"Selamat datang Kapten, Kata wakil hari ini Anda membawa anak bar..... Pyarrrrrrr"


Seorang wanita memakai kaca mata dan berambut panjang terikat.


Ia terdiam ditempat dan menjatuhkan gelas kaca yang berisi minuman.


"KYYYYYAAAAAA!!!!!!! IBLISSSS!!!! Woshhhh!!!!"


Gadis itu berteriak dan refleks Ia langsung melesatkan sihir mematikannya kearah Archie yang memiliki sengatan listrik tinggi.


"!!!" Archie langsung membelalakan matanya dan menarik Tsuha yang berada didepannya atau disamping Nel.


"Woshhh!!!!!!!!"


Nel mengibaskan tangan kanannya dan membentuk dinding sihir sesisi didepannya.


"BAZZZZTTTTHHHH!!!!!!!"


Sihir listrik itu, melenyap saat mengenai dinding sihir milik Nel.


Dinding sihir itu, tampak semu merah dimata Archie dan hawa serta bau mana itu, sangatlah tak asing bagi Archie.


Archie membelalakan matanya melihat postur tubuh dan cara sosok didepannya itu mengeluarkan sihirnya dengan sangat santai itu.


"Lina ! Itu berbahaya sekali. Bagaimana bila Kau melukai Anggota baru kita ? Tolong, hilangkan kebiasaanmu yang melesatkan sihir saat panik. Itu bisa membahayakan tim Kita" Jelas Nel sambil menghilangkan dinding sihir dindingnnya itu dan mendekat kearah gadis itu.


Gadis itu terlihat terburu-buru membersihkan pecahan gelas itu.


"Kapten ! Maafkan Aku!"


Gadis itu, bernama Lina dan Dia menjadi Anggota Pemberantas Iblis sejak dua tahun yang lalu.


Lina berusia 19 tahun.


"DRAP! DRAP! ADA APA LIN ?!" Dua orang Pria yang salah satunya bertelanjang dada dan berkalungkan handuk berlari dari lantai dua ke tangga.


Dia adalah Liebe dan laki-laki dibelakangnya adalah Val. Mereka berdua, sama-sama berusia 20 tahun dan mereka masuk diguild ini tiga bulan sebelum kedatangan Lina dan temannya.


Val memiliki warna rambut dan mata yang lebih cokelat dari Liebe. Mereka berdua adalah seorang sahabat serta, mereka berdua memiliki anting hitam. Val di telinga kiri sedangkan Leibe, ditelinga kanan.


"Liebe! Jump"


Val memberi kode pada Liebe dan langsung melompat dari tangga.


Liebe langsung memahaminya kemudian,....


"Wush!"


Ia membuka lubang teleport tepat dibawah Val.


Val melesat dengan cepat.


"💢"


Nel benar-benar tak bisa menahan amarahnya lagi.


Nel melihat pergerakan Val yang akan menyerang Archie, Ia langsung melompat untuk menganti tumpuannya dan....


"DAGGGHHHHHHH!!!!!!"


Kaki Nel, Split keatas dan alas sepatunya, tepat mengenai rahang bagian bawah Val.


"Akh! BRUAAKKKKKKKK!!!!!"


Dengan cepat, Nel menghentakkan Kepala Val kelantai kayu yang rapuk hingga kepalanya menembus lantai itu.


"Ugh...." refleks Tsuha, Arthur dan Archie yang ikutan merasa


"Drap!!!! KAPTEN!!!!! APA YANG KAU LAKUKANN ?!!!!!"


Liebe berlari dan melompati anak tangga yang tersisa 4 turunan.


Nel melihat kearah Liebe dengan menarungkan kedua alisnya.


"!!!" Liebe yang melihatnya langsung berhenti ditempat dan menundukkan pandangannya.


"Maafkan Kami Kapten!" Tegas Liebe sambil membungkuk dihadapan Nel.


Val terkapar karena merasakan dagu dan hidungnya yang sangat kesakitan itu.


Nel membuang napas perlahan dan ia tersenyum.


"Santailah. Ini, membuatku senang karena kalian berdua selalu waspada dan sigap dimanapun. Lainkali, bertanyalah sebelum menyerang. Tep!" Nel menepuk bahu Liebe yang menunduk.


Mata Tsuha langsung berbinar mendengar ucapan sosok inspirasinya itu.


Tsuha semakin bersemangat untuk menjalani harinya di Guild ini.


"Ugh.. Kapten !!!! Tolong maafkan Kami!!!" Liebe semakin membungkuk.


"Dagh!!!" Nel memukul tengkuk Liebe dengan tangan kanannya yang Ia kepalkan.


"Aduh!"


"Cepatlah mandi. Hari ini, Kau dan Val akan ada tugas. Mana yang lain ?" Liebe mengangkat kepalanya.


Dia melihat Arthur dengan mata merah dan bertanduk satu itu.


Sekilas, Archie melihat Liebe membelalakan matanya kemudian mengalihkan padangannya.


Val duduk setelah terkapar sambil memegang hidungnya yang memerah.


"Wakil Razel dan Shera pergi ke pasar untuk membeli keperluan yang menipis. Lalu Mas Daniel sedang mendapatkan tugas untuk membantu pencarian Putra Mahkota Aosora diperbatasan Aokuma. Kalau, Zack dimana Val ?" Liebe balik tanya pada Val.


Archie mengetahui sesuatu.


Val berdiri dan membetulkan rambut cokelatnya yang berantakan.


"Mungkin, Dia sedang memberi makan srigala sihir milik kapten dibawah. Ngomong-ngomong, Kapten apa Iblis itu adalah Pangeran Aosora Arthur ?" Tanya Val sambil melihat ke Arthur.


"Iya, lalu yang disana itu Tsuha. Dia juga Anggota baru kita" Jawab Nel.


Liebe melihat ke Tsuha yang membungkuk.


"Oh!!! Jadi Kau yang namanya Tsuha itu ?! Wakil Razel pasti akan senang saat Ia pulang dan tau ada Kau disini!" Tegas Liebe sambil berjalan kearah Tsuha.


Archie menghalangi jalan Liebe untuk ke Tsuha.


"eh ! Archie ! Apa yang Kau lakukan ?!" Arthur terkejut saat tau kalau Archie menghalangi jalan seniornya itu.


"Kau adalah Iblis. Tapi, bagaimana warna matamu bisa hitam ? Apa itu karena sihir ?" Tanya Archie pada Liebe.


Liebe mundur beberapa langkah.


"Eh ? Apa maksudmu ? Aku ini bangsa manusia. Aku bukanlah seorang Iblis" Jawab Liebe.


Val tertawa,


"Benar ! Liebe ini memang seorang Iblis diguild ini. Sifatnya mirip sekali dengan yang brutal"


Val pikir itu adalah sebuah lelucon.


"Oh, Mereka tak ada yang tau ?"


Archie langsung ikutan tertawa untuk menyembunyikannya.


"Aku hanya bercanda. Mas, Jangan diambil hati. Kalo bisa diambil jantungnya aja" Balas Archie sambil menepuk bahu Liebe.


Liebe langsung terdiam sesaat kemudian Ia tertawa.


"Archie, Kau kenapa sebenarnya ?" Tanya Arthur.


"Orang itu adalah seorang Iblis, hawanya memang sangat samar. Aku juga merasakan auranya yang mirip seperti dirimu padanya. Apa Kau mengenal Senior itu?"


Archie berbicara dengan Arthur disela Nel dan Anggotanya lain sedang berbincang dengan Tsuha.


"Tentu saja tidak. Lagi pula, mana mungkin aura Kami sama kalau bukan saudara ?" Jawab Arthur.


"Kau yakin ? Dari tadi Dia tak berani menatap wajah ini. Apa orang tuamu memiliki hubungan gelap dengan orang tuanya ?" Archie sekedar bertanya pada Arthur.


"HUSH! Jaga omonganmu Archie. Ayahku itu, modelan suami takut istri. Kalau Ayahku selingkuh, Ibu yang punya julukan kesatria pedang itu pasti akan memotongnya !" Tegas Arthur.


"Memotongnya ?"


"Iya! Memotong anunya !"


Archie membeku ditempat.


"Pantas saja kalau Kau selalu menuruti semua omongan Ibumu daripada Bapakmu"


Yang sebenarnya ingin Archie katakan adalah "Untung, Ibuku, berpisah dengan Iblis itu (Ayah Archie)" (T_T)


...****************...


Archie dan Arthur bertukar tempat setelah perbincangan singkat itu.


Nel membahas tentang Guildnya pada Arthur dan Tsuha serta mengatakan apa saja yang akan menjadi tugas mereka diguild ini.


"Selama tiga minggu, kalian berdua akan menjalani masa training yang akan berada di komando oleh Razel. Kenapa bukan kapten saja yang memberi komando ? Sebab, Aku akan sibuk selama dua minggu ini bersama tujuh anggota yang lainnya untuk pencarian Putra Mahkota Aosora. Ada yang ditanyakan ?"


"Kapten, berapa jumlah Anggota guild anda sekarang ? Jika dihitung dengan Anda dan Kami juga ?" Tanya Tsuha yang mengangkat tangan kanannya.


"Sepuluh orang"


"Eh?!" Arthur dan Archie terkejut saat mendengarnya.


"Hanya sepuluh ? Bukan sepuluh ribu ?" Arthur menunjukkan sepuluh jarinya.


"Iya sepuluh. Aku, Kalian berdua, Razel, Daniel, Val, Liebe, Zack, Shera, dan Lina. Totalnya ada sepuluh orang. 12 yang lainnya mati sejak Dua tahun yang lalu di perbatasan Akaiakuma saat bertugas dan 34 orang lainnya mati saat insiden enam tahun yang lalu".


..."Lagi-lagi, enam tahun yang lalu"...


"Kemudian, untuk Pangeran Aosora,.."


"Panggil Arthur saja Kapten. Aku ingin diperlakukan seperti anggota dan seperti Tsuha" Sela Arthur.


Tsuha melirik ke Arthur.


"Baiklah, Untuk Arthur. Ah, lidahku aneh saat menyebutkannya tanpa gelar" Nel tersenyum pada Arthur.


"PFFFT!" Tsuha menahan tawa karena nama itu terdengar tidak cocok dengan wujud Arthur yang sekarang.


"Kau sebisa mungkin, hindari tindakan yang aneh-aneh dan yang bisa membahayakanmu. Sebab, Kau adalah pewaris Aosora. Kalau terjadi apa-apa denganmu, Kami semua akan terkena masalah. Ya, walau Aku tak pernah keberatan dengan aturan Shinrin yang agak nyeleneh ini"


Archie untuk pertama kalinya menerima ucapan Nel yang berfikiran sama dengannya.


"Kami sangat setuju dengan ucapan Kapten. Benarkan Val ?" Tanya Liebe yang berdiri dibelakang Nel.


"Sangat-sangat setuju sekali. Kalau Aku jadi Rajanya, Aku pasti akan memberi kelas rangking yang sangat tinggi pada Kapten. SS atau SSS ? daripada hanya S yang lebih rendah dari Putra Mahkota Baal yang berangking SS. Kalau Kapten Penyidik emang kuakui ia hebat dan memang layak mendapatkan kelas rangkin SS"


Mereka jadi mengibah.