
Kerajaan Shinrin, memiliki lima Guild utama yang berada di pengawasan Verza. Verza adalah Kepala Keamanan Shinrin atau bisa disebut sebagai orang kepercayaan Raja Shinrin Agleer Linus.
Lima Guild itu terdiri dari: Guild Kesatria dan Keprajuritan yang di kapteni oleh Agleer Baal, Guild Penyidik Shinrin di kapteni oleh Ren ve Marsyal, Guild Penelitian di kapteni oleh Clye Jafar, Guild Keamanan dan Kemasyarakatan di kapteni oleh Silviam Beal, dan Guild Pemberantas Iblis di kapteni oleh Klyezt Nel.
Guild Pemberantas Iblis dulunya adalah Guild yang menduduki posisi pertama, namun karena insiden penyerangan serigala sihir, Guild pemberantas Iblis dan Guild Penyidik yang sangat dipercaya Masyarakat, telah kehilangan bintang mereka di masa kejayaannya.
Namun, Guild Penyidik berhasil bangkit dan Guild Pemberantas Iblis menjadi olok-olokkan masyarakat dalam ketidakbecusan mereka menindak terhadap Iblis dan dalam melindungi anggotanya sendiri yang sering pulang dalam keadaan tidak bernyawa.
Guild penelitian memiliki hubungan simbiosis mutualisme dengan Guild Pemberantas Iblis serta Guild penyidik. Guild penelitian, sangat bergantung pada Guild Pemberantas Iblis. Hal ini, terjadi karena, Guild penelitian memberi tugas kepada guild penyidik untuk menyelidiki lokasi yang perlu di teliti dan mencari cara agar Bangsa Iblis sulit untuk masuk ke dalam Shinrin.
Setelah masa Penyelidikan dan mendapatkan dugaan bila tempat yang di selidiki terdapat jejak Iblis, Guild Penyidik mengalih tangankan kasus kepada Guild Pemberantas Iblis untuk mencari tau kebenaran ada atau tidaknya Iblis di kawasan penelitian dan penyelidikan.
Setelah melakukan penyusuran, Guild pemberantas iblis melaporkan hasilnya kepada Guild Penyidik dan Guild Penelitian untuk di evaluasi.
Hasil pengevaluasian akan menemukan kesimpulan. Dari hasil kesimpulan dapat diambil garis besar oleh Guild Pemberantas Iblis untuk menemukan lokasi Iblis berikutnya dan untuk memperkuat strategi mereka dalam menyerang titik lemah iblis.
Kemudian, hubungan Guild pemberantasan Iblis sangat buruk dengan Guild Keamanan dan Kemasyarakan Shinrin. Ini terjadi karena Guild Keamanan dan Kemasyarakat Shinrin memiliki pandangan yang berbeda dengan Guild Pemberantas Iblis. Menurut mereka, Guild Pemberantasan Iblis sangat tidak mencintai nyawa dan akan melakukan apapun demi menuju keberhasilan mereka. Baik itu menghancurkan Shinrin ataupun membunuh warga dengan alasan sebagai umpan.
****************
Zack mendatangi Markas Keamanan dan Kemasyarakatan Shinrin. Ia meminta surat yang telah di tanda tangani oleh Razel untuk masuk ke dalam Markas Keamanan dan Kemasyarakat dengan garis bawah misi pencarian tempat dan orang yang menyamar menjadi Siluman.
Surat itu ditolak mentah-mentah oleh Viam (Kapten Guild Keamanan dan Kemasyarakatan).
"Jangan menggunakan surat ini sebagai alibimu untuk mendapatkan kepercayaan kami. Kami mempercayai Guild Penelitian yang sudah berpengalaman dalam melihat mana yang siluman dan mana yang manusia. Bila dibandingkan dengan kardus, suratmu itu tidak ada harganya" Ucap Viam kepada Zack.
Zack langsung meremas surat yang berstampel lambang Shinrin dan lambang Guildnya.
"Kau akan menyesal bila mengetahui ucapanku ini adalah sebuah kebenaran" Zack pergi dari Markas tersebut.
Zack langsung berpindah tempat menuju Markas Penelitian. Ia menunjukkan surat tersebut kepada salah satu anggota penelitian yang berseragam putih dan berpenampilan bersih. Penampilan tersebut sangat berbeda jauh dengan markas Pemberantasan Iblis.
Zack mengikuti salah satu anggota Guild Penelitian yang membawanya ke kapten markas tersebut.
Mata Zack mengeliling setiap tempat yang ia lewati. Lantai dari marmer, dinding yang dilapisi dengan cat putih yang bersih dan tangga yang terbuat dari besi sangat berbeda dengan Markas Pemberantas Iblis yang seperti tinggal di gudang.
"Pantas bila Arthur berkata bila Markas pemberantas iblis lebih cocok disebut kandang daripada rumah" Padahal, Arthur tidak pernah berkata seperti ini.
Ruangan kapten markas penelitian saja terbuat dari alumunium yang ditengahnya terdapat kaca yang tebal. Mungkin bisa diperkirakan bila pintu itu seharga 4 koin emas. Pintu ruangan kapten Markas Pemberantas Iblis hanya terbuat dari kayu yang kini sudah mulai keropos.
Zack ingin memaki.
"Kapten, Anda kedatangan tamu dari Markas Pemberantas Iblis" Ucap sesorang yang mengantas Zack.
"Siapa?" Tanya Jafar sambil melihat ke arah luar kaca pintunya.
"Zack" Jawab Zack sambil menunjukkan surat izin dari Razel.
"Suruh dia mandi dulu" Ucap Jafar sambil duduk ditempatnya.
"Anj-"
"Aku bercanda. Masuklah" Ucap Jafar.
"Janc*k!" Zack langsung memaki dan masuk ke dalam ruang pribadi Jafar.
...****************...
Zack dan Jafar mulai berbincang. Zack menunjukkan dua benda yang ditinggalkan oleh dua siluman itu.
Jafar mulai menelitinya dengan sihir miliknya. Dua benda itu, melayang tepat dihadapan Zack dan mengeluarkan tulisan sihir yang melingkar di dua benda itu.
"Ini memang asli. Tadi, kau bilang ini dari keluarga mana?" Jafar melihat setiap cela dua benda itu dengan sihirnya.
"Alba" Jawab Zack.
"Alba?" Tanya Jafar sambil menaikkan salah satu alisnya dan melihat Zack dengan mimik penuh tanya.
"Iya, mereka adalah pelayan dari keluarga Alba. Dari model pakaian mereka, kurasa marga Alba bukanlah dari keluarga golongan biasa. Sangat tidak logis bila mereka berasal dari luar Shinrin" Jawab Zack.
"Bisa kau jelaskan dengan rinci tentang alasanmu? Aku akan mencatat dan akan ku kirim ke Marsyal secepatnya" Jafar mulai mengeluarkan buku catatannya.
Jafar langsung berhenti menulis. Ia teringat sesuatu dengan misi yang dijalankan Marsyal untuk hari ini hingga empat hari ke depan.
"Tunggu sebentar" Jafar mengetuk-ngetuk meja kayunya untuk berfikir.
"Kemungkinan kecil, ini ada hubungannya dengan misi untuk Guild Pemberantas Iblis 8 hari lagi. Kalau begitu, kita akan menunggu kabar dulu dari Marsyal. Sementara itu, apa ada yang ingin kau sampaikan?" Tanya Jafar.
Zack mengeluarkan kotak kecil dari tasnya dan membuka kotak kecil itu. Isi di dalam kotak kecil itu adalah sisa nasi goreng. Raut wajah Jafar berubah drastis. Dari raut Jafar nampak seperti berkata ‘jangan bercanda’.
“Aku tidak bercanda. Coba makanlah ini, ini dari sebuah toko yang ku curigai" Ucap Zack untuk meyakinkan Jafar.
Jafar mencoba rasa makanan itu. Rasanya memang enak dan Jafar sangat mengenal rasanya karena ia selalu memesan makanan dari tempat itu sejak berdirinya tempat itu sekitar Lima minggu yang lalu.
“Ini makanan dari kedai di dekat Markas Penyidikkan? Rasanya memang enak seperti ini. Aku tidak setuju bila kau menudunya. Atau jangan-jangan ini alasanmu untuk mengajakku kencan?” Jafar malah bercanda.
Wajah Zack terlihat serius. “Najis bila aku kencan denganmu. Di dunia ini, masih ada perempuan yang menarik" ketus Zack sambil menutup kotak kecil berisi nasi itu.
“Sudahlah Zack, jangan seperti itu. Aku tau bila kau sangat membenci Iblis dan Siluman. Tapi, jangan sampai pikiran burukmu itu menguasaimu. Pemilik kedai itu sudah tua dia juga tinggal sendirian. Istri dan keempat anaknya mati karena insiden enam tahun yang lalu. Kau ingatkan insiden itu yang menewaskan pacarmu? Lucy" Jafar berdiri dan menepuk perlahan punggung Zack.
DEGH!
Zack membelalakan matanya. Ia menatap mata Jafar.
“Tugas adalah tugas. Jangan pernah meletakkan perasaanmu ataupun insiden yang telah lalu dengan pekerjaanmu. Aku tidak pernah menyesali kematian Luci. Dia mati untuk melindungi Shinrin. Jadi, fokuslah ke masalah yang ku laporkan hari ini. Jangan berusaha mengalihkan topikq!” Tegas Zack kepada Jafar.
Jafar menatap Zack dengan raut yang iba. “Aku tau kalau kau masih saja menyalahkan dirimu karena kau tidak bisa melindungi dia" Jafar kembali duduk di kursinya.
Zack adalah satu-satunya orang yang menghilang saat insiden enam tahun yang lalu. Ia tiba-tiba diserang oleh sosok berjubah misterius dan membuang Zack dengan sihir teleportnya ke dalam hutan. Hingga membuat Zack tidak bisa menggunakam sihirnya.
Zack adalah salah satu orang yang terpukul dalam insiden itu.
Jafar kembali menulis semua dugaan Zack kepada pemilik kedai itu dan semua orang yang pernah makan di tempat tersebut. Zack juga, meminta tolong kepada Jafar untuk meneliti Issac sebelum ia memutus kontrak dengan Issac. Zack melakukan hal ini untuk mengetahui kebenaran tentang Issac. Dan Zack berbohong tentang kontrak yang tidak bisa dibatalkan.
Zack masih membiarkan Nel dan Liebe. Ia ingin semua anggota Guild sadar dengan sendirinya.
Zack kembali ke markas dengan raut dan mood yang buruk. Arthur melihat Zack yang jarang sekali berekspresi seperti itu. Ia mendatangi Zack sebelum kepergiannya besok. Hati Arthur merasa seperti akan ditinggalkan jauh oleh orang-orang sekitarnya.
“KAK ZACK!” Arthur langsung menyapa Zack sambil memberikan Zack permen cokelat.
Zack melihat Arthur yang meringis sambil menggosok tengkuknya. “Ada apa? Tumben memberiku permen?” Tanya Zack sambil mengantongi permen cokelat itu.
“Itu kak, terima kasih karena sudah mengantarku tadi” Jawab Arthur sambil meringis dan mengangguk-angguk.
“Oh, tentu. Sama-sama. Kapan Kau akan berangkat?” Tanya Zack yang sudah melihat kereta kuda di belakang Arthur.
“Nanti setelah makan malam. Katanya perjalanannya akan memakan waktu 8 jam. Besok juga, aku harus mempersiapkan diri untuk meminta maaf kepada petinggi-petinggi Aosora dan akan berlanjut untuk meminta maaf kepada semua orang Aosora selama tiga hari disana. Lalu, besoknya baru upacara mengangkatan akan dimulai. Minggu ini, akan menjadi minggu yang panjang. Semoga aku kuat menjalani semua ini” Ucap Arthur yang masih cengegesan.
Zack merasa kasihan kepada Arthur. Dia tau bila Arthur diperbodoh oleh orang-orang disekitarnya.
“Tidak Shinrin dan tidak Aosora sama saja" Ucap Zack pada Arthur.
“Eh?” Arthur terkejut mendengar ucapan Zack. Ia tidak paham maksudnya.
“Kenapa kau harus meminta maaf kepada semua orang Arthur? Kasus kematian keluarga mu saja ditutup secara sepihak seperti ini. Apa kau tidak berusaha untuk menerima hak-hakmu juga?” Tanya Zack pada Arthur.
Arthur menatap langit yang cerah. “Kasus itu, ditutup oleh pihak Paman Barron yang kini menjadi raja sementara Aosora. Hal ini, juga dapat dukungan oleh kerajaan Meganstria sebagai sahabat karib Aosora. Shinrin bisa apa bila seperti itu? Tanah Shinrin yang dulu digunakan oleh Aosora, kini bukan hak Shinrin lagi untuk mengaturnya. Bila Shinrin ikut mengatur, akan ada konflik yang akan terjadi” Ucap Arthur.
“Aku hanya sebagian kecil dari tinta yang ada di kertas. Aku bisa menghilang kapanpun bila si penulis kehilangan tintanya. Tinta yang baru tidak bisa menyamai tinta yang lama. Setidaknya, pada secarik kertas itu, masih ada kenangan dariku yang tercipta" Lanjut Arthur.
“Aku akan membuat mereka mengingatku. Bila aku tidak ada, setidaknya mereka bisa mengenal perbedaanku dengan perbedaan yang lainnya" Arthur tersenyum tipis kepada Zack dan melihat ke arah kereta kuda.
Zack memegang kepala Arthur dan mengusapnya.
“Jadilah raja yang hebat. Suatu saat nanti, kau harus bisa membuat orang-orang memerima keadilan baik itu hak ataupun kewajiban dengan merata. Jalanmu pasti masih panjang Arthur. Bila Kau menjadi orang yang besar nanti, jangan lupakan kami. Terutama jangan lupa dengan wakil Razel yang sangat memperjuangkanmu untuk berlindung di bawah atap Pemberantas Iblis. Ya" Ucap Zack kepada Arthur.
Arthur melihat Zack, “Kak Zack, kau mirip sekali dengan Kak Bram. Sepertinya, kalian berdua akan menjadi teman yang sejalan. Kak Zack, kalau Kak Bram ketemu kau harus mau menemuinya ya!” Ucap Arthur sambil menepuk punggung Zack.
“Hahaha, itu akan menjadi sebuah kehormatan untukku” Ucap Zack dengan senang.