The Last Incarnation Of The Land Of Arden

The Last Incarnation Of The Land Of Arden
FLASH BACK 1(De luce Arnold) - Selesai



Arvold mendekatkan mulutnya di telinga Arnold.


"Aku, melihat Ambareesh sedang mabuk disebuah bar ujung Kerajaaan dan Dia ditemani oleh Dua wanita"


Arvold membohongi Arnold.


Apa Tujuan Arvold yang sebenarnya ?


Arnold membelalakan matanya.


"Tidak mungkin Guru melakukan itu. Tapi, bagaimana bila itu memang guru ?"


Perasaan Arnold menjadi gusar.


Arnold membulatkan tekadnya.


"Kak, tolong beritahu Aku dimana lokasinya"


Arvolt menaikkan kedua alisnya. Karena, baginya ini terdengar sangat menarik.


"Kau tidak boleh kesana. Usiamu, masih terlalu kecil dan Aku tak bisa mengantarmu karena Dua minggu ini Aku harus mempersiapkan pertunanganku. Apa Kau mau menunggu ?"


Arnold tidak bisa menunggu lagi.


"Masih ada Tuan Ha Nashi, Aku akan memintanya untuk menemaniku"


"Jangan ! Bagaimana kalau, Tuan Ha Nashi tidak mengizinkanmu ? Apalagi, itu perjalanan yang cukup jauh. Kalau naik kereta kuda bisa sampai enam jam perjalanan tanpa istirahat " ucap Arvold pada Arnold sambil mengalungkan tangan kirinya.


"Kalau, begitu... Aku masih bisa berangkat sendiri asal Kakak memberitahu dengan jelas dimana lokasinya"


Arvold tersenyum.


"Itu ide yang buruk. Bagaimana bila terjadi sesuatu padamu ?"


"Aku bisa sihir dan bela diri. Aku bisa dikatakan cukup untuk melindungi nyawaku".


Arnold sangat optimis saat mengatakannya.


"Baiklah, Kalau itu kemauanmu. Akan kuberi petanya nanti setelah makan malam"


Arvold sangat senang dan melepas lengannya yang mengalung pada bahu Arnold.


"Terima kasih Kak ! Aku akan menunggunya!"


Arnold tidak menanamkan rasa kecurigaan sedikitpun pada Arvold.


...****************...


Arnold melakukan perjalanan secara diam-diam tanpa diketahui siapapun.


Ia membawa sekatong emas dan ditemani oleh kusir sewaan kakaknya.


Arnold sangat tidak sabar untuk bertemu dengan Ambareesh.


Ia diperjalanan sambil memakan buah sihir yang Ia dapatkan dari orang yang Ia tolong.


Arnold membelalakan matanya saat merasakan rasa yang sangat manis dari buah itu.


Ia menutup matanya dan menikmati rasa buah itu yang lebih manis dari buah milik ayahnya.


Perjalanan itu adalah perjalanan yang sangat jauh.


Arnold hanya memikirkan Ambareesh saja sepanjang perjalanan.


Saat melewati hutan sihir, Haraya melihat Arnold didalam kereta kuda itu.


"Murid tuan Ambareesh, mau kemana ? Apa Dia mencari Tuan Ambareesh ? Tapi, Tuan Ambareesh kan berada diarah yang berlainan ?" batin Haraya.


Ia merasakan keanehan.


Kalau Pangeran kedua melakukan perjalanan, harusnya ada satu dua prajurit yang menjaganya.


Haraya langsung membuntutinya dan Ia berubah menjadi kucing hitam dengan mata hijau serta, tanda segitiga hijau dibawah garis matanya.


Ia masuk kedalam kereta kuda itu dan meninggalkan hutan yang harusnya Ia jaga.


"Eooong..." Haraya melompat dan langsung mendarat dipaha Arnold.


Arnold sangat terkejut karena ada kucing yang tiba-tiba melompat kearahnya.


Tapi, Ia tak bisa marah karena yang membuatnya terkejut adalah seekor kucing.


"Apa Kau tersesat?"


Haraya tidak menjawab dan pura-pura tidur diatas pangukuan Arnold.


Arnold merasa kesepian tapi, rasa itu seketika hilang saat mengusap bulu lembut kucing itu.


Arnold mengangkatnya sambil tersenyum.


"Apa Kau sedang mencari kucing yang sangat penting di hidupmu ?"


Haraya mendengarnya langsung membeku ditempat.


"Apa..... maksudnya....?"


Arnold memeluk kucing itu.


"Hari ini, Aku akan bertemu dengan guruku...."


"BZZZTTTTT!!!!!"


Sihir Khusus milik Haraya melihat masalah yang akan terjadi pada Arnold.


Ini adalah rencana penculikan dan pembunuhan Arnold yang direncanakan oleh Arvolt tanpa sepengetahuan Ayahnya dan Ha Nashi.


Haraya langsung melihat kearah Arnold.


"Aku harus membawanya keluar dari sini"


Dari membuat keributan agar Arnold turun dari kereta kuda hingga menyakar lengan Arnold sampai berdarah.


Arnold malah mengelusnya dan bertanya "Kau lapar ? Apa kau bisa makan apel sihir ?"


Haraya kehilngan semangat untuk menolong Arnold.


"Apa Tuan tidak marah bila muridnya mati karena mencarinya ?" Batin Haraya.


Haraya kini hanya menunggu waktu yang tepat untuk menyelamatkan Arnold.


Ia hanya tidak menyangka saja kalau Arnold bisa lepas dari pengawasan Raja Akaiakuma.


Arnold tertidur didalam perjalanan.


Ini, waktunya Haraya untuk melancarkan strateginya.


Ia melepas Arnold yang memeluknya itu.


"Wosh!"


Ia kembali ke wujud elfnya dan langsung "Tock ! Tock !" mengetuk dinding kayu kerets kuda itu.


"Ada apa Pangeran ?" Tanya kusir itu.


"Aku ingin buang air. Bisakah berhenti sebentar ?"


Haraya meniru suara Arnold.


"Tidak bisa Pangeran. Daerah ini banyak banditnya. Tolong tahan selama dua jam lagi"


Kusir palsu itu, takut Kalau Arnold menyadari rencana pembunuhannya.


"Sudah kuduga, Ini ada yang aneh"


"Kusir ! Apa Kau berani menentangku ?! Apa Kau lupa Siapa Aku ?!"


Haraya terus berusaha untuk memojokkan Kusir itu.


"Maafkan Saya Pangeran. Ini adalah perintah dari Putra Mahkota De luce untuk tidak menurunkan Anda ditengah Jalan. Beliau sangat mengkhawatirkan diri Anda" Jawab Kusir Itu.


Haraya melapisi sekeliling Arnold dengan sihir pengedap.


Kemudian Ia berdiri dan mengumpulkan mananya ditangan Kanannya yang Ia kepalkan.


"Syuuut!!!" Ia mengarahkan tangannya dengan kuat kearah dinding kayu itu.


"BRUUAAAAKKKKKKK!!!!!!! Ngiiiiiiiiikkkkkk!!!!!!!!"


Dinding kayu itu, langsung rusak dan membuat kuda yang dikendarai menjadi syok.


"CTAAAAASSSSSHHHHH!!!!"


"PANGERAN! APA YANG ANDA LAK...!!"


Saat melihat kebelakang, Pria itu sudah tidak melihat Arnold disana.


Dan dikerta kuda itu, hanya menyisahkan kabut asap.


"Sial !" Pria itu langsung berdiri dan turun dari tempatnya.


"SIALANNNNN!!!! UANGKU!!!! APA YANG HARUS KU KATAKAN PADA YANG MULIA ARVOLDD!!!!" Kusir itu melepaskan tali kereta kudanya dan langsung memacunya untuk mengejar Arnold.


Haraya menggunakan sihir khas milik keluarga Elf untuk langsung menuju Istana Akaiakuma. Karena, Ia tak bisa berteleport.


Akibat dari sihir kecepatannya itu, Haraya berhasil merusak empat rumah warga yang Ia lewati.


Kemudian, setelah sampai Di Istana Akaiakuma, Ia meletakkan Arnold yang masih tertidur ditaman bunga Akaiakuma dekat dengan Air mancur dan hawanya cukup nyaman bila untuk Istirahat.


Arnold benar-benar tidur dengan nyenyak disana.


Kemudian, Haraya pergi setelah melihat kondisi Arnold aman untuk ditinggal.


Saat Arnold terbangun, Ia merasa kebingungan karena sudah berada didalam halaman Istana.


Arnold memegang kepalanya.


"Apa semua ini hanya mimpi ? Aku ini mau ke Guru" Batin Arnold.


Arnold merasa semuanya agak membingungkan.


Ia berjalan kekamarnya untuk istirahat dan memahami apa yang terjadi.


Dalam perjalanan menuju kamarnya, Ia bertemu Kakaknya yang sedang tertawa terbahak-bahak bersama seseorang dibawah jendela kamar lorong yang Ia lewati.


"Dia benar-benar adik yang bodoh ! Dia begitu saja percaya saat ku katakan kalau gurunya yang abnormal itu berada di desa perbatasan disana"


Arnold mengepalkan kedua tangannya dengan erat.


Ia merasa semua ini seperti tipuan.


Dan Ia semakin berfikir kalau mimpinya yang waktu itu (Ulah Ha Nashi) memang sebuah pertanda.


Sejak hari itu, Arnold sangat mempercayai sesuatu yang dinamakan mimpi dan ramalan Kerajaan yang turun temurun.


Kemudian, Diusia Arnold yang ke 14 tahun.


Berita pemberontakan bangsa non Iblis menjadi berita yang panas di negri Arden dan di Negri tetangga. Akibat pemberontakan itu, Kerajaaan Akaiakuma kehilangan setengah wilayah kekuasaannya dan harta termahal yaitu, matinya Putra Mahkota Arvold secara mengenaskan dengan tangan, kaki, dan kepalanya yang terpisah dengan tubuhnya.


Setelah kematian Arvold yang mengemparkan satu Negri. Diduga, pelaku pembunuhnya adalah Ambareesh yang menyabotase seluruh prajurit bangsa non Iblis yang berada di Akaiakuma untuk memberontak Ha Nashi selaku Penasehat dan Kepala keprajuritan Akaiakuma.


Arnold tidak memiliki sedikitpun kebencian pada Ambareesh yang ada, Arnold malah tertawa saat upacara kematian Arvold dan Ia adalah sosok yang tertawa paling kencang disana.


Ha Nashi, menenangkan Arnold yang sangat kesenangan karena mengetahui kalau Arvold mati secara mengenaskan ditangan Ambareesh.


Kemudian, Arnold diangkat sebagai Putra Mahkota Akaiakuma diusianya yang menginjak 17 tahun.