The Last Incarnation Of The Land Of Arden

The Last Incarnation Of The Land Of Arden
Itu bukan berasal dari mana tapi, berasal dari batin yang kuat dan bersih



"Arthur tidak berkepribadian ganda. Harusnya, Aosora Arthur itu,sudah mati sejak usianya dua minggu"


Gelas ditangan Razel terjatuh dan airnya, membasah i karpet yang Ia duduk i.


"Apa Maksud Guru? Lalu, Siapa yang berada didalam Guild pemberantas Iblis itu?"


Nox mengambil gelas yang Razel jatuhkan dan Ia menungkan air lagi didalamnya.


"Dia adalah Arthur tapi, Dia sama seperti De luce Archie. Hanya jiwa Arthur didalam tubuh itu. Dan, tubuh Arthur sudah terpendam di tanah dekat dengan Danau dalam hutan itu" Jelas Nox.


Otak Razel, tak bisa menerimanya dengan nalaran sehat.


"Lalu, Tubuh siapa itu?"


"Aku tidak tau. Dia adalah Iblis bertanduk satu yang tiba-tiba muncul dari danau itu dan Raja Naver berserta istrinya, menjalin sebuah perjanjian dengannya. Aku hanya ditugaskan untuk menjaga Ratu Aosora yang sedang mengendong jasad Arthur dari kejauhan. Jadi, Aku tak tau perjanjian apa yang mereka katakan" Jawab Nox.


"Raja Naver mengatahuinya?"


"Tentu saja. Raja Naver yang mengubur jasad Arthur disana dan mengendong iblis itu yang berubah menjadi bayi" Jawab Nox sambil melihat Razel.


"Ini adalah Rahasia Kerajaan Aosora. Tak ada yang tau selain Aku, orang tua Arthur dan Kau. Bahkan, Aosora Bram sendiri tak tau akan hal ini. Jadi, Apa Kau akan melaporkannya pada Raja Agleer?"


Razel pulang Ke guild dan melihat Arthur yang sedang makan Kue buatan Shera dengan senangnya.


"Yang ini terlalu manis, tapi sudah enak" Arthur memakan kue cokelat buatan Shera dan memberi penilaian.


"Tadi 20 kue, Aku pakai 10 cup gula,.. berarti coba pakai 9 cup saja" Ucap Shera.


"KHUKKH!" Arthur tersedak saat mendengar 10 cup gula untuk 20 kue kering.


"Bruk!Bruk!" Arthur menepuk nepuk dadanya.


Shera langsung cepat-cepat memberi Arthur air minum.


Arthur menerima air dalam gelas kaca itu dan meminumnya.


"BRUUUU!!!" Airnya terasa sangat asin dan Arthur menyemburkannya hingga mengenai celemek yang digunakan Shera.


"Ah, Arthur! Kenapa disemburkan?!" Shera terkejut dan cepat-cepat melepas celemeknya agar tidak membasahi pakaiannya.


"HUAH! Asin!!" Tegas Arthur sambil menusap lidahnya dengan pakaiannya.


"Benarkah? Coba.." Shera mengambil gelas yang dipegang oleh Arthur dan meminumnya.


"Hemmp! Cuih! Aku... lupa kalau ini air bekas mencuci strowberry! " Shera mengambil lap dan mengelap mulutnya.


"Bekas... cucian strowberry?"


"Hemmp!" Perut Arthur mual. Ia menutup mulutnya dan langsung berlari kekamar mandi.


"Hooeeek!" Ia muntah.


Razel melihat keseruan itu


"Aku, tak ingin merebut kesenangannya seperti itu"


Pada Akhirnya, Razel hanya melaporkan kalau Arthur sering seperti itu saat kelelahan pada Anggotanya yang lain.


Archie lebih mempercayai ucapan Razel daripada ucapan Arnold yang masih ia lihat sebagai Nel.


...****************...


Tsuha, Liebe, dan Val pulang setelah pukul Sembilan malam.


Kini, saatnya Arnold dan Daniel melakukan pencarian Bram kedalam Kerajaan Akaiakuma secara diam-diam.


Saat mereka bertiga masuk kedalam Markas, mereka dikejutkan oleh aura iblis yang sangat terasa disekitar mereka.


Penciuman Tsuha mengatakan kalau Aura ini tak asing.


"Kapten, Apa Anda baru saja menangkap seorang Iblis?" Tanya Val.


"Diatas ada Archie yang tadi keluar dari tubuh Arthur. Kalian, istirahatlah Aku titip Markas dan perhatikan Archie. Jangan sampai ada sesuatu yang terjadi padanya dan berimbas pada Guild ini" Jelas Arnold sambil keluar dari markas.


Tsuha, dan yang lain saling melihat.


"Kenapa Kapten begitu?" Val bertanya pada Zack dibalik ruangan tempatnya duduk dan minum kopi.


"Biasa, pertikaian kecil yang akan mengubah segalanya" Jawab Zack.


Val duduk disamping Zack dan melepas bandana kelas rank nya yang diikatkan dilengan kanannya.


Saat ini, Val berkelas A.


"Ah, pasti karena Archie itu. Tapi, bagaimana Iblis itu bisa keluar dari tubuh Arthur?" Val penasaran dengan itu.


"Sulit menjelaskannya. Kau pasti akan bingung juga. Srrruullp"


Zack meminum kopinya.


"Singkatnya saja. Sebagai senior, Kau itu tidak boleh membuat juniormu penasaran" Ujar Val dan membuka koran didepannya.


"Intinya, Arthur itu kelelahan dan membuat Archie bisa keluar dari tubuhnya begitu saja" Singkat Zack.


"Hah?!" Val tak paham dengan singkatnya Zack.


Zack menghela napas dan "Pak!" Ia mengambil koran ditangan Val lalu memukulkannya pada kepala Val.


"Aduh!"


Sontak, Val langsung mengosok kepalanya yang dipikul oleh Zack.


"Untuk Juniorku yang berbakat. Lihat saja apa yang akan terjadi dan penilaianmu sendiri" Ucap Zack.


"Uhhhh~.... Aku ini tak sepertimu Senior.... Aku lebih suka mendengar cerita daripada menjadi penilai seperti mu" Rengek Val.


"Lalu, Bagaimana dengan misimu hari ini?" Zack mengubah topik pembicaraan.


Val kembali duduk dengan posisi tegap.


"Masih belum membuahkan hasil. Kapten dari pasukan Penyidik, Marsyal, datang setelah rapat darurat itu dan menambah wilayah yang Kami susuri sejauh 3 Km dari posisi akhir. Sejauh ini, Kami menemukan beberapa sisa tengkorak manusia dan Iblis dalam penyusuran. Dan, Kami masih belum menemukan jejak Putra Mahkota Bram" Jawab Val.


"Untuk anggota baru seperti Tsuha, apa ada yang ikut serta selainnya?" Zack meletakkan koran itu dimeja.


"Ada, Dia temannya Tsuha. Aku lupa namanya. Dia punya kebiasaan yang aneh. Di beberapa tempat, Dia menyeringai dan Tsuha selalu memukulnya setiap kali Ia menyeringai. Dia juga, memiliki aura yang unik" Jawab Val.


"Ya, pasti Dia anggota dari Guildnya Marsyal. Anggota Guild Penyidik itu, rata-rata orangnya bermodelan kek Tsuha" Lirih Zack.


"Maksudmu?"


"Ya, rata-rata, anggota Guild penyidik memiliki penciuman dan pendengaran yang tajam dan disana, rata-rata pengguna sihir pengendali tanaman. Tsuha itu, pengguna sihir pengendali itu kan?" Tanya Zack.


Val menyadarinya.


"Benar juga, Aku sempat melihatnya membuat jembatan dari akar pohon disana yang Ia kendalikan" Ucap Val.


Zack melihat kearah Val saat mendengar itu.


"Menggunakan sihir didalam hutan sangatlah tidak masuk akal" Lirih Zack.


"Aku sudah bertanya dan Jawaban Marsyal, 'Itu bukan berasal dari mana tapi, berasal dari batin yang kuat dan bersih' Ah, andai Aku belajar itu.... pasti akan kugunakan untuk membangun rumahku dan rumah Lina"


Val, mulai menghalu.


Zack menepuk-nepuk bahu Val.


"Sadarlah,.... Dia hanya menganggapmu sebagai rekannya" (°_°)


"Hiks!" (T^T) Ekspresi Val sambil mengepalkan tangan kanannya.


Arthur keluar dari kamar mandi dan Ia melihat Zack sedang menepuk-nepuk pungung Val.


"Oh, Kak Val, Kau sudah pulang?" Ia langsung menghampiri Val dan Zack diruangan itu.


Mata Val berair dan Ia hanya mengangguk-angguk pada Arthur.


"Kak Val kenapa?"


"Biasa, harapan seorang lelaki yang kandas. Arthur ikutlah dengan Kami dan mari kita rayakan kekandasan harapan Val" Zack mengangkat cangkirnya yang berisi kopi.


"Senior bangs*t" Ucap Val sambil mengangkat vas bunga sejajar dengan cangkir kopi Zack.


"Ah, sama saja..." Batin Arthur.