The Last Incarnation Of The Land Of Arden

The Last Incarnation Of The Land Of Arden
Kekukuhan Arnold sebagai murid Ambareesh



Arnold bertemu dengan sosok yang mengaku sebagai penjaga hutan.


Ia bernama Haraya.


Setelah perbincangan yang panjang dengan Haraya, Arnold akhirnya bertanya apakah Haraya mengenal Ambareesh.


"Ambareesh ? Saya, tidak pernah tau dengan nama itu"


Arnold sangat pesimis saat Haraya mengatakan kalau tak pernah tau dengan nama itu.


"Dia pernah kemari. Rambutnya lebih muda dari warna langit siang. Dia punya satu tanduk yang melintang dari atas telinga kanannya bagian belakang hingga dibelakang telinganya bagian kiri"


Haraya melihat atas langit yang gerimis.


"Saya tidak pernah melihat sosok seperti itu. Mungkin, sosok itu kemari saat Saya sedang tertidur"


Arnold tidak mempercayainya.


"Kau adalah penjaga hutan. Kalau Kau tidur harusnya kau malu dengan menyebut dirimu sendiri sebagai penjaga hutan"


Arnold merasa sangat kesal dan Ia lampiaskan pada Haraya.


Haraya mengosok tengkuknya karena Ia merasa ada benarnya ucapan Arnold.


Haraya memegang bahu Arnold.


"Mulut Anda pedas sekali dan itu tidak setara dengan usia Anda"


Haraya memejamkan matanya.


Ia melihat sesuatu tenang Arnold dimasa yang akan datang.


Haraya bisa melihat Sepuluh jam yang akan terjadi pada orang yang Ia sentuh.


Haraya langsung terdiam dan membuka matanya.


Apa yang Haraya lihat ?


Haraya, tersenyum.


Ia melihat kalau Arnold akan menolong seseorang.


"Ck!, Aku tak bisa membuang-buang waktu lagi. Aku harus pergi mecari guruku. Selamat tinggal"


"Jumpa lagi"


Haraya melambaikan tangannya pada Arnold yang pergi.


Haraya kembali duduk dipingiran Danau.


"Tuan,.... Kenapa Anda meninggalkannya ?"


...****************...


Sesuai yang ada dipenglihatan Haraya. Arnold, bertemu dengan sosok berambut putih dengan dua tanduk hitam kecil dikeningnya.


Arnold menolongnya saat ia melihat sosok itu terperosok.


"Terima kasih. Saya senang sekali karena bisa bertemu dengan Pangeran kedua Akaiakuma"


Sosok itu merupakan laki-laki.


"Ah, Anda bisa saja...." Arnold mengosok tengkuknya.


Sebenarnya, Arnold sangat menyukai bila mendapatkan pujian atas tindakannya.


Arnold tidak melihat bisa melihat mata orang itu yang tertutup poninya.


"Saya dengar, Anda sedang mencari guru Anda ?"


Pria itu adalah seorang paruh baya dan Ia memiliki suara yang bergetaar.


"Itu benar sekali ! Ini sudah setahun lebih guruku menghilang. Dia punya satu tanduk, dan memiliki karakteristik seperti bangsa Malaikat"


"Kalau Kakek bertemu dengannya, tolong. Beritahu Aku. Aku punya hutang maaf padanya"


"Hutang maaf ?" Gumamnya.


Pria paruh baya itu memberi buah sihir pada Arnold.


"Ini hadiah dariku untuk pangeran kedua"


"Ah, terima kasih!" Arnold senang menerima hadiah itu.


"Di Nekoma, Akan segera muncul kehancuran yang akan membawa awal dari akhir kerajaan Akaiakuma"


"....Saat itu terjadi,...." Pria itu memegang telapak tangan Arnold.


"Tunggu!!! Apa Kau seorang peramal ?"


Arnold menyela ucapannya.


"Tidak. Hanya iseng saja"


"Ck!" Arnold melepas tangannya.


"Aku tidak suka diramal. Aku pamit dulu. Terima kasih buah sihirnya" Arnold berancang pergi.


"Tunggu !" Pria paruh baya itu tidak membiarkan Arnold pergi.


Arnold berhenti ditempat.


"Diantara orang yang Anda percaya. Dia, menyembunyikan keberadaan Guru Anda. Tanyakanlah padanya"


Arnold langsung membelalakan matanya.


"Benarkah ?! Siapa Dia ?!!!!"


Saat Arnold bertanya dan melirik kebelakang, Sosok itu, menghilang begitu saja.


Ia menelan ludah dan sekujur tubuhnya langsung merinding.


Ia mundur beberapa langkah dan "Woshhhhh!!!!"


Arnold langsung berteleport ke istananya.


...****************...


Hari demi hari berlalu, Arnold mulai mencari sosok yang dekat dengannya satu-persatu tak terkecuali Kakaknya. Namun, Arnold melewatkan Ha Nashi.


"Tentu saja Aku tau. Aku baru saja bertemu dengannya beberapa hari yang lalu"


Arvold berbohong. Ia masih ingin melanjutkan sandiwaranya karena ia pikir masih belum ketahuan.


"Kakak tidak bohongkan ?"


"Emmm, tentu saja tidak ! Untuk apa Aku membohongi adikku. Benarkan ? Tak akan ada untungnya untukku"


Arvold mengusap-usap rambut Arnold.


"Benar juga. Yang kulihat kemarin, bisa saja mimpi biasa. Aku tidak boleh mengaitkan segalanya dengan mimpi"


Arnold mempercayai Kakaknya.


"Dimana Kakak melihatnya ?! Apa Kakak bisa memberitahuku ?!"


Arvold tersenyum licik dibalik girangnya Arnold.


"Ckckck, saranku... Kau tak perlu mencarinya. Tak akan ada gunanya. Memang, apa yang akan Kau lakukan saat bertemu dengannya? Apa Kau akan memohon agar Dia kembali menjadi gurumu ?"


"Aku hanya ingin meminta maaf Kak. Aku merasa seperti terlalu membebani guru. Aku ingin bertemu hanya untuk itu"


Arvold mendengarnya, merasa kesal.


"Kenapa Kau harus meminta maaf ?! Harusnya! Dia bersyukur karena telah menjadi guru seorang pangeran kerajaan ini !" Tegas Arvold.


Arnold berfikir kalau Arvold salah paham.


"Eh! Bukan begitu Kak!"


Arvold menyela, "Kau adalah seorang pangeran ! Mau ditaro dimana harga dirimu ! Dia itu, barbangsa tidak jelas ! Dan Lihatlah ! Kalau Dia adalah seorang Iblis Abnormal!"


"GURUKU! BUKAN IBLIS ABNORMAL! KAKAK HARUS MEMINTA MAAF PADAN...nya...."


Arnold tidak sadar telah membentak Kakaknya sendiri.


Saat itu, Arnold melihat ekspresi kesal dari wajah Arvold.


"SRUUUKKKK!!!!" Arnold langsung membungkukkan badannya.


"PUTRA MAHKOTA! TOLONG MAAFKAN SAYA ! SAYA TIDAK BERMAKSUD MEMBENTAK ANDA!!!"


Arnold benar-benar menyesal karena telah menaikkan nada suaranya pada Arvold.


Arvold menggigitkan gigi-giginya kemudian, Ia terlihat tersenyum paksa dari samping dan Arnold tidak melihatnya.


Arvold memegang kedua bahu Arnold.


"Tidak apa-apa. Kita malah terlihat seperti saudara sungguhan. Ini membuatku sedikit terkejut tapi, juga membuatku senang disaat yang bersamaan"


Arnold mengangkat pandangannya dan melihat wajah Arvold yang sedang tersenyum padanya.


Arnold tersenyum.


"Aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi kak. Lalu, sekarang dimana Kakak melihat guru ?"


Arnold masih kokoh untuk mencari Ambareesh.


"Baiklah. Tapi, berjanjilah untuk jangan katakan pada siapapun dan jangan sampai terlihat oleh siapapun saat menemui Gurumu"


Arnold mengangguk.


Kemudian, Arvold mendekatkan mulutnya didekat telinga Arnold.


"Aku, melihat Ambareesh sedang mabuk disebuah bar ujung Kerajaaan dan Dia ditemani oleh Dua wanita"


Arvold membohongi Arnold.


Apa Tujuan Arvold yang sebenarnya ?


Arnold membelalakan matanya.


"Tidak mungkin Guru melakukan itu. Tapi, bagaimana bila itu memang guru ?"


Perasaan Arnold menjadi gusar.


Arnold membulatkan tekadnya.


"Kak, tolong beritahu Aku dimana lokasinya"


Arvolt menaikkan kedua alisnya. Karena, baginya ini terdengar sangat menarik.


"Kau tidak boleh kesana. Usiamu, masih terlalu kecil dan Aku tak bisa mengantarmu karena Dua minggu ini Aku harus mempersiapkan pertunanganku. Apa Kau mau menunggu ?"


Arnold tidak bisa menunggu lagi.


"Masih ada Tuan Ha Nashi, Aku akan memintanya untuk menemaniku"


"Jangan ! Bagaimana kalau, Tuan Ha Nashi tidak mengizinkanmu ? Apalagi, itu perjalanan yang cukup jauh. Kalau naik kereta kuda bisa sampai enam jam perjalanan tanpa istirahat " ucap Arvold pada Arnold sambil mengalungkan tangan kirinya.


"Kalau, begitu... Aku masih bisa berangkat sendiri asal Kakak memberitahu dengan jelas dimana lokasinya"


Arvold tersenyum.


"Itu ide yang buruk. Bagaimana bila terjadi sesuatu padamu ?"


"Aku bisa sihir dan bela diri. Aku bisa dikatakan cukup untuk melindungi nyawaku".


Arnold sangat optimis saat mengatakannya.


"Baiklah, Kalau itu kemauanmu. Akan kuberi petanya nanti setelah makan malam"


Arvold sangat senang dan melepas lengannya yang mengalung pada bahu Arnold.


"Terima kasih Kak ! Aku akan menunggunya!"


Arnold tidak menanamkan rasa kecurigaan sedikitpun pada Arvold.


Ha Nashi, tidak tau apa yang direncanakan oleh Arvold dan Dia tidak memantau Arnold di siang hari.


Apa yang terjadi bila Sang Raja tau kalau Arvold berusaha mencelakai Putra keduanya yang diramalkan bisa mengubah Kerajaan Akaiakuma menjadi lebih baik ?


Dan, Apa yang akan dilakukan oleh Ha Nashi serta Ambareesh selaku guru Arnold ?


...****************...


Sebenarnya, Kini, Ambareesh berada di Nekoma untuk menemui Belial Ken.


Dan saat ini, Ambareesh berhasil menyusup di kerajaan Nekoma sebagai prajurit pertukaran dari akaiakuma.


Ini, adalah ide dari Ha Nashi dan kontrak pertukaran prajurit dilakukan tanpa sepengetahuan raja yang sibuk dengan masalah pelebaran wilayah.


Dan Kontrak itu, dijalankan selama Dua tahun lamanya.


Saat Ambareesh sampai di Kerajaan itu satu tahun yang lalu.


Para rakyat siluman disana melecehkan Ambareesh secara verbal akibat tanduknya itu dan ciri Khasnya.


Namun, disela itu....


Ambareesh berhasil menemukan Belial Ken.


Dan ternyata, Belial Ken kini merupakan Raja ke enam Kerajaan Akaiakuma.


Ambareesh sangat tidak menduga akan hal itu.


Sebab, Belial Ken mengubah seluruh identitasnya saat menjadi Raja.


Termasuk, membuang nama marganya.


Ambareesh menghadap ke Raja Keenam Nekoma dan Ambareesh mengenakan penutup dibawah bagian mata sampai menutupi lehernya. Serta, menghilangkan tanduk miliknya.


"Salam hormat Saya untuk Anda, Raja Belial Ken. Semoga Sang Cahaya selalu memberikan kebahagiaan untuk Anda. Saya Ambareesh, Belial Ambareesh menghadap untuk bertemu dengan Anda"


Raja Ken yang berkarakteristik 100 persen iblis bangsa merah membelalakan matanya dan langsung berdiri saat mendengar Nama Ambareesh.


......................


Belial Ambareesh ? Apa itu nama marga dari keluarga Ambareesh ?


Apa yang akan dilakukan oleh Ambareesh ?


Apa sebenarnya hubungan Belial Ken dengan Ambareesh ?


Kemudian, akankah Ambareesh hanya diam saja atau, tidak mendengar sesuatu yang terjadi pada Arnold. Karena saat ini ia berada diluar Akaiakuma ?